Creations Isekai

Creations Isekai
Vol. 01 Bab. 18 : Tak dapat dirubah


__ADS_3

Sudah berjalan sekitar hampir setahun dari aku yang berada di dungeon terlarang. Seharusnya, akan ada kejadian yang terjadi di panti asuhan.


Aku selalu takut, baru kali ini aku melindungi keluargaku secara langsung. Hmmm, dahulu juga pernah... saat kekacauan di mulai.


Sudah hampir 8 tahun ya? Sejak kejadian itu, menimpa kota kami.


"Zerlicia...." Wayra tiba-tiba mendatangi ku. Jujur aku terkejut, tak lama lagi, kejadian penyerangan akan menimpa kami.


Dan juga, tak lama lagi, aku akan mengetahui, apakah Wayra benar-benar akan mengkhianati ku atau tidak.


Untuk berjaga-jaga, aku sengaja melakukan kontrak budak dengannya namun, rasanya tidak enak, meminta seseorang menjadi budak. Meskipun di awal, Wayra menyerahkan dirinya sendiri kepadaku, tetapi perjanjian mengatakan, dia menyerahkan dirinya kepadaku setelah aku mengikat kontrak dengan Ratu iblis.


"Ya?"


"Kamu sibuk?"


"Mm, tidak... kamu sendiri?", aku bertanya kepada Wayra yang membawakan diriku secangkir kopi.


"Sama."


"...."


Ini canggung! Tak lama lagi aku akan melihat wajah asli dari si keren Wayra. Agak mendebarkan karena aku melatih musuhku sih... semoga saja Wayra tidak benar-benar mengkhianati ku.


"Kamu... akan tetap menemani ku, bukan?", tanya ku.


"Tentu saja, aku akan melakukan apapun untuk dirimu," dia pun menjawab.


"Kalau begitu, sekarang juga, mari lakukan kontrak tuan dan budak!", apa sih yang aku katakan!? Tiba-tiba bilang seperti itu, aah, semoga saja Wayra tidak marah kepadaku.

__ADS_1


"Baiklah....."


Eh? Kau yakin? Wayra setuju begitu saja? Kalau begitu, kemungkinan dia berkhianat akan semakin kecil! Malahan dia tak akan pernah mengkhianati ku.


"Langsung saja, Wayra!"


Kami berdua kemudian melangkah ke kota tempat aku dan Lein melakukan kontrak budak. Menghabiskan waktu hingga satu hari menggunakan kereta kuda yang aku punya, kami berdua menuju ke kota tempat kelahiran Lein.


Di sana, kami langsung menuju ke penjual budak dan aku langsung melakukan kontrak budak dengan diri Wayra.


"Dengan ini, aku menjadi budakmu sepenuhnya, Zerlicia, tidak, Nona Zerlicia."


"Kalau bisa aku ingin kamu menyebut namaku seperti biasanya."


Setelah itu kami kembali ke panti. Dan aku rasa....


Secara, aku menampakkan diriku bersama dengan Wayra yang sedang buron. Jika dipikirkan secara logika, mungkin saja kami diintai sejak kami meninggalkan kota tersebut.


*****


"Sungguh, kamu sesosok yang lucu, Zerlicia," diatas tahtanya, Archela mengomentari apa yang Zerlicia perbuat. Dengan segelas wine di tangannya, dia menyaksikan, segala sesuatu yang Zerlicia perbuat dari bola sihirnya.


"Meskipun kami mengikat kontrak budak dengan perempuan bernama Wayra itu, kejadian pengkhianatan tak dapat dihindarkan lagi. Itu sebuah.... yah, kita lihat saja."


****


Seminggu berlalu, seharusnya penyerangan terjadi sebentar lagi. Tetapi kami.... sama sekali belum melihat tanda-tanda terjadinya penyerangan.


Kami terus menunggu, lebih tepatnya, hanya aku yang khawatir menunggu penyerangan terjadi. Aku sangat khawatir, sebab, aku belum mendapati mimpi tentang masa depan lagi.

__ADS_1


"Kakak?"


"Rleas? Kenapa?"


Rleas datang ketika aku tengah melamunkan soal penyerangan. Aku tak ingin membuatnya khawatir, aku harus bersikap seperti biasanya.


"Tidak, sudah satu jam Kakak melamun di atas sana, apa yang Kakak pikirkan?", tanya Rleas yang berdiri di bawahku.


Aku duduk di atas pohon btw.


"Begini, aku hanya berfikir tentang latihan apa yang selanjutnya kita lakukan... yah, Rleas banyak berkembang selama hampir setahun ini. Selain itu, ulang tahunmu juga sudah dekat, aku berniat memberimu hadiah kejutan."


"Eh...."


Dia sangat berkembang selama aku latih, dari yang tadinya anak kurus biasa, sekarang ia cukup terlatih. Badannya bagus, kekuatan dan kelincahan nya juga bagus. Yang perlu aku lakukan hanyalah meningkatkan kemampuan sihirnya. Meskipun tahu jika sihir tidak digunakan oleh para penguasa senjata, namun bagiku, tidak ada yang mustahil. Pengguna senjata hanya fokus terhadap senjata mereka. Jika mereka berlatih sihir juga, pastinya mereka mampu menguasai keduanya!


"Oh ya, Kakak. Kalau tidak salah, ulang tahunmu juga sudah dekat... apa benar aku tidak perlu memberimu sesuatu?"


"Ah, tenang saja, jika kamu ingin menghadiahiku sesuatu, kalau begitu, buktikan bahwa dirimu berkembang sesuai yang aku inginkan. Hanya itu saja sudah membuatku bahagia kok."


"Hmm.."


Wah, sepertinya dia merasa kesal... yah terserah sih bagiku, tak masalah juga aku mendapatkan hadiah dari adikku tersayang. Semoga ia benar-benar memikirkan tentang hadiah yang akan dia berikan kepadaku.


Hingga petang, mereka masih belum menyerang juga. Aku terus menunggu, hari demi hari, Minggu demi Minggu. Namun tetapi, mereka tetap tidak menyerang kami.


Di saat aku berfikir penyerangan tidak akan terjadi karena perubahan yang aku bawa. Malamnya, aku mendapati sebuah mimpi tentang banyaknya pasukan yang berjalan ke panti.


Aku yakin itu adalah pertanda jika penyerangan akan terjadi tak lama lagi. Namun.... di mimpiku selanjutnya, Wayra mengarahkan pedangnya ke leherku.

__ADS_1


__ADS_2