
Sampai di penginapan yang berada di sebuah kota yang tidak jauh dari kekaisaran Resfl, Layha yang membawa seorang pria bersamanya, kini kebingungan dengan siapa identitas pria tersebut.
Pria yang tampak seperti baru berusia 20 tahunan, kini terbaring pingsan di tempat tidur di dalam penginapan yang ia sewa.
"Hei, bisakah aku menyerahkan semuanya pada dirimu? Sejujurnya, aku masih belum ada niatan untuk berkeluarga," ucap Layha sembari merawat pria tersebut yang terbaring lemah di atas termpat tidur.
<"Jika itu bukan dirimu langsung, maka itu percuma! Baru kali ini aku menemukan harta karun sebesar dirimu. Jadi, jika sampai aku kehilangan dirimu, maka aku dapat menggunakan keturunanmu,"> jawab Archela yang mulai mengatakan niat aslinya.
"Aah, terserah dirimu. Aku tidak ingin ambil pusing! Tetapi, bisakah kamu bertindak sedikit lebih lembut ke keturunanku nantinya? Secara aku adalah tubuh utamamu saat ini, sudah dapat dipastikan jika aku bisa melihat perkembangan keturunan ku. Jadi...."
<"Aku tahu itu, dasar, kamu sangat protektif ya?">
"Ibu mana yang memperbolehkan anaknya diperlakukan buruk oleh orang lain?"
<"Didengar dari ucapanmu itu, tampaknya kamu tidak terlalu memikirkan tentang perjodohan ini. Benar?">
"Yah... Kalau dipikir-pikir lagi, aku seharusnya telah berusia 40 tahunan. Dan selama itu, aku masih belum mendapatkan pasangan. Jika aku masih bertumbuh hingga aku berkeriput maka, aku akan terus menjadi perawan hingga aku tua!"
<"Tetapi, bukankah kamu, sudah tidak perawan?">
"Aku tahu itu...." Layha sontak merenungkan kembali ucapan Archela kepada dirinya.
<"Ayolah, jangan murung seperti itu.">
"Aku tahu, tetapi, ini pertama kalinya aku memiliki hubungan asmara dengan seorang pria. Aku takut aku mengacaukan semuanya," ucap Layha menghentikan gerakannya.
Dirinya tengah merawat luka yang dialami oleh pria tersebut, baik luka luar, maupun luka dalam. Layha terus berusaha menyembuhkan pria tersebut dengan tangannya sendiri sesuai dengan apa yang Archela perintahkan.
<"Hubungan antar manusia itu mudah rusak. Baik itu dirusak, maupun rusak dengan sendirinya. Akan tetapi, itu bukan berarti manusia tidak diperbolehkan untuk memiliki hubungan dengan manusia lain. Namun, memang benar, mempertahankan hubungan antar sesama manusia, lebih sulit dari pada menaklukkan mereka secara langsung,"> ujar Archela.
"Iya-iya, aku tahu itu. Dari pada itu, aku dan kamu pada akhirnya dapat bergantian tanpa menunggu waktu, benar?"
<"Iya, caranya cukup mudah, hanya dengan mendorong kesadaran mu masuk ke dalam ruang hampa ini, maka otomatis aku akan mengambil alih tubuhmu. Begitu pula dengan diriku.">
"Begitukah?"
Dan hari ini, diakhiri dengan diri Layha yang tidur di lantai penginapan dengan hanya beralaskan baju yang ia kenakan.
__ADS_1
Saat fajar tiba, pria tersebut bangun dan sempat bertanya-tanya tentang dimana dirinya. Namun, tak lama kemudian, Layha ikut terbangun dari tidurnya setelah pria tersebut bangun.
"Iblis?!"
Saat melihat tanduk Layha yang menjulang tinggi, pria tersebut sontak berdiri serta bersiap siaga untuk melancarkan sebuah serangan.
"Woi woi, santai dulu Mas bro!", sontak, Layha yang baru saja terbangun, merasa takut dan mencoba menahan pria tersebut supaya tidak menyerangnya.
"Ugh..."
"Makanya, jangan banyak bergerak setelah kamu siuman!" ucap Layha kemudian dirinya mencoba untuk membuat pria tersebut berbaring di atas tempat tidur nya kembali.
"Siapa... kamu? Kamu tampak seorang seorang iblis namun, sifatmu sangat bertentangan dengan sifat seorang iblis. Dan juga, auramu adalah aura manusia," ucap pria tersebut.
"Bukankah aku sudah memperkenalkan diri saat kita pertama kali bertemu? Aku kecewa karena kamu dengan mudahnya melupakan diriku," ucap Layha sembari mengecek kondisi pria tersebut.
"Ah maaf, yang aku ingat hanyalah disaat..... Ah, kamu yang membebaskan ku dari kutukan?!" dia berteriak seraya berdiri kembali hingga tindakannya mengejutkan diri Layha yang tengah merawatnya.
"Kenalanmu menyuruhku membebaskan dirimu. Selain itu, bisa tidak kamu lebih peka terhadap kondisi tubuhmu sekarang ini?!" ucap Layha yang kemudian menidurkan kembali pria tersebut.
"Kenalan?"
"Archela?!" dia kembali berdiri.
"Dibilang!!!" karena kesal lantaran pria tersebut tidak menuruti perkataannya, Layha pun membanting pria tersebut dengan paksa hingga dia meringis kesakitan.
"Iblis itu sekarang berada di dalam tubuhku. Katanya kekuatannya masih tersegel namun, bagiku, mau itu tersegel maupun tidak, Archela adalah sesosok makhluk yang mengerikan jika dilepas liarkan."
"Dia... berada di dalam tubuhmu?"
"Ya, dia juga yang menyuruhku untuk membebaskan dirimu kemudian menjalin hubungan asmara dengan dirimu," ucap Layha.
"...?"
"Sejujurnya aku juga bingung. Aku belum berniat untuk berkeluarga dengan sesiapapun. Tiba-tiba disuruh mencari pasangan, aku ragu jika aku bisa melakukan nya dengan baik," ucap Layha yang mulai berdiri, "Aku akan mengambilkan dirimu minuman. Jangan kabur!" ucapnya setelah Layha selesai memeriksa pria tersebut.
"Dengan kata lain, Archela ingin kamu dan aku berkeluarga? Hufh, iblis itu.... aku yakin dia hanya menginginkan keturunan kita. Dia mungkin melihat secarik harapan dimana dia akan terbebas sepenuhnya suatu hari nanti. Yah meskipun begitu.... Aku sudah tidak peduli lagi dengan manusia-manusia di dunia ini," ucap pria tersebut.
__ADS_1
"Tenang saja, aku sudah bilang pada dirinya untuk memperlakukan keturunanku dengan baik."
"Memangnya dia bisa dipercaya?"
"Itu merepotkan..."
"Yah, baiklah baiklah.... aku lelah menghabiskan masa muda ku hanya untuk melindungi manusia. Mungkin, aku butuh...."
"Iya-iya, aku tegaskan sekali lagi, ini karena perintah dari Archela. Jika bukan karena dirinya, aku tidak ingin berkeluarga sampai akhir hayatku!"
"Hah, jangan jahat begitu dong."
"Jangan merayuku, percuma saja kamu melakukan hal tersebut. Dasar sampah!"
"Apa kau bilang?!" pria tersebut sontak berteriak kencang.
"Bukan apa-apa, aku hanya kesal dengan masa laluku!"
"Kalau begitu, jangan dilampiaskan ke diriku!"
"Persetan, hanya ada dirimu di sini."
"Brengsek!"
"Diamlah, setelah kamu merasa lebih baik, aku akan memberimu kesempatan untuk meraih hatiku. Jika kamu tidak bisa menaklukkan perasaanku dalam kurun waktu sebulan maka, hubungan kita hanya sebatas membuat anak!"
"Hei.... kamu ini memang suka begituan atau?" pria tersebut merasa canggung setelah Layha mengatakan hal tersebut.
"Ini perintah dari Archela! Jika bukan karena dia, aku tak sudi melakukan nya dengan pria manapun!" bentak Layha dengan wajah memerah.
"Iya-iya, karena perintahnya ya? Aku tahu kok. Ngomong-ngomong, aku Azn. Sebenarnya itu bukanlah nama asliku namun, orang-orang dulu memanggil ku dengan nama itu."
"Akan aku katakan hal ini sekali lagi, namaku, Layha Namsaka, jika sampai kamu melupakan diriku lagi, hubungan kita langsung berakhir!"
".... jadi kamu marah karena hal itu?"
"Berisik!"
__ADS_1
Dan begitulah, awal kisah cinta mereka.