Creations Isekai

Creations Isekai
Vol. 02 Bab. 37 : Adikku butuh pacar... sepertinya ?


__ADS_3

Melempar kepala Zerlicia yang telah terpisah dari badannya ke tanah, Fristca, tersenyum lebar tanpa mengetahui jika dirinya belum benar-benar menang sepenuhnya dari Zerlicia.


Di masa yang sekarang, Fristca belum mengetahui tentang keabadian Zerlicia, ia juga tidak pernah mempelajari tentang Ratu iblis secara mendalam. Yang ia tahu, Ratu iblis, kini telah tersegel. Yang sekarang ini tengah berkeliaran di luaran sana, adalah Ratu iblis yang kehilangan sebagian besar kekuatannya karena tersegel oleh pahlawan dari berabad-abad lalu. Bahkan, sebelum Kerajaan Ralley terbentuk, Ratu iblis telah tersegel sejak awal mula peradaban baru umat manusia.


Hanya disitu saja, pengetahuan yang Fristca pelajari dari seorang Ratu iblis. Meskipun mengetahui banyaknya ras vampir di dunia ini, Fristca, tidak menyadari tentang keabadian Zerlicia lantaran setahu dirinya, Zerlicia hanya berubah menjadi seorang iblis. Tidak lebih.


"Jadi, apa maksudmu tentang keturunan asli yang hendak merebut kembali tahta kerajaan Ralley?", ucap Zerlicia setelah kepalanya terbentuk kembali.


"Kau... bagaimana bisa?!" dengan amat tercengang, Fristca gemetaran setelah melihat Zerlicia berdiri tegak bagaikan tidak terjadi apa-apa terhadap tubuhnya. Bahkan, tidak terlihat sedikitpun bekas sayatan diberbagai bagian tubuh Zerlicia, termasuk, leher yang baru saja ditebas oleh Fristca.


"Jawab saja, aku akan meringankan hukumanmu nantinya... mungkin. Jadi, tolong jawab pertanyaan ku," dengan santainya, Zerlicia perlahan mendekati Fristca yang terdiam mematung di depannya.


"Brengsek!!" karena takut dengan apa yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri, Fristca, menebas berbagai bagian tubuh Zerlicia secara brutal untuk mengetahui apa yang tengah terjadi sebenarnya.


"Percuma saja, kamu hanya buang-buang tenaga dengan menebasku menggunakan pedang bodohmu itu," ucap Zerlicia dengan wajah datar menyikapi, tangan dan kakinya yang terputus dari tubuh aslinya.


"Hah?!"


"Aku bilang, percuma saja! AaAh, aku jadi bosan setelah kamu menggila. Mungkin kita akhiri di sini saja ya?" sesaat setelah Zerlicia mengatakan hal tersebut, Zerlicia seketika menangkap Fristca kemudian membuatnya pingsan supaya mudah untuk dibawa ke markas persembunyian Zerlicia.


"Tung—"


Dengan memikul tubuh Fristca, Zerlicia berjalan ke sebuah batu yang tadinya ia gunakan untuk bersembunyi bersama dengan Archela.


"Yahoo... bagaimana pertarunganmu?" dengan senyum mengejek, Archela bertanya kepada Zerlicia tentang bagaimana rasa dari pertarungannya melawan Tuan putri Kerajaan Ralley.


"Rasanya, terlalu mudah.... dengan kekuatan iblis ini, manusia biasa bukanlah tandingan ku."


"Hah, kamu mulai mempelajari tentang bagaimana caranya menyombongkan dirimu sendiri, Zerlicia?" ucap Archela mengejek Zerlicia yang baru saja kembali dari pertarungan mengerikan tersebut.


"Tetapi Zerlicia, di dunia ini, tak hanya terdapat ras manusia seperti garis keturunanmu sebelum dirimu menjadi iblis sepenuhnya."


"Aku tahu itu..."


"Benar, ras Elf, Dwarf atau kurcaci, Iceman, Dragon, Iblis, bahkan dewa sekalipun... masih banyak ras selain manusia yang menempati dunia ini, dan juga, meskipun iblis berada di tingkat tinggi, mereka masih memiliki seorang musuh kamu tahu?"


"Hmm, aku akan memikirkannya nanti. Sekarang, mau kita apakan dirinya?" ucap Zerlicia yang mengalihkan pembicaraan lantaran dirinya tidak ingin ambil pusing dengan kejadian yang akan datang.


Untuk sekarang, Zerlicia ingin menyelesaikan urusannya tak kunjung usai terlebih dahulu sebelum pada akhirnya, dirinya memulai permasalahan baru.


"Bukankah kamu berjanji akan membuatnya menjadi bahan produksi pasukan iblis?" jawab Archela dengan senyum serta mengecek bagaimana kondisi Fristca.


"Akan tetapi, rasanya sayang jika dia hanya menjadi budak produksi pasukan. Wajahnya yang cantik, tubuhnya yang seksi, aku ingin membuatnya menderita~" Archela mulai menggila kembali.


"Woi."


"Maaf, Zerlicia. Aku tidak tahan melihat gadis secantik ini. Ketika aku melihat gadis cantik, aku selalu ingin menghancurkan mentalnya hingga dia tidak lebih dari seekor babi~" mulai, pada dasarnya, Archela seorang iblis murni. Tak heran jika sikapnya seperti itu.


"Mungkin kamu ada benarnya, secara, dia telah mengusikku selama ini, ibu nya saja yang menjadi budak produksi," ucap Zerlicia.


"Hoihoi, iblis juga bisa pilah-pilih makanan tahu."


"Ayolah, lubang tetaplah lubang."


"Kamu ini... " ucap Archela dengan senyum bahagia. Dirinya merasa senang karena kini, Zerlicia telah selangkah untuk selalu berada di sampingnya.


"Lalu, sedikit perempuan dari ibu kota, perintahkan pasukanmu untuk menangkap perempuan yang ada!"


"Baiklah~"


Dengan ini, Kerajaan Ralley telah sepenuhnya hancur....


***Tunggu, secepat ini?!


Aku pikir kita memerlukan waktu dua sampai tiga hari namun, hanya dalam waktu setengah hari, kita mampu menaklukkan sebuah negara? Seriusan?!


Kalau tahu aku mampu membalaskan dendam ku secepat ini, maka sudah dari dulu aku bersedia terikat kontrak dengan Ratu iblis.


Rasanya, kurang memuaskan. Aku berlatih mati-matian untuk momen seperti ini namun, dengan kekuatan Ratu iblis, hanya dalam hitungan jam, sebuah kerajaan runtuh. Benar-benar mengerikan...


Kami membawa Fristca kembali ke dungeon terlarang. Begitupula dengan beberapa wanita dari ibu kota kerjaan Ralley juga kami bawa ke dungeon untuk di tempatkan ke kandang pasukan iblis dan membiarkan mereka bersenang-senang. Hanya Fristca saja yang belum kami tempatkan sebagai bahan produksi pasukan.


Seyla bilang, dia tertarik untuk menyiksa Fristca. Aku juga tidak bisa menolaknya, selain itu, aku jadi lega karena tempatku digantikan oleh Fristca. Huh... lebih baik aku merencakan berbagai hal yang harus aku lakukan setelah hancurnya kerajaan Ralley.

__ADS_1


Jika dilihat dari sudut pandang mereka, cara kami memporak-porandakan ibu kota, terlihat sangat keji bagi mereka. Namun, bagiku, rasanya seperti ada sesuatu yang kurang. Aku tidak merasa puas dengan apa yang aku capai. Rasanya, seperti hambar. Rasanya seperti menggunakan cheat dalam game yang seharusnya tidak aku gunakan agar aku bersenang-senang membangkitkan karakterku namun... apalah daya, jika tanpa kekuatan Ratu iblis, aku tak mungkin membalaskan dendam ku ke negara Ralley.


"Jadi, Zerlicia! Aku punya ide!" dengan sangat bersemangat, Seyla menghampiri ku dengan senyum yang mengerikan terpampang jelas di wajahnya.


Mungkin bagi sebagian orang, itu adalah senyuman dari seorang yang tengah menginginkan sesuatu namun bagiku... senyum Archela saat ini, menunjukkan bahwa dirinya hendak menyiksaku.


Aku sangat hafal dengan tingkah lakunya. Jika tidak menyiksaku, dia akan memainkan tubuhku tanpa peduli aku mengizinkan atau tidak.


Terkadang dia menggigit leherku tanpa izin, aku sering dibuat kaget oleh nya karena tingkah lakunya yang seperti itu. Dan saat ini... dia....


"Hukuman yang cocok untuk Tuan putri kerajaan Ralley adalah, dihamili oleh seorang yang paling ia benci."


"Huh?" apa maksudnya, kedengarannya cukup menarik namun, memangnya dia tahu tentang siapa orang yang Fristca benci selain diriku?


"Mari tambahkan...."


"Tunggu.. tunggu tunggu sebentar!!!! Kamu, jangan bilang kamu berniat....?!" apa yang hendak dia lakukan? Apa dia bodoh?!


"Jangan bertingkah sok polos, kamu pernah bercumbu dengan banyak orang maupun iblis."


"Itu berbeda!!! Di sana simulasi, dan di sini dunia nyata! Ini sangat berbeda! Selain itu, kamu berniat menambahkan p... Belalai* di tubuhku?!"


"Ayolah ayolah, sejatinya, tubuh seorang iblis murni itu tidak memiliki kelamin."


"Tapi aku setengah manusia!"


"Bukankah aku sudah bilang jika kamu seorang iblis murni mulai dari sekarang?"


Kuh... sial, aku tak bisa membantah lagi. Selain itu, aku terpojok! Mau tak mau aku harus terus mencoba menahan niat buruk Seyla. Jika tidak aku lakukan... otomatis kesehatan mentalku akan memburuk!


Disuruh jadi laki-laki semalam itu... memangnya ada seorang wanita yang berani dibayar hanya untuk memiliki kelamin pria?!


Tidak ada!!!


"Seyla, aku mohon... apapun selain itu. Aku tidak ingin otakku konslet...."


"Ayolah, kamu hanya perlu melakukan seperti yang kamu pelajari sewaktu membangkitkan tubuh iblismu."


"Santai saja, kamu tak selamanya memiliki benda itu kok. Kamu bisa menambah bahkan mengurangi anggota tubuhmu secara bebas. Jadi, mari lakukan, Zerlicia?"


"Tetapi... aku, seorang wanita...."


"Lupakan kelaminmu, kini kamu seorang iblis!"


"...."


"Akan aku arahkan," enggak, aku nggak mau!


Kuh, saat aku hendak kabur dengan portal teleportasi, Seyla dengan sigap langsung mengikatku dengan sihir ghoibnya. Dia kemudian membawaku ke dekat Fristca yang masih belum sadarkan diri di sana.


Ayolah...


"Hah?!" yups, itu ekspresi yang bagus, aku juga membuat ekspresi yang sama disaat Seyla mulai memaksaku, Fristca.


"Apa yang kau lakukan?! Cabut itu, bodoh!!"


"Maaf, aku ingin segera beristirahat ~"


"Tidak!!!!"


*Maaf Tuan putri, aku tahu kamu kehilangan harga dirimu setelah kejadian ini namun, aku ingin Seyla tak menyiksaku seharian ini.


Jadi, mohon maaf. Tetapi, seharusnya kamu bersyukur karena kami tidak mengirim kamu ke tempat produksi.


****


Dua bulan berlalu, kini Fristca mulai memberi tanda-tanda bahwa dirinya telah hamil. Aku jadi bingung harus senang atau tidak karena sejatinya, aku seorang wanita tulen! Seharusnya aku yang dihamili, bukannya malah menghamili. Dasar iblis, aku jadi kehilangan statusku sebagai wanita karena mu, Seyla!!


"Kakak!!!"


Banyak yang terjadi setelah hancurnya kerajaan Ralley. Aku mengambil alih tahta kerajaan Ralley dengan sebagian besar rakyat yang sengaja aku tinggal di sana. Mereka yang menetap, kebanyakan adalah seorang yang menganut ramalan tentang diriku. Aku telah mempelajari banyak tentang sejarah kerajaan Ralley namun, ujungnya tetap buntu. Fristca tetap bersikeras untuk tidak membuka mulutnya. Jadi aku kesulitan untuk mencari tahu tentang maksud Fristca hari itu.


"Keturunan asli yang hendak merebut kembali tahta?" sebenarnya apa itu?

__ADS_1


Ah ngomong-ngomong, Rleas di sini, tampak lebih buruk dari yang sebelumnya. Padahal tubuhnya telah lebih dewasa dan tinggi dibandingkan tubuhku namun, sifatnya masih tetap kekanak-kanakan, dia memelukku dari belakang di saat aku menatap ke luar dari balkon lantai atas istana kerajaan Ralley.


Aku terkejut dengan pelukannya. Tak hanya itu, terkadang aku merasa malu disaat dia mulai memanjakan diriku. Sebenarnya, aku bingung dengan tingkah lakunya akhir-akhir ini.


"Apa?"


"Kamu suka?" langsung memasangkan dari belakang, Rleas memasangkan kalung ke leherku sesaat setelah aku menanyakan niatnya menemuiku.


"Kalung ya? Sudah sangat lama sejak terakhir kalinya aku memakai kalung. Jadi, kenapa kamu membeli ini untukku?" aku tidak pernah sekalipun meminta atau bahkan menunjukkan keinginan ku ke seseorang, apalagi kepada diri Rleas yang merupakan adik pertamaku.


"Aku membelinya dari upahku sebagai seorang petualang ~"


"Hah?! Kamu berpetualang?! Bukankah sudah aku bilang kalau kamu itu—" disaat aku hendak memarahi Rleas, anak itu... menahan mulutku dengan jari telunjuk nya. Ini memalukan, aku tak tahu apa yang tengah terjadi, terkadang, jantungku berdetak kencang ketika berada di dekatnya.


"Aku sudah besar, Kak. Aku bukan lagi anak lemah yang kamu pungut dari kota."


"Oi, jangan sesekali kamu merendahkan dirimu sendiri. Mau bagaimana pun, apapun itu, aku menyayangi kalian sebagai seorang Kakak."


"Begitukah? Kalau begitu, akan aku buat Kakak lebih menyayangi ku."


"...." apa maksudnya? Dia mengatakan itu dengan tersenyum lebar..


"Fufufu, sibuk bermesraan dengan adik kesayanganmu, Zerlicia?" tiba-tiba saja muncul dari balik portal teleportasi, Seyla, sepertinya berniat untuk mengejek diriku?


"Aku tidak bermesra mesraan!"


"Haha, kamu Kakak yang buruk."


Sungguh, kenapa dia datang ke sini? Apa dia hanya datang untuk menghinaku sepeti biasanya?


"Rleas, sebaiknya kamu lebih keras dalam memperjuangkan tujuanmu."


"Hmm, sebenarnya tidak masalah menunggu Kakak sadar sendiri namun... sesuai perintah Anda, Ratu ~" setelah menjawab perkataan Seyla yang aku tidak tahu maksudnya, Rleas langsung pergi ke suatu tempat.


"Jangan berpetualang lagi!"


"Aku tidak mendengarnya~" saat aku melarangnya untuk mencari uang dengan cara berpetualang, dia sontak meletakkan kedua tangannya di samping telinganya.


Anak itu... dia tumbuh secara misterius.


"Apa kamu puas dengan pencapaian mu kali ini?" Seyla bertanya kepada diriku tentang apakah aku puas dengan pencapaian ini... jawabannya adalah...


"Ya, namun juga tidak. Aku merasa aneh, kekuatan ini terasa begitu besar. Rasanya, menghancurkan suatu negara kini bagaikan melempar vas bunga ke lantai dengan keras...."


"Hahaha, itu sudah pasti. Mengingat dirimu yang awalnya seorang gadis manusia biasa, sekarang kamu telah menjadi seorang iblis tingkat tinggi seperti ku. Tentu saja kehidupan mu berubah pesat. Akan tetapi...."


"Aku tahu maksud mu, Seyla." Benar, semakin kuat aku, semakin susah juga musuh yang akan aku hadapi selanjutnya. Menjadi kuat hanya akan menambah musuh. Akan tetapi, jika aku tidak mengusik mereka terlebih dahulu, maka aku dapat hidup dengan tenang. Namun...


Hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada ras dengan kekuatan yang tak aku duga, datang untuk mengacaukan keluargaku. Aku harus mulai menyiapkan berbagai langkah kalau-kalau mereka datang untuk menghancurkan ku.


"Yah begitulah. Selain itu, Fristca tak mau makan lagi hari ini."


"Hah? Kenapa tidak kamu paksa seperti biasanya?"


"Sudah, aku hanya melaporkan ini kepada dirimu," kenapa harus lapor?


"Kalau gitu, kenapa harus kamu laporkan ke aku? Bukankah kedudukan mu lebih tinggi dari ku?"


"Tentu saja.... karena kamu yang menghamili nya!" brengsek... jika diungkit-ungkit seperti itu, aku jadi malu sendiri!


"Yah... tetapi, aku senang. Kamu menganggap statusku lebih tinggi dari dirimu...."


"Tentu saja, aku bukanlah tipe seorang yang mudah melupakan bantuan dari orang seperti dirimu."


"Begitukah? Kalau begitu, untuk sekarang, mau kamu apakan, kerajaan ini?"


"Aku akan membangun ulang kerajaan ini... Maaf jika kamu tidak menyukai cara dan rencanaku namun, bisakah kamu meminjamkan aku kekuatan mu lagi?"


"Hah, tak perlu meminta izin, aku setia di sisi mu. Jadi, Zerlicia, apa kamu penasaran dengan sejarah kerajaan Ralley dari sebelum terbentuknya kerajaan, hingga runtuhnya kerajaan Ralley?"


"Huh?" di saat aku tengah kebingungan dengan apa yang Fristca ucapkan di hari itu, tiba-tiba saja Seyla memiliki niatan untuk memberitahukan segalanya kepada diriku yang kebingungan ini.


Aku sangat penasaran dengan apa yang terjadi sebelum kerajaan ini berdiri,.. jadi, aku tidak akan mempertanyakan bayaran yang setimpal. Intinya, aku ingin mengetahui segalanya!

__ADS_1


__ADS_2