Creations Isekai

Creations Isekai
Vol. 3 Bab. 42 : Sesosok Pahlawan


__ADS_3

Pergi ke suatu tempat dengan sayapnya, Archela yang mengambil alih kesadaran dari tubuh yang dimiliki oleh Layha, pergi ke arah selatan hingga dirinya menemukan sebuah tanda yang membuka ingatan lamanya.


"Itu jadi tampak tua," ucapnya setelah sampai di tempat tersebut.


<"Apa maksudmu?">


"Pintu masuknya!"


<"Apa yang kamu bicarakan? Bukankah itu hanya sebuah portal yang hancur? Apa yang istimewa?"> Layha berkata tanpa tahu apapun.


"Itulah yang kamu tidak ketahui! Ini adalah portal menuju ke suatu tempat yang sangat tersembunyi."


<"??"> Layha bertanya-tanya.


"Kau akan segera tahu. Intinya, aku ingin kamu mendapatkan keturunan dari dirinya."


<"Aku tidak pernah bilang kalau aku ingin menikah!">


"Bodo amat, aku tidak peduli. Kalau kamu tak mau, aku akan memaksamu!"


<"Kenapa kamu bertindak semena-mena?!">


"Sudah-sudah. Kita akan segera bertemu dengan dirinya."


<"Segera? Tapi, kita tidak tahu dimana letak retakan portal lain. Apa kamu telah mengumpulkan nya?">


"Huh, tidurmu pasti sangat nyenyak disaat aku mengendalikan tubuhmu."


<"...">


Archela kemudian mengeluarkan batu-batu besar yang tampaknya, batu tersebut cocok dengan retakan portal yang sedang mereka lihat.


Setelah dipasang ke tempat yang pas, akhirnya portal tersebut berbentuk layaknya sebuah portal teleportasi.


Saat portal tersebut aktif, Archela pun masuk ke dalamnya. Setelah ia masuk, dirinya melihat sebuah pemandangan yang tampak mencekam bagi seorang pemula. Banyak tengkorak manusia yang berceceran di sembarang tempat. Beberapa dari tengkorak tersebut terlihat telah keropos. Tampak seperti, sudah lama sekali mereka terkubur di tempat tersebut.


<"Woah....">

__ADS_1


"Kamu tidak takut?"


<"Untuk apa? Kalau aku merasa takut, untuk apa aku mengikat kontrak denganmu dahulu?">


"Kau benar. Padahal aku sudah melemah namun, kamu tetap takut pada diriku? Kamu sangat baik ya, Layha."


<"Ngomong-ngomong, dimana pria yang kau janjikan?">


"Kau sungguh tidak sabaran... Dasar puber."


<"Masa-masa pubertas ku sudah lama berakhir. Seharusnya aku telah menjadi dewasa sekarang ini!"> bentak Layha yang tidak bisa melakukan apapun selain melihat dengan kondisi duduk di sebuah ruang yang hampa.


Di dunia tersebut, hanya terdapat sebuah benda yang tampak seperti sebuah monitor besar di depan Layha yang tengah terduduk dengan santainya. Di sana, Layha bebas melakukan apapun, tidak perlu khawatir makan dan minum. Karena di dunia tersebut, ia bisa mendapatkan segalanya. Namun hanya sebatas makan minum yang pernah dia santap.


Kembali ke Archela yang masih berjalan menyusuri setiap ganggang kecil yang ada di tempat tersebut, dirinya hingga kini masih belum menemukan apa yang ia cari. Sebuah patung monumen besar(?) adalah sesuatu yang dia cari. Sebagaimana apa yang ia katakan kepada diri Layha, apa yang Archela cari, tentunya terpusat kepada perkataannya yang hendak menjodohkan Layha dengan seseorang.


Entah patung monumen besar tersebut adalah seorang pahlawan yang tersegel... atau mungkin, sesuatu yang lain. Layha masih belum mengetahuinya. Hanya Archela seorang saja yang mengetahui, segala yang terjadi di tempat tersebut.


Kejadian itu terjadi pada zaman dahulu. Tepatnya sejak 200 tahun lalu, sama seperti cerita yang Layha dengar dari seorang pria di Ibukota Kekaisaran.


<"Eh, aku?!">


Saat Archela sampai di tempat tujuannya, dirinya kemudian berkata kepada Layha untuk berganti posisi. Sontak saja Layha terkejut lantaran disaat ia sedang bersantai sembari memakan kudapan sepuasnya, tiba-tiba saja Archela berkata ingin berganti posisi. Layha pun kebingungan dengan ucapan Archela tersebut. Dirinya bingung, bagaimana caranya berganti posisi dengan Archela....


Namun, disaat ia bertanya-tanya tentang bagaimana caranya berganti posisi, Layha seketika terkejut lantaran tiba-tiba saja dirinya telah kembali mengendalikan tubuhnya.


Archela yang telah berada di ruang hampa yang sama seperti tempat yang Layha huni ketika Archela memimpin, tanpa banyak berbicara, dirinya langsung menyuruh Layha untuk membebaskan seseorang yang terjebak di dalam sebuah patung di depannya.


"Bagaimana caranya?" Layha bertanya tentang bagaimana cara membebaskan orang tersebut.


<"Mudah, kamu tinggal melepaskan sejumlah mana yang kamu miliki.">


"Hmm, seperti ini?"


Meluruskan tangan kanannya ke depan, Layha kemudian memusatkan aliran mananya ke tangan kanannya hingga kemudian, secara perlahan, tangan kanannya mulai mengeluarkan sebuah cahaya putih.


Cahaya putih itulah yang dinamakan mana, atau bisa dibilang, energi sihir. Dengan Mana(Energi Sihir) tersebut, Layha mengirimkan sejumlah mana yang terdapat pada tubuhnya supaya patung di hadapannya, dapat bangkit kembali.

__ADS_1


Patung yang berbentuk seperti manusia. Di dalam patung tersebut, tampak terlihat badan manusia sungguhan yang mulai terbebas dari kutukannya.


Secara perlahan, patung tersebut mulai rentak hingga pada akhirnya....


<"Mundur!">


Patung tersebut mulai menebas ke arah Layha yang membangkitkan seseorang di dalam patung tersebut.


"Apa yang kau lakukan!!!!!" teriak Layha setelah dirinya terjatuh akibat tersandung lantaran patung tersebut, mengejutkan dirinya.


"Kamu...?"


"Layha Namsaka. Selain itu, minta maaflah karena kamu telah me—" belum sempat Layha memprotes apa yang dilakukan oleh seorang di dalam patung tersebut, sesosok laki-laki yang tampak sepantaran dengan diri Layha, kemudian terjatuh pingsan.


"Apa yang terjadi...?"


<"Dia pingsan, pakai nanya.">


"Aku tahu itu!!!! Ah sudahlah, mau kita apakan dia?!"


<"Dia akan menjadi suamimu...">


"Hah?!"


<"Jangan menolaknya. Bukankah dia tampan?">


"Aku tahu itu! Tetapi, aku masih belum tahu soal dirinya lebih jauh lagi!."


<"Tenang saja, dalam sudut pandang manusia, dia adalah pahlawan...">


"Pahlawan?"


<"Lebih tepatnya, dia adalah seorang yang berhasil memojokkan diriku di masa lampau hingga aku kehilangan kekuatanku.">


"...."


<"Pakai portal teleportasi untuk keluar dari sini,"> ucap Archela yang memerintah Layha untuk kembali ke penginapan di dekat ibu kota kekaisaran Resfl dengan menggunakan portal teleportasi.

__ADS_1


__ADS_2