Creations Isekai

Creations Isekai
Vol. 01 Bab. 13 : Akhirnya terkuak


__ADS_3

Berlari keluar panti, Rleas mencari tempat yang tepat untuk melampiaskan emosinya, dirinya menangis di atas pohon duduk di dahan pohon sembari memegang lututnya, Rleas menangis dengan tersedu-sedu ketika ia mengetahui jika... Kakaknya berada di dalam bahaya. Kemungkinan Kakaknya telah tiada juga tidak dapat dihindarkan lagi.


Mengingat seberapa kuat dan kejinya Ratu iblis, sudah dipastikan, Zerlicia tidak mampu melawan entitas terkuat tersebut.


Meskipun ditopang oleh statusnya sebagai seorang reinkarnator, Zerlicia tetaplah manusia biasa. Ia dapat saja kalah dengan sesiapapun. Jika ia memilih misi untuk membunuh Raja dan Ratu di Negara busuk tersebut, kemungkinan Zerlicia untuk hidup bahagia bersama adik-adiknya, sangat besar!


Tapi, sangat disayangkan. Zerlicia lebih memilih cara yang berbahaya dari segi manusia. Jika dilihat dari sudut pandang Zerlicia, ia sangat yakin jika Ratu Iblis dapat memahami niatnya namun kenyataan berbanding terbalik. Yang Zerlicia dapat sekarang, adalah hasil dari kecerobohan nya sendiri. Zerlicia harus merasakan rasa sakit akibat disiksa oleh Sang Ratu dari segala iblis tersebut.


Kondisinya sekarang masih belum diketahui oleh Wayra dan yang lain, serta adik-adiknya. Zerlicia merasa gagal dalam menjaga amanah para orang tua yang berharap anak mereka hidup bahagia.


"Ketemu~", diam-diam, Elsa mendekati Rleas yang menangis di atas pohon. Mereka berdua kemudian duduk bersampingan meskipun terlihat, seperti saling membelakangi.


"Tinggalkan aku sendirian—" sangking sedihnya, Rleas sampai tak bisa marah lagi. Dirinya terus menyembunyikan wajahnya agar tangisannya tidak dilihat oleh seseorang.


"Maafkan Kakak ku ya? Juga, maafkan aku..."


"Berisik!", bentak Rleas.


"Aku tahu perasaanmu, tenang saja, aku akan melakukan yang terbaik demi menjadi penggantinya. Jangan khawatir, kalian tetap akan hidup bahagia meskipun Zerlicia tiada..."


"Jangan berbicara sebodoh itu! Kakakku seorang perempuan yang sangat kuat!!"


"Aku tahu... tapi yang dia lawan lebih kuat dari dirinya. Hingga kini, aku menyesal karena Zerlicia belum mengirim kabar jika ia akan segera kembali. Dan kami sangat khawatir akan hal itu sesungguhnya."


"Kenapa kalian memaksa Kakak melakukan sesuatu yang bahkan kalian tahu itu berbahaya? Apa kalian penjahat?! Kenapa kau mengambil Kakakku dariku!"


"Rleas?"


"Aku membuat janji dengannya, jika aku telah berkembang dengan baik, maka Kakak akan membawaku berpetualang! Aku sangat menantikan saat-saat tersebut, untuk itulah aku berlatih setiap harinya!", ujar Rleas dengan mata berlinang air mata.


"Aku yakin, kamu dapat menjadi seperti Kakakmu di masa depan nanti, jangan menangis seperti anak kecil, apa yang telah terjadi, adalah masa lalu. Seperti kata pepatah, nasi telah menjadi bubur."


"Ini semua salah kalian!!!" Rleas seketika berteriak memarahi Elsa di belakangnya.


"Ya... maka dari itu kami ke sini untuk membayar dosa kami. Kami akan menggantikan Zerlicia merawat kalian, setoran tiap bulan akan kami cukupi, akan aku pastikan, Kakak mu tenang di alam barunya."


"Kumohon tinggalkan aku sendirian!", ujar Rleas memohon agar Elsa pergi meninggalkan dia sendirian di atas pohon.


Elsa pun menurutinya, ia turun kemudian dirinya bergabung kembali dengan Kakaknya dan Lein.


"...."


Kini, mereka berdua benar-benar merasa bersalah karena telah memaksa Zerlicia untuk mengabulkan permintaan mereka. Hati mereka seketika terasa sesak ketika melihat anak-anak panti mulai menangis. Terutama anak-anak yang masih berusia 6-10 tahun.

__ADS_1


Bagi mereka, Zerlicia sudah seperti ibu yang mereka sayangi. Jadi disaat mereka menerima kabar buruk tentang Zerlicia, wajar saja mereka menangisinya.


*****


Di sisi lain, dalam dungeon, Zerlicia yang terikat dengan rantai, tak bisa bergerak dengan leluasa. Dirinya hanya bisa menatap kosong ke lantai sembari berharap agar penyiksaan terhadap dirinya cepat berakhir.


"Lihat-lihat, aku bawa apa nih~", ujar Archela dengan gembira mendorong kuda-kudaan namun bukan kuda kayu yang itu.


"Ti—tidak lagi... Hentikan!!! Kumohon, aku akan menurutimu jika kamu berhenti... tolong, jika dilanjutkan, bisa-bisa aku... akan kehilangan kesadaran ku!", jerit Zerlicia yang berantakan.


Sudah hampir sebulan dia dikurung di dalam dungeon, dan selama itulah, dirinya disiksa oleh Archela, siang dan malam. Jika Zerlicia kelelahan, Zerlicia dibiarkan tidur sejenak meskipun begitu, ia akan lanjut disiksa setelah Archela mulai bosan dengan apa yang ia kerjakan.


Meskipun tubuhnya berantakan, Archela memulihkan tubuh Zerlicia ke semula dengan sihir penyembuh yang ia miliki. Namun, meskipun telah disembuhkan hingga ia tak lagi cacat, ada satu bagian yang tidak dapat disembuhkan meskipun dengan sihir penyembuh. Bagian itu adalah, mental Zerlicia! Setiap hari disiksa dengan sangat keji, tentunya hal tersebut akan secara perlahan membuat Zerlicia mulai menjadi gila.


Jika kau berpikir bahwa hal tersebut tidaklah manusiawi, memangnya siapa, pelaku yang kalian pikirkan? Memangnya pelaku tersebut dari ras manusia? Tidak!


Archela sepenuhnya iblis! Ratu iblis yang keji, ia tak kenal ampun!


Setiap hari, Zerlicia menjerit hingga suaranya tidak lagi terdengar, keputusasaan yang ia terima, membunuh mentalnya secara perlahan. Yang bisa ia lakukan sekarang, adalah berharap semuanya lekas berakhir.


"Fufufu.. lihatlah, dari seorang perempuan yang tangguh dan percaya diri, kini ia tak lebih seperti seorang gelandang... manisnya, meskipun kamu berantakan, kamu semakin indah, Zerlicia."


Menatap dengan tatapan kosong, Zerlicia dipaksa menatap ke atas oleh Archela yang berniat untuk menyiksanya lagi.


Zerlicia sangat enggan memakan makanan yang Archela berikan, jika bisa, ia ingin melemparkan makanan tersebut ke diri Archela, namun, ia tak bisa melakukan nya.


Meskipun terlihat seperti racun, Zerlicia menundukkan kepalanya ke bawah untuk memakan makanannya. Karena kedua tangannya terikat di atas, ia tak bisa makan dengan tangannya. Secara terpaksa, Zerlicia harus menyantap makanan layaknya seekor binatang.


"Makan yang banyak, aku punya kejutan lain untukmu."


"..."


Sudah setahun sejak ia dikurung di dalam dungeon terlarang ini, kini, mental Zerlicia telah hancur berantakan, ia tak dapat menunjukkan senyumannya lagi, yang terpampang di wajahnya, hanyalah sebuah tatapan seseorang yang berniat untuk mati. Tatapan keputusasaan.


"Sembari makan, mari kita lihat bersama-sama, kejutan yang ingin aku perlihatkan."


Mengambil bola sihir, Archela menggunakan kekuatannya untuk membuat bola tersebut menyala. Di sana, terlihat...


"?!" Zerlicia begitu terkejut dengan apa yang ia lihat di dalam bola sihir tersebut.


Di sana, terlihat sebuah pemandangan tak asing yang seperti nya telah ia lupakan.


Benar.

__ADS_1


Panti asuhan tempat Zerlicia menitipkan ke-25 adik-adiknya. Di bola sihir tersebut, menunjukan kejadian nyata tentang sebuah peristiwa yang terjadi di panti asuhan tersebut. Bahkan, terlihat pula Wayra, Lein, dan Elsa yang ikut tersorot oleh bola sihir tersebut.


Di sana...


"Tolong hentikan!", Zerlicia membentak keras.


"Fufufu... kasihannya, Zerlicia ku yang lugu."


"Kumohon, tolong bantu mereka!!! Aku akan membiarkanmu menyiksaku selama yang kau mau, jadi... kumohon... jika terus dibiarkan seperti ini, mereka semua... akan terbunuh!"


Yang terjadi di panti asuhan, adalah sebuah penyergapan yang dilakukan oleh pihak kerajaan tempat kelahiran Zerlicia. Pasukan yang datang, menangkap adik-adik Zerlicia hingga tak lagi tersisa, yang melawan tentunya akan dibunuh oleh para pasukan yang ada. Seperti, Wayra, Elsa, Lein, juga... Rleas yang terkapar dengan bersimbah darah.


"Meskipun kuakui kalau perempuan bernama Wayra ini kuat, tapi dia tetaplah manusia biasa, tak seperti dirimu, Wayra entitas asli di dunia ini. Tak mungkin ia mampu melawan banyak manusia sekaligus," ujar Archela membuat Zerlicia diambang batas akal sehatnya.


"Kumohon..."


"Cupcupcup... baiklah jika kamu memaksaku..."


"Bunuh aku!", ucap Zerlicia dengan lemas.


"Kau, yakin?", tanya Archela menegaskan ulang pernyataan Zerlicia.


"Bukannya menyuruhku menyelamatkan adik-adikmu yang tersisa, tapi kamu malah memintaku untuk membunuhmu?"


"Kumohon....", rintihnya.


"Ah, terserah. Apa dirimu telah sepenuhnya rusak? Ini tak seperti yang aku harapkan... tapi... aku juga sudah mulai bosan dengan dirimu."


"Kumohon."


Kemudian, tanpa rasa bersalah sedikitpun, Archela menebas kepala Zerlicia hingga kepalanya terlepas dari tubuh Zerlicia.


"Mungkin, kita akan segera bertemu. Tak peduli seberapa banyak pengulangan yang kamu lakukan, takdirmu di masa depan ialah bertemu denganku! Semoga kamu bisa membuatku senang, Zerlicia Namsaka," ujar Archela sebelum ia menebas leher Zerlicia.


Beberapa saat setelah ia menebasnya, Archela kemudian melihat melalui bola sihirnya. Di sana, terlihat panti asuhan yang masih berdiri kokoh, dengan keceriaan anak-anak di dalamnya.


Dan juga terdapat diri Zerlicia di tempat tersebut padahal beberapa saat lalu, Zerlicia dipenggal oleh Archela. Tak hanya itu, Wayra, Elsa, Lein, dan juga Rleas masih tampak sehat dan bugar. Padahal sebelumnya, kondisi mereka berempat, terkapar di atas tanah dengan kondisi yang bersimbah darah.


Lalu... satu lagi... tubuh Zerlicia. Tubuh Zerlicia seketika menghilang menjadi debu tak lama setelah Archela menebasnya. Tidak ada sedikitpun peninggalan nya yang tersisa di dalam ruangan Archela. Semuanya lenyap bagaikan terbakar api. Lenyap menjadi debu lalu menghilang karena hembusan angin.


Ini lah, siapa Zerlicia sesungguhnya.


"Kau akan tetap menemuiku, meskipun kamu berulangkali mengulanginya, Zerlicia. Jadi, tolong serius dalam mengubah takdirmu, Zerlicia. Antara diriku menguasai mu, atau kamu'lah yang menguasai ku,kedua hal tersebut membawa perubahan yang besar terhadap tatanan dunia. Segeralah menjadi kuat sebelum aku mulai rindu padamu, Zerlicia."

__ADS_1


__ADS_2