
Terpental ke dunia yang tidak ia ketahui, dia, Zerlicia Namsaka, membuka matanya secara perlahan kemudian melihat....
Sepuluh pintu di depan matanya.
****
Um....
Dimana aku?
Sialan, aku rasa, Seyla yang menyebabkan semua ini... Duh, apa yang dia inginkan sih... memang benar aku merasa gelisah jika aku mengamuk di ibu kota, secara, tandukku mulai tumbuh selain itu, adik-adikku masih berada di sana. Aku tak bisa membiarkan diriku kehilangan kendali jadi, segera akan aku selesaikan!
"Kau sudah bangun?"
"Seyla, latihan macam apa lagi yang akan kamu berikan kepadaku?"
"Tidak banyak, hanya... melatih dirimu supaya kamu tidak mudah tersulut emosi. Baik amarah, maupun perasaan iba."
"Maksudmu?"
"Dibelakang pintu di depan kita ini, terdapat rintangan di dalamnya, meskipun hanya simulasi, Zerlicia, aku ingin kamu menganggap semuanya serius supaya dirimu mampu mengendalikan emosimu!"
Sudah aku duga, dia sangat pengertian... meskipun dibilang seperti itu, apa yang menunggu ku dari balik pintu ini? Aku rasa di balik pintu di depan mataku ini, hanya terdapat siksaan di dalamnya. Dan aku harus menahan segala macam emosi yang keluar meskipun itu menyakiti mentalku, begitukah?
Kalau begitu....
"Targetnya seharian, tapi, jika tak bisa, mau bertahun-tahun pun tak apa, tenang saja, di dunia iblis ini, waktu dunia nyata tak akan bekerja."
Aku sekarang benar-benar mempertanyakan, apakah dirinya seorang Ratu iblis sungguhan? Awalnya ia memang sangat kejam kepadaku namun, lama kelamaan, dia jadi lebih perhatian, yah, meskipun dia terus memperlakukan ku dengan baik, itu tak akan merubah kemungkinan bahwa ia akan meminta bayaran di akhir nantinya.
Yah, meskipun begitu, aku akan tetap mengandalkan dirinya.
****
Dengan keteguhan hati, Zerlicia Namsaka memasuki pintu pertama yang ia pilih dari sisi paling kiri.
Dia masuk ke dalam dengan hati yang telah siap akan kejadian yang terjadi di balik pintu. Meskipun telah mempersiapkan diri, ia tak tahu, kejadian semacam apa yang akan ia rasakan di balik pintu pertamanya tersebut.
Beberapa jam kemudian....
Zerlicia keluar dengan kondisi yang buruk. Ia bahkan hampir tidak sanggup berdiri tegak, setelah keluar, ia langsung terjatuh ke atas tanah.
"Tenang saja, kamu masih tetap perawan kok, itu semua hanya simulasi," ucap Archela dengan wajah gembira yang terpampang jelas di sana.
"Brengsek, jadi ini rencanamu?!", keluh Zerlicia yang masih belum dapat berdiri sempurna.
Tubuhnya dibasahi oleh derasnya keringat setelah kejadian yang ia alami di balik pintu. Pastinya dia tak hanya diperlihatkan, Zerlicia benar-benar merasakan kejadian yang terjadi di balik pintu. Sekarang ini, ia merasa ingin sekali muntah.
__ADS_1
"Bagaimana rasanya?" dengan senyum mengejek di wajahnya, Archela bertanya kepada Zerlicia yang terkapar di atas tanah.
"Jangan dibahas.... rasanya sakit. Baik di mulut, ataupun di bagian lain."
"Fufu."
"Jangan ketawa!" dengan wajah yang mulai memerah, Zerlicia membentak Archela yang sedari tadi mengejeknya.
"Yah... dengan tekanan langsung, hal itu akan mempengaruhi kecepatan pertumbuhan tubuh iblismu...." lanjut Archela sembari membelai ekor tipis yang tumbuh di tubuh bagian bawah belakang Zerlicia.
"Aku juga mengira seperti itu! Sialan, padahal aku ingin menyelesaikan sebelum tanduk dan ekorku tumbuh tetapi, kamu malah mempercepat pertumbuhan nya," keluh Zerlicia yang kini menahan sensasi aneh disaat Archela membelai ekornya.
"Ekor succubus, baru satu hati yang tumbuh. Yah, kamu masih amatir~" ucap Archela yang kembali menghina Zerlicia.
"Kau!!??"
"Tenang saja, Zerlicia. Lambat laun kamu akan terbiasa."
"Gak!!! Sampai matipun aku gak bakalan mau!!! Succubus salah satu jenis iblis yang kubenci!"
"Lagipula, tidak ada seorang pun wanita yang mau menjual dirinya dengan harga murah seperti itu!" bentak Zerlicia dengan keras.
"Oho... jadi jika dibayar mahal, kamu mau?"
"Ah..." Zerlicia baru menyadari bahwa ia salah mengucapkan kata-kata.
"Yah, meskipun kamu menolak dengan keras, kenyataan bahwa kini, darah succubus mengalir di dalam dirimu, tidak akan berubah. Mulai sekarang, nafsumu akan berlipat ganda. Kamu harus bisa mengendalikannya. Kalau tidak, kamu akan kecanduan!"
"Salah siapa coba!?"
"Huh.... Zerlicia Namsaka. Bisa tidak, saat aku menjelaskan dengan serius, bisakah kamu mendengarkan dengan baik? Ini demi kebaikanmu. Kalau tidak bisa mendengarkan dengan baik, aku akan marah loh," ucap Archela sembari membelai kedua pipi Zerlicia dengan tatapan intimidasi yang begitu menusuk.
"Maaf...."
"Bagus, kamu kembali menjadi seekor kucing."
"Huh...." mengleha nafasnya, "Selanjutnya!", Zerlicia kemudian menegaskan untuk melanjutkan latihannya sampai ia benar-benar bisa mengendalikan segala emosi yang ia miliki.
"Wah... aku pikir kamu akan tumbang setelah pintu pertamamu?"
"Berisik! Yang itu pengecualian! Aku tak akan masuk ke situ!"
"Benarkah? Memangnya kamu tahu? Apa yang menunggumu di balik pintu tersebut?"
"....." terdiam sejenak, Zerlicia nampaknya gelisah setelah kejadian yang menimpanya tersebut.
Meskipun begitu, keteguhan hatinya membawanya melangkah kedepan. Ia tak peduli, sebanyak apapun dirinya tersiksa selama pelatihan ini, selama Zerlicia bisa melindungi adik-adiknya, maka ia akan melakukan nya.
__ADS_1
"Lein, si budak, dengan Hana si Vampir... aku jadi kasihan dengan mereka berdua... aku harap, Zerlicia benar-benar mampu mengendalikan nafsunya," ujar Archela yang mengkhawatirkan bawahan yang Zerlicia miliki.
Secara, Archela membuat 3 pintu yang berisi sekawanan orge untuk membangkitkan potensi succubus milik Zerlicia. Tak hanya orge, manusia juga terkadang berada di dalamnya.
Semua itu, hanya semata-mata untuk membangkitkan jiwa iblis yang mulai tumbuh di dalam diri Zerlicia.
Jika Zerlicia benar-benar serius dalam menjalani pelatihan tersebut, maka, ia akan menyelesaikan semuanya dalam waktu setahun. Setahun kemudian.....
Hasil yang ia dapatkan, gigi taring, sepasang tanduk iblis yang menjulang tinggi, serta, ekor succubus.
Zerlicia memiliki seluruh bagian-bagian dari ras iblis terkuat yang terdapat di dunia lain ini. Seperti, gigi taring milik vampir, tanduk milik iblis, ekor milik succubus. Semuanya memiliki kemampuan masing-masing.
Tanduk yang indah melambangkan kepemimpinan, Zerlicia dapat mengerahkan pasukan iblis atas perintahnya sendiri.
Gigi taring vampir, bertujuan untuk menghisap darah dan mengubah darah menjadi kekuatan. Bisa berupa energi sihir, bisa juga berupa kekuatan baru yang tentunya, belum Zerlicia pelajari.
Ekor succubus... bagian yang cukup berbahaya bagi Zerlicia. Secara, bagian tersebut berisikan seluruh nafsu Zerlicia akan seseorang. Jika ia mulai ter— maka ia mungkin saja menggila. Jadi Zerlicia sangat berhati-hati agar ia tak menggila.
"Ratu iblis, adalah ras iblis tertinggi. Dengan kata lain, ratu iblis mencakup semua kekuatan iblis, begitukah?" Zerlicia bertanya sembari menghadap ke arah cermin, melihat perubahan yang terjadi pada dirinya.
"Tepat."
"Kalau begitu, bagaimana caraku agar aku bisa mengendalikan nafsuku?"
"Menahan diri."
"Katakan sekali lagi."
"Menahan diri."
"AKU MENDENGAR NYA, BRENGSEKK!!!" seketika Zerlicia meneriakki Archela di depan muka nya.
"Hoi!"
"Maaf lah... lagipula, bukankah ini berbahaya? Jika nafsuku tak lagi terbendung bagaimana?" Zerlicia benar-benar khawatir dengan tubuh barunya.
"Ngomong apasih kamu? Bukankah kamu punya Lein dan Hana? Kenapa tidak, kamu menggunakan mereka untuk melampiaskan nafsumu?"
"Hmmm...." tampaknya, Zerlicia merasa setuju dengan ucapan Archela barusan.
"Untuk Hana sih, aku ingin membuatnya menurutiku namun... Lein... dia agak sulit ditaklukkan," begitulah katanya.
"Tenang saja, saat kamu mulai menggila, ia tak akan banyak melawan kok."
"Aku harap... aku takut malah dirinya yang berbalik menyiksaku—"
__ADS_1
"Hahaha."