Creations Isekai

Creations Isekai
Vol. 01 Bab. 5 : Kota budak


__ADS_3

Zerlicia Namsaka meninggalkan Lein sendirian di kota tempat nya tinggal. Dengar rasa cemas yang begitu tinggi, Zerlicia terpaksa meninggalkan Lein agar dirinya mampu melanjutkan perjalanannya membalaskan dendam kedua orang tuanya.


Kota Yura. Sebuah kota indah, dengan rakyat makmur nan merdeka. Banyak rakyat di dalam kota tersebut, hidup dengan saling tolong menolong. Tak jarang juga terlihat, banyak orang-orang dimulai kalangan menengah ke atas hingga menengah ke bawah, memberi makan seorang gelandang dan membantunya bangkit dari kemiskinan.


Benar-benar kota yang indah, sangking indahnya, Zerlicia menaruh curiga yang mendalam kepada pemimpin yang memimpin kota Yura yang merupakan, tempat singgahnya selanjutnya.


"Permisi, bolehkah aku bertanya, dimana penginapan terdekat?", ucap Zerlicia dengan senyum khasnya kepada resepsionis Guild petualang di depan dirinya.


"Ah, apa Anda tidak melihatnya? Penginapan berada tepat di depan kantor guild ini."


"Sungguh?!", Zerlicia sama sekali tidak menyadarinya. Benar, perutnya telah keroncongan sejak tadi, jadi yang ia pikirkan hanyalah menyantap sebuah hidangan lezat.


Jadi ia tak terlalu mempedulikan bahkan penginapan yang terletak di depan guild saja, ia tak melihatnya.


Berjalan keluar, Zerlicia menyewa kamar selama 3 bulan untuk menetap sementara di kota Yura.


Seperti yang aku ucapkan di awal, kota Yura, sangat dicurigai oleh Zerlicia. Ia merasa, kota tersebut seperti tengah menyembunyikan keburukan Sang pemimpin. Mereka terpaksa membuat kesan seperti itu supaya para pemimpin dapat melakukan pekerjaan gelap mereka dengan tenang.


Itulah yang Zerlicia pikirkan. Dan, itulah tujuan Zerlicia menetap sementara di kota tersebut.


"Dari yang aku lihat, misi untuk rank S sangat sedikit ya...?", keluhnya di depan pelayan bar di dalam kantor guild petualang.


"Itu karena, orang-orang di sini jarang mencari gara-gara dengan bahaya tingkat S. Jadi, hanya sedikit misi Rank S yang tersedia, selain itu, ada di level mana diri Anda sampai mencari misi Rank S dalam jumlah banyak? Asal Anda tahu saja, misi Rank S di tempat ini, sudah termasuk ke dalam jumlah yang banyak," ucap Pelayan bar itu.


"Apa kamu tidak mengenali ku?"


"Mmm, maafkan saya, saya tak pernah melihat wajah Anda sebelumnya."


".... Apa kamu tidak pernah mendengar tentang petualangan wanita yang memiliki julukan, Crazy Women?!", bentak Zerlicia di depan wajah Pelayan tersebut.


"Crazy Woman...? Ah, Anda petualang wanita yang memburu setidaknya sepuluh misi Rank S hanya dalam sehari?!", dia pun seketika terkejut saat menyadari siapa diri Zerlicia yang sesungguhnya.

__ADS_1


"Untuk misi Rank S, kami hanya memiliki jumlah yang sedikit, tapi....", dia terdiam sejenak.


"Tapi...?"


"Aku punya misi khusus untuk dirimu, akan aku bayar semahal apapun jasamu asalkan kamu bersedia," ucap pelayan tersebut dengan membisikkan ke telinga Zerlicia.


"Apa itu?"


"Untuk memastikan, Anda sangat berpengalaman dalam pertarungan, bukan?"


"Ya," jawab Zerlicia dengan keringat dingin yang disebabkan oleh ketegangan nya.


"Kalau begitu, aku ingin kamu...."


*****


Hari yang cerah, seperti biasa Zerlicia pergi mencari nafkah dengan cara berpetualang menyelesaikan misi di dalam guild petualang.


Pekerjaan petualang bagaikan tambang emas, jika mereka mampu menyelesaikan misi tingkat C ke atas, bayaran mereka akan lebih besar dibandingkan keuntungan petani dan pedagang. Benar-benar pekerjaan yang menggiurkan namun, tak jarang juga, pekerjaan ini menjadi lubang kematian bagi petualang yang belum mahir mengatasi setiap bahaya.


Lain halnya dengan Zerlicia. Meskipun sangat amat terdesak, Zerlicia akan keluar dari situasi yang bahkan hampir merenggut nyawanya. Entah dengan cara mudah ataupun tidak, Zerlicia harus bertahan karena adik-adiknya terus mengandalkan dirinya.


"Aduh, tiba-tiba disuruh ikut turnamen Colosseum lagi. Katanya kita tak akan bisa menang tanpa membunuh lawan... ieuh, menjijikan. Tapi, bayarannya seratus koin emas.....", keluh Zerlicia melamunkan perkataan pelayan yang menawarkan pekerjaan dimana pekerjaan tersebut, tak masuk akal sama sekali.


"Colosseum, sebuah tempat dimana orang-orang bertaruh nyawa untuk menghibur orang lain dengan saling membunuh. Ini gila, meskipun banyak negara yang mengadakan ini tapi... suatu saat, sabung manusia ini harus di akhiri," begitulah pikirnya. Kemudian Zerlicia berdiri untuk melaporkan tentang misi yang ia jalani. Sekaligus menjawab permintaan dari pelayan yang meminta tolong padanya tadi.


"Maaf," ucap Zerlicia kepada pelayan tersebut setelah kembali dari menyelesaikan misi.


"Begitu ya...? Tak apa, aku tak bisa menyalahkan dirimu. Mau bagaimana lagi, semoga saja Kakak dapat selamat."


"Kakak?!", Zerlicia terkejut di saat pelayan wanita berusia kisaran 19 tahun itu, mengatakan jika Kakaknya berada di dalam pertarungan berdarah itu.

__ADS_1


"Tempo hari, Kakak ku ditangkap oleh para pasukan kerajaan untuk pada akhirnya, kakak harus menjalani neraka dunia. Melihat kematian berbagai orang di depan matanya, merasakan berbagai rasa sakit, dan melihat teman terbaiknya terbunuh. Awalnya, aku berniat meminta tolong padamu untuk membawa Kakak dan yang lain pulang. Setidaknya bawa kakak dan kekasihnya. Tapi, apa boleh buat, maaf karena telah menceritakan masalah pribadiku kepada mu, Crazy Women."


".... Jika masalah nya menyangkut keluarga, aku tak bisa tinggal diam. Kapan pertarungan pertama di mulai?"


"Sebenarnya, itu telah dimulai kemarin...."


"Begitu kah? Kalau begitu, kamu siapkan saja upah untukku. Akan aku bawa Kakak mu pulang."


".....," Perempuan itu terdiam kemudian tak lama, ia mulai meneteskan air matanya.


"Ey... jangan nangis dong... tenang saja, apapun yang terjadi, aku akan membawa Kakakmu dan kekasihnya pulang. Selain itu... kekasih, aku rasa, sulit membawanya pulang tanpa ada kerusakan di mentalnya," ucap Zerlicia sembari menenangkan diri perempuan tersebut.


"Aku tahu itu. Setidaknya aku tak ingin mereka berada di neraka itu lebih lama!"


"... Baiklah, akan aku kabulkan, permintaanmu, jadi, jangan menangis lagi ya? Kamu kan cantik, jika menangis, nanti cantikmu akan hilang."


".... Jangan merayuku di saat seperti ini...", ucap nya dengan wajah malu-malu yang ia sembunyikan.


"Oh iya, namamu?"


"Elsa. Elsa Frestya."


"Elsa...? Salam kenal, aku Zerlicia Namsaka!"


"Zerlicia...?"


"Aku berjanji membawa Kakakmu pulang. Jadi, kamu juga harus berjanji padaku untuk membayar ku sesuai apa yang kamu katakan tadi. Mengerti?", ucap Zerlicia sembari mengusap air mata Elsa yang tersisa di sekitar matanya.


"Baik."


Lalu kemudian, Zerlicia berangkat menuju ke ibu kota kerajaan yang memulai semuanya, termasuk, kerajaan menyebabkan orang tuanya terbunuh.

__ADS_1


__ADS_2