
Baiklah baiklah.... sekarang, apa yang sedang Zerlicia Namsaka lakukan? Penyerangan kemarin gagal total dikarenakan tampaknya Zerlicia telah mengetahui rencanaku dari awal hingga akhir. Akan tetapi, ini janggal. Aku telah sepenuhnya yakin jika tidak ada seorang pun mata-mata yang Zerlicia Namsaka kerahkan untuk memata-matai kami.
Namun, rencana penyerangan kemarin, dapat ia gagalkan dengan begitu bersihnya, bahkan, tiada satupun pasukanku yang kembali ke Kerajaan. Ini benar-benar janggal.... apa ia bertambah kuat? Aku pun tidak tahu yang terjadi di sana. Mata-mata yang aku kerahkan ke sana, tiba-tiba saja hilang dari pengawasan ku. Aku benar-benar kebingungan dengan semua kejadian di persembunyian Zerlicia Namsaka.
Aku sebenarnya ingin melihatnya langsung namun, tidak mungkin aku keluar tanpa izin dari kedua orang tuaku....
***
Menyeruput secangkir teh dengan aroma khas yang begitu wangi, seorang gadis muda yang berusia kisaran 15 tahun, tengah terduduk di kursi singgasana nya di dalam kamarnya yang terletak di dalam istana Kerajaan Ralley.
Menikmati secangkir teh dengan menatap keluar jendela kamarnya, gadis yang bisa disebut sebagai seorang Tuan putri tersebut, seperti nya memiliki hubungan dengan Zerlicia Namsaka hingga ia berniat untuk menghancurkan Zerlicia Namsaka.
"Yah, jika berjalan sesuai rencana ku, maka, selanjutnya adalah kemenangan bagiku!" ujarnya dengan senyum tipis yang menjengkelkan.
"Uhm??" saat ia hendak memikirkan rencananya berikutnya dalam menghancurkan kehidupan Zerlicia Namsaka, tiba-tiba saja dia dikejutkan dengan getaran yang ia rasakan. Terasa seperti gempa, air teh di dalam cangkir, bergerak hingga meluap-luap membasahi meja belajar Tuan putri tersebut.
"Gempa.... sudah sangat lama sejak terakhir kalinya gempa terjadi karena letusan gunung yang kini telah tidak aktif... apa gunung tersebut mulai aktif kembali? Atau mungkin.... huh, ada seekor iblis kecil yang masuk ke teritori pertahanan ku?!" dengan senyum sombong, Tuan putri seketika mengganti pakaiannya dari yang semula adalah gaun yang indah, berubah menjadi satu setel pakaian yang mudah digunakan untuk bergerak. Setelah itu kemudian ia bergegas pergi menuju ke pusat yang menyebabkan gempa hingga membuat kepanikan di seluruh penjuru Ibu kota kerajaan Ralley.
"Haha, sudah aku duga...." ucap Tuan putri dengan senyum gila setelah melihat 5 ekor orge yang amat besar di depan mata nya.
"Tuan putri?! Kenapa Anda bisa berada di tempat ini?! Kumohon kembalilah, Raja dan Ratu pasti khawatir dengan keselamatan diri Anda sendiri."
"Aku? Kembali? Pernyataan bodoh, dalam waktu sepuluh detik, para orge ini akan tersungkur ke tanah!"
Setelah mengucapkan kata-kata yang begitu berat untuk dipertanggungjawabkan, Tuan putri seketika melompat ke pundak salah satu orge kemudian dirinya menebas kepala orge tersebut dengan pedang yang ia bawa.
Hanya dengan satu tebasan saja, Tuan putri berhasil memenggal kepala orge yang tebalnya bisa sampai 10 kali ketebalan pohon.
Sungguh pedang yang mengerikan.
"Satu selesai!"
Setelah menyelesaikan satu ekor, Tuan putri beralih ke orge yang lain supaya ia mampu memenggal leher orge yang mengganggu keselamatan rakyat rakyat nya.
Tetapi, apakah benar, Tuan putri melakukan hal tersebut hanya semata-mata untuk melindungi rakyat rakyatnya? Jawabannya adalah.... Tidak!! Tuan putri melakukan tindakan berbahaya tersebut hanya semata-mata untuk mencari kesenangan setelah merasakan stress yang ia alami lantaran rencananya telah gagal dari awal.
****
"Jadi, dia biang keroknya?" tubuh yang bagus, dia seukuran aku. Tunggu ..... dia tampak lebih muda dariku. Berapa usianya?
"Tuan putri kerajaan Ralley. Fristca Von Ralley," ucap Seyla membalas ucapanku..
"Kau tahu banyak..."
"Aku lebih tahu tentang dirimu dari pada dirimu sendiri, Zerlicia ~"
"Kau... menyeramkan!"
__ADS_1
Sungguh, terkadang Seyla membuatku takut, sebenarnya bukan terkadang, ia selalu membuatku takut sewaktu-waktu. Tak peduli kapanpun itu, jika ia memiliki niat untuk menyiksaku, di situlah dia akan melakukan nya.
Lupakan soal fetish aneh yang Seyla miliki, sekarang, gadis bernama Fristca itu.... benar-benar diluar perkiraan ku. Aku pikir tuan putri hanya akan duduk sembari menikmati keindahan yang ia amati setelah rencananya berjalan dengan sempurna namun... tak peduli berapa banyak orge aku kerahkan, Tuan putri itu, benar-benar diluar dugaan. Tapi, karena sudah sejauh ini... aku tak bisa mundur lagi...
"Ne ne...." aku terpaksa harus bersikap manja di depan Archela agar dia mengabulkan keinginan ku.
"Apa, Zerlicia?" yes, dia terperangkap ke dalam keimutan ku.
"Begini...."
"Katakan saja, jangan malu-malu..."
"Pernahkan kamu berfikir jika pertarungan dua ahli pedang itu, menarik untuk di lihat?" ini dia!
"Oh, kamu ingin pedang?"
"Aku senang kalau kamu mengerti. Akan tetapi... aku rasa, pedang biasa akan...."
"Hahahaha, iya-iya aku tahu itu..." sesaat kemudian, Seyla membuka portal kecil untuk mengambil sebuah pedang untukku!!
"Ini pedang mu.."
Seperti yang aku harapkan, Seyla memberiku pedang tipis namun kokoh serta tajam. Tetapi.... ini cukup aneh, meskipun ini berjalan sesuai dengan rencanaku, aku sangat yakin jika Seyla pasti akan menyisipkan hukuman setelah dia memberiku pedang bagus semacam ini. Namun kali ini... dia hanya tersenyum kemudian membelai kepalaku.
Yah terserah sih, yang terpenting, aku mendapatkan apa yang aku mau. Sekarang, tiba saatnya bagi diriku untuk menantang langsung Tuan putri yang memulai semuanya ini. Serta, aku ingin mengetahui, alasan dibalik semua yang diperbuat oleh Tuan putri terhadap keluargaku.
Aku harap ini bekerja...
"Itu bukan cara yang keren untuk keluar dari tempat persembunyian, bodoh!"
Kukira dia mau mengatakan kalimat yang penting namun ternyata... dia sedang mempertahankan harga dirinya sebagai seorang Ratu iblis. Memang benar sih, langsung keluar dari tempat persembunyian itu, sangat tidak keren jadi, aku membuka portal teleportasi yang cukup besar di langit yang semula biru, kini mulai menjadi gelap karena portal teleportasi yang aku keluarkan.
Dan sekali lagi... Inilah akhirnya!
**
"Hoho, tidak heran jika seorang Pemimpin iblis, mendatangiku langsung setelah aku menghabisi pasukan orge milikmu secara terus-menerus. Apa kamu tercengang, huh?!" melihat ke atas langit, Fristca sempat tercengang dengan kemunculan awan hitam yang mulai menyelimuti langit di atas ibu kota kerajaan Ralley.
Akan tetapi, dia tampak memaksakan diri untuk mencoba menyamai kedudukan seorang Ratu iblis yang ia lihat di depannya tersebut.
Tanpa peduli seberapa mencekam aura yang Ratu Iblis tersebut keluarkan, dengan penuh rasa percaya diri, Fristca menantang Ratu iblis, alias Zerlicia Namsaka untuk berduel dengan dirinya.
"Aku tak tahu apa yang membuatmu memiliki niatan untuk meratakan kerajaanku namun, apapun yang terjadi, aku akan tetap melindungi Rakyat rakyat ku yang tercinta!" omong kosong, Fristca kembali melontarkan omong kosong di depan banyaknya warga yang melihat dirinya maju di barisan paling depan saat penyerangan terjadi.
"Dari wujudmu, aku rasa kamu tak bisa mengeluarkan seluruh kekuatanmu ya, Nona Ratu iblis?" Fristca kembali menantang Zerlicia namun, sekali lagi, Zerlicia tidak memiliki niatan untuk berbincang dengan dirinya.
Zerlicia hanya datang untuk kehancuran Kerajaan Ralley. Ia akan memperjuangkan tujuannya meskipun harus mengulangi semuanya sebanyak mungkin.
__ADS_1
Jadi, Zerlicia tidak ingin berbasa-basi lagi, dirinya berniat menyerang lalu mengalahkan Fristca secara langsung tanpa harus mengeluarkan suara sedikitpun akan tetapi...
Zerlicia dilarang oleh Archela.
"Jika kamu hanya diam saja, maka, statusmu sebagai seorang Ratu Iblis tidak akan pernah diketahui banyak orang! Perkenalkan dirimu, brengsek!" ucap Archela dengan telepati yang mengarah langsung ke pikiran Zerlicia.
Karena ucapan dari seorang yang membawanya sampai sejauh ini, Zerlicia mau tidak mau harus menuruti keinginan nya. Karena jika tidak, ia akan menerima hukuman akibat apa yang ia telah perbuat.
"Selamat siang, wahai Tuan putri kerajaan Ralley yang cantik nan jelita," ucap Zerlicia dengan senyum tulus yang tampak seperti tengah dipaksakan.
"Hah?" Fristca tampak terkejut dengan apa yang Zerlicia katakan.
"Aku tidak suka berbasa-basi. Apalagi jika aku harus berbasa-basi dengan orang yang menjadi musuhku sejak aku lahir di dunia ini."
"Huh?!" Fristca semakin terkejut dan juga kebingungan dengan apa yang Zerlicia katakan.
"Singkat saja, aku, Ratu iblis kedua, Zerlicia Namsaka, akan menghancurkan Kerajaan Ralley yang kamu bangga banggakan ini dengan pasukan-pasukan ku!" ucap Zerlicia kemudian dirinya melesat secepat kilat menuju ke depan tempat Fristca berdiri.
Fristca yang terkejut dengan keberadaan Zerlicia yang secara tiba-tiba telah berada di depan matanya, sontak saja melompat sejauh mungkin kebelakang dan berharap, jika pedang Zerlicia tidak sanggup menggapai dirinya.
"Zerlicia Namsaka.. huh?? Kau tampak berbeda dari seorang yang aku kenali. Bukankah dahulu rambutmu hitam kebiruan?"
"Aku terkejut dengan kemampuan stalkermu, Tuan putri. Sudah berapa lama kamu memata-matai diriku?" ucap Zerlicia yang terus-menerus melontarkan serangan kepada Fristca yang juga tak bisa bergerak lantaran harus memblokir setiap serangan yang Zerlicia lontarkan.
"Kau benar-benar seperti orang lain... malahan, kamu seorang iblis sekarang ini.... tampaknya, semua pasukan yang aku kerahkan ke panti waktu itu, semuanya telah dikalahkan oleh dirimu, benar?" ujar Fristca yang penasaran dengan apa yang telah terjadi pada pasukan yang ia kirim ke panti dimana di panti tersebut, tinggallah keluarga besar Zerlicia di dalamnya.
"Mereka semua mati. Sayang sekali, lain kali tolong kerahkan pasukan wanita. Biar aku dapat memperbanyak produksi pasukan iblisku!"
"Eh~ aku rasa kepalamu telah rusak sepenuhnya ya, Zerlicia?"
"Salah siapa coba?!"
Masih beradu pedang, keduanya tampak saling menyerang. Tak sedikitpun dari mereka yang saling memberi peluang bagi masing-masing dari keduanya untuk memperlancarkan serangan berikutnya. Baik itu Zerlicia, maupun Fristca, keduanya tampak saling menyerang dan bertahan sejak pertarungan mereka dimulai.
"Cik, kau sungguh licik!"
Karena Zerlicia merasa telah buntu akibat serangannya selalu dihalau oleh Fristca, dirinya terpaksa harus menggunakan cara licik supaya Fristca lengah dan akhirnya, dia dapat melancarkan serangan berikutnya ke diri Fristca.
Namun, tak sesuai dengan pemikirannya, Fristca seketika menghindari tebasan mematikan yang Zerlicia lancarkan. Dengan gesitnya, Fristca mengelak tebasan Zerlicia kemudian berlari menuju ke kerumunan orge yang hendak memasuki benteng luar kerajaan Ralley.
"Kau.... apa kamu berfikir jika pedang itu dapat kamu gunakan secara leluasa? Dengar ya, ada sebagian pedang yang harus memiliki hubungan kontrak supaya dirimu dapat menggunakan kemampuan dari pedang tersebut sepenuhnya. Dan pedang ku ini, adalah pedang kilat. Tak hanya dirimu saja yang mampu bergerak secepat kilat namun, aku juga!"
Seketika Fristca menghilang dari sudut pandang Zerlicia. Setelah beberapa saat dirinya menghilang, secara bersamaan, kepala orge yang hampir sampai di benteng luar Kerajaan Ralley sontak terjatuh secara ajaibnya.
Sebelum mereka terjatuh dari tempatnya, tampak sesaat, kilat kuning yang seperti tengah menembus leher sekumpulan orge yang Zerlicia kerahkan tersebut.
"Inilah akhirnya. Fufu, mau bagaimanapun juga, kamu tak akan sanggup melawanku tanpa kekuatan penuhmu. Ramalan tersebut benar adanya! Selama aku terus mengganggu perkembanganmu, maka... kerajaan ini akan tetap menjadi milikku.... tak akan aku biarkan tahta kerajaan terlepas di garis keturunanku meskipun, ada seorang keturunan asli Kerajaan Ralley yang berniat mengambil alih tahta kerajaan kembali!"
__ADS_1
"Tunggu... apa maksudmu—"
Seketika, Fristca menyayat leher Zerlicia dari belakang hingga kepalanya terlepas dari tubuhnya. Dalam kondisi normal, Fristca memenangkan duel yang telah terjadi namun.....