Creations Isekai

Creations Isekai
Vol. 03 Bab. 40 : Archela


__ADS_3

Layha bersyukur karena kota yang ia temukan kali ini, tampaknya cukup ramah dan nyaman untuk ditinggali. Layha langsung berjalan menuju guild yang ditunjukkan oleh para penjaga gerbang supaya dirinya mendapatkan penghasilan untuk dirinya makan. Meskipun, dia jarang merasa haus dan kelaparan.


Pekerjaan yang ditawarkan oleh guild, tidak lain adalah menjadi pelayan di guild tersebut. Tugas pelayan adalah memandu petualang yang baru saja tiba di kota tersebut dan juga menjelaskan peraturan kota. Tak hanya itu, tugas pelayan di guild, juga untuk melayani pelanggan yang ingin memesan bir ataupun sebuah makanan yang disediakan oleh guild tersebut. Untuk seorang yang bekerja sebagai admistrasi, mereka adalah orang-orang yang terpilih langsung oleh pemilik guild. Mereka yang dipercaya, akan diangkat sebagai admistrasi dan melayani para petualang yang tengah mencari misi, menerima misi dari seseorang, dan sebagainya.


Dan Layha, dirinya bekerja sebagai pelayan di guild tersebut. Upahnya hanya 4 koin emas per bulannya. Di waktu itu, koin emas sangatlah berharga. 4 koin emas di waktu itu, dapat digunakan untuk menunjang kehidupan selama satu hingga dua bulan lamanya. Tergantung pada pola hidup dari orang tersebut.


Layha bekerja dengan giat, setiap hari dia bangun sebelum fajar tiba, mandi kemudian mempersiapkan diri. Setiap pagi, dirinya selalu menyapu halaman depan kantor guild petualang supaya pelanggan dan petualang, nyaman dengan kondisi guild yang bersih.


Setelah menyapu, Layha yang telah berpakaian lengkap dengan setelan pelayan, kembali ke dalam untuk selanjutnya, bersiap-siap melayani para pelanggan dengan riang dan gembira.


Dan hal tersebut, terus dilakukan oleh Layha selama bertahun-tahun. Hingga tidak sadar, dirinya sudah 9 tahun berada di kota tersebut.


"Memang benar, ras lain yang terbaik. Aku sudah banyak keriputnya namun tetapi, kalian dari ras yang berbeda, masih terlihat muda. Hal ini lah yang membuat aku menyukai kalian. Pelanggan selalu menyukai gadis cantik. Aku jadi tidak perlu repot-repot mencari pekerja setiap tahunnya dengan adanya diri kalian," ucap Pemilik Guild yang tampak gagah perkasa di depan dari kesembilan pegawai yang ada di guild petualang tersebut.


Sudah sembilan tahun, namun kondisi fisik Layha tidak kunjung berubah. Layha masih tampak seperti berusia 18 tahun meskipun seharusnya, usianya kini telah mencapai umur 37 tahun.


Yah, dia sudah tidak terkejut lagi. Dia memiliki banyak sekali uang lantaran uang tersebut tidak ia gunakan untuk membeli makanan selama ini. Karena Layha jarang lapar, dirinya jarang membeli makanan. Dia lebih sering berkunjung ke toko pakaian pada akhir pekan untuk mengembalikan kecantikannya.


Seluruh uangnya lebih banyak digunakan untuk membeli pakaian dari pada membeli makanan setiap harinya. Dirinya tak selalu membeli pakaian, terkadang saat dia bosan dengan toko pakaian, saat ia libur, dirinya sering memberi makan burung di alun-alun kota.


Intinya, Layha sangat jarang menyantap makanan kalau dirinya tidak sedang ingin.


"Selamat datang~" begitulah ucap Layha dalam menyambut pelanggan yang mendatangi guild tempatnya bekerja.


Hari-harinya sebagai seorang pelayan, termasuk menyenangkan baginya. Selain melayani pelayan, Layha sering berguna untuk menakut-nakuti petualang yang berbuat kejahatan di dalam guild dengan wujud iblisnya.


Meskipun dirinya mulai mengetahui cara kerja tubuh barunya tersebut, namun jika tanpa diberitahu oleh seorang guru, dirinya tidak dapat membuka potensi di dalam tubuhnya sendiri. Setidaknya, harus ada perantara yang memberitahu apa saja yang harus Layha kerjakan agar potensi kekuatan iblisnya dapat ia gunakan.


Jika tidak, maka butuh waktu yang lama bagi Layha untuk menyadari potensi di dalam dirinya tersebut. Dan dalam waktu yang lama, Layha akan tetap menjadi seorang yang lemah. Meskipun telah menjadi seorang iblis.


Hampir 10 tahun Layha mengabdi pada guild petualang di kota tersebut, susah senang ia jalani dengan wajah riang bahagia. Tidak peduli seberapa sulit rintangan yang ia jalani, Layha tetap menjalani segalanya dengan sepenuh hati.


Namun, suatu hari... Tiba-tiba saja dia terbangun di suatu tempat yang berbeda. Dia kembali ke tempat dimana dia berasal. Setelah dia tertidur di hari itu, Layha terbangun di sebuah singgasana yang terletak di dalam sebuah dungeon.


Dengan kondisi mengenakan pakaian khas iblis, pakaian seksi, Layha terbangun di tempat yang sama seperti saat dia terbangun dari mimpi yang panjang dulu sekali.


<"Aaahhhhh... memang tubuhmu itu sangat luar biasa. Buktinya, kamu mampu mendapatkan kesadaran mu kembali setelah aku mengambil alih tubuhmu meskipun, kamu hanya dapat mempertahankan nya selama 10 tahun. Begitupula dengan aku."> sebuah suara terdengar dari dalam kepalanya. Suara tersebut menyatakan bahwa dirinya dan Layha, telah membagi kehidupan bersama-sama. 10 tahun untuk Layha, dan 10 tahun untuk dirinya.


"Apa kamu kabut hitam?" Layha bertanya dengan cukup lantang ke diri nya sendiri.


<"Ya. Namaku, Archela. Aku, Ratu iblis yang memimpin para ras iblis!">


"Tunggu!" terkejut dengan ucapan di kepalanya, sekujur tubuh Layha merinding merasakan hawa dingin yang terjadi dari rasa takutnya terhadap makhluk yang kuat.


<"Itu wajar bagi mahluk seperti dirimu untuk takut kepada diriku, Layha. Akan tetapi, kamu kini telah menjadi setengah dari diriku. Begitupula aku yang menjadi setengah dari dirimu. Kita sebuah kesatuan sekarang ini,"> ucap suara itu melanjutkan kalimatnya.


<"Aku tak bisa dengan bebas menggunakan tubuhmu karena tekadmu untuk hidup, sangatlah besar. Yang bisa aku lakukan hanyalah sabar menunggu giliranku. Tenang saja, aku tidak mengacaukan kehidupan mu,"> ucap Archela.


"Kenapa kamu sebaik ini?"


<"Kenapa aku sebaik ini? Apakah pertanyaan itu diperlukan?">


"Umm...."


<"Akan aku jawab, aku tak ingin kehilangan seorang dengan potensi hebat seperti dirimu. Jika kamu tak bisa aku kendalikan, akan aku buat kamu terikat denganku. Mulai hari ini, aku akan memberimu pelatihan khusus untuk menggunakan kekuatan sihirku!"> ucap Archela dengan nada yang sangat bersemangat.


"Kenapa?"


<"Kenapa kamu bilang? Apa kamu tidak menyadari kalau dirimu itu lemah?">


"Aku tahu itu namun... aku tak ingin aku menyalahgunakan kekuatanku... Maksudku, kekuatanmu."


<"Itu tak bisa dipungkiri, Layha. Manusia sering tersulut emosi. Mereka akan melakukan apapun disaat emosi mereka di luar batas yang dapat mereka tanggung. Tak masalah jika kamu harus marah sekali dua kali. Kamu bebas mengekspresikan dirimu sendiri, Layha,"> ucap Archela mencoba menyemangati diri Layha.


"Tetap saja, aku..."


<"Tidak ada protes! Pelajaran hari ini adalah, dasar-dasar sihir! Aku telah menyiapkan berbagai buku sebelum kamu terbangun, mulai dari sekarang, pagi sampai malam, kamu harus menghafal semua yang tertulis di buku tersebut!">

__ADS_1


Di depan Layha, tampak sekitar puluhan buku yang bertumpukan di depan matanya. Buku yang tampak banyak dan tebal tersebut, harus Layha baca dan hafalkan tiap halamannya. Tidak peduli seberapa sulit dirinya menghafal, Layha harus mencobanya karena jika tidak, Archela hanya akan memaksanya dari alam bawah sadar jiwa nya.


Pagi, siang, sore, malam, bahkan saat tidur, Layha terus-terusan dipaksa Archela untuk membaca sekaligus menghafalkan setiap hal yang tertulis pada setiap buku yang telah Archela siapkan. Mulai dari buku tentang sihir dasar, sihir menengah, bagaimana cara menggunakan sihir, evolusi sihir, dan sebagainya.


Archela memaksa Layha membaca sekian banyaknya buku lantaran dirinya menganggap bahwa, Layha sangatlah lemah. Meskipun potensi dalam diri Layha sangat besar, akan tetapi, jika pilot yang mengendarainya tidak mahir mengemudikannya maka, itu sia-sia.


Apalagi, Archela tidak bisa bertindak semena-mena dengan tubuh Layha. Secara, Layha terus berjuang dari alam bawah sadar supaya dirinya dapat menggunakan kembali tubuhnya.


Jika Layha tidak berjuang dari alam bawah sadarnya, maka sudah lama, Archela menguasai tubuhnya secara leluasa.


Jika Layha tidur, Archela akan membawa semua buku-buku yang tersisa ke dalam mimpi Layha supaya Layha dapat membacanya di sana. Benar-benar tidak ada hentinya. Layha sampai tidak sempat untuk berjalan-jalan ke luar dalam waktu sekitar 2 tahun lamanya setelah dia menguasai kesadaran atas tubuhnya kembali.


<"Apa yang dibahas?"> tanya Archela setiap Layha selesai membaca satu materi.


"Um... Gabungan daripada sihir, adalah sesuatu kemampuan khusus dari seorang penyihir bintang 3. Gabungan sihir meliputi lima elemen dasar sihir, Api, Cahaya, Kegelapan, Air, dan Bumi. Gabungan sihir adalah pergabungan antara dua buah elemen sihir atau lebih. Hanya penyihir bintang 5 saja yang mampu menggabungkan hingga 5 elemen dasar sekaligus dalam satu serangan ledakan area."


<"Sihir ledakan, harus memerlukan elemen yang sesuai tiap pergabungan nya namun, jika sihir ledakan atau yang kau sebut sebagai gabungan sihir, digunakan oleh penyihir bintang 5, maka mereka bebas menggabungkan elemen dasar sihir apapun.">


"Salah lagi?!" teriak Layha yang kini kehilangan 40% sifat perempuannya.


<"Yups, kita naikkan getarannya?">


"Apanya?! Jangan membuatku salah paham!! Aku tidak menandatangani kontrak hukuman!"


<"Eh... membosankan.">


"Jangan bicarakan hal mesum lagi kepada diriku!"


<"Yah, 8 tahun lagi kita akan berganti kesadaran. Aku akan bersabar selama itu.">


"Kumohon jangan lakukan hal buruk ke tubuhku satu-satunya ini. Kamu enak, kamu iblis, kamu bebas berganti-ganti tubuh. Tapi aku? Aku hanyalah manusia biasa yang kini menjadi setengah iblis."


<"Tenang saja, tidak akan rusak kok.">


"Kata-katamu membuatku merasa khawatir."


Hingga tiga tahun kemudian... Setengah dari masa sadarnya, Layha berhasil mempelajari serta menghafalkan seluruh buku yang diberikan oleh diri Archela kepada dirinya.


<"Baiklah, ayo keluar untuk mencari udara segar?"> ucap Archela mengajak Layha yang memegang kendali atas tubuh mereka, pergi ke luar untuk berjalan-jalan.


"Gak mau~ aku mau tidur cantik~" ucap Layha yang tidak mempedulikan ucapan Archela dan malah memilih untuk tidur.


<"Ugh, apa boleh buat, kamu boleh beristirahat sejenak..... setelah itu... mari berjalan-jalan di luar?">


"Ya..."


****


Kekaisaran Resfl, sebuah kekaisaran megah dengan banyak sekali kerajaan-kerajaan kecil yang menjadi bagian kekaisaran. Kekaisaran yang baru saja terbentuk sejak 28 tahun yang lalu setelah hancurnya kerajaan Lima. Kerajaan yang memproduksi budak **** yang dimana kegiatan perdagangan manusia, mayoritas telah dilarang secara kemanusiaan.


"Hei...!!?"


Seorang gadis berlari dengan nafas terengah-engah, dia berlari bagaikan sedang dikejar-kejar oleh sesuatu. Gadis itu berlari kencang, hingga suatu saat, ada seseorang yang menarik lengannya hingga dirinya masuk ke suatu tempat.


"Kamu, iblis?"


"Um... bisa dibilang iya, dan tidak!" begitulah jawabnya. Layha Namsaka. Disaat masa sadarnya yang telah tersisa 5 tahun, Archela membawanya terbang ke kekaisaran Resfl yang terletak jauh dari tempat persembunyian Archela.


Kini, saat masa sadarnya sisa 2 tahun, Layha Namsaka harus menjalankan sebuah misi dari Archela untuk menaklukkan kekaisaran Resfl.


Jika dilihat dari sudut pandang Layha, misi yang diberikan oleh Archela kepadanya, sangat mustahil untuk dapat diselesaikan. Hanya dengan kekuatannya yang baru bangkit, Layha harus menaklukan sebuah kekaisaran besar.. ditambah dengan beberapa kerajaan lain yang berada di dalam pengaruh kekaisaran Resfl, perbandingan kekuatannya adalah 1:5.000.000. Meskipun Layha telah membangkitkan kekuatan iblisnya, dia sama sekali belum mengerti tentang bagaimana cara menggunakan kekuatannya tersebut.


Dan sekarang, ia yang tadinya dikejar-kejar oleh para penjaga kekaisaran lantaran dirinya lagi-lagi membuat kekacauan sejak dirinya memasuki kekaisaran tersebut, sekarang telah aman karena ada seseorang yang menariknya masuk ke suatu tempat persembunyian rahasia.


"Apa yang iblis seperti dirimu cari di tempat ini? Jika mencoba menaklukkan kekaisaran ini, aku lebih menyarankan dirimu untuk menyerah," ucap orang itu setelah mempertanyakan kebenaran tentang diri Layha yang merupakan seorang iblis atau bukan.


"Kenapa begitu?" tanya Layha dengan penuh rasa penasaran.

__ADS_1


"Ada sebuah cerita, dimana dulunya terdapat seorang ratu iblis yang berniat menaklukkan kekaisaran Resfl. Yah, itu cerita lama, kejadiannya sekitar 200 tahun yang lalu. Saat itu, kekaisaran Resfl masih berada di bawah pimpinan kaisar Haira. Dan nama kekaisaran ini dulunya adalah Haira Empire," jelas dirinya. Seorang pria dengan baju khas rakyat jelata, adalah seseorang yang menarik lengan Layha.


"...." tanpa jawaban, Layha menatap pria tersebut dengan mata anjing yang memohon.


"Apa kamu ingin tahu cerita lengkapnya?" saat pria tersebut berkata akan menceritakan cerita lengkapnya kepada diri Layha, Layha yang mendengarnya, kini...


"Tentu saja!!!" Layha berteriak dengan sangat bersemangat kepada pria tersebut.


Akhirnya dirinya akan mengetahui sejarah dari iblis yang berbagi tubuh dengan dirinya. Akan tetapi... Tentu saja tidak semudah itu.


<"Kau boleh mengetahui apa yang kamu boleh ketahui. Belum waktunya bagi dirimu untuk mengetahui siapa aku yang sebenarnya!"> ucap Archela dengan ketus dari dalam diri Layha.


'Benar juga...' ucap Layha di dalam hatinya.


Mereka berpindah tempat, karena menurut pria tersebut, tempat yang tadi mereka tempati, tidak cocok untuk membicarakan sesuatu yang berat. Mereka lantas pergi ke sebuah penginapan lalu menyewa sebuah kamar di sana.


"Etto,....."


"Apa?"


"Ah tidak..." dilanda oleh perasaan gelisah, Layha yang menyadari jika pria tersebut tampak seperti tengah menjebak dirinya, terpaksa harus bersabar hingga niat buruk pria tersebut benar-benar terungkap. Karena jika tidak, ia takkan tak akan mendapat apapun selain, babak belur dihajar masa.


"Masuk!" ucap pria tersebut setelah sampai di depan kamar penginapan.


"Baik..." dengan kondisi hati yang semakin gelisah, Layha berharap jika Pria tersebut tidak memiliki niatan buruk kepada dirinya.


Semoga.


"Baik, tentunya, sebuah informasi besar tidak mungkin aku berikan ke seseorang yang tidak aku kenal selain orang itu membayarnya."


"...." Layha hanya terdiam menyikapi perkataan pria tersebut sembari terus berpura-pura polos.


"Kamu iblis baru? Aku pikir kamu seorang yang penuh gairah karena gaya berpakaian mu yang seksi."


"...." Layha semakin gelisah karena ucapan pria tersebut tampak semakin menjerumus ke hal-hal mesum.


"Hanya satu ronde... ok?"


"...." tidak ada jawaban, Layha hanya terdiam menuruti seluruh perkataan pria tersebut tanpa bertanya sedikitpun hingga urusan pria tersebut telah berakhir.


<"Padahal kamu bisa saja membayar dia dengan uang,"> ucap Archela dari dalam tubuh Layha.


'Dari mana uangnya?! Kamu tidak memberiku uang sepersen pun!' ucap Layha berteriak di dalam hatinya kepada diri Archela sembari terus membelakangi pria tersebut.


<"Kamu bisa mengumpulkan uang sama seperti yang kamu lakukan dahulu. Kenapa tidak kamu lakukan lagi? Apa jangan-jangan, kamu memang sedang ingin...?">


'Aku bukan orang yang seperti itu!!!!"


"Nona...."


"Um?"


Saat pria tersebut memanggil dirinya....


"Aku bukan seorang yang mudah mengingkari janji..."


"Ba... baguslah kalau begitu!" ucap Layha yang mulai gugup dengan situasinya sekarang ini.


"Kamu tampak lucu saat kamu mencoba berpura-pura kuat. Padahal aslinya, kamu sangat malu. Benar?"


"....." Layha kembali terdiam.


"Yah, seharusnya aku sudah tidak boleh bermain perempuan lagi... aku telah memiliki anak istri, tolong lupakan ucapanku tadi."


"Um...."


"Baiklah, akan aku ceritakan."

__ADS_1


__ADS_2