Creations Isekai

Creations Isekai
Vol. 01 Bab. 15 : Pesta dan penyesalan (Chara reveal)


__ADS_3

Sesuatu yang seperti ini, tak buruk juga. Aku cukup terhibur dengan tarian khas masyarakat wilayah panas yang mereka pentaskan. Meskipun harus mengorbankan rasa malu dari beberapa wanita, tidak ada satupun wanita yang dilecehkan di sini!


Kami menikmati pesta dengan berbincang-bincang, lebih tepatnya, mereka. Aku hanya bisa terdiam bersandar ke tembok ruangan. Dengan dress yang cukup menawan ini, aku malah memikirkan tentang kondisi teman-teman ku. Aku seharusnya menikmati pesta ini bersama namun, aku malah...



"Nona petualang, Anda sendirian?", tiba-tiba saja ada sekelompok laki-laki yang menghampiri ku.


"Um, ya. Kenapa?"


"Wah, kamu asal mana?"


"Panti asuhan... aku yatim piatu sejak kecil."


"Pasti berat ya...?"


Dia benar... beban yang kutanggung sendirian, terlalu berat. Apa tak masalah jika sesekali aku... tidak, aku pernah sekali menghiraukan mereka. Aku tak bisa gegabah seperti dulu lagi.


"Wah, jangan menangis dong..."


"Umm.. baik...", kalian sih yang memulai!


"Oh ya, Nona petualang, jika Anda berkenan hati, bolehkah kami bermain bersama Anda?", bermain? Apa maksudnya? Yah tapi, tak dapat dipungkiri lagi, aku butuh hiburan setelah seminggu lebih di dalam dungeon.


"Bo—"


"KALIAN!!", apa ?! Kenapa ada yang berteriak? Tunggu, teriakannya mengarah ke sini?!


"JANGAN GANGGU TAMU PENTING KITA! DIA NONA ZERLICIA NAMSAKA, PETUALANG YANG MENCOBA UNTUK MENAKLUKKAN DUNGEON TERLARANG!", ah, berisik, teriakannya terlalu kencang...


Aku ingin memarahinya tapi, entah mengapa rasanya... mata ini berat sekali. Padahal aku sudah tidur siang tadi... tak seperti biasanya...


"Hahaha, maaf. Habisnya dia seperti sedang banyak pikiran. Jadinya."


"Jangan pernah melakukan hal itu lagi!", bentaknya.


Duh, padahal aku ingin sekali bermain... sial, aku semakin mengantuk....


"Zerlicia."


"Um? Kau, Pak Kost?"


"Benar, aku orang yang menyewakan kamar pada dirimu. Dan juga, namaku bukan Pak Kost tapi, Reyx Ramszh."


"Pak Reyx ya? Ngomong-ngomong, apakah kamu ingin bermain denganku?"


"Huh?! Apa yang kamu bicarakan.... tunggu..."


*Ketika Reyx melihat segelas anggur yang Zerlicia bawa, Reyx seketika tersadar. Reyx menduga bahwa, sekarang ini, Zerlicia sedang dalam pengaruh alkohol. Singkatnya, ia mabuk.


"Dari mana kamu mengambil gelas itu?", ketika Reyx bertanya, sontak saja Zerlicia menjawab...


"Mereka memberiku. Kau tahu, Reyx!!! Ini sangat lezat!", ucap Zerlicia dengan sangat bersemangat padahal ia tidak tahu jika yang dirinya minum, adalah... anggur. Sejenis minuman beralkohol yang memabukkan.


"Oh..."


"Apa kamu tahu?! Aku sampai habis tiga gelas!", ujar Zerlicia menunjukkan jari telunjuk, jari tengah, dan juga jari manisnya.


"Tiga?!! Zerlicia, apa kamu tahu?"


"Apa?", tanya Zerlicia yang kemudian mulai menegak anggur yang ia bawa. Dengan ini, Zerlicia telah meminum 4 gelas anggur.


"Zerlicia, apa kamu tahu?"


"Tidak!", sifat Zerlicia tiba-tiba saja berubah, Zerlicia jadi semakin bersemangat ketika ia mabuk.


"Kamu... mabuk."


"Aku tak mabuk!!", Zerlicia membentak.


"Kamu mabuk!! yang kamu minum itu namanya anggur merah. Minuman memabukkan hasil fermentasi buah anggur. Kamu, benar-benar mabuk berat!"

__ADS_1


"Aku enggak mabuk!!", Zerlicia kembali membentak dengan wajah yang memerah karena dirinya mabuk.


"Sebaiknya kamu beristirahat di kamarmu, Zerlicia."


"Enggak mau!!! Aku masih ingin bermain di sini!!! Selain itu, gadis-gadis di sana, sangat menawan," ucap Zerlicia yang memperkuat dugaan Reyx bahwa Zerlicia telah benar-benar mabuk berat. Sebenarnya tidak perlu dibuktikan juga sudah tahu. Zerlicia meminum sampai 4 gelas, sudah dapat dipastikan jika Zerlicia mabuk berat saat ini.


Kandungan alkohol pada anggur merah, lebih besar daripada kandungan alkohol pada bir. Meskipun orang terkadang kebal terhadap alkohol di dalam bir, mereka pasti akan lebih berwaspada pada minuman wine yang disediakan, lebih tepatnya, mereka tak ingin mabuk dalam pertunjukan yang hebat ini.


"Jangan ngeyel!"


"Ogah!!! Aku mau bermain!!! Oh ya, aku punya ide bagus!"


"Ide...?"


"Paman, pinjamkan Ryspa kepada ku. Aku akan merawatnya kok, tenang saja..."


"Dalam hal apa?!"


"Pokoknya pinjem!!! Pinjam!!! Pinjam!!!!", Zerlicia merengek.


"Ada apa, Yah?", kemudian, Ryspa datang karena ia melihat ayah dan tamunya seperti sedang bertengkar.


"Yosh! Langsung saja!!!", seketika Zerlicia meraih tangan Ryspa kemudian membawanya kabur dari sana.


".... Yah, seperti julukannya. Dia Wanita yang cukup gila. Nanti aku akan memperingati nya. Dia adalah tipe orang yang tidak boleh meminum alkohol seumur hidupnya!"


Menarik Ryspa kembali ke penginapan nya, Zerlicia tidak pernah sedikitpun melonggarkan cengkraman nya. Ia terus menarik Ryspa hingga mereka kembali ke kamar yang Zerlicia tempati.


"Aku masih punya pertunjukan, selain itu, giliranku masih belum dimulai!"


"Hoho... kamu menantikannya? Padahal tadi kamu mengeluhkan posisimu."


"Ya, sebab aku terpaksa melakukan hal ini. Bisakah aku pergi?"


"Tidak!"


"Kenapa?"


"Karena, kamu akan menemaniku semalaman ini.."


"Kubilang aku tidak mabuk!!!", meskipun Zerlicia membentak kali ini, dirinya tak bisa berkutik setelah Ryspa mendengar cegukan keluar dari mulut Zerlicia.


Wajahnya juga memerah, hal itu semakin memperkuat dugaan Ryspa bahwa Zerlicia sedang mabuk berat.


"Tunggulah di sini."


"Mau kemana?! Bukankah sudah aku bilang jika...", meskipun Zerlicia melarangnya, Ryspa tidak memperdulikan nya. Meskipun tahu jika mungkin saja Zerlicia membantingnya ke lantai, Ryspa tetap berjalan melewati Zerlicia kemudian pergi keluar.


"Jangan tinggalkan aku..."


"Huh?", langkah Ryspa seketika terhenti disaat ia mendengar nada sedih yang Zerlicia keluarkan.


"Jangan pergi... kau tahu seberapa putus asa nya diriku ketika melihatmu terbunuh...", ujar Zerlicia mencubit secarik kain yang Ryspa kenakan.


"Zerlicia, kamu?!"


"Aku minta maaf karena aku gagal mengikat kontrak dengan Ratu Iblis! Tapi, aku juga tak ingin, kamu meninggalkan ku! Aku tak ingin kamu mati! Aku melihat dirimu terbunuh dengan sangat kejam, jadi... jangan pergi. Aku berjanji akan melindungi mu, maafkan aku... Wayra..."


"Wayra?"


Zerlicia mengeluarkan semua rasa penyesalannya ke orang yang salah. Meskipun penampilan mereka hampir sama, Zerlicia yang mabuk, tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri.


"Jangan pergi, maafkan aku!!"


"Aku... aku tidak akan kemanapun, Zerlicia," karena merasa kasihan, Ryspa akan mengikuti alur pembicaraan Zerlicia sejenak sampai ia berhenti melantur.


"Benarkah?"


"Benar," ucap Ryspa sembari mengusap kepala Zerlicia yang menangis di depannya.


"Aku hanya ingin pergi ke toilet sejenak. Aku tak akan meninggalkan dirimu," ucap Ryspa kemudian ia mengusap air mata yang keluar dari mata Zerlicia.

__ADS_1


"Jadi, jangan khawatir."


"Umm, ya. Jangan lama-lama, Wayra..."


"Iya-iya ~"


Kemudian, Ryspa keluar atas izin Zerlicia. Namun ia tidak keluar untuk kabur dari Zerlicia. Meskipun ia tahu bahwa Zerlicia yang mabuk itu berbahaya, namun tetapi Ryspa, ia malah mengambil air putih untuk Zerlicia. Dirinya melakukan hal itu agar pengaruh alkohol nya dapat mereda. Itulah harapannya disaat ia keluar untuk mengambil air putih untuk Zerlicia minum.


Tetapi, ketika ia kembali, dirinya melihat, Zerlicia yang duduk seperti seekor anak anjing di depan pintu kamar, tentunya hal tersebut membuat Ryspa sedikit terkejut. Bahkan, ia sampai mengecek suhu tubuh Zerlicia.


"Bilang woof."


"Wo—woof..", dia benar-benar menuruti ucapan Ryspa, benar-benar seperti seekor anak anjing.


"Gak boleh! Zerlicia, minum ini."


"Apa ini?"


"Air putih, minumlah, kau akan menjadi lebih baik setelah meminumnya."


"Umm, baiklah," Zerlicia kemudian meminumnya.


Setelah ia selesai menegak sekitar dua gelas, air putih, Ryspa kemudian membantunya berdiri untuk selanjutnya, Zerlicia ditidurkan ke atas tempat tidur.


"Ma.. Ma?"


"Aku bukan ibumu, bodoh~" ucap Ryspa dengan senyum yang manis.


"Temani aku tidur....", Zerlicia meminta dengan menepuk bagian kasur yang kosong di sampingnya.


"Hmm, bagaimana ya..?"


"Kumohon," tatapan anak anjing yang sangat lucu ...


"Baiklah, dengan satu syarat. Tolong ingat namaku dengan baik, aku bukan ibumu dan aku juga bukanlah Wayra..."


"Ryspa..."


"?!"


Karena keimutannya, akhirnya Zerlicia berhasil membuat Ryspa tidur di sampingnya, hanya saja, Ryspa meminta izin kepada Zerlicia untuk mengganti pakaiannya terlebih dahulu. Dan, tentunya Zerlicia juga diminta untuk mengganti pakaian.


Tentu saja tidak mungkin bagi Zerlicia, mengganti pakaiannya sendiri ketika ia sedang mabuk. Oleh karena itu, setelah Ryspa kembali sesudah berganti pakaian, barulah Ryspa membantu Zerlicia berganti pakaian.


Dan akhirnya, mereka berdua tidur bersama, jika dilihat dari segi kekeluargaan, bagaikan seorang anak yang ingin dimanja oleh ibunnya. Itulah Zerlicia yang tengah mabuk berat malam ini.


Dirinya tidur sembari mendekap dada Ryspa. Ryspa juga tidak terlalu memperdulikannya, ia justru membalas dengan mengusap rambut belakang Zerlicia hingga Zerlicia tertidur.


***


Keesokan paginya, Zerlicia terbangun dengan sebuah tanda tanya besar di dalam otaknya. Ia bertanya-tanya, kenapa dirinya bisa sampai di kamar sewaannya. Dalam ingatannya, Zerlicia sangat yakin jika ia berada di dalam sebuah pesta yang diadakan oleh kota ini.


Namun, selanjutnya ia tak tahu apa-apa. Hanya satu orang saja yang Zerlicia rasa, orang itu mengetahui kejadian apa yang sebenarnya menimpa Zerlicia kemarin.


Ketika orang tersebut terbangun, Zerlicia langsung saja bertanya.


"Kau mabuk!"


Sontak saja, jawaban yang keluar dari mulut Ryspa, membuat Zerlicia merasa terdesak. Ia kemudian lanjut bertanya.


"Aku tidak melakukan apapun pada tubuhmu, 'kan?"


"Entahlah~. Kau bertingkah seperti anak kucing kemarin."


"Anak kucing?!"


"Bercanda, mulai sekarang, jangan pernah sesekali kamu meminum alkohol! Apa kamu tidak malu, mengutarakan semua penyesalanku ke orang luar seperti ku?"


"Ah... maaf kalau aku berbicara tentang hal-hal bodoh."


"Ngomong-ngomong Zerlicia, kenapa kamu berniat untuk mengikat kontrak dengan Ratu iblis? Apakah itu tujuan aslimu memasuki dungeon terlarang?"

__ADS_1


"...."


*AH, aku yang mabuk, aku punya satu kalimat untukmu. Kau tahu? KAU SANGAT KUBENCI SIALAN!!


__ADS_2