
Dahulu kala, setiap ras yang menghuni dunia ini, sudah dapat dipastikan akan bertarung satu dengan yang lain demi memperebutkan wilayah yang mereka huni. Ras manusia pada kala itu sangat terpojok karena adanya perbedaan kekuatan diantara seluruh ras yang ada dan... manusia berada di peringkat terakhir. Dengan kata lain, manusia tidak bisa berbuat banyak selain mempertahankan wilayah mereka agar tidak dijajah oleh ras ras lain.
Zaman dulu, pertumpahan darah adalah hal yang wajar dilihat oleh kebanyakan orang. Bahkan sudah menjadi keseharian bagi mereka yang hidup di zaman pertempuran tersebut, untuk melihat mayat yang berserakan di atas tanah.
Ada pun mayat anak kecil yang tergeletak bersamaan dengan sekian banyak mayat manusia yang ada. Saat itulah, manusia dilanda kehancuran dan kepunahan.
Namun, tentu saja hal tersebut akan berdampak buruk pada ekosistem dunia kala itu. Disaat manusia tidak lagi memiliki cara untuk mempertahankan wilayah mereka, banyak dari manusia yang mulai mempelajari ilmu sihir. Sebagian besar melindungi manusia yang tengah mempelajari sihir supaya manusia dapat terbebas dari situasi mereka yang terdesak pada kala itu.
Tak sedikit manusia yang juga mempelajari bagaimana cara iblis memanggil pasukan hingga terbesit dalam benak mereka, manusia mulai mencoba memanggil seorang pahlawan dari dunia lain.
Kedengarannya memang tidak masuk akal namun, hal tersebut berdampak besar bagi umat manusia. Umat manusia berhasil memukul mundur dan merebut kembali wilayah mereka dengan dibantu oleh pahlawan dari dunia lain yang tidak lain adalah kiriman dari, "Pengamat"
Setelah kejadian tersebut, manusia menjadi egois dan memanggil hingga ratusan pahlawan dari dunia lain yang kini disebut sebagai seorang, bangsawan.
*****
"Anu, bagaimana jika kita langsung ke kisah Ratu iblis saja?" ucap Layha yang mendengarkan dengan serius, seluruh ucapan pria yang satu ranjang dengan dirinya tersebut.
"Ayolah, awal mula perbedaan kasta juga diperlukan dalam bab ini."
"Eh... itu tidaklah penting! Aku ingin segera mengetahui, apa yang terjadi pada Ratu iblis itu," ucap Layha, merengek dengan manja kepada pria tersebut.
<"Aku disini!">
'Aku tahu itu! Maksudku, tubuhmu yang sesungguhnya!'
"Baiklah jika kamu memaksa."
***
Cerita bermula ketika keturunan pahlawan mencoba memanggil seseorang dari dunia yang sama dengan pahlawan tersebut. Berharap dapat memanggil banyak orang sekaligus, mereka justru hanya diberi satu orang anak laki-laki yang mana dirinya, masih berusia 16 tahun.
Masih pelajar, dirinya harus memaksakan diri untuk beranjak dewasa karena kerakusan umat manusia. Kekaisaran Resfl yang dulunya bernama Haira Empire, membuat seorang anak remaja harus berjuang keras hingga titik darah penghabisan demi melindungi kekaisaran Haira yang terbentuk pada kala itu.
Jarak antara awal mula perbedaan kasta dengan awal mula bangkitnya Haira Empire, sekitar, 2.000 tahun lamanya. Kala itu, iblis-iblis lemah dapat dipaksa mundur ke wilayah mereka dan manusia mendapatkan kendali besar atas dunia dan seisinya, kecuali, dunia di dalam kegelapan.
Anak itu harus berjuang sendirian demi melawan musuh terberat umat manusia yang tidak takut dengan yang namanya pahlawan. Bahkan, ia mampu menghancurkan pahlawan hanya dengan auranya saja.
Musuh itu, adalah Ratu iblis. Manusia 200 tahun yang lalu, dalam bahaya besar karena munculnya sesosok iblis yang mengaku sebagai pemimpin dari segala iblis yang ada, bahkan ia merupakan gabungan dari seluruh iblis yang ada. Dengan kata lain, iblis tersebut tidak terkalahkan!
200 tahun lalu, manusia lagi-lagi disudutkan oleh para iblis yang dipimpin oleh sesosok yang mengaku sebagai seorang Ratu dari seluruh iblis yang ada.
Membuat berbagai kekacauan, membunuh manusia, dan menghancurkan desa yang telah susah payah dibangun oleh para manusia. Kekejaman iblis bangkit kembali kala itu. Meskipun ras lain seperti Elf, Dwarft, dan sebagainya tidak lagi ikut dalam memperebutkan wilayah, namun, tetap saja, manusia dalam bahaya di masa itu.
Untung saja, anak tersebut diberkahi kekuatan besar hingga dapat memojokkan pasukan iblis yang mencoba menyerang Haira Empire.
."..".".".".."."$..$.$."."."."
****
"APA YANG KAU LAKUKAN?!" tanpa sadar, Layha berteriak dengan keras kepada Archela yang menyensor ucapan yang dikatakan oleh pria tersebut. Meskipun, dia lupa kalau pria tersebut masih berada di tempat yang sama dengan dirinya.
__ADS_1
"Ada apa?"
"Ah... tidak... lupakan, aku senang Anda memberiku informasi sebesar ini namun, sayang sekali, karena suatu alasan, saya harus segera pergi."
"Hmm... apa kamu dihubungi oleh kawanan iblis mu?"
"Um, ya..." Layha baru sadar jika dia bisa saja menyembunyikan jiwa Archela yang ada di dalam tubuhnya dengan mengatakan bahwa dirinya sedang berbicara melalui telepati.
"Tetapi, cerita belum selesai..."
"Tidak masalah. Aku sudah cukup mendengar nya," ucap nya dengan senyuman di wajahnya meskipun....
'Lagipula jika dilanjutkan, aku tak bisa mendengar apapun karena iblis ini!' di dalam hati Layha, dirinya sangat merasa kesal kepada diri Archela yang menutupi kebenaran yang telah terjadi.
"Tapi..."
"Aku senang Anda meluangkan waktu untuk memberiku informasi meskipun tahu jika aku dapat saja memporak-porandakan kekaisaran ini. Pahlawannya telah mati, aku benar?"
"Iya sih tetapi..." Pria tersebut merasa tidak enak kepada diri Layha. Apa yang Layha berikan kepada dirinya, tidak setimpal dengan apa yang pria tersebut berikan. Hal itulah yang mendasari pria tersebut merasa tidak enak kepada diri Layha.
Meskipun telah memaksa Layha untuk duduk dan mendengarkan hingga cerita berakhir namun... usahanya sia-sia saja.
Kini, Layha telah menghilang ke suatu tempat. Dan hingga kini, Layha masih belum tahu, siapa sebenarnya iblis bernama Archela yang berada di dalam tubuhnya.
"Tunggu, Nona."
Saat ia berjalan-jalan di tengah kota, ada seorang gadis bergaun hitam dengan sebuah payung hitam yang memayungi tubuhnya.
"Apa kamu butuh......"
"...."
Belum sempat dia mengatakan niat aslinya setelah memanggil diri Layha, gadis itu tampak seperti tengah ketakutan sesaat setelah menyadari seberapa besar aura yang Layha pancarkan.
"Kenapa?"
"Ah, tidak. Hanya saja, aku ingin, kamu...."
"Kamu ingin aku... Apa?"
".... Agghh tidak jadi, siapa sebenarnya dirimu, Nona! Kamu terlihat lezat namun, kamu punya aura yang mencekam! Apakah kamu dari ras manusia sebelumnya??"
"Iya... hanya saja, kini karena suatu alasan, aku telah menjadi seorang iblis."
"..... Apa itu?"
"Berbagi tubuh!"
Saat Layha mengatakannya, gadis itu perlahan mundur kemudian menghilang setelah dirinya memasuki sekumpulan kelelawar di belakangnya.
"Siapa sih dia?"
__ADS_1
<"Apa kamu tidak melihat gigi taringnya?"> saat Layha dilanda kebingungan, Archela tiba-tiba saja mengucapkan sebuah kata-kata yang mungkin dapat membalas rasa kebingungan yang muncul di benak Layha.
"Apa maksudmu.... dia," Layha mencoba untuk memberi pendapat.
<"Benar, Vampir. Dia sedang mencari korban. Beruntung kamu punya aura yang besar jadinya.....">
"Ayolah, jangan rendah hati seperti itu. Aku tahu dia melihat aura yang kamu pancarkan."
<"...?">
"Apa?"
Layha sempat kaget disaat Archela tiba-tiba terdiam. Layha berfikir jika Archela seakan bertanya kepadanya namun rupa-rupanya....
Muncul sejumlah pasukan yang tak sengaja berpapasan dengan dirinya di sebuah persimpangan. Sontak, Layha melompat kebelakang sementara pasukan tersebut bersiap siaga untuk menyerang Layha.
"Ayolah, tolong menyerah saja!"
"Kau merepotkan kami! Tolong menyerah!!"
"Benar!"
Suara-suara keputusasaan bergema bersamaan dengan saat dimana mereka melakukan serangan secara individual.
Tampak seperti serangan yang teratur, namun, jika lawannya lebih kuat dari pasukan yang ada, maka itu sama saja.
Beruntung, Layha tidak suka dengan kekerasan. Apalagi, dirinya enggan melukai seseorang yang terlihat baik di matanya. Oleh karena itu, Layha melompat ke atas atap lalu kabur dengan melompat dari atap ke atap.
<"Seperti biasa ya, Layha?">
"Mau bagaimana lagi? Orang-orang itu hanya diperalat," ucap Layha. Archela menyinggung sikap Layha yang mudah kasihan ke seseorang. Benar-benar sebuah sifat yang bertentangan dengan statusnya sebagai seorang iblis. Namun, Archela sama sekali tidak mempedulikan nya.
Archela tidak mempedulikan sikap Layha karena, lambat laun, Layha akan sepenuhnya menjadi seorang iblis suatu saat nanti.
Hingga masa sadar Layha berakhir, Layha hanya berkeliling setiap hari di sekitar ibu kota kekaisaran Resfl lantaran masih terlalu awam bagi dirinya untuk menggunakan kekuatan iblis.
Saat Archela mengambil alih kesadaran atas tubuh Layha kembali, Layha tidak lagi melihat kekosongan ataupun hanya tidur hingga waktunya tiba. Layha kini dapat melihat apa yang terjadi di luar selama tubuhnya dikendalikan oleh Archela.
<"Loh, ada dimana aku?">
"Hmm, ruang di dalam jiwamu. Jiwamu sangatlah luas namun, hanya ada kekosongan di dalamnya. Aku sungguh khawatir dengan dirimu di masa depan jika aku tidak bersamamu."
<"Ruang dalam jiwaku?"> Layha bertanya sembari melihat telapak tangan nya serta, melihat badannya yang tidak mengenakkan apapun.
"Benar, hati seseorang sangat luas. Semakin luas hati mereka, maka semakin luas juga kekosongan di dalam jiwa mereka."
<"Aku tidak paham. Ngomong-ngomong, bisakah kamu memberiku pakaian?">
"Tidak bisa. Tenang saja, tidak berpakaian selama 10 tahun tak akan membuatmu gila."
<"Ah terserah, lagipula aku tidak keluar. Ngomong-ngomong, apa yang kamu rencanakan?">
__ADS_1
"Aku ingin menjodohkan dirimu dengan seseorang."
<".... Maaf?">