Creations Isekai

Creations Isekai
Vol. 02 Bab. 29 : Apa yang aku inginkan, pasti akan aku dapatkan ! !


__ADS_3

Bagi Zerlicia, amanah yang diberikan oleh para penduduk kota Toba kepadanya, sangatlah berarti. Karena pada dasarnya, yang membuat Zerlicia tumbuh hingga menjadi seorang iblis sekarang ini, adalah karena tekadnya dalam melindungi adik-adiknya.


Namun... sekarang... semua tercerai berai. Zerlicia kehilangan seluruh anak yang diamanahkan kepadanya karena sebuah kesalahan yang ia tak sengaja perbuat.


Kesalahan karena telah mempercayai sepasang saudara yang licik sejak awal. Jika saja Zerlicia tidak mempercayai mereka, maka setidaknya, adik-adiknya dapat hidup dengan tenang sampai seluruhnya meninggal dalam kebahagiaan.


Tetapi kini... bahkan Zerlicia saja tidak mengetahui dimana adik-adiknya berada, kata Wayra, mereka semua diseleksi untuk menjadi pekerja paksa kerajaan. Baik secara fisik, maupun secara hal yang tidak umum dikatakan.


"Hei, Wayra," sembari menatap ke arah luar jendela penginapan, Zerlicia berniat untuk menjatuhi hukuman kepada diri Wayra sebagai bayaran atas apa yang akan ia lakukan selanjutnya.


"Ya...?", Wayra tak punya pilihan lain selain menjawab seruan Zerlicia dengan sopan, meskipun dia sangat gelisah.


"Kau sanggup melakukan nya?"


"Apa maksudnya?" dia mempertanyakan apa yang Zerlicia maksudkan.


"Ini kedua kalinya kamu menyerahkan tubuhmu kepadaku. Dan tentunya, ini akan sangat berbeda dengan yang sebelumnya," ujar Zerlicia menatap diri Wayra dengan tatapan tajam.


"Ba.. dimengerti."


"Bagus... Selama sebulan penuh, jika kamu berhasil menahan siksaan yang diberi oleh Ratu iblis, Archela... maka aku akan percaya sepenuhnya pada dirimu. Sebaliknya, jika kamu tidak bisa menahannya, akan aku paksa kamu tunduk padaku."


"...." Wayra semakin gelisah dan juga dirinya takut dengan apa yang menantinya di depan matanya.


"Tenang saja, dunia yang dibuat oleh Seyla, tidak terikat dengan waktu. Sebulan di sana sama dengan satu jam di sini. Meskipun begitu, kamu akan tetap merasa bahwa dirimu telah berada di sana selama sebulan. Fisikmu tidak akan tumbuh di sana. Hanya mentalmu saja yang perlahan akan terkikis. Apakah kamu benar-benar siap menerima konsekuensinya?"


"...." Wayra terdiam. Ia tampak sekali ingin mundur sekarang ini juga tetapi... ia selalu terbayang dengan penyesalan atas apa yang terjadi pada Zerlicia sekeluarga.


Jadi... "Meskipun digunakan sebagai budak pemuas, jika itu membuatmu senang dan mempercayaiku kembali, maka aku akan melakukan nya!" ucapnya.


"Bagus. Seyla...."


Zerlicia memanggil Archela yang sedari tadi bersembunyi di balik bayangan. Ia keluar dengan membawa perasaan mencekam bagi diri Wayra, seketika saja, Wayra tercengang takut melihat sosok Ratu iblis yang sesungguhnya.


"Apa kamu akan mengompol?"


"Nggak!!! Siapa juga?!"


"Heh, bercanda, jadi... Seyla, silahkan."


"Heh.... kamu berniat menjual teman lamamu ya, Zerlicia?", ucap Archela dengan nada sombongnya seperti biasa.


"Dia cukup bagus dalam menjaga keuangan kami. Tubuhnya bagus, ramping dan cukup tinggi. Dadanya juga bagus... tolong latih dia."


"Fufufu... apa segel succubus mu lepas?"


"Tidak!!" sontak saja, Zerlicia yang tadinya bersikap tegas, langsung berubah menjadi Zerlicia yang memerah karena malu.

__ADS_1


"Yah baiklah, sepeda katanya, aku akan melatih mu hingga kamu tertunduk padanya... tunjukkan padaku, ekspresi putusasamu sebanyak yang kau bisa."


"Oh ya, Seyla. Bisa tidak, Wayra kita abadikan juga?"


"Huh?"


"Begini... bukankah permintaan costumer itu banyak? Misalnya, kadang mereka suka memukul, jika sampai Wayra cedera, aku tak dapat uang!"


"Hmmm... Kau cukup jahat juga ya?"


"Sebab, aku kesulitan untuk bekerja dengan tanduk dan ekor ini!! Jika saja aku bisa menyembunyikan nya, maka aku tak akan memilih jalan yang kau gunakan!"


".... baiklah, hanya saja, jangan mengulangi kesalahan yang sama, Zerlicia."


"Aku tahu...."


Kemudian, Archela membuka portal teleportasi menuju ke tempat dimana ia akan melatih Wayra di sana.


.


.


.


"Umm...."


"Kapan kita akan memulai...?" dengan wajah memerah karena malu, Wayra mencoba untuk melawan kenyataan yang tengah ia jalani.


"Memulai latihan maksudmu?"


"Ya..."


"Hah, kau sangat bodoh."


"... apa maksudmu?" Wayra sontak bertanya disaat Archela mulai mengatakan bahwa Wayra itu bodoh.


"Apa kamu beneran berfikir jika Zerlicia serius menyuruhku melakukan itu pada dirimu?" jawab Archela menjawab rasa penasaran Wayra.


"Dia...? Apa kamu bercanda? Dilihat dari ekspresi nya saja, dia sangat kecewa padaku. Aku yakin, dia serius memberiku hukuman yang setimpal."


"..... Oleh karena itulah. Kamu itu bodoh," ujar Archela menyela ucapan Wayra.


"Huh?"


"Dengar ya, sebenarnya aku juga ingin melatihmu supaya aku dapat meningkatkan produktifitas kekuatan iblisku. Singkatnya, aku butuh tubuhmu untuk melahirkan pasukan iblis yang aku perlukan."


"Kalau begitu, lakukanlah!!! Apapun, selama itu bisa membuat Zerlicia senang!!" ucap Wayra menyela perkataan Archela.

__ADS_1


"Kalau begitu... ya? Jika saja ia tak akan marah setelah aku serius melatihmu, maka akan aku lakukan. Kamu, adalah seorang yang diistimewakan oleh dirinya. Sadar diri dong!"


"Apa maksudmu?"


"Zerlicia, dia menganggap dirimu sebagai seorang Kakak yang hebat. Meskipun kamu mengkhianati nya, Si Bodoh itu akan selalu memaafkan dirimu."


"Itu tak mungkin!!!" Wayra membentak.


"Itu mungkin. Tujuan dia mengirim kamu ke dunia ini, adalah untuk mengurung dirimu sampai kamu benar-benar menyesali segala perbuatanmu dan berniat untuk berubah. Yah, meskipun... seseorang yang dari lahir sudah licik, tak mudah untuk berubah."


".... Apakah itu mungkin...?"


"Zerlicia itu menyayangi mu, sialan... aku juga mau disayangi olehnya. Aku mau menyiksanya lagi, aku mau.... ah, maaf, jadi keterusan."


"... Apa... hubungan yang terjadi diantara kalian berdua?"


"Hanya teman. Meskipun begitu, Zerlicia sangat penurut. Dia selalu saja menuruti keinginan egoisku... dia lucu seperti seekor anak kucing!"


"....." Wayra tak bisa berkata-kata lagi setelah Archela menceritakan tentang kisah anehnya.


"Jadi, singkatnya, kamu tidak akan melakukan hal buruk kepada diriku, begitukah?"


"Iya, tetapi....."


Disaat Archela terlalu banyak bicara dengan Wayra, secara tiba-tiba, kepalanya seketika terasa pusing. Bagaikan tertusuk tusuk oleh sesuatu, kepalanya terasa begitu sakit hingga rasa sakitnya, dapat membunuh seorang manusia.


"Kenapa?" Wayra mengkhawatirkan diri Archela yang secara tiba-tiba, langsung memegangi kepalanya.


"Hahaha, Si Bodoh itu... mau sampai kapan kamu akan mengulangi semuanya, sialan?!"


"Apa maksudmu?"


"Zerlicia.... dia telah meninggal."


"Huh?!"


"Hahahaha, tenang saja, kau akan bertemu dengannya sebentar lagi..."


"... kau akan membunuhku...?"


"Tidak! Kita semua akan lenyap. Saat Zerlicia terbangun di masa lalu, di saat itulah, kita juga akan terbangun di masa yang sama dengan waktu disaat Zerlicia bangun di masa lalu."


"Tunggu, apa maksudmu?!" Wayra sontak panik bertanya ke diri Archela.


"Si bodoh itu.... dia sangat menyayangi orang-orang yang ia sayangi... Wayra, mungkin kamu tak akan mengingat kejadian di masa ini saat kamu tersadar di masa lalu. Tapi, yang jelas... Wayra, jangan pernah membuat si bodoh itu kecewa."


"Tunggu..!!!"

__ADS_1


__ADS_2