Creations Isekai

Creations Isekai
Vol. 02 Bab. 34 : Tumbal


__ADS_3

"Separuhnya cukup, bukan, Zerlicia?"


Archela mengumpulkan sejumlah pasukan iblis untuk dipergunakan sebagai alat perang dengan Kerajaan Ralley.


"Itu lebih dari cukup, kita hanya perlu seperempat dari jumlah iblis yang kita punya jika digunakan untuk menaklukkan Kerajaan kecil."


"Hoi hoi... Kerajaan Ralley itu cukup luas kau tahu? Selain itu, kerajaan Ralley memiliki hubungan kerja sama dengan kerajaan-kerajaan lain. Jadi, memang benar seperempat saja sudah cukup namun, kita perlu membuat barrier atau penghalang supaya kerajaan-kerajaan lain tidak ikut campur kedalam urusan kita," ujar Archela menjelaskan kepada Zerlicia sembari mengecek kembali pasukan iblis yang ia punya.


"Mungkin kamu benar, yah, aku ikut kamu saja."


"Kalau kamu ikut aku, kamu harus bersiap-siap melihat kehancuran di depan matamu," ujar Archela membuat Zerlicia seketika terdiam.


"Yang terpenting, kamu tidak menggangu keluargaku."


"Mana mungkin aku melakukan nya di saat aku sudah bersusah payah membuatmu terikat bersamaku?"


".... Apa tujuanmu yang sebenarnya, brengsek?!"


"Tidak lebih, hanya, melihat bagaimana kamu keluar dari permainan bodoh yang dibuat oleh entitas tertinggi selain iblis."


"..... Kamu mau bilang?" Zerlicia sontak terpikir sesuatu....


"Sudah-sudah, bersiap-siaplah, sebentar lagi kita akan mengakhiri semuanya."


"...."


*****


Akhirnya aku mencapai titik yang aku inginkan selama ini. Berbagai rintangan yang begitu menyulitkan telah aku lalui, meskipun, itu harus mengorbankan nyawaku berulangkali.


Intinya, akhirnya aku dapat membalaskan dendam ku kepada Kerajaan Ralley. Mereka telah mengambil banyak sekali kebahagiaan yang seharusnya aku dapatkan selama ini. Mereka harus membayar semua atas apa yang mereka perbuat selama ini.


Aku harus.... menyelesaikan semuanya hari ini. Jika tidak, aku akan kehilangan adik-adikku untuk kesekian kalinya lagi.


Aku sudah muak dengan semua yang mereka perbuat pada keluargaku selama ini... aku tak tahu apa niat mereka melakukan hal ini kepada diriku dan adik-adikku namun.... sekali lagi, apa yang mereka tanam, adalah apa yang mereka tuai.


"Aku telah mentransfer semua pasukan yang aku kumpulkan tadi ke atas. Ayo, Zerlicia?" Seyla mengulurkan tangan ke arahku dengan harapan aku meraih tangannya.


"Biar aku saja.... kamu pasti lelah menteleportasikan semuanya ke atas..."


"Wah-wah, pengertian banget sih. Tapi, tenang saja, aku masih belum kelelahan," ucapnya.


Meskipun ia berkata seperti itu, aku tetap membukakan portal teleportasi untuk kita kembali ke atas dan melihat para pasukan iblis yang akan kita gunakan untuk menaklukkan Kerajaan Ralley.


"Mau digiring dari sini atau, diteleportasikan ke lokasi terdekat dengan ibu kota?"


"Jika digiring dari sini, otomatis akan memakan waktu yang begitu lama, sebaiknya kita meletakkan mereka ke suatu tempat di dekat ibu kota Kerajaan Ralley..."


"Sesuai ucapanmu," kemudian, Seyla langsung pergi menteleportasikan pasukan-pasukan iblis yang ada ke suatu tempat di dekat Ibu kota Kerajaan Ralley.


"Ze--- Zerlicia!!?" suara yang begitu membekas di telingaku... tapi, dia menolakku dengan sangat jahat... aku tak ingin melihatnya lagi sebenarnya.


"Ada apa, Ryspa? Setelah kau menolak tawaranku, sekarang apa?!" sebaiknya kamu segera menghilang dari hadapan ku, brengsek.


"Hentikan semua ini!!!!!" ya ya ya, itu adalah reaksi yang normal ditunjukkan oleh manusia normal pada umumnya.

__ADS_1


"Ini tak seperti dirimu yang dulu!!! Dulu kamu sangat baik hati dan imut... tetapi sekarang?! Zerlicia, tolong kembalilah!!!"


Kembali? Apa maksudnya? Aku adalah aku, meskipun wujudku berubah, jiwaku tetap menjadi milikku.


"Kamu seperti nya memang tidak bisa menerima kenyataan ya, Ryspa?"


"Huh?"


"Aku tetaplah diriku. Baik aku yang lama, aku yang akan datang, ataupun aku yang manapun itu, selama tubuh ini masih utuh, aku tak akan pernah berubah. Kamu kakak yang jahat, bagaimana bisa kamu tidak mengenali adikmu sendiri?" aku hanya sedikit bercanda dengannya, dia memang tidak pernah mengatakan bahwa dia menganggapku sebagai seorang adik namun, bagaimanapun juga, kasih sayang yang ia berikan kepada diriku dahulu, sangat berpengaruh bagiku. Dan itu membekas sampai sekarang ini aku bertatapan dengan dirinya lagi.


"Tidak, kamu bukan Zerlicia! Kamu hanyalah iblis yang... menyamar sebagai Zerlicia! Kumohon!!!"


"Dengar ya, Ryspa..." sial, dia serius beranggapan jika aku tengah dikendalikan?


"Aku akan mengulanginya sekali lagi. Dengarkan baik-baik!"


"Aku, adalah Zerlicia Namsaka, tenang saja, saat aku mabuk, aku masih bersikap manja, dan itu tak akan pernah berubah sampai kapanpun meskipun, wujudku telah berubah. Jadi, aku ingin...."


"...."


"Meskipun aku sudah punya banyak Kakak di sana, tapi, aku tetap menginginkan dirimu untuk bergabung denganku, akan aku berikan keamanan pada dirimu serta warga kota jika kamu bersedia bergabung denganku."


"... tetapi..."


"Aku yakin kamu tidak kemari hanya untuk menghentikan ku dengan ucapan bodohmu itu, aku benar bukan?"


"...."


"Benar, ikutlah denganku... "


"Sebelum itu...."


"Bukankah kamu harus meminta re--res-restu dari Ayahku?"


"Hah?!" kenapa pakai minta restu segala?


"Soalnya!!! Kamu seakan-akan menembakku, dan kamu seakan-akan ingin memiliki hubungan yang lebih dalam dengan diriku jadi...."


"Itu tidak mungkin!"


"Huh?!"


Maaf mengganggu delusimu namun, aku masih normal!


"Begitu ya? Yah, memang sih... kita sama-sama wanita..."


Apa yang kamu pikirkan sih brengsek? Waktu itu aku hanya mabuk saja, bisa tidak kamu melupakan semua yang aku ucapkan dahulu kala?!


"Jika tidak ada lagi yang ingin kamu ucapkan, sebaiknya kamu kembali sebelum aku kehilangan kesabaran ku."


"?!" dia terlihat sangat tercengang setelah mendengar ucapanku... apa mungkin, dia menyesali ucapannya tadi? Jika benar begitu, bukankah lebih baik dia meminta maaf kemudian membiarkan aku pergi?


"Saat itu, aku hanya kehilangan kesadaran jadi... tiba-tiba saja aku membentak dirimu. Padahal kamu telah mencapai tujuan yang kamu impikan namun... aku sebagai seorang teman... tidak, bahkan aku telah kamu anggap sebagai seorang Kakak... benar, aku Kakak yang jahat, bukannya memujimu karena kamu telah mencapai apa yang kamu impikan selama ini akan tetapi... aku malah... membentak dirimu..." ya, benar, itulah yang aku ingin dengar dari mulutmu, Ryspa.


"Kau tahu? Permintaan maaf saja tidak cukup untuk memperbaiki hatiku yang hancur karena ucapanmu..." aku ingin sedikit mengujinya.... dia serius meminta maaf atau, dia hanya bermain-main denganku? Kita akan segera mengetahuinya.

__ADS_1


"Aku tahu itu, oleh karena itu, aku datang ke sini. Apakah kamu masih membutuhkan diriku?" huh?!


"Apa kamu tidak menyesal karena meninggalkan Ayahmu satu-satunya?"


"Tidak... malahan, justru aku ditumbalkan demi kedamaian di kota tempat kelahiran ku. Sebenarnya, dari awal aku berjalan ke tempat ini, aku telah melepaskan semua rasa penyesalan dari dalam jiwa ku. Meskipun aku dibunuh olehmu, asalkan kamu tidak mengusik kota tempat kelahiran ku, aku akan bahagia di alam sana.


"Singkatnya aku datang tanpa mempedulikan kamu akan marah atau tidak kepada diriku... tetapi, syukurlah. Aku rasa kamu tidak marah denganku," tumbal? Yah, normalnya mereka akan melakukan apapun demi keselamatan mereka tersendiri. Meskipun harus mengorbankan seseorang, selama orang itu bukan dari keluarga mereka maka mereka akan melakukannya.


Manusia memang memiliki sifat semacam itu.


"....." siapa yang bilang? Aku sangat marah ketika dia membentak diriku kala itu. Ucapannya yang begitu menusuk masih membekas di dalam hatiku... aku masih terluka dengan ucapannya.


"Jika kamu mendengar seluruh ucapanku setelah kamu bergabung... aku akan memperlakukan mu dengan baik."


"Aku bersedia..."


"Meskipun dijadikan bahan produksi pasukan iblis?"


"... apa maksudmu?" aku ingin sedikit menggodanya tadi namun, aku rasa dia tidak mengerti ucapanku...


"Itu... Melahirkan... Bertelur... Seyla!!! Iblis melahirkan apa bertelur?!", sial, iblis punya telinga namun.... aku masih belum mengerti bagaimana cara iblis berkembang biak.


"Normalnya mereka akan bertelur jika dipasangkan dengan ras lain. Secara, genetik antara kunci dengan lubang itu berbeda. Jika iblis dengan iblis, mereka akan melahirkan. Singkatnya seperti itu! Namun, ada suatu kondisi dimana jika lubang nya adalah iblis, maka mereka dapat melahirkan anak meskipun dari ras apapun."


"Jadi, sudah mengerti, bukan, Ryspa?" jadi begitu toh.... aku tak pernah tahu sebelumnya... malahan, sebenarnya aku tak ingin mengetahui semuanya!


"Maksudmu... aku... bercumbu dengan iblis...? Begitukah...?" wah... wajah polosnya membuatku merasa kasihan....


"Benar, aku ingin menggunakan kamu sebagai bahan untuk memproduksi pasukan iblis milik kami!" tolong hentikan kepolosan mu itu, Ryspa! Aku sampai tak bisa berpikir lebih jauh lagi untuk menyelesaikan ucapanku...


"....."


"Apa kamu tidak sanggup melakukan nya? Kalau begitu...."


"Baiklah!" maaf?!


"Meskipun aku tahu ini seakan-akan membunuhku.... tapi, jika hal tersebut mampu membuatmu memaafkan ucapanku... maka...." dia serius bersedia melakukan nya?!


"Tunggu, aku hanya..."


"Jadi, kapan aku harus bersiap-siap? Sekarang? Apa aku perlu melepas pakaian ku?" tunggu tunggu tunggu!!!! Ini kelewatan, meskipun akulah yang membuat situasi seperti ini... tapi... tolong jangan anggap ucapanku tadi itu serius!!!


"Maaf..."


"Huh?" wah, dia memasang wajah bodoh? Kemana Ryspa yang aku kenal dahulu kala?


"Aku hanya bercanda... selama kamu tidak membantah ucapanku, aku tak akan menghukummu. Jadi.... makasih atas ketersediaannya kamu menjadi bahan produksi namun... aku hanya bercanda mengatakan semua hal itu kepada dirimu!" sial, aku jadi malu sendiri... padahal aku yang mengatakan semuanya namun... ini tidak seperti yang aku harapkan! Aku ingin melihat ekspresi Ryspa yang terkejut dan bimbang namun, yang aku dapat malah.... kok jadi aku yang kena?


"Jadi...."


"Tidak!! Lagipula, mana mungkin aku rela membiarkan seorang yang telah memperlakukan ku dengan baik... jatuh ke keputusasaan karena ulahku?! Itu tidak sopan kamu tahu?!"


"Eh...."


"Ryspa... ini beneran kamu bukan?"

__ADS_1


"Apa maksudmu?"


"Lupakan...."


__ADS_2