
Mimpi itu lagi...?!
Sudah enam kali aku menerima mimpi yang sama setelah memasuki Dungeon terlarang ini. Sebentar lagi aku akan sampai ke tempat Ratu iblis, namun... tubuhku rasanya sangat berat.
*Baru terbangun dari tidurnya, Zerlicia Namsaka melamun sejenak di atas karpet tempatnya tidur. Dirinya tampak seperti tak ingin melanjutkan perjalanannya untuk menemui Ratu iblis namun... Ia harus tetap melakukan nya.....
Sebenarnya mimpi apa itu tadi? Mimpi yang terlihat seperti kenyataan, rasa sakit dan kesedihan yang aku terima sangat nyata. Sial, ini memberatkan langkahku. Apa lebih baik aku kembali? Dibandingkan dengan Ratu iblis, bukankah Negara lebih mudah untuk dilawan? Untuk sekarang, aku yakin mimpi tersebut sebagai pertanda jika aku masih belum cukup kuat untuk menantangnya.
<"Fokus!">
Suara itu lagi?! Sudah cukup! Aku tak akan tertipu kembali. Karena suara itu, semuanya jadi berantakan, Rleas, Wayra, Elsa, Lein, dan seluruh adik-adikku... aku tak bisa meninggalkan mereka...
Tunggu, apa yang terjadi pada mereka semua? Kenapa aku menangis?
*Tanpa sadar, Zerlicia mulai berlinang air mata.
Rasanya aku seperti melupakan sesuatu yang tidak seharusnya aku lupakan! Apa itu?! Apa sebenarnya makna dari mimpi yang selama ini aku alami?! Apa yang membuatku berfikir jika....
Ah, begitu? Mereka berempat mati...? Tunggu, kenapa?! Apa tujuan aku menerima semua mimpi ini?! Tapi, jika aku berhasil mengikat kontrak dengan Ratu iblis, maka aku akan memang!
["Kau tak akan bisa, Zerlicia,"] sebuah suara lain terdengar di dalam kepalaku.
Siapa dirimu? Saat aku bertanya, dia menjawab.
["Jalan yang kau tapaki adalah jalan menuju ke keputusasaan. Mimpi yang kau alami, semuanya kenyataan! Tidakkah kamu menyadarinya? Sejak memasuki dungeon terlarang, kamu selalu mendapatkan mimpi buruk yang terus berlanjut?"] Ucap suara itu di dalam kepalaku.
"Siapa dirimu?!", aku berteriak karena kesal. Selain itu, rasanya aku mengenali suara ini.
Benar... ini,
["Aku adalah kamu,"]
Ini suaraku....
["Kamu harus hidup, tolong dengarkan hati nuranimu. Terkadang, menyerah bukanlah sebuah akhir."] Dia sangat pandai berkata-kata.
Aku adalah kamu? Maksudnya, semua mimpi yang aku alami, seluruhnya adalah kenyataan?! Aku pernah mengalaminya di garis waktu yang berbeda maksudmu?
["Benar, di garis waktu ku, aku menghiraukan mimpi buruk yang aku alami. Aku terus melangkah maju namun, semua itu sia-sia. Kau sudah cukup kuat mengalahkan ratusan orang. Tapi kamu masih belum cukup kuat untuk melawan Ratu iblis. Sebelum aku menyatu dengan dirimu dan memperlihatkan semua yang terjadi padamu, aku ingin berkata satu hal, kau, lemah!"]
Apa?! Dia mengataiku lemah?! Apa benar dia diriku sendiri?! Aku pikir aku telah cukup kuat !!
Huh... itulah pikirku sampai, air mataku mulai mengalir.
Aku mulai mengingat semuanya dengan jelas. Semuanya, dari rasa sakit yang aku terima saat disekap oleh Ratu iblis, keputusasaan disaat aku hanya dapat melihat teman-teman ku terbunuh. Dan pernyataan Ratu iblis yang berkata bahwa lambat laun, aku akan tetap menemuinya. Karena kami terikat oleh takdir.
Sontak saja, aku segera mengemasi barang-barang ku kemudian berbalik kabur dari dalam dungeon tersebut. Aku berlari sepenuh tenaga, tak peduli aku kelelahan ataupun tidak, aku tetap berlari hingga aku keluar dari sana! Aku harus berlari, jika tidak, bisa jadi Ratu iblis menangkap ku dari belakang.
Aku harus segera kabur, jika tidak...... maka aku sama seperti membunuh teman-teman ku sendiri.
"Akhirnya sampai."
Aku gagal... apa yang harus aku katakan pada Wayra? Padahal dia sangat berharap pada diriku namun, aku malah mengecewakannya.
__ADS_1
"Diam di sana!!!"
Tiba-tiba saja aku diteriaki oleh sejumlah manusia yang mengerumuni mulut dungeon. Aku tak tahu apa maksud mereka namun... aku harus menjelaskan pada mereka bahwa aku hanyalah manusia biasa.
"Bukankah itu Crazy Women?!" niatnya aku ingin memperkenalkan diri tapi, lupakan saja. Benar, aku Crazy Women.
"Ada urusan apa Anda sampai memasuki dungeon terlarang? Apa Anda tidak mengetahui jika di dalam dungeon tersebut, terdapat Ratu dari segala iblis yang bersemayam di dalamnya?"
Tentu saja aku tahu, sebenarnya itulah tujuanku datang kesini.
"Tunggu, Anda keluar dengan selamat?! Itu berarti, para monster?!", dia mengatakannya. Tolonglah, beri aku kesempatan untuk berbicara, aku kebingungan karena tak bicara selama hampir seminggu.
"Sudah aku kalahkan. Setidaknya monster-monster di mulut dungeon hanya tersisa sedikit."
"Woah!!" Semuanya bersorak.
"Tapi, apakah kalian tengah mengadakan upacara penyegelan dungeon?" Aku bertanya ke mereka sembari berjalan mendekati kerumunan manusia tersebut.
"Iya."
"Bolehkah aku ikut membantu? Meskipun monster di mulut dungeon berhasil aku kalahkan, tapi, jika sewaktu-waktu monster dari lantai paling dalam, mulai naik ke permukaan, itu akan membahayakan kota terdekat."
"Kau benar, kalau begitu, maaf merepotkan, setelah ini, silahkan singgah sejenak di kota kami, Nona..?" Dia menanyai namaku dengan baik?! Senangnya, apakah ini akhir dari julukanku yang awalnya Crazy Women, kini menjadi, Zerlicia sang petualang?!
"Zerlicia, Zerlicia Namsaka," dengan tersenyum lebar, aku mengatakan namaku kepada mereka yang mendengarnya.
Begitulah caraku mengatakannya! Kemudian aku membantu para penyihir melakukan penyegelan dungeon dengan mengirimkan mereka sejumlah energi sihir yang mereka perlukan. Beruntung, sisa energi sihirku mampu menampung semuanya.
"Kamu mau bir?"
"Begitukah? Kalau begitu, jus jeruk atau semacamnya? Izinkan aku menjamu mu dengan baik."
"Haha, baiklah, aku ingin jus jeruk saja."
"Baiklah!"
Mereka sangat baik pada diriku... berbeda dengan ingatanku sebelumnya, aku rasa, diriku yang ini memilih jalan yang benar. Aku harap.
"Ah ya, Nona Namsaka..."
"Zerlicia saja, nama Namsaka hanyalah penambah. Itu nama yang ditinggalkan oleh ayahku."
"Begitu ya? Zerlicia, kami berniat mengadakan pesta untuk merayakan penyegelan dungeon malam nanti. Jika kamu berkenan..."
"Terimakasih atas tawarannya, tapi mohon maaf sebesar-besarnya. Aku tidak bisa menghadirinya."
"Mengapa? Ayolah, izinkan kami berterimakasih."
"Tidak perlu repot-repot, lagipula, aku masih punya urusan."
"Ayolah, menginap semalam bukan masalah bukan?"
"Tetapi..."
__ADS_1
"Tak apa, besok paginya kamu boleh langsung pergi. Jadi, kumohon..."
Aku telah menghabiskan banyak waktu untuk naik kembali ke permukaan, aku cukup kelelahan, apakah aku sanggup bertahan tanpa tidur semalam lagi?
Tidak, hari masih siang, jika aku ingin mengikuti pesta, aku harus tidur sekarang!
"Baiklah, hanya saja, bisa kasih diskon untuk penginapan?", ucapku dengan sedikit menggoda pemilik penginapan.
"Hahahaha, tanpa kamu membayar pun, aku tak masalah. Justru aku senang salah saku kamar penginapan ku disewa oleh petualang rangking S sepertimu, baiklah, biar aku tunjukkan jalannya?"
"Tentu."
Aku mengikutinya, kami berjalan ke atas menuju ke kamar yang ia sediakan untukku. Sebuah kamar yang indah, cukup luas, dinding kedap suara, lalu, tempat tidur yang empuk!!
Sudah lama aku tidak tidur di atas ranjang!!!
"Haha, Anda pasti kelelahan? Aku taruh barang-barang mu di sini ya? Istirahat yang baik, akan aku bangunkan dirimu sebelum pesta dimulai... huh, sudah tidur?"
*Dengan sangat bersemangat, Zerlicia berlari lalu melompat ke arah tempat tidur di dalam kamar penginapan nya. Seketika Zerlicia merasa nyaman dan tak lama, ia kemudian tertidur.
"Maafkan aku..."
Pria pemilik penginapan tersebut sedikit merasa bahagia melihat tingkah kekanak-kanakan Zerlicia, ia mengangkat tubuh Zerlicia untuk membenarkan posisi tidurnya, tak lupa juga ia melepas alas kaki yang Zerlicia kenakan supaya Zerlicia dapat tidur dengan lebih nyaman lagi.
"Mimpi indah.... huh... andai saja putriku selucu dirimu.. sudahlah, dia pemalu sih, apa boleh buat," ucap pemilik penginapan sembari menutup pintu dan menguncinya dari luar, pria pemilik penginapan kemudian melemparkan kunci kamar ke dalam kamar yang Zerlicia gunakan untuk tidur.
"Hmm?"
"Ah."
Aku ketiduran?! Tunggu, aku langsung tepar sesaat aku mencium kasur?! Malunya!!! Saat itu kalau tidak salah, Pak kost masih bersamaku.
Dia tak melakukan apapun kepada diriku bukan?! Tunggu, tak baik berburuk sangka. Lagipula ini kesalahanku sendiri... jadi, aku hanya bisa menggunakan pengalamanku ini sebagai pembelajaran.
Selain itu, siapa gadis berambut pendek di dekatku? Dan, kenapa dia menelanjangi ku?!
"Aku hanya ingin memastikan kamu perempuan atau laki-laki."
"Oh..."
Mana mungkin aku percaya!! Lagipula, tidak ada seorang gadis yang berani melakukan hal itu! Kau mesum apa?!
"Jadi kamu anak pemilik penginapan ini?"
"Perkenalkan, Ryspa Ramszh. Usia 18 tahun."
Lebih tua setahun dariku...
"Namaku Zerlicia Namsaka. Usia 17 tahun. Ngomong-ngomong saat ini jam berapa?"
"Hampir memasuki waktu malam. Segera lah bersiap, Zerlicia. Aku tadi berfikir untuk menggantikan pakaian untukmu tetapi.. kamu keburu bangun."
"Ah.... aku bisa sendiri, tapi... pakaian gaun semacam ini... memangnya aku cocok memakainya?", Sepertinya akan terlihat aneh jika aku memakainya.
__ADS_1
"Dari pada dirimu memakai pakaian penari sepertiku. Perut terbuka, tidak ada pakaian dalam, bagian bawah hanya memakai dua kain yang menjalar dibagian belakang dan di depan. Untuk di bagian atas, lihat? Kenapa Pak tua itu memaksaku untuk menari dengan pakaian semacam ini?!"
"Ah, aku memahami perasaanmu, setidaknya diriku yang lain..."