Creations Isekai

Creations Isekai
Vol. 02 Bab. 23 : Anak di dalam ramalan


__ADS_3

Hujan rintik-rintik membasahi kawasan bekas jajahan kerajaan Ralley. Puing-puing bangunan masih berada di tempat mereka. Tengkorak yang telah ditinggalkan hingga bertahun-tahun, memberi kesan mengerikan terhadap kota kecil di seberang negara Ralley.


Kota tersebut, adalah tempat kelahiran Zerlicia Namsaka!


"Katanya, hari itu hujan juga ya? Aku datang dengan hujan... huh, sungguh malang ya?", ucap Zerlicia menatap rumah tua yang telah lama rusak.


Itu benar, di depannya, berdiri sebuah rumah kedua orang tuanya, yang kini telah hancur berantakan. Katanya, kota tempat kelahiran Zerlicia, ditumbalkan agar negara seberang tidak berniat melakukan perang dengan negara Ralley kala itu.


Benar-benar malang, setelah dihancurkan, ternyata hanya perluasan lahan? Apa kota sekecil itu mengganggu pemandangan negara? Kalau begitu, kenapa terdapat beberapa bangunan yang masih belum rata dengan tanah. Seharusnya, semuanya telah disama ratakan dengan ketinggian tanah di tempat tersebut.


"Ayah, ibu, serta, para warga desa sekalian yang telah tenang di alam baru kalian. Pertama-tama, izinkan aku, Zerlicia Namsaka meminta maaf terlebih dahulu."


"Benar, seperti yang kalian saksikan dari alam sana, aku, Zerlicia Namsaka, tidak becus mengurus anak-anak kalian. Aku sungguh minta maaf karena kelalaianku, anak-anak kalian terlepas dari pandanganku."


"Tetapi, tentu saja aku tidak menyerah hanya sampai di situ saja. Memang benar, aku sempat memiliki keinginan untuk bunuh diri namun, saat memikirkan Ayah ku yang memarahiku ketika aku menyusulnya... itu mengerikan!"


"Jadi, para penduduk sekalian... izinkan saya, Zerlicia Namsaka menjaga anak-anak kalian lebih lama lagi. Saya tahu saya tak sanggup namun, akan saya usahakan sebaik-baiknya! Kejadian semacam ini, gak akan pernah terjadi lagi, dan juga, kedatanganku ke sini, tak hanya untuk meminta maaf karena hal tersebut."


"Aku kemari, juga untuk memberitahukan kepada kalian semua yang dendam terhadap kerajaan, aku, Zerlicia Namsaka, berjanji akan merevolusi negara secepat mungkin! Memang sulit jika aku sendiri yang melakukannya. Tak hanya itu, mungkin waktu yang aku perlukan, lebih lama dari pada waktu yang aku bayangkan."


"Namun tetapi! Aku, Zerlicia Namsaka, akan terus berjuang hingga titik darah penghabisan! Yah, meskipun, seperti yang kalian tahu dari alam sana, kini, aku tak dapat meninggal dunia. Baik bunuh diri, ataupun dibunuh. Aku akan menggunakan kekuatan hebat ini untuk membalaskan dendam kita, para penduduk kota. Aku berjanji akan memperlihatkan, perjalanan indahku ke kalian. Tak akan aku biarkan kalian kecewa dengan apa yang kalian tonton dariku."


"Kalau begitu, cukup sekian, semuanya. Aku harap, kalian dapat tidur dengan tenang dan menyerahkan semuanya kepada diriku, para penduduk kota Toba," menunduk sembari memberi salam, Zerlicia Namsaka, kemudian turun dari panggung yang dibangun di tengah-tengah kota. Zerlicia berbicara sendiri.... jika dilihat dari sudut pandang orang normal.


Hanya saja, jika dilihat dari sudut pandang Zerlicia, ucapannya tadi, tertuju langsung ke para penduduk desa yang terbunuh di kota Toba, kota tempat kelahirannya.


"Zerlicia, pelatihan dariku akan sangat menyiksamu, apakah kamu benar-benar siap akan rasa sakit yang harus kamu tanggung?", saat Zerlicia kembali ke panti yang kini menjadi markas Archela, Zerlicia langsung meminta Archela mengajari dirinya tentang segala yang Archela ketahui. Tidak perlu menahan diri, Zerlicia abadi, ia tak akan terbunuh.


"Iya, rasa sakit yang akan aku dapatkan dari latihanmu, tidaklah lebih besar dari beban yang aku bawa. Aku yakin, aku dapat menjalaninya," ucap Zerlicia dengan sangat percaya diri.


"Kau sangat percaya diri ya?"


"Tentu, jika aku takut, selamanya aku tak akan berkembang. Mohon bantuannya, Seyla."


".... Sungguh, kau sangat menyukai nama itu ya?"


"Itu lebih mudah disebut dibandingkan Archela," ujar Zerlicia membenarkan ucapan Archela.

__ADS_1


"Yah terserah, mungkin aku dapat menggunakan nama darimu saat aku menyamar menjadi seorang manusia."


"Begitukah? Aku senang mendengarnya, Seyla."


"Yayaya... langsung saja!"


Begitulah, awal kebangkitan kembali Zerlicia bermula.


Untuk merevolusi sebuah negara secara keseluruhan, kekuatan memang diperlukan namun, yang paling penting ialah, kecerdasan akal!


Untuk sekarang, Zerlicia memperkuat kekuatannya terlebih dahulu sebelum memperdalam ilmu pengetahuannya tentang politik dan sebagainya.


Ketika ia rasa kekuatannya telah cukup, barulah dia menjalankan rencana nya yang sesungguhnya.


Ada tiga cara yang Zerlicia siapkan untuk merevolusi sebuah negara, :


Pertama, dengan jalur politik, mengajak negara tetangga bersama-sama menjatuhkan negara Ralley.


Kedua, dengan jalur kudeta, pura-pura menjadi orang penting di dalam negara, kemudian secara perlahan, menjalankan rencana merevolusi negara sembari memperbanyak teman yang sepihak dengannya.


Ketiga, dengan cara paksa, dengan kekuatan Archela, Zerlicia memporak-porandakan ibu kota bersama iblis yang Archela bawa. Mereka berdua akan menjadi iblis dan menggila di ibu kota tersebut. Kemungkinan, Zerlicia takut jika adik-adiknya akan takut kepada dirinya.


***


Aku, Zerlicia Namsaka. Bersama dengan Lein, rekanku, bergerak ke ibu kota kerajaan Ralley. Dengan kereta kuda yang aku miliki, kami baru bergerak setelah hampir 2 tahun aku berguru kepada Sang Ratu iblis, Seyla.


Sebenarnya, nama aslinya adalah Archela, hanya saja, karena aku kesulitan untuk menyebutkan namanya, jadi secara sepihak, aku membuat nama itu. Beruntung saja dia tidak marah, dan justru setuju dengan bagaimana caraku menyebut namanya.


"Zerlicia, dengar, aku tak bisa masuk ke ibu kota, aku yakin mereka memberi penghalang iblis di sekitaran ibu kota. Meskipun aku seorang Ratu iblis sekalipun, aku tetap malas jika harus mengurusi penghalang iblis mereka."


"Tunggu, penghalang iblis? Dengan kata lain, aku juga tak bisa masuk dong?", bagaimana sih dia ini, bukankah sekarang aku telah menjadi iblis? Tapi kenapa dia tetap menyuruhku masuk?


"Kau bodoh??"


Hah?! Dia mengejek?!


"Kamu punya darah manusia yang mengalir di dalam tubuhmu. Ditambah dengan Lein yang ada di sampingmu, kamu dapat keluar masuk ibu kota dengan mudah!"

__ADS_1


Begitulah katanya, kini, kami telah sampai di ibu kota kerajaan Ralley. Dan sekarang ini, identitas kami sedang dicek oleh petugas keamanan.


"Rally Hannsa," nama samaran ku, "Lena Kanae," yah, tidak berbeda jauh tapi, nama keluarga yang paling penting!


"Silahkan masuk."


Kami diperbolehkan masuk setelah mereka mengecek status kami sebagai seorang petualang. Ceritanya, kami menyamar sebagai seorang petualang kelas A yang hendak singgah sejenak di ibu kota.


Padahal aslinya, aku ini petualang kelas S.


Lupakan soal itu, sesaat kami diperbolehkan masuk, aku melihat, sejumlah pasukan dengan seseorang yang memimpin mereka, berjalan menghampiri ku.


Bagaimana ini? Apa mereka telah mengetahui rencana ku?! Sungguh, aku sangat khawatir saat mereka bertatapan dengan diriku.


Untung saja, mereka hanya melewatiku, mereka akan pergi menyelesaikan misi pembebasan wilayah yang terjarah oleh monster-monster migrasi.


Huh, sesaat, aku berfikir untuk menggunakan rencana ketiga namun, aku rasa aku tidak perlu melakukannya.


Kami melanjutkan perjalanan ketika mereka pergi melewati gerbang, sebagai permulaan, kami menyewa kamar penginapan selama setahun, dengan harga, 150 keping koin emas, ughh.... sungguh angka yang sangat menyesakkan! Meskipun aku punya banyak uang, 150 itu... Masih terlalu besar untukku!


Aku tak boleh membiarkan diriku bersikap boros!


"Leina, kamu semakin dewasa dan cantik ya? Berbeda denganku, sejak hari itu, usiaku tak kunjung bertambah sehari pun. Meskipun mentalku semakin tumbuh dengan seiring berjalannya waktu, namun tubuhku, aku masih anak-anak."


"Nona, izinkan saya berbicara."


"Ya, tentu, lagipula, aku tak melarangmu untuk berbicara, aku tahu Seyla sangat mengerikan di depan dirimu, begitupula dengan diriku. Tetapi, kita sekarang telah jauh dari nya, bersikap santai lah seperti biasa, Seyla tak akan menyiksamu meskipun kamu bermalas-malasan."


"..... Sebagai seorang pelayan Nona, saya tak bisa melakukannya, memang benar Ratu Archela sangat menyebalkan. Setiap beliau melihatku duduk meskipun hanya sejenak, beliau pasti langsung marah-marah. Dan akupun dipaksa bekerja terus-menerus, di dalam pengawasannya, aku bagaikan budak sungguhan. Tetapi, saat bersama Anda, saya merasa jika Anda terlalu bersantai...."


"Tak masalah, lagipula, jika kamu bertindak sebagai seorang pelayan di tempat ini, rencana kita akan gagal dalam satu kali percobaan dong."


"Anda benar...", Lein memegang dagunya.


"Kalau begitu, Rally, bolehkan say— maksudku— aku memanggil mu Rally?"


"Tentu! Itu nama samaran ku di tempat ini, kalau begitu, aku juga akan memanggilmu, Lena."

__ADS_1


"Ya."


Dan inilah, awal kehancuran Kerajaan Ralley yang telah diramalkan sebelum diriku lahir. Akan aku pastikan, akulah, anak di dalam ramalan tersebut! Tak akan aku biarkan, negara ini semakin membusuk di tangan orang yang salah!


__ADS_2