Creations Isekai

Creations Isekai
Vol. 01 Bab. 9 : Dungeon Ratu Iblis


__ADS_3

Zerlicia kemudian mengambil sebuah gunting dengan sisir rambut untuk memangkas rambut keduanya.


Yang satu rambut merah panjang yang elegan, dan yang satu rambut merah tua yang indah. Keduanya memiliki tekstur selembut kain sutra, benar-benar bagaikan boneka. Sampai saat Zerlicia menyadarinya, ia sungguh menyesal membuat keduanya harus memendekkan rambutnya.


"Kenapa kamu tidak melanjutkan nya?", di saat ia menyadari bahwa dirinya melakukan sebuah kesalahan dengan memotong rambut Elsa, Zerlicia seketika terdiam.


Dan tak lama, ia melanjutkan kembali memangkas rambutnya namun... tidak sependek Kakaknya.


"Kenapa?", Elsa bertanya tentang mengapa rambutnya tidak sependek rambut kakaknya.


"Aku pikir kalian berdua akan cocok jika memakai jenis rambut Pixie cut seperti ku tapi.... berbeda dengan kakakmu, aku rasa kamu tidak cocok jika aku melanjutkan nya," ucap Zerlicia menjelaskan.


"Tidak! Jika hal ini sebagai tanda kebulatan tekad saya, maka lakukanlah, Zerlicia!"


"Tidak, aku menolaknya, aku berubah pikiran. Elsa, mulai sekarang kamu akan membantu Lein di guild ini. Rambutmu indah, dan sifatmu juga lembut. Jadi, rambut pendek tidak cocok untukmu."


"...."


"Dibandingkan dengan Kakakmu, dia benar-benar menjadi tampan ya?"


"Huh?", Elsa seketika mempertanyakan ucapan Zerlicia tadi.


"Jika dia laki-laki, aku sudah pasti memaksanya menikah denganku," ujar Zerlicia dengan membisik di telinga Elsa.


"Mungkin kamu benar," jawab Elsa seraya melihat ke arah Kakak nya yang terdiam sejak tadi.


"Kakak!"


"Ya??", Wayra baru tersadar kembali setelah Zerlicia memanggilnya.


"Kamu melamunkan apa sih?", ujar Zerlicia dengan senyum manis di wajahnya.


"Ah, enggak..."


"Zerlicia...."


"Umm?"


Zerlicia bingung lantaran Wayra ingin mengutarakan hasil lamunannya tadi. Apa yang sebenarnya dia lamunkan? Hal itu akan segera Zerlicia ketahui.


"Jika dipikir-pikir lagi, menghampiri Ratu iblis, sama dengan mencari maut. Kita tak tahu monster tipe apa yang terdapat di dalam dungeon. Dan juga, pastinya jika semakin jauh menjelajah ke dalam dungeon, monster yang kau temui akan semakin kuat dibandingkan monster lantai sebelumnya."


"Jadi... Zerlicia... rasanya... maaf. Aku memang seorang yang pertama kali memaksamu melakukan hal berbahaya ini namun... tadi aku membayangkan jika aku berada di posisimu. Lalu aku sontak terpikir ..."


"Jangan membuatku berharap, Nona."


"??", Wayra bertanya-tanya.


"Setelah menyeretku ke dalam permasalahan yang rumit ini, kamu malah mau melarikan diri? Selamanya kau tak akan pernah aku lepaskan, Nona? Pangeran?"

__ADS_1


"...." Wayra tak bisa berkata-kata lagi.


"Apapun itu, kalian pelanggan yang membayar. Aku tak bisa mengabaikan kalian yang membayar jasaku dengan seluruh harta kalian.


"Jadi, misalnya jika aku tak selamat, sebagai gantinya, tolong rawat adik-adikku dengan baik, Kakak," ujar Zerlicia seraya membuat Wayra menatap ke atas, tepat menatap matanya.


"Anda serius akan pergi?!", Lein sontak membentak.


"Benar, apa kamu hendak menolak? Bukankah kamu yang menyarankan?"


"......", Lein menyadari kesalahannya kembali. Ia terlalu asal bicara di saat mereka tengah membicarakan hal serius. Disamping itu semua, kini Lein merupakan budak yang berada di bawah kepemimpinan Zerlicia. Jadi, ia tak bisa apa-apa lagi.


"Bawa aku bersamamu!"


"Kau gila?"


"Tidak!! Aku memang tidak bisa berbuat banyak tapi, aku mahir menggunakan sihir penyembuh!", ujar Lein.


"Tidak, kau tetaplah di sini, bantu Wayra dan Elsa menjalani kehidupan baru mereka. Dan juga, aku juga meminta pertolongan mu untuk mengasuh adik-adikku. Jika ku serahkan semuanya pada diri Wayra, pasti ia akan kelelahan jadi, misal aku tak kemba—"


Suara yang begitu keras terdengar membuat kesunyian di dalam ruangan tersebut. Suara sebuah tamparan yang begitu keras, suara yang mendiamkan seisi ruangan.


Benar... Lein menampar Zerlicia agar ia tidak melanjutkan kata-kata terlarangnya itu.


"Sejak kapan kau mulai putus asa?!"


"Aku tahu itu, pasti mereka akan mencari tahu kebenaran tentang Zerfa Ahna. Nama palsuku. Ketika mereka mengetahui identitas asliku, di saat itulah adik-adikku dalam bahaya. Aku harus segera menghentikan kebusukan di negara ini sebelum... adik-adikku terbunuh di Colosseum hanya demi membuat penonton merasa terpuaskan," lanjutnya.


"Jadi, Lein, aku tak mungkin menghiraukan keselamatan adik-adikku. Selain itu, kalian juga dalam bahaya karena berhubungan denganku. Maka dari itulah, mau tak mau aku harus melakukannya, Lein. Tolong, izinkan aku berkembang lebih kuat lagi, Lein," ujar Zerlicia sembari menggenggam tangan kanan Lein dengan lembut.


Ia tak mempedulikan jika tadi Lein menamparnya. Malahan, Zerlicia justru bersyukur karena disadarkan oleh Lein. Dirinya tidak selemah itu, Zerlicia Namsaka adalah seorang petualang dengan kelas S! Tak terkalahkan, pembasmi iblis! Dalam karirnya, Zerlicia memikiki julukan yaitu, Crazy Women! Ia wanita yang gila berpetualang!


Tak seharusnya dia bersantai sebelum hasratnya untuk membalaskan dendam kedua orang tuanya serta para warga desa, terpenuhi.


Zerlicia tahu jika itu bukanlah tanggung jawabnya. Meskipun begitu, rasa sesak di dalam hatinya, begitu kuat hingga membuatnya berfikir, "Aku harus melakukannya."


"Aku pergi dulu. Kalian yang akur ya~"


"Hati-hati..."


"Tentu!"


Di hari yang sama juga, Zerlicia berpamitan dengan ketiga gadis yang masih belum lama ia kenal. Selanjutnya, dirinya berjalan menuju ke dungeon terlarang yang konon, di dalamnya, terdapat singgasana Ratu iblis.


Tentunya jika hanya berjalan saja, akan memakan waktu yang sangat lama. Oleh karena itulah, Zerlicia berganti-ganti kereta kuda hingga pada akhirnya dia sampai di mulut dungeon terlarang.


"Waktu berlalu dengan cepat, perjalanan ke sini sungguh memakan waktu yang lama. Semoga mereka masih belum menemukan kebenaran tentang diriku," ujar Zerlicia di depan mulut dungeon demi menyemangati dirinya sendiri.


"Aku tak bisa kabur lagi.... hanya ini satu-satunya cara agar aku dapat membalaskan dendam ku...."

__ADS_1


Kemudian, Zerlicia membuka pintu dungeon yang cukup besar tersebut lalu masuk ke dalamnya. Di sana, Zerlicia terkejut, dia melihat sekelompok goblin tengah berkerumun di mulut dungeon. Tidak... bukan itu, goblin-goblin itu takut akan sesuatu di dalam kegelapan. Dan...


Begitu pula perasaan Zerlicia ketika melihat, monster yang sama sekali tidak pernah ia lihat sebelumnya.


Ketika mulut dungeon terbuka, hal itu membuat para goblin memiliki kesempatan untuk kabur meninggalkan dungeon. Para goblin selama dari maut ketika Zerlicia membuka pintu dungeon namun tetapi....


Kini, Zerlicia lah yang berada di dalam bahaya.


Monster orc... atau mungkin, Evolved Orc. Orc yang berevolusi, mereka memiliki kecerdasan yang hampir setara dengan manusia. Cukup sulit melawan Evolved Orc sendirian. Selain itu, monster ini setara dengan misi kelas S!


"Ada tiga... Benar-benar tidak bermain-main lagi, ya?", berbicara pada dirinya sendiri, Zerlicia menghunuskan pedangnya dan bersiap untuk pertarungan.


Terlihat jelas di wajah Zerlicia, tatapan takut serta seluruh badan yang gemetar tak kunjung berhenti. Zerlicia tidak boleh kabur! Sudah jauh-jauh ia ke dungeon terlarang namun, dirinya malah kabur sebelum mendapat apa yang ia inginkan.


Itu bukanlah Crazy Women yang kita kenal!


"KYAAAA!!!", berteriak, Zerlicia melesat maju dengan memegang pedang dengan kedua tangannya.


Zerlicia berlari sembari mengamati setiap pergerakan yang dibuat oleh masing-masing Evolved Orc tersebut. Satu di depannya, yang berada di tengah, sepertinya akan memukulkan batang kayu yang dia bawa ke arah Zerlicia. Ia harus segera menghindari nya!


Tapi.....


Di sisi lain, Orc di samping kanan dari posisi Zerlicia, terlihat seperti akan menyerang Zerlicia. Zerlicia benar-benar salah langkah kali ini.


<"FOKUS!">


Di saat ia berfikir bahwa dirinya tak bisa berbuat apa-apa lagi, terdengar sebuah suara dari dalam kepalanya, suara tersebut menyuruh Zerlicia memfokuskan diri kepada pertarungan yang tengah ia jalani.


Sontak saja, Zerlicia menendangkan salah satu kakinya ke tanah di depannya agar membuat tubuhnya terjatuh ke belakang.


Benar, fokus... sebelumnya, ia pernah melawan berbagai monster dalam jumlah yang banyak. Jika ia kalah hanya dengan 3 monster saja, nama baiknya sebagai Crazy Women akan tercemar!


Zerlicia harus fokus di dalam pertarungan nya!


Melesat ke depan setelah bangkit dari tempat nya, Zerlicia kemudian menebaskan pedangnya ke arah leher Evolved Orc yang hampir membuatnya kehilangan nyawanya tadi.


Ia melompat, kemudian melapisi bilah pedangnya dengan sihir api agar dirinya dapat dengan mudah menebas leher Evolved Orc yang ia lawan.


"Benar... aku ini petualang yang gila! Mana sudi aku harus kehilangan nyawaku dengan monster lemah seperti kalian!", teriak Zerlicia yang mulai menggila.


Selanjutnya, Zerlicia hendak melakukan teknik yang sama. Tetapi... namanya juga seekor monster dengan kecerdasan yang hampir setara dengan manusia. Tentunya mereka dapat belajar dari apa yang mereka lihat.


Singkatnya, teknik yang digunakan oleh Zerlicia tak dapat ia gunakan lagi karena Evolved Orc telah belajar dari kesalahan rekan mereka. Sungguh merepotkan.


Harus membunuh monster yang terus berkembang dengan teknik yang berbeda-beda, sungguh merepotkan!


Zerlicia ingin segera mengakhirinya namun, apalah daya, Evolved Orc belajar dari apa yang mereka lihat!


"Akhirnya kalian mati juga, Brengsek!" ujar Zerlicia dengan keringat yang membasahi tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2