
Archela telah menetralkan racun hipnotis yang diderita Wayra. Didengar dari penjelasan Sang Korban, Wayra mengaku bahwa dirinya pernah menjalani beberapa pengecekan kesehatan saat ia berada di Colosseum. Dan aku yakin, di saat itulah, otak Wayra dicuci oleh para penyihir kerajaan.
Aku tak tahu apapun yang terjadi kepada diri Wayra. Meskipun kami telah berkenalan selama 2 tahun... aku masih belum mendengar kisah masa lalunya. Aku juga ragu untuk menanyakannya kepada diri Wayra langsung. Aku takut Wayra terganggu dan malah menganggapku sebagai seorang yang kepo terhadap masa lalunya.
"Aah... tiba-tiba saja aku teringat dengan dirinya...." ketika operasi selesai, kami membiarkan Wayra beristirahat sejenak sebelum pada akhirnya, kami menginterogasi dirinya.
"Dirinya?"
"Kekasih ku... hah, dia... mati setelah kami menjalani pemeriksaan di awal masuk Colosseum."
"...." benar juga... Wayra memiliki seorang kekasih. Aku tahu hal itu... Elsa juga mengatakan hal tersebut saat ia memintaku untuk pergi menolong Kakaknya.
"Apa kamu cemburu?"
"Soal apa?" apa yang dia katakan? Cemburu ke sesama wanita? Apa dia berfikir jika aku punya ketertarikan pada sesama jenis?!
"Eh, padahal kamu selalu menempel ke diriku... ah, begitu ya? Kamu menganggap ku sebagai Kakak? Hehe, aku senang kalau begitu~"
"...." aku tak bisa berekspresi dengan baik setelah Wayra mulai mencoba untuk mengalihkan topik pembicaraan.
"Wa—- Kak...", yah, mau bagaimana lagi, saat ini, dirinya pasti mendapatkan berbagai ingatan yang ia alami di masa-masa sebelumnya.
Untuk sekarang, lebih baik aku memberinya ketenangan.
"Maaf, aku tidak pernah berbicara tentang hal ini. Aku hanya bisa memberi harapan palsu ke kamu... aku tak pantas disebut sebagai seorang Kakak oleh dirimu. Malahan, justru dirimu lah, sosok seorang Kakak yang sebenarnya. Zerlicia, maaf jika aku merepotkan dirimu."
"Ya..."
"Tanpa basa-basi, ya? Kamu ini sangat..."
"Ngomong-ngomong, kamu masih perawan?"
"...." wajahnya langsung merona merah disaat aku menanyainya tentang pertanyaan yang cukup... sensitif.
"Ti--- dak... aku bohong soal Colloseum tidak pernah menyentuh seorang gadis yang sangat berjasa dalam memeriahkan pertarungan di Colloseum..."
"Begitu?"
"Tunggu!!??"
Yah, tanpa darah perawan pun... tak masalah. Yang diperlukan di sini, hanyalah darah dari dalam tubuhnya.
"Zerlicia?"
"Maaf. Izinkan aku egois kali ini saja," aku menggambar segel budak dengan darah yang keluar dari lengan Wayra. Segel budak tingkat A. Segel yang telah aku gunakan di masa depan atau.. masa sebelum aku kembali ke masa lalu.
"Karena tubuhku telah aku berikan pada dirimu, kamu bebas melakukan apapun terhadap tubuhku. Silahkan saja, yang terpenting, tolong jangan siksa mental ku~"
"Geh... tidak ada seorang pun gadis normal yang mau menjadi seorang budak secara sukarela! Secara, budak adalah ras terendah."
"Karena aku bersamamu, jadi aku akan aman~. Hehe."
"Berhenti mencoba untuk merayuku! Kau menyimpang!"
".... Siapa juga? Yayaya.. akan buruk jika kamu sampai jatuh hati kepada diriku ini. Aku takut dengan kedua orang yang telah bersiap-siap untuk membunuhku di belakang dirimu.."
"Dua? Perasaan hanya Archela saja yang memiliki ketertarikan aneh pada diriku. Yang satunya siapa lagi?"
"... kamu serius tidak tahu?!" kenapa dia berbicara seperti itu, memangnya siapa lagi yang punya ketertarikan pada diriku selain Si Seyla?
__ADS_1
"Sebaiknya kamu lebih berjuang, Nak."
"Siapa sih?!"
***
Seusai penyerangan berakhir, dan Wayra telah terbebas dari mantra hipnotis, Zerlicia dan kawan-kawan nya, bersiap sedia merancang rencana selanjutnya untuk menaklukkan Kerajaan Ralley yang telah lama mengusik keluarga Zerlicia.
Tak diketahui apa motif kerajaan melakukan hal tersebut kepada seorang keluarga dengan kelas menengah kebawah, yang pasti, kini, mereka telah menumbuhkan seorang monster yang akan membawa kehancuran bagi diri mereka sendiri.
"Padahal kamu bisa langsung memporak-porandakan kerajaan loh."
"Memang benar aku mampu melakukan hal tersebut namun... ada alasan lain aku mendatangi ibu kota ini Kerajaan Ralley ini."
Mereka berdua tengah berjalan ditengah ibu kota sembari melihat ke sekeliling kota hingga Zerlicia menemukan sesuatu yang ia inginkan.
"Ngomong-ngomong, katanya kamu tidak bisa masuk ke ibu kota?"
"... Kapan aku berkata seperti itu kepada dirimu?"
Zerlicia menyinggung pernyataan bohong yang Archela katakan di masa sebelumnya. Katanya, Archela tidak bisa memasuki Ibu kota kerajaan secara leluasa. Namun, kali ini dia berjalan bersama dengan Zerlicia di dalam ibu kota kerajaan Ralley.
"Ah, lupakan. Selain itu, kamu ingat dengan seorang vampir bernama Hana?"
"Ah, vampir yang kau perlakukan bagaikan seekor binatang?" Archela seketika menyadari apa yang Zerlicia inginkan dengan mengajak dirinya masuk ke ibu kota Kerajaan Ralley.
"Benar, aku butuh dia dalam penyerangan kali ini," ujar Zerlicia dengan tatapan serius.
"Eh-- kamu butuh dia untuk penyerangan, atau.... kamu butuh karena ingin memuaskan hasrat seksual mu?"
"Kata-kata nya dijaga!" saat Archela mulai membicarakan sesuatu yang tidak enak dibicarakan di depan umum, Zerlicia langsung membentak kemudian menyumpal mulut Archela.
"Baiklah, lupakan soal hasrat mu itu, bagaimana kamu akan menemukan gadis vampir bernama Hana itu? Secara, kalian baru akan bertemu setelah dua tahun kemudian," kata Archela yang mempertanyakan tentang bagaimana cara Zerlicia menemukan Gadis Vampir bernama Hana tersebut.
"Tapi, saat kita terbang, otomatis mereka akan mengetahui tentang keberadaan kita. Benar-benar merepotkan..." lanjut Zerlicia menyempurnakan kalimatnya.
"Benar, tetapi, jika tidak bertindak nekat seperti yang kamu bilang tadi, mau tak mau kita harus menunggu takdir membawa kalian bertemu kembali di dua tahun kemudian," ucap Archela membalas keluhan yang dikeluhkan oleh Zerlicia.
"Yah, kau benar, mungkin kita harus sedikit nekat? Selain itu, kita masih belum tahu, bagaimana sistem penghalang iblis ini bekerja."
"Ya, terserah. Aku ikut bersamamu."
Hingga sore, mereka masih berjalan mengelilingi setiap sudut ibu kota kerajaan Ralley. Meskipun hari mulai gelap dan mereka telah menyusuri setiap sudut yang ada di ibu kota, Zerlicia dan Archela masih belum menemukan seseorang yang mereka cari.
"Sial, dimana markasnya sih?! Apa mungkin, dia belum kemari? Aahh, masa aku harus menunggu selama dua tahun lamanya?!!" Zerlicia mulai putus asa lantaran ia tak kunjung menemukan Gadis Vampir yang ia cari cari.
"Fufufu...."
"Jangan menertawakan aku! Ahhhh, aku ingin sekali membelai dia sekali lagi!!! Tidak.. Aku ingin terus membelainya!!!" Zerlicia mulai merengek. Meskipun usianya telah mencapai usia dewasa, namun... yang namanya manusia, akan tetap memiliki jiwa kekanak-kanakan di dalam hatinya.
"Kau sungguh lucu, lihatlah dirimu? Menggeliat dan berguling-guling di atas tanah yang kotor, kau tampak seperti seorang anak manusia... Apa kamu tidak malu jika ada seorang yang melihatmu?", ujar Archela memperhatikan diri Zerlicia yang mulai menggila karena tak kunjung menemukan apa yang ia inginkan.
"Seyla!!!", seru Zerlicia dengan tatapan mata yang bersinar sinar.
"Baiklah baik... aku akan membantumu, hanya saja, itu tidaklah murah!", ujar Archela sembari membelai dagu Zerlicia di depannya.
"Apapun!!!! Aku ingin Hana kembali kepelukanku!!! Pokoknya ingin!!!"
"Heh, iya-iya, siap laksanakan."
__ADS_1
Setelah Zerlicia memohon-mohon dengan mengorbankan tubuhnya sekali lagi, Archela pun mulai bergerak dengan caranya sendiri demi menemukan seorang Gadis Vampir bernama Hana yang dicari-cari oleh Zerlicia.
Namun... beberapa saat setelah Archela pergi meninggalkan Zerlicia yang masih tiduran di atas tanah, Zerlicia dikejutkan dengan seseorang yang datang dari arah yang berlawanan dengan jarak pandangnya.
Seketika saja, Zerlicia tersentak bangun kemudian bersiap menunggu kata-kata menusuk yang diucapkan oleh seorang yang berdiri dibelakang dirinya.
"Anu...." seorang gadis berkerudung merah, suaranya lembut nan indah untuk didengar, benar-benar nyaman.
Gadis yang cantik, ketika Zerlicia berbalik menatap wajahnya, dirinya sontak saja tercengang setelah melihat... kecantikan gadis yang mendapati dirinya tengah bersikap kekanak-kanakan.
"Hana...?"
"Eh?!"
Gadis berambut perak... tubuh mungil serta dada yang tentunya seukuran dengan tubuhnya... dia juga memiliki gigi taring yang terlihat di saat ia berbicara...
Bisa dipastikan, dia seorang dari ras Vampir.
"Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Gadis Vampir imut yang Zerlicia temui.
"Kita pernah!!! Ah, kamu pasti lupa, Hana!!!", jawab Zerlicia kemudian ia meloncat ke arah Gadis vampir di depannya untuk memeluk tubuhnya.
Hanya saja, berbeda dengan masa yang sebelumnya, di sini, gadis bernama Hana tersebut, menghindari diri Zerlicia yang berniat untuk memeluknya hingga membuat, Zerlicia tersungkur ke tanah.
"Ah, maaf!"
"Hei, Hana.... apa kamu tidak menyukaiku lagi?"
"Apa yang kamu katakan? Siapa kamu? Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" Hana semakin dibuat bingung oleh tindakan Zerlicia yang tiba-tiba meloncat dan berniat memeluknya. Ditambah, kata-kata Zerlicia tadi, membuat Hana semakin kebingungan.
"Aku, Zerlicia, Zerlicia Namsaka, kita pernah bertemu namun, sayang sekali, kamu melupakan diriku...." ujar Zerlicia memperkenalkan dirinya.
"Kapan tepatnya kita bertemu...? Mungkin saja aku lupa? Secara, vampir hidup selama ratusan, bahkan ribuan tahun. Untuk vampir ras tertinggi seperti diriku, aku bisa saja hidup dalam keabadian tanpa batasan. Aku telah hidup selama 152 tahun, mungkin saja aku melupakan momen penting yang terjadi selama aku hidup...?"
"Tidak..."
"Maaf..?"
"Kamu tidak melupakannya, kamu hanya terpaksa melupakannya. Karena, aku datang dari masa depan," ucapnya. Zerlicia berterus terang kali ini, meskipun bagi Hana, Zerlicia adalah seorang yang baru saja ia kenal.
"Maksudmu?"
"Aku tahu, kamu bertujuan menaklukkan Kerajaan Ralley ini, bukankah begitu?", saat Zerlicia berkata demikian, Hana sontak saja terkejut dan mencoba untuk menutup-nutupi kebenaran tentang niat aslinya datang ke ibu kota kerajaan Ralley.
"Santai saja, kita di fraksi yang sama. Malahan, aku ingin kamu bekerja sama dengan diriku! Akan aku buat, kerajaan ini hancur berantakan."
"...?"
"Aku, punya dendam pada Kerajaan ini, intinya... Aku ingin kamu menjadi bawahanku."
"Maaf...?"
"Tidak perlu basa-basi lagi. Mungkin terdengar jahat bagimu di masa ini tapi... di masa depan yang sebelumnya, kamu memohon bantuan kepada diriku. Jadi, mari kita lakukan?"
"Tunggu!? Apa yang kamu perbuat?!
"Hentikan!!!
"Tidak!!!!"
__ADS_1
Singkatnya, Zerlicia membuat kontrak budak dan majikan dengan diri Hana yang sedari tadi kebingungan dengan apa yang Zerlicia katakan. Setelah segel budak terbuat, sontak saja Hana mulai menangis.
Dan parahnya, bagaikan tak peduli, Zerlicia langsung memikul tubuhnya di pundaknya bagaikan memikul sebuah karung gandum.