CRAZY LOVE 2 (Obsesi Pria Dewasa)

CRAZY LOVE 2 (Obsesi Pria Dewasa)
Tinggal Bersama


__ADS_3

"Griff, hah...sudah..." Pinta Syene dengan nafas terengah-engah dan berusaha mendorong Griffith menjauh.


"Tapi aku belum puas sayang, bahkan aku ingin lebih sekarang." Griffith enggan melepaskan gadisnya dan terus menikmati bibir mungil Syene yang sudah membengkak.


"GRIFF! Sudah cukup." Bentak Syene yang tiba-tiba mendapat kekuatan hingga berhasil mendorong Griffith menjauh darinya.


"Cukup Griff!" Syene bangun dari baringnya dan berlari masuk ke dalam kamar mandi.


"Gadisku benar-benar membuatku gila. Baru menikmati bibirnya saja rasanya sudah sangat memabukkan." Gumam Griffith tersenyum gemas.


Ia memutuskan merebahkan tubuhnya di atas ranjang sementara menunggu Syene keluar dari kamar mandi. Namun belasan menit telah berlalu tapi Syene belum juga keluar dari kamar mandi. Griffith mulai khawatir dan ia memutuskan untuk menyusul Syene ke dalam kamar mandi.


"Sayang?" Panggil Griffith lembut pada Syene yang duduk meringkuk di dalam bathup.


"Hiks...pergi!" Usir Syene dengan isak tangis.


Griffith mengernyit bingung dan heran kenapa tiba-tiba Syene malah menangis. Padahal tadi gadisnya itu baik-baik saja dan tampak menikmati ciuman panas mereka.


"Kau kenapa?" Tanya Griffith mendekati Syene dan ikut masuk ke dalam bathup.


"Pergi! Aku tak ingin melihatmu." Hardik Syene masih terisak.


"Apa? Kau kenapa?" Griffith menarik Syene hingga tatapan keduanya bertemu.


"Aku tidak mau menjadi budak na*sumu! Aku tidak mau menjadi wanita yang bisa kau nikmati ketika kau ingin dan bisa kau buang saat kau sudah bosan!" Bentak Syene.


"Kau berpikir aku melakukan hal tadi hanya karena na*su?" Tanya Griffith mengernyit.


"Apalagi kalau bukan itu. Kau adalah pria dewasa yang pasti sudah merasakan hal itu berulang kali. Jadi aku tidak mau menjadi salah satu wanita murahan itu." Ucap Syene ketus.


"Pfft...kau tahu? Saat ini kau sangat lucu. Hidungmu merah seperti ceri, pipimu juga merah seperti buah tomat, lalu matamu? Matamu bengkak seperti baru disengat lebah. Lucu sekali hahaha..." Griffith malah menertawakan gadis di depannya itu.

__ADS_1


"GRIFFITH! AKU TIDAK SEDANG BERCANDA!" Teriak Syene kesal.


"Dengarkan aku Syene Addison!" Griffith menjadi serius serta memegang kedua pundak Syene.


"Aku tidak pernah punya niat hanya menjadikanmu wanita pemuas na*suku. Aku akui setiap melihatmu membuatku bergairah ingin menikmati dirimu. Tapi lebih dari semua itu aku ingin memilikimu seutuhnya. Menjadikanmu Nyonya Akayama, wanitaku satu-satunya. Kau benar, aku memang sudah sering melakukan hal itu karena aku sudah pernah menikah dan aku memang aku nakal dulunya. Tapi sekarang tidak ada mampu membuatku bersemangat dan berhasrat besar selain dirimu." Jelas Griffith menatap dalam sepasang mata biru Syene.


"K-kau pernah menikah?" Tanya Syene cukup kaget dengan kenyataan yang baru ia ketahui.


"Benar dan kami sudah berpisah karena pengkhianatan yang dia lakukan. Tapi itu dulu, sekarang aku tidak akan memberikan celah sedikitpun padamu untuk mengkhianatiku." Tegas Griffith.


"Aku tidak akan berkhianat. Nenekku dan aunty Arlin selalu mengajariku untuk berlaku setia pada pasangan. Sekalipun mungkin tidak mencintaimu tapi aku milikmu ya akan tetap menjadi milikmu." Syene menghapus kasar air matanya.


"Jadi sekarang kau benar-benar ingin menjadi milikku atau kau masih punya pilihan lain?" Tanya Griffith mengangkat dagu Syene.


"Memangnya aku bisa memilih apa lagi?" Syene menatap sengit pria di depannya.


"Kau hanya bisa memilih untuk tetap bersamaku. Selama kau bersikap manis dan tidak melakukan hal yang membuatku marah maka kau juga akan menjadi ratu dan akan ku manjakan. Tapi sekali saja kau melakukan hal yang menyakiti perasaanku, aku pasti akan menghancurkan hidupmu lebih dari yang bisa kau bayangkan." Ancam Griffith.


"Aku yang memutuskan kebenaran itu sendiri!" Griffith beranjak keluar dari bathup.


"Griffith, tidak bisa seperti itu! Bagaimana jika aku juga tiba-tiba cemburu padahal kau sedang bersama adikmu atau keluargamu yang perempuan? Kau tidak boleh seenaknya mengambil kesimpulan sendiri." Syene segera mengejar pria anehnya.


"Aku juga perlu menegaskan, aku tidak punya keluarga selain satu keponakanku. Dan aku senang malah sangat senang jika kau cemburu padaku. Dan aku bebas mengambil kesimpulan apapun dari yang kulihat agar aku bisa menghukummu." Griffith tersenyum miring.


"Kau...dasar egois!" Syene mengepalkan tangannya dan hendak keluar meninggalkan Griffith namun pria itu dengan cepat menarik tangannya hingga ia berbalik dan terjebak di dalam dekapan Griffith.


"Aku pernah sangat baik dan membebaskan wanita yang aku cintai melakukan apapun yang ia suka namun akhirnya hanya rasa sakit yang aku dapatkan. Sejak saat itu aku memutuskan untuk bersikap jahat dan egois. Dia yang bisa bertahan adalah pemenangnya, dan kau adalah gadis yang akan aku paksa untuk bertahan dan tinggal di sisiku selamanya." Griffith merengkuh posesif pinggang Syene.


"Tidak semua perempuan itu sama dan suka menyakiti." Syene berusaha melepaskan diri.


"Awalnya aku tidak percaya dengan kata-kata seperti itu. Tapi setelah bertemu denganmu, aku yakin kata-kata itu benar adanya." Griffith menundukkan kepalanya dan detik kemudian ia kembali menyambar bibir Syene.

__ADS_1


"Griff...em..." Syene berusaha untuk mendorong Griffith namun kekuatan pria itu semakin besar untuk menahannya.


Griffith tak memberikan celah sedikitpun pada Syene untuk menolak apalagi melawan dirinya. Ia justru memancing Syene dengan lumataan lembut dan menuntut. Akhirnya Syene pasrah dan membiarkan seorang Griffith melakukan apapun pada bibirnya yang sudah bengkak.


"Griff...hah...oksigen." Pinta Syene berusaha mendapatkan asupan oksigen.


"Aku belum selesai sayang." Ucap Griffith hendak kembali menyerang Syene namun Syene menghindar.


"Cukup untuk saat ini. Aku belum mau mati apalagi mati karena kekurangan oksigen." Syene memilih menjauh dari dan duduk di tepi ranjang.


"Syene, tinggallah di sini bersamaku." Pinta Griffith berlutut di depan Syene.


"Tidak bisa. Jika aku tinggal di sini, bisa-bisa aku hamil muda dan gagal menyelesaikan pendidikanku." Tolak Syene langsung.


"Kau takut hamil? Kita bisa menggunakan pengaman dan aku akan jamin kau bisa menyelesaikan pendidikanmu dengan baik." Bujuk Griffith.


"Tidak mau! Pokoknya tidak mau! Sesekali aku bisa menemanimu dengan menginap di sini, tapi tidak untuk tinggal permanen. Dan jangan harap kau bisa menyentuhku lebih sekedar berciuman!" Tegas Syene tanpa rasa takut.


"Aku tidak berjanji bisa menahan diri sayang. Melihatmu saja membuatku langsung bergetar. Bagaimana jika aku membujuk keluargamu agar kau bisa tinggal bersamaku?" Usul Griffith tersenyum nakal.


"Tidak! Tidak perlu! Aku tidak mau tinggal bersamamu pokoknya!" Syene kembali menolak tawaran Griffith.


"Baiklah jika itu maumu. Aku akan segera menyempatkan diri untuk bertemu dengan mereka dan meminta izin pada mereka untuk membawamu tinggal bersamaku." Griffith memutuskan untuk keluar dari kamarnya.


"GRIFFITH AKAYAMA KEMBALI KAU!"


...~ TO BE CONTINUE ~...


#####


Ayo, pada maunya Griffith dan Syene tinggal bareng atau terpisah aja?

__ADS_1


Kalo aku sih maunya......


__ADS_2