
Pada tahun 172 Tahun Resfl.
Lahirlah seorang gadis yang membawa petaka bagi sebuah Negara, gadis kecil itu lahir dengan diiringi oleh badai besar yang mengurung keluarga mereka hingga bidan bersalin tidak bersedia mendatangi keluarga mereka pada hari itu.
Karena hal itu, Ibu dari bayi tersebut, meninggal dunia seusai mengalami pendarahan hebat yang tidak dapat diberhentikan oleh seorang asisten bidan. Pengetahuannya masih minim, dirinya tidak tahu harus berbuat apa saat ibu dari sang bayi tersebut, mengalami pendarahan hebat seusai melahirkan.
Alhasil, ibu dari sang bayi meninggal dunia dan beruntung, bayi perempuan tersebut, lahir ke dunia dengan selamat tanpa kekurangan suatu apapun.
Bayi tersebut diberinama Zerlicia Namsaka. Anak dari seorang petualang Rank-A dari keturunan Namsaka. Berpetualang demi mencari uang, tentunya hal tersebut membuat dirinya harus menitipkan bayi perempuannya kepada tetangga sebelah yang mana dirinya merupakan asisten bidan yang membantu istrinya melahirkan.
Meskipun istrinya meninggal dunia karena kejadian tersebut, sang Ayah, Fedric Namsaka harus tetap menjadi petualang sebab jika dirinya tidak berpetualang, maka ekonomi mereka akan kandas secara perlahan.
Menjadi single parent sekaligus seorang petualang, membuatnya sesekali merindukan dan mengkhawatirkan kondisi bayi perempuan yang ia miliki.
Saat perjalanan jauh, Fedric terus-menerus kepikiran tentang putrinya dan berharap ingin cepat pulang ke rumah. Dan hal itu tidak hanya terjadi sekali dua kali saja. Fedric tidak berhenti mengkhawatirkan putrinya meskipun telah dititipkan kepada tetangganya.
__ADS_1
Alhasil, Fedric kemudian memikiki niatan untuk menikahi tetangganya karena lama-kelamaan, putrinya satu-satunya menginginkan sesosok ibu di dalam hidupnya. Fedric kemudian menikahi wanita yang menjadi tetangganya sekaligus bidan bersalin darurat bagi istrinya. Hal itu ia lakukan demi menambah sesosok ibu di dalam kehidupan Zerlicia putrinya.
Ketika beranjak dewasa, Zerlicia tumbuh menjadi seorang gadis tomboi dengan rambut yang selalu berada di atas pundak. Rambutnya sama sekali tidak pernah dia panjangkan, saat melebihi pundaknya, Zerlicia pasti akan meminta ayah atau ibunya untuk memangkas rambutnya.
"Zerlicia, jangan memanjat pohon seperti itu!"
"Tenang saja, Ibu! Ibu tidak perlu risau!"
"Tetapi..."
"Uwa.."
"Hehe."
Zerlicia juga tumbuh sebagai gadis yang kuat sejak lahir, selama ibu tirinya membesarkan dirinya, beliau sama sekali tidak pernah melihat Zerlicia menangis di depan matanya. Bahkan saat mencium tanah pun, Zerlicia tidak meneteskan sedikit pun air mata dan malah tersenyum lebar ke arah ibu tirinya.
__ADS_1
Meskipun begitu, kebahagiaannya hanya sampai di usianya yang ke 10 tahun saja, sungguh malang nasibnya, para pasukan kerajaan secara tiba-tiba datang memberikan peringatan kepada para penduduk jika kota kecil itu, akan segera rata dengan tanah demi menghindari peperangan dengan Negeri sebelah.
Sebagai warga negara yang baik, mereka akan meninggalkan tempat tersebut dan merelakan semua kenangan yang mereka perbuat, menjadi rata dengan tanah. Akan tetapi, itu tidak dilakukan oleh para penduduk di kota tersebut.
Meskipun kota mereka kecil, namun kenangan yang dibuat dengan kebahagiaan di tempat tersebut, membuat mereka enggan meninggalkan kota kecil kesayangan mereka hingga hari penggusuran dilakukan.
Mereka datang secara tiba-tiba, saat hari penggusuran tiba, mereka datang tanpa memberitahu para penduduk kota kecil tersebut dengan sebuah terompet, siulan, maupun teriakan dari para pasukan yang ada.
Mereka mengendap-endap kemudian mulai berbuat semena-mena di saat mereka telah memasuki area kota kecil tersebut.
Tidak ada jalan keluar bagi para penduduk yang terperangkap! Hanya terdapat satu-satunya cara agar mereka dapat pergi dengan selamat dari kekejaman para pasukan yang ada. Yaitu dengan cara pergi secara mengendap-endap.
Saat pasukan tengah sibuk melawan penduduk yang mencoba mempertahankan kota kecil mereka, saat itulah Zerlicia diperintah untuk membawa kabur 25 anak kecil bersama dirinya.
Kebanyakan seumuran dengannya, dan dia menjadi yang tertua diantara ke-25 anak kecil yang ia bawa.
__ADS_1
Zerlicia diminta kabur ke panti asuhan terdekat di negara sebelah, dirinya kabur dengan membawa 25 anak kecil bersama dirinya. Dan... hanya dia dan ke-25 anak yang ada saja yang selamat. Sisanya, mereka mati, kebanyakan wanita yang ada ditangkap oleh para pasukan, meskipun begitu, kedua orang tua Zerlicia tetap meninggal dunia karena memberi perlawanan yang begitu keras.
Hingga kini, Zerlicia harus menanggung beban keluarga barunya yang terdiri dari 25 anak kecil yang dipasrahkan kepada dirinya.