Creations Isekai

Creations Isekai
Vol. 02 Bab. 33 : Sebelum penyerangan


__ADS_3

Hari yang baru telah datang. Dengan disambut oleh senyum dan tawa bahagia Zerlicia, dirinya memulai hari dengan memeluk perut Hana bagaikan ia sedang memeluk perut anak kucing.


"Anu...?"


"Menyerah saja, Hana..? Kamu tak akan bisa keluar jika ia sudah seperti itu," ucap Archela yang melihat Zerlicia menggila di pagi hari.


"Umm... sebenarnya aku tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut namun, aku penasaran dengan apa yang Zerlicia ucapkan semalam sebelum pada akhirnya, ia membawaku ke tempat seperti ini," ujar Hana yang kebingungan. Wajar saja dia bingung dengan perkataan Zerlicia semalam, secara, jika dilihat dari sudut pandang Hana, ia baru saja bertemu dengan diri Zerlicia.


Mungkin Zerlicia benar-benar telah bertemu dengan nya di dunia yang lain... Itulah kemungkinan yang ia pikirkan, Hana selalu berfikir positif mengenai segala sesuatu yang menimpa dirinya.


Jadi... meskipun semalam dibawa secara brutal oleh Zerlicia ke panti, ia tetap berfikir jika hal tersebut merupakan keputusan yang baik.


"Di dunia lain, kamu budakku dan kita berencana menaklukkan negara Ralley bersama-sama... meskipun, status mu hanya sebagai budakku sih."


"Jadi... apa yang terjadi selanjutnya...?"


"Itu.... tentu saja aku kembali ke masa lalu, bodoh! Awaww, kau imut saat melakukan tingkah bodoh."


"Umm...." Hana tampak seperti ingin sekali melepaskan diri dari dekapan Zerlicia.


"Yah, di sana, adik-adikku telah mati. Tujuanku yang sebenarnya adalah melihat adik-adikku tumbuh dengan bahagia. Dan menaklukkan negara, adalah salah satu cara untuk membuat adik-adikku bahagia hingga mereka tiada."


"...." Hana tak bisa berkata-kata, bukan sebab dirinya sedih mendengar cerita Zerlicia, akan tetapi, Hana tak bisa berkata-kata lagi dikarenakan... ia bingung dengan bagaimana caranya menyikapi apa yang diceritakan oleh Zerlicia.


"Singkatnya, kucingku..."


"Kucing?!" Hana tersentak kaget...


"Benar, kamu kucingku mulai hari ini! Kamu harus selalu menuruti ucapanku! Hana ~"


".....?!" terlihat, Hana yang tampak gelisah karena ucapan Zerlicia tersebut.


"Apapun yang aku ucapkan, kamu harus melaksanakan nya. Jika tidak, aku akan sangat marah, Hana~" bisiknya untuk menakut-nakuti diri Hana.


"...."


Dengan ini, misi penaklukan Hana telah berakhir, kedepannya Zerlicia akan melatih Hana supaya ia menjadi penurut dan tidak mudah untuk memberontak dari diri Zerlicia.


Dan... dengan ini juga, Zerlicia telah benar-benar siap... dengan tujuan utamanya dalam menaklukkan negara Ralley.


"Anu....?"


"Ah, sudah sadar? Maaf, aku semalam telah kasar pada tubuhmu...."


"...." Hana hanya bisa terdiam melihat luka yang membekas di sekujur tubuhnya. Sebagian besar adalah luka gigitan. Terdapat pula luka cakar serta sayatan sayatan tipis yang masih terlihat jelas di tubuhnya.


"Ngomong-ngomong, soal penaklukan negara, apakah dirimu bersungguh-sungguh akan melakukan nya?", lanjut Hana yang menghiraukan tentang kondisi tubuhnya.


"Benar kok. Niatnya hari ini mau menyerang mereka namun, aku masih memerlukan persetujuan dari Seyla."


"Seyla...? Ratu iblis Archela?"


"Benar, karena namanya sulit disebut, jadi aku perjelas sebagai Seyla!"


"...." kali ini Hana benar-benar hanya bisa terdiam sembari menghela nafas panjang akibat ucapan yang diucapkan oleh Zerlicia saat ini.


"Ngomong-ngomong, kamu masih memerlukan persetujuan dari Nona Archela bukan? Jika boleh ku bertanya, apa yang mengharuskan dirimu menerima persetujuan dari beliau?", ucap Hana kembali melihat kedepan.


"Kau, apa ini sifat aslimu? Aku senang saat kamu menjadi seorang yang pemalu di dunia sebelumnya namun, aku rasa, sifat aslimu adalah seorang yang sangat ingin mengetahui rahasia orang lain.."


"Tidak! Bukan seperti itu!!! Maksudku, aku mengerti jika aku hanyalah budak bagi dirimu namun, tetap saja, aku merasa tidak tenang sebelum negara ini benar-benar hancur."


"Kamu tidak bisa tenang...?" Zerlicia meminta penjelasan lebih lanjut mengenai kalimat yang Hana katakan tadi.


"Negara ini sangat mendiskriminasi seorang dari ras yang berbeda. Bagi mereka, kami, vampir, Elf, dwarf, dan lain sebagainya, adalah ras terendah di muka bumi. Bahkan mereka menganggap iblis hanya seperti seekor semut di mata para bangsawan tamak di dalam ibu kota tersebut...."


"Lalu?"


"Lalu... Benar, aku tak bisa tenang lantaran... Aku membawa beban tanggung jawab yang diberikan oleh para rekan seperjuangan ku. Beban tanggung jawab yang bagaimana pun juga.. aku harus menaklukkan negara Ralley ini dan merubahnya menjadi negara yang lebih baik lagi. Supaya ras kami dan ras lain hidup tenang tanpa dituduh sebagai seorang musuh umat manusia."


"Tetapi... pada dasarnya, sesuatu dalam kegelapan akan selalu gelap di mata manusia. Mau sekuat apapun kamu merubahnya, sifat egois manusia lebih besar dari segala perasaan yang dimiliki oleh manusia. Aku setuju jika manusia adalah ras tertinggi di muka bumi ini namun, terkadang mereka menggila hingga menyebabkan berbagai jenis kerusakan di muka bumi ini. Meskipun mereka selalu menutup-nutupi nya di depan manusia lain, tak sedikit terdapat manusia yang sadar akan kesalahan manusia tersebut hingga akhirnya, terjadilah bentrok diantara kedua belah pihak... Dan tentunya, si pemenang adalah si pemegang tahta. Orang biasa tak mungkin bisa mengutarakan kebenaran di depan manusia yang otaknya telah tercuci oleh si pemegang tahta.


"Singkatnya, manusia adalah musuh bagi manusia itu sendiri, contohnya, aku," ucap Zerlicia dengan panjang lebar menjelaskan apa perbedaan yang dimiliki oleh satu manusia dengan manusia yang lainnya.


"Aku tahu itu... maka dari itu, aku membutuhkan kekuatan besar supaya aku sanggup melakukan nya!"


"Aku mengerti kok, Hana. Lagipula, dari awal, mereka telah mengusik keluarga ku. Jadi hari ini, giliran aku yang akan mengusik keluarga mereka... meskipun, kembali ke awal lagi, aku memerlukan persetujuan dari Seyla untuk menggunakan sebagian pasukan militer dunia iblis untuk penyerangan ku kali ini."


"...." Hana kembali terdiam mendengar ucapan Zerlicia yang terdengar begitu indah di telinga runcing nya.


"Apa yang kalian lakukan semalam!?", ketika keluar dari kamar pribadi, Zerlicia langsung dikejutkan dengan keberadaan ibu panti yang tak ia sangka sangka, akan datang ke kamarnya yang tersembunyi dari kamar-kamar lain.


"Yah... itu....?" Zerlicia memalingkan wajahnya, mana mungkin ia mengatakan bahwa dirinya baru saja melakukan hal aneh dengan diri Hana kepada Ibu panti yang selama ini mendidik dirinya.


"Tatap mata lawan bicaramu ketika sedang berbicara!!", bentak Ibu panti di depan Zerlicia yang baru saja membuka pintu kamar.


"Maaf..." meskipun telah dimarahi, Zerlicia tetap tidak menatap mata Ibu panti yang terlihat galak jika dilihat dari sorot matanya.


"Tidak ada kata maaf!! Kemari ikut ibu!!!"


".... Tunggu, kita tak akan pergi ke ruang hukuman bukan?!" tiba-tiba saja Zerlicia tersentak kaget ketika Ibu panti menarik lengannya.


"Kamu pikir?"

__ADS_1


Dengan mendengar jawaban tersebut keluar dari mulut ibu panti, Zerlicia sangat yakin bahwa dirinya tengah diseret menuju ke ruang hukuman oleh Ibu panti yang mendidik dirinya.


"Jangan ruang hukuman!!!"


"Tidak peduli! Kamu telah membuat dosa besar, kamu patut dihukum!"


"Tidak!!! Tolong!!! Kumohon, jangan ke ruang hukuman!!!"


"Diam dan ikut saja!"


"Tidak mau!!! Lagipula, aku bukan lagi anak panti yang polos seperti apa yang kamu ajarkan padaku!!!"


"Hah?!" mendengar ucapan Zerlicia yang tengah menyombongkan dirinya, Ibu panti menatap Zerlicia dengan tatapan tajam agar Zerlicia sadar bahwa ia masih merupakan anak yang diasuh oleh Ibu panti tersebut.


"Maaf!"


"Zerlicia tidak memiliki waktu luang untuk ikut bersamamu ke ruang hukuman..." tiba-tiba saja terdengar suara yang datang entah dari mana. Setelah suara tersebut terdengar oleh keduanya... perlahan, suara tersebut menunjukkan wujudnya di depan Ibu panti yang tengah menyeret Zerlicia ke ruang hukuman.


"Dia telah bersusah payah sampai ke titik yang sekarang ini, jangan kamu jadi seorang ibu yang menghancurkan impian anaknya hanya karena sikap egoismu sebagai seorang ibu yang bertanggung jawab," ucap Archela dengan menundukkan tubuhnya serta mengangkat jubah yang ia kenakan.


"Kamu...?"


"Archela. Mohon maaf jika aku baru memperkenalkan diriku dengan baik..."


"Seorang iblis...."


"Benar, saya iblis, saya lebih iblis dibandingkan iblis iblis lain!!"


"Jadi sudah sejauh ini kamu tersesat, Zerlicia?"


"Hah?!" Zerlicia terkejut, kedatangan Archela bukannya untuk membebaskan Zerlicia dari situasinya sekarang namun... Yang terjadi selanjutnya malah.... Zerlicia semakin dimarahi oleh ibu panti tersebut.


"Ayolah, seperti yang aku bilang, Zerlicia telah bersusah payah untuk sampai ke titiknya sekarang ini. Jika kamu mengacaukan semuanya, mau tak mau aku harus bertindak tegas pada dirimu, aku tak peduli jika kamu merupakan sesosok ibu yang paling Zerlicia banggakan namun, kembali ke awal kata, kamu akan menghancurkan Zerlicia jika kamu tidak melepaskan dia sekarang!"


"....."


"Tidak! Mau bagaimanapun juga, aku ibu sambungnya sekarang ini. Meskipun dari penjelasan mu itu, Zerlicia yang sekarang ini telah berusia 20 tahun, hal tersebut tidak akan merubah fakta bahwa Zerlicia masih merupakan anggota keluarga di panti ini."


"Aku tahu hal itu, akan tetapi...." Archela terdiam sejenak.


"Perlukah aku memperlihatkan padamu, segala sesuatu yang selama ini telah Zerlicia lalui hingga dirinya mencapai titik yang menurutnya, titik tersebut akan membawanya ke masa depan yang indah?" lanjut Archela melengkapi kalimatnya.


Seusai dirinya mengatakan hal tersebut, di sana, Ibu panti tampak tidak percaya dengan apa yang Archela ucapan. Sebaliknya, Zerlicia malah bertanya-tanya, apakah Archela benar-benar mampu melakukan nya ataupun tidak?


"Aku bisa, bodoh. Apa kamu pikir, kekuatan Succubus hanya untuk memanipulasi dari mimpi saja?"


"Ah..." Zerlicia tersadar bahwa kekuatan Succubus dapat digunakan untuk perkara lain selain memeras kehidupan laki-laki. Serta mengendalikan mimpi.


"Jangan egois, aku tahu kamu melakukan apa yang kamu bisa demi masa depan Zerlicia namun... aku juga melakukan hal yang sama. Bedanya, kita berdua berbeda sudut pandang. Aku telah mengalami berbagai perubahan dunia yang diakibatkan oleh kekuatan Zerlicia. Semua itu benar-benar merepotkan kau tahu?" ujar Archela sembari terus mendekat ke arah Ibu panti hingga ia berhasil mendapatkannya.


"Santai saja, aku tidak akan membedah kepalamu."


Setelahnya, Archela kemudian memperlihatkan segala sesuatu yang telah Zerlicia alami. Archela memperlihatkan ingatannya saat menonton petualangan Zerlicia dari bola sihirnya.


Dan di sana, Ibu panti mulai melihat, perjuangan berat yang Zerlicia alami setelah keluar dari pantai. Awalnya semua masih baik-baik saja, namun... saat Zerlicia dijebak oleh pedagang budak, Ibu panti langsung tersentak kebelakang.


"Sampai di titik itu, Zerlicia masih sanggup menanggapinya. Lihatlah masalah yang terjadi setelahnya."


Dari kisah Zerlicia memperbudak Lein, kemudian pertemuan Zerlicia dengan diri Elsa di kota budak, lalu Zerlicia diberi misi menyelamatkan Wayra dengan kekasihnya...


Dan lain sebagainya... semuanya terlihat dengan jelas di dalam ingatan ibu panti yang disinkronkan dengan ingatan Archela.


Semuanya, termasuk saat Zerlicia masuk ke dungeon terlarang. Dan disaat itulah, Zerlicia kalah untuk pertama kalinya.


Waktu Zerlicia bertemu dengan Archela untuk yang pertama kalinya, saat itu... benar-benar mengerikan. Zerlicia kalah dari pertarungan satu lawan satu dengan diri Archela hingga membuat Zerlicia harus ditahan dan disiksa selama setahun tanpa henti.


Diperlakukan bagaikan binatang, Ibu panti yang melihat salah satu anak didiknya diperlakukan seperti seekor binatang, sontak saja marah kemudian memukul tembok di dekatnya.


"Kamu....?"


"Singkatnya seperti apa yang Ibu lihat sendiri. Aku berniat menceritakan semuanya nanti namun, apa boleh buat, selain itu, tolong jangan beritahu Rleas dan yang lain. Aku tak ingin mereka tambah khawatir dengan kondisiku."


"..." Ibu panti tak sanggup membuka mulutnya setelah melihat apa yang Zerlicia alami selama ia berada di alam liar.


"Aku boleh pergi?"


".... Setidaknya, jangan lakukan hal itu di tempat ini. Bagaimana jika anak-anak lain mengetahui nya?"


"...." Ibu panti memaafkan Zerlicia. Meskipun tiba-tiba ibu panti berubah pikiran seperti itu, Zerlicia tidak mau ambil pusing dengan ucapan Ibu panti. Ia langsung pamit untuk pergi ke suatu tempat bersama Archela.


"Kembalilah sebelum matahari terbenam!"


"Akan aku usahakan!!" lalu... Zerlicia melambaikan tangan sembari berjalan ke depan...


"Kau sungguh... dasar egois, tapi, jika aku diberikan kekuatan seperti dirimu, Zerlicia. Aku akan melakukan hal yang sama seperti apa yang kamu perbuat selama ini, Zerlicia. Akan tetapi, aku ditakdirkan untuk mengikuti kemana takdir membawaku...."


"Zerlicia, aku akan terus mendoakan keselamatan mu, meskipun, kamu telah berubah menjadi seorang iblis sekalipun."


****


Pergi keluar, Zerlicia dan Archela bersama-sama pergi ke tempat dimana semua kisah perjalanan mereka dimulai. Dan di sanalah, tempat dimana Zerlicia dan Archela bertemu untuk pertama kalinya.


"Ryspa!!! Aku merindukan dirimu!!!!"

__ADS_1


Ketika mereka sampai di mulut gua dengan menggunakan portal teleportasi, Zerlicia langsung mengajak Archela untuk singgah sejenak di sebuah kota yang terletak tidak jauh dari goa dungeon terlarang.


Dan di sanalah, Ryspa tinggal. Seorang gadis berpenampilan keren di depan mata Zerlicia....


Mungkin gadis itu tidak mengenali Zerlicia karena Zerlicia mengenakan jubah yang menutupi seluruh tubuhnya termasuk, kerudung yang menutupi kepalanya.


Namun, Zerlicia sangat mengenali sesosok bernama Ryspa yang... memperlakukan dirinya dengan baik selama di kota tersebut.


"Anu, Anda siapa? Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?"


"Umu... kamu semakin dewasa ya.... berbeda dengan diriku yang berusia 17 tahun abadi."


"Anu...?"


"Apa kamu tidak mengenali ku? Kita baru saja bertemu satu tahun yang lalu... mungkin aku mengalami beberapa perubahan namun...." Zerlicia mengangkat kerudung yang menutupi wajahnya supaya Ryspa melihat sesosok kawan lama yang mengunjungi dirinya.


"Iblis!!??" sontak, Ryspa menjerit. Jeritanya terdengar hingga ke seluruh penjuru penginapan. Ayah, serta para petualang yang tengah singgah, sontak saja bersiaga lantaran... wujud iblis Zerlicia menakut-nakuti mereka semua.


"Agak jahat menyebutku sebagai seorang iblis. Meskipun beginilah tubuhku sekarang ini, namun, aku tetaplah aku. Apa kamu ingat? Anak kucing yang kamu rawat satu tahun lalu?"


"...?" sepertinya dia melupakannya. Wajar saja, mereka hanya bertemu sehari. Sedangkan Ryspa memiliki banyak sekali kenalan dari berbagai penjuru dunia.


"Izinkan aku memperkenalkan diriku kembali, aku, Zerlicia Namsaka. Aku kesini hanya untuk melepas rindu sekalian mengabari dirimu jika, tujuanku telah tercapai."


"Huh?!" Ryspa sangat terkejut dengan ucapan Zerlicia barusan.


Dirinya terkejut karena sesosok wanita iblis yang ia lihat, adalah seseorang yang sangat ia kenali. Zerlicia adalah seorang yang begitu membekas di ingatan Ryspa... jika, Zerlicia tidak berubah penampilan... Namun, kali ini, Ryspa benar-benar dibuat kebingungan dengan apa yang ia lihat sekarang ini.


Awalnya dia berfikir jika Zerlicia hanya membual ketika mengatakan berniat menggunakan kekuatan Ratu iblis akan tetapi... di depannya sekarang ini, terlihat wujud iblis Zerlicia yang ia dapatkan dari hasil kerja kerasnya selama ini.


"Kamu... serius?"


"Benar. Aku hanya ingin bilang kalau tak lama lagi aku akan menghancurkan Kerajaan Ralley, aku ke tempat ini hanya sekedar ingin mengajak dirimu untuk..."


"Tidak!", langsung dibantah.


"Aku tak ingin bekerja sama dengan dirimu!"


"Huh?" kenapa dia langsung menolak dengan keras? Kenapa dia tidak menunggu Zerlicia menyelesaikan kalimatnya? Kenapa dia... kenapa dia....


Zerlicia bertanya-tanya tentang kenapa Ryspa seketika menolak tawaran Zerlicia yang hendak mengajaknya bergabung karena Ryspa merupakan salah seorang yang membantunya di kota tersebut.


Tentu saja, tak hanya Ryspa. Semua orang yang membantu Zerlicia di kota tersebut, juga hendak diajak Zerlicia masuk ke aliansi dengan keuntungan bagi mereka... mereka akan aman damai jika bergabung dengan Zerlicia.


Akan tetapi....


"Ahhahhh, kamu serius?" dengan mendesah, Zerlicia mempertanyakan pertanyaan yang sama sekali lagi kepada Ryspa.


"Kamu pikir...?"


"Iya-iya aku tahu. Aku sekarang ini telah menjadi iblis. Dan bagi manusia normal seperti mu, bergabung dengan iblis sama halnya mendekatkan diri ke jurang penuh siksaan. Akan tetapi..."


"Apa?!"


"Bagaimana jika iblis tersebut berniat menyelamatkan dunia?"


"Hah? Iblis menyelamatkan dunia? Dongeng bodoh apa yang sedang kamu buat?!"


"Tidak tidak tidak, itu bukanlah sebuah dongeng. Lebih tepatnya, aku berniat menghapus kesenjangan sosial yang terjadi serta, tindakan rasisme yang melekat di dalam jiwa manusia," ujar Zerlicia.


"Dan tentunya, untuk mewujudkan mimpi besarku tersebut, aku memerlukan kekuatan hebat yang mampu menjunjung dunia dan seisinya."


"...kau...?"


"Lupakan, aku kehilangan ketertarikan ku pada dirimu. Awalnya aku berniat melepas rindu dengan mu namun, kamu... aku hanya akan mengatakan satu hal. Jika kita bertemu lagi nantinya, pastikan kamu mau bergabung denganku."


"Sampai mati... aku tak akan menapaki jalan yang kau tempuh!"


Begitulah ucapnya, kemudian Zerlicia pamit pergi ke dungeon terlarang untuk membebaskan para monster yang terkurung di dalam sana.


"Manusia memang seperti itu~. Mereka harus berbohong supaya tidak dikucilkan manusia lain.... hahaha, sungguh lucu."


"Diamlah, Seyla! Mungkin bagimu lucu tapi bagiku... ini menyakitkan, aku ingin dia menjadi kakak ku lagi."


"Bukankah kamu sudah punya Wayra, Lein, dan diriku?"


"Memangnya kamu pernah bersikap sebagai seorang Kakak di depanku?"


"Hoihoi, memangnya kamu tidak menyadarinya? Jika aku tidak menganggap mu sebagai saudaraku, mana mungkin aku membantumu."


"Hilih, aku yakin kamu pasti memiliki rencana lain.."


"Jangan berburuk sangka seperti itu dong~."


Sebuah percakapan singkat yang mereka bahas sebelum pada akhirnya, mereka berdua membebaskan setengah pasukan iblis yang terkurung di dalam dungeon.


"Ingat, Seyla, kita harus menangkap Ratu dan putri-putri nya... serta berbagai wanita lain yang ada."


"Aku tahu, aku pikir kamu polos namun, kamu telah berubah menjadi seorang succubus ahli."


"Diamlah! Aku melakukan ini demi dirimu! Kita harus memperbanyak produksi pasukan iblis kamu tahu?"


"Iya-iya, dimengerti."

__ADS_1


__ADS_2