
Akhir-akhir ini, aku merasa jika Rleas semakin tidak menganggap ku sebagai seorang Kakak lagi. Bukan berarti dia mulai ada rasa padaku namun...
Yang aku maksudkan adalah... dia semakin menjadi-jadi dalam berbuat tindakan tak senonoh kepadaku! Sialan, dari mana dia belajar semua hal itu? Terlebih, semakin aku melatih dia, semakin tak tahu diri juga dirinya.
Aarghhhh, ini membuatku bingung! Di sisi lain, tak lama lagi penyerangan akan terjadi. Dan di sisi lain juga.... Rleas membuatku kesal.
Aku bingung harus menanggapi yang mana terlebih dahulu. Aku takut Rleas semakin menjadi-jadi, meskipun begitu, aku tak dapat menghiraukan penyerangan yang akan terjadi tak lama lagi.
Aku ingin sekali menghentikan pelatihannya dan menghukum Rleas namun... dia akan berguna nanti ketika terjadinya penyerangan.
Mau tak mau aku harus menahannya?
"Hentikan!!!! Apa maumu?!" saat aku mandi, tiba-tiba saja aku melihat sebuah sorot mata yang tengah menatap ke arahku. Seketika aku langsung menghampirinya meskipun harus menghancurkan bangunan panti.
"Bodoh, tubuhmu!!!?", heh, kenapa malah malu-malu begitu? Bukankah ini yang kamu inginkan?
"Kenapa kamu mengintip?"
"Kenapa...? Aku hanya... takut.... jika Kakak berubah menjadi seorang iblis yang jelek."
"...."
"Apa maksudmu?" Apa maksudnya? Dia takut jika aku menjadi seorang Iblis yang jelek? Apa mungkin, dia takut aku berubah menjadi iblis seperti yang ada di dongeng?
"Jangan bohong, kamu mulai nakal ya, Rleas?!"
"...."
"... yah terserah, lakukan sesukamu. Besok kita tak akan bisa bersenang-senang seperti ini lagi."
"Apa maksudmu, Kak?"
"Rahasia, besok kamu akan mengetahuinya. Sekarang, mau mandi bareng atau tolong carikan sesuatu untuk menutup tembok yang rubuh ini?" sesaat setelah aku mengatakan hal itu, Rleas langsung berlari entah kemana.
Dia mengambil sebuah papan besar lalu ia tutupkan ke bagian tembok yang hancur itu.
***
"Wayra~"
"Apa, Zerlicia?"
__ADS_1
"Hehe, terus belai aku!"
"Duh, kamu bukanlah anak kecil lagi kau tahu?"
"Bodo'amat, aku suka kamu."
"Iya iya."
"Ngomong-ngomong Wayra, bisa tidak kamu berjanji jika kamu tidak akan mengkhianati ku, Wayra?"
"Kenapa tiba-tiba? Yah, mana mungkin aku mengkhianati kamu, Zerlicia."
Bohong... aku telah mendengar ucapan itu di dunia sebelumnya. Aku yakin dia akan berkhianat tak lama lagi, maka dari itu, aku menyuruh Seyla untuk mengawasi Wayra. Tentunya itu tidak gratis dan aku harus mengorbankan tubuhku lagi untuk menyewa jasa Seyla.
Ugh, serius, membiarkan tubuhku disentuh oleh Seyla, membuatku merasa aneh. Sebenarnya, jika aku terus melakukan hal ini, bisa-bisa aku punya ketertarikan pada hal yang bertentangan....
Sebenarnya tanda-tandanya telah muncul sih, cuman... aku tak mau ambil pusing. Sekian.
"Sudah dimulai..."
Seperti yang terjadi sebelumnya, mereka menyerang dari dua sisi yang berlawanan. Di sinilah, aku kehilangan semuanya karena kelengahanku.
Meskipun begitu, siapa sih aku? Aku hanyalah orang bodoh yang sengaja mengulangi tindakan yang sama meskipun aku tahu, ini buruk.
Ah, ini seperti aku menyukainya saja ya? Padahal kami sesama perempuan tapi, hati ini tidak ingin berpisah dengannya. Entah dalam hubungan kekeluargaan, ataupun hubungan yang lain, yang jelas... aku sangat takut jika semua yang aku lakukan, tidak ada gunanya lagi... dan lagi.
"Seyla?"
"Oh... cewek ini barusan banyak tingkah jadi, aku ikat."
"....." daripada aku memikirkan tentang kenapa semua tidak berubah... lebih baik... aku cari tahu sendiri. Apa yang terjadi pada diri Wayra sampai ucapannya, sangat berbeda dengan tindakannya.
Setelah aku sampai di sisi lain panti, aku melihat, para pasukan yang telah tidak bernyawa, berserakan dimana-mana. Dan juga, aku juga melihat, sesosok diri Wayra yang terikat terbalik dengan tangan yang berada di belakang.
"Kenapa kamu berbohong?!"
"Zerlicia, dengarkan aku!!! Aku dijebak!!!"
"Hmm..."
"Tiba-tiba saja dia menyerangku... Zerlicia, lepaskan aku!!!!" dia merengek, ekspresi nya kali ini serius menunjukkan bahwa dirinya ingin sekali terlepas dari ikatan yang mengikatnya tersebut. Akan tetapi...
__ADS_1
"Hei... katanya kamu tidak akan pernah mengkhianati ku... "
"Zerlicia?" kenapa dengan wajah bodohnya itu? Dia memasang ekspresi melas di depan mataku... aku tak akan tertipu lagi olehnya.
"Katakan padaku... kenapa kamu mengkhianati ku?"
"Apa yang kamu maksudkan?" pura-pura bodoh lagi, ya?
"Seyla, apa kamu melihat tanda-tanda yang mengatakan bahwa Wayra telah dicuci otaknya?" aku bertanya kepada diri Seyla yang melihat sendiri, tentang bagaimana cara Wayra berkhianat.
"Bayarannya tidaklah murah loh, Zerlicia."
"Kumohon...." lagi-lagi... ugh, dia pasti akan membuatku gila sebentar lagi. Yah, yang terpenting, Wayra kembali sadar dengan jati dirinya sendiri.
"Yah, baiklah, jika kamu memaksa. Akan aku patahkan semuanya."
"Jadi otaknya benar-benar telah tercuci?"
"Yah, bisa dibilang... aku tak bisa terus-terusan membiarkan kamu kembali ke masa lalu dengan leluasa jadi, akan aku akhiri di sini, sekarang ini juga."
Begitulah ucapnya...
Ia terus melakukan sesuatu kepada diri Wayra... kau tahu? Sejujurnya aku tak ingin melihat mereka berdua. Akan tetapi, hal ini diperlukan supaya aku tak lagi menjadi seorang yang naif dan memiliki tak lagi memiliki rasa belas kasih kepada seseorang.
Meskipun, hal ini membangkitkan kekuatan Succubus ku.
"Kekuatan besar ... " Rleas menyela disaat aku sedang fokus melihat apa yang dilakukan oleh Seyla ke diri Wayra.
"Ah ya, dia Ratu iblis, Archela. Orang ini membantuku mendapatkan kekuatan besar ini."
"Hah?!" kenapa dia begitu terkejut?
"Aku tahu Kakak berubah menjadi iblis namun... itu karena bantuan Ratu iblis?! Kak, sekuat apa dirimu sekarang ini?!"
".... Aku tidak begitu memahaminya. Yang jelas, aku rasa, kekuatanku setara dengan kekuatan Archela."
".....?!" seriusan, kenapa dia begitu terkejut? Saat aku mengatakan bahwa kekuatan ku setara dengan Sang Ratu Iblis, dia langsung tercengang dan tak lama kemudian, dia terlihat seakan-akan tengah memikirkan sesuatu.
"Bagaimana bisa aku mengalahkan dirimu?!"
"Ah..." aku lupa.. dulu aku pernah berjanji padanya. Jika ia berkembang lebih kuat dari sebelum-sebelumnya, minimal bisa menjatuhkan diriku... maka, aku akan membawanya berpetualang.
__ADS_1
... aku jadi tidak enak dengan dirinya, Rleas, jangan marah ya!