Creations Isekai

Creations Isekai
Vol. 01 Bab. 17 : Kekuatan aneh


__ADS_3

Melatih seseorang yang telah terbiasa sebelumnya, itu mudah. Aku hanya perlu melihatnya berlatih kemudian membantunya membenarkan gerakan-gerakan nya.


Rleas, dia cukup baik dalam menggunakan pedangnya. Dalam waktu singkat, dia mampu meningkatkan seni berpedang nya sesuai arahanku. Benar-benar tekad yang kuat.


Kalau begini jadinya, aku harus benar-benar membawanya pergi bersamaku. Sebenarnya cukup malas bagiku membawanya. Dibandingkan disebut malas, rasa ini lebih ke perasaan khawatir. Sebab, aku telah melihat kematiannya satu kali.


Aku tak sanggup melihat kematiannya lagi kali ini. Selain itu, aku juga tidak tahu, apakah aku akan kembali ke masa lalu setelah diriku terbunuh ataupun tidak. Mengingat diriku yang sebelumnya telah terbunuh dan kini, Zerlicia adalah diriku. Kami menyatu. Lebih tepatnya, dia memberiku ingatan tentang apa yang dia alami. Jadi aku dapat mewaspadai segala hal yang ia sesali.


"Bu, bolehkah aku tinggal di sini beberapa saat?", aku bertanya, aku rasa aku telah cukup memberi semua uangku ke panti ini. Jadi meskipun aku tidak berpetualang selama setahun atau dua tahun, aku dan adik-adikku dapat bertahan.


"Apa kamu berniat untuk pensiun?", tanyanya. Wajar sih dia bertanya seperti itu. Secara, Wayra bercerita jika aku pergi ke dungeon terlarang. Pasti beliau mengkhawatirkan diriku.


"Tidak, selain itu, aku berjanji pada Rleas untuk berpetualang bersama," ucapku sembari menyantap makanan bersama keluarga besar panti.


"Boleh."


"Terimakasih."


"Jangan sungkan-sungkan, kamu anak yang paling berbakti di panti asuhan ini. Masa ibu berniat untuk mengusirmu. Aku yakin kamu pasti ingin melepas rindu ke adik-adikmu. Santai saja, Zerlicia, ini rumahmu juga. Tentu saja kamu boleh tinggal di sini."


"Hehe." Aku hanya tersenyum ringan mendengar penjelasan dari Ibu panti. Setelah itu, kami melanjutkan makan kami, dan aku kembali mengajari Rleas tentang sesuatu yang mungkin saja akan berguna untuknya.


"Teknik perpaduan? Tapi, aku tidak yakin jika diriku punya energi sihir yang banyak..."


"Sudahlah sudah... Karena kamu telah menguasai seluruh ilmu berpedang yang aku ajarkan, kita perlu menuju ke pembelajaran berikutnya. Yaitu, memperkuat fisikmu."


"Fisik...? Maaf, Kak. Aku hanya terfokus pada pedang yang aku miliki hingga aku lupa, tubuh yang kuat juga diperlukan, ya?"


"Benar. Mulai sekarang, setiap pagi setelah bangun tidur, berlari menutari panti sebanyak 10 kali!"


"Eh..?!" dia merengek, untuk pemula sepertinya, wajar saja dia membuat ekspresi semacam itu.


"Dilanjut push-up 25 kali setelah sarapan, kemudian sit-ups, pull-up, dan semacamnya. Ini akan jadi pelatihan terburuk bagimu lho, Rleas~" dengan senyum jahat, aku sengajak menggoda Rleas sekalian menguji tekadnya yang sesungguhnya.

__ADS_1


"Aku akan melakukan apapun demi meringankan beban yang kau tanggung."


Aku suka semangatnya. Besoknya, sesuai yang aku katakan, aku memaksanya bangun pukul lima pagi, kami berdua berlari bersama mengitari panti. Rasanya aku sedang bernostalgia, hahaha.


Selesai jogging, kami berdua membersihkan diri kami masing-masing, aku sengaja menggoda dia dengan mengajaknya mandi bersama lalu ekspresi nya.....


Sungguh lucu!! Remaja yang baru saja puber... dia masih malu-malu kucing, hahaha.


Yah, memang sih, lagipula kami berdua telah tumbuh dewasa. Untuk mandi bersama... aku rasa ini agak tidak sopan untuknya. Selain itu, aku juga harus waspada dengan kata-kata ku.


Maaf, Rleas!


Setelah mandi, kami berdua beristirahat dan bermain bersama sejenak sembari menunggu sarapan siap. Jadwal pengurus panti ditentukan setelah anak-anak panti berusia lebih dari lima tahun. Aku mendapat jadwal mengurus panti di hari Sabtu. Begitupula dengan Rleas. Jadi, untuk membangun kemandirian mereka, mau tak mau aku harus berdiam diri membiarkan anak-anak yang lain memasak makanan.


Ngomong-ngomong, untuk Lein, Wayra, dan Elsa, mereka bertiga berada di hari Senin, Rabu, dan Jumat secara runtut.


Ini hari Rabu jadi, apa ya, kira-kira menu yang Wayra masak?


"Iya," sontak saja aku jawab iya sembari tersenyum lebar.


"Jadi kamu pergi berlatih tanpaku?!", wah... dia marah?!


Nadanya tiba-tiba saja berbeda, aku yakin dia marah padaku. Apa dia juga ingin ikut berlatih bersama?


"Anu, Wayra, kalau mau, kamu bisa ikut kok. Dengan catatan, aku bukanlah seorang guru yang baik loh."


"Tak masalah. Selain itu, rasanya menyebalkan jika aku tidak bisa berbuat banyak. Kalau begitu, apa latihan nya?"


"Latihan nya... "


Masuk satu orang lagi. Yah, memperkuat Rleas tidak membuatku merasa takut namun, aku selalu merasa, jika aku melatih Wayra, dia akan pergi meninggalkan ku... aku tak mau itu terjadi, bukankah kini kami bagaikan keluarga?


Saat aku terlalu memikirkan nya, malamnya aku mendapati mimpi tentang masa depan... aku tahu itu, reinkarnasi punya kekuatan aneh ini.

__ADS_1


Di dalam mimpiku, kami sepanti asuhan, disergap oleh pasukan dari negara asal kami. Mereka bertindak semena-mena, menghancurkan bangunan panti, serta memporak-porandakan fasilitas panti.


Di dalam mimpiku, Wayra, berpihak pada kerajaan. Seharusnya dirinya dendam dengan kerajaan namun....


Sayang sekali, untuk saat ini, aku hanya bisa melihat sejauh itu.


Aku tak tahu kapan itu akan terjadi namun, sebagai permulaan, aku tetap melatih Wayra seraya mengawasi setiap gerak-geriknya.


Padahal sebelumnya dia berani mati demi melindungi adik-adikku. Ini cukup membingungkan.


Kami berlatih, jogging di pagi hari, dan sedikit olahraga berat sesudah sarapan. Kemudian dilanjut dengan pelatihan sihir dan teknik penggunaan senjata. Aku juga sengaja mengajak Lein berlatih. Agar kemungkinan Wayra berkhianat, dapat dinetralisir.


***


"Zerlicia ku yang bodoh, kamu tak akan bisa berkembang jika terus seperti itu. Kau tahu? Meskipun kamu kembali ke masa lalu setelah dirimu tiada, kamu hanya bisa mengirim pesan ke dirimu untuk berhati-hati setelah kamu meninggal. Itu merepotkan kau tahu?"


Memegang segelas anggur merah sembari melihat ke arah bola sihir yang menyorot ke Zerlicia, Archela seperti memahami tentang siapa Zerlicia sebenarnya. Dan juga, sepertinya Archela memiliki sejarah panjang dengan Zerlicia.


"Jika terus begini, sampai kapanpun kamu tak akan mampu mengalahkan ku. Alhasil, aku harus ikut kembali ke masa lalu bersama dirimu. Ah, sudahlah, pilihan ada di tanganmu, Zerlicia Namsaka."


"Jangan terlalu sering menggunakan kekuatan dewa. Kamu tak pernah tahu, kekejaman yang terjadi di balik kebaikan nya."


"Zerlicia, aku mohon padamu, aku lelah melihatmu tersiksa takdir dunia! Berulang-kali.... tetapi, ini takdir kita. Terakhir kali, kamu menolak penawaranku dan memilih ke masa lalu hanya untuk, me memperbaiki diri gadis busuk di sampingmu."


Begitulah ucapnya... jika dilihat dari sudut pandang Archela Sang Ratu iblis, tampaknya, tidak hanya satu kali, Archela bertemu dengan Zerlicia. Meskipun Zerlicia merasa baru bertemu sekali, namun Archela, dia telah bertemu dengan Zerlicia sampai tak terhingga.


Sejak Zerlicia kecil, hingga Zerlicia tumbuh menjadi seorang wanita yang tangguh. Ia terus diawasi oleh Ratu iblis karena, kelahirannya di dunia ini, merupakan sebuah pertanda buruk bagi tatanan dunia. Termasuk, ada kemungkinan jika tahta Ratu iblis beralih ke diri Zerlicia.


"Di sisi lain, aku kasihan padanya, namun di sisi lain juga, aku ingin menyiksanya sampai ia putus asa... ah, aku tak bisa menghilangkan hasratku untuk menyiksanya. Kumohon, Zerlicia, jika kamu tidak mengalahkan ku, maka semuanya akan berakhir sama seperti yang sebelumnya," ia mendesah sembari sedikit mengeluarkan air liur.


Sebenarnya siapa identitas Wayra yang sebenarnya? Yang Zerlicia tahu, Wayra adalah seorang perempuan yang hidup bersama adiknya. Kedua orang tua Wayra telah tiada. Itulah yang Zerlicia ketahui.


Namun, siapa yang tahu? Teman akrab dapat menjadi musuh yang menyakitkan. Kamu tak bisa melawan teman akrabmu sendiri meskipun kelasmu berada di Rank-S.

__ADS_1


__ADS_2