Creations Isekai

Creations Isekai
Vol. 01 Bab. 22 : Pahlawan dari sisi kegelapan (End of Vol. 01)


__ADS_3

Ketika aku membuka mataku, terlihat Archela tertidur pulas di sampingku. Lein juga terkapar di atas tanah setelah kami berpesta dengan miras yang Archela bawa.


Tidak, sebenarnya aku yang memintanya.


Sungguh, aku benar-benar kalah.... aku tak mungkin hanya bisa berdiam diri saja ketika melihat kenyataan bahwa aku tak sanggup menunaikan amanah yang diberikan kepada diriku ini.


Satu-satunya cara, hanyalah dengan....


Bertaruh. Apakah aku masih bisa kembali ke masa lalu, atau mungkin malah, meninggal karena kebodohanku. Kedua taruhan itu, akan segera terbukti ketika pisau ini menyayat leherku.


"Berapa kali harus aku bilang, Zerlicia Namsaka," ketika hendak menusuk leherku sendiri dengan pisau yang terletak tak jauh dariku, tiba-tiba saja Archela terbangun kemudian ia menjatuhkan diriku seraya merebut pisau dari tanganku kemudian membuangnya.


"Jangan membuat ekspresi bodoh semacam itu!! Zerlicia, kau seorang yang tangguh! Aku tahu itu! Kamu hidup dengan dendam uang nengalir di darahmu. Ditambah dengan statusmu sebagai seorang reinkarnasi, kau.... Sial, kenapa aku harus melakukan hal memalukan ini!" ia membentak keras diriku hingga aku tak bisa berkutik lagi.


"Seyla.. ?" apa dia mengkhawatirkan diriku?


"Kau masih menggunakan nama itu?!", meskipun begitu, aku rasa Archela tetaplah Archela. Dia iblis, hanya karena ia bersikap perhatian kepadaku, bukan berarti dia tak memiliki niat buruk ke diriku.


"...." aku kehilangan kata-kata ku... aku ingin menjawab namun aku tak bisa... aku kehabisan tenaga...


"Karena itulah aku menyebutmu naif, Zerlicia," ucapnya kemudian ia turun dari tubuhku.


"Kau pikir untuk apa aku repot-repot mendatangi dirimu?"


Untuk apa? Bukankah untuk menyiksaku seperti biasanya?


"Aku kesini untuk memberimu penawaran, Zerlicia."


Penawaran? Apa itu? Apa aku sanggup melengkapi syarat-syarat nya? Akankah diriku mengacaukannya lagi?


"Kau ingin kekuatanku, bukan?", ucapnya dengan senyum licik di wajahnya.


Sejujurnya, aku tidak peduli lagi dengan ucapannya. Jika benar aku tak dapat kembali ke masa lalu, maka... mati juga bukanlah sebuah pilihan yang buruk.


"Maka dari itu, aku punya satu persyaratan yang harus kamu penuhi."


Sudahlah, aku akan berpura-pura mengiyakannya saja...


"Apa itu?", diriku bertanya dengan ekspresi yang tampak tegar.


"Singkatnya, jadi bawahanku!", begitulah ucapnya. Seperti apa yang aku pikirkan tadi, aku akan berpura-pura mengiyakannya saja. Setelah dia pergi dari sini, aku akan menjalankan rencanaku sendiri.


"Lalu, bagaimana caranya?"

__ADS_1


"Mudah, apa kamu tahu, manusia bisa direinkarnasi paksa di dunia ini?", apa dia bilang?!


Reinkarnasi paksa?!


"Tentu kamu akan terkejut mendengar nya," ucap Seyla bagaikan telah melihat ekspresi yang aku buat sebelumnya.


Lagipula, reinkarnasi paksa itu apa?! Kenapa dia membicarakan hal ini dengan diriku? Selain itu, jika Lein mendengar semuanya, bagaimana caraku menjelaskan kepada dirinya?


"Bisa kita berpindah tempat?"


"Tidak."


Yah, tentu saja, sejak awal Seyla ingin membeberkan semuanya ke diri Lein. Aku yakin dia merencanakan sesuatu dibalik semua ucapannya.


Kuharap, dia cepat pergi dari sini.


"Mari kita lanjutkan, Zerlicia Namsaka."


".....", aku akan mendengarnya. Setidaknya, aku rasa itu akan berguna untuk masa depan baru yang akan aku buat.


"Reinkarnasi paksa, reinkarnasi ini dapat dilakukan oleh para iblis tingkat tinggi sepertiku. Jika kami dikalahkan hingga tubuh kami tak lagi berbentuk, maka kami bisa terlahir kembali atas kemauan kami sendiri."


"Tunggu, bukankah itu artinya?!", Zerlicia menyela.


"Benar, mustahil kamu mengalahkan diriku."


* Seperti yang Zerlicia katakan, ia akan melanjutkan rencananya ketika Archela telah pergi dari hadapannya. Namun tetapi, tak ia sangka, Archela membawa topik yang berat di dalam pembicaraan mereka berdua.


Reinkarnasi paksa, sama seperti penjelasan Archela, para iblis tingkat tinggi, dapat bereinkarnasi sesuka mereka. Tidak peduli jika kamu membakar tubuh mereka, menyegel mereka, atau bahkan menenggelamkan mereka. Mereka dapat terlahir kembali.


Jiwa mereka bagaikan jiwa liar. Jiwa mereka dapat dengan mudahnya keluar masuk ke dalam tubuh asli mereka. Jika tubuh asli mereka benar-benar hancur, maka jiwa iblis tersebut, akan mencari tubuh sementara yang sesuai dengan dirinya hingga tubuhnya telah bangkit kembali.


"Aku suka sikapmu yang seperti itu, Zerlicia."


"Berisik!"


"Kamu bilang kamu butuh kekuatanku untuk menggulingkan pemerintahan, bukan?", Archela kembali mempertanyakan niat asli Zerlicia Namsaka.


"Benar, apa kamu tidak dapat mendengarku?", jawab Zerlicia dengan sangat ketus.


"Kalau begitu, dari pada menggunakan kekuatanku, bagaimana jika kamu menggunakan kekuatanmu sendiri. Namun, sedikit berbeda," ucap Archela dengan kata-kata yang sangat membingungkan hati Zerlicia.


"Apa maksudmu dengan 'sedikit berbeda'?"

__ADS_1


"Hmm, apa kamu pernah mendengar tentang, keabadian?"


"Ke---", Zerlicia tenganga.... "Keabadian? Apa maksudmu?"


"Benar, hidup selamanya, bertahun-tahun, berabad-abad, hingga melihat berbagai perkembangan zaman."


"Keabadian...?", Zerlicia masih terkejut dengan apa yang ia dengar.


*Benar, keabadian, kenapa sejak awal aku tidak mencari keabadian saja?! Dengan begitu, aku bisa melakukan apapun yang aku sukai.. *


Begitulah pikir Zerlicia dengan sedikit senyum gila terlihat di wajahnya.


"Tetapi, keabadian akan mempengaruhi kondisi mentalmu," ucap Archela yang menyadari jika Zerlicia merencanakan hal lain.


"Melihat perkembangan zaman, itu artinya juga melihat orang-orang terdekatmu pergi, meninggalkan dirimu selama-lamanya. Orang terdekat, pacar, suami, anak, cucu, dan sebagainya, kau akan terus hidup sedangkan keturunanmu akan pergi mendahului dirimu."


Karena ucapannya, Zerlicia tiba-tiba saja murung kembali.


"Saat melihat adik-adikmu dibawa oleh Wayra ke istana kerajaan, kau tampak sangat berantakan. Apalagi jika kamu melihat kematian mereka di masa depan? Apa yang akan kamu lakukan? Kamu tak bisa bunuh diri, kamu abadi, meskipun kepalamu terputus, kau akan tetap hidup!", ucap Archela memberitahu Zerlicia tentang konsekuensi yang akan ia dapat dari keabadian yang ia ingin dapatkan.


"Tak apa."


"Huh?!", Archela sedikit merasa kesal mendengarnya.


"Setidaknya, mereka hidup bahagia sampai ajal menjemput mereka. Aku jadi seperti ini, itu gara-gara aku tidak dapat memenuhi tanggung jawab yang diberikan kepadaku. Saat mereka beristri dan bersuami di masa depan, maka mereka akan fokus terhadap keluarga kecil mereka. Saat itulah aku bisa bahagia. Setidaknya, aku ingin mereka bahagia meskipun harus mengorbankan sesuatu yang paling berharga yang aku miliki. Termasuk, nyawaku," ujar Zerlicia dengan senyum bahagia di wajahnya.


"Heh...", Archela pun menyeringai.


"?", Zerlicia terkejut dengan seringai yang Archela tunjukkan ke dirinya. Dia sangat bertanya-tanya, apakah dia salah bicara, atau semacamnya? Zerlicia kebingungan dengan seringai yang Archela pancarkan.


"Itulah yang ingin aku dengar darimu, Zerlicia! Benar, begitu, aku suka itu!", ucap Archela yang mulai menggila.


"Anu... Bicara soal keabadian, apakah kamu tahu, dimana aku dapat mendapatkan keabadian yang kau sebutkan tadi?", ketika Zerlicia bertanya, Archela yang mesam-mesem di depannya, tiba-tiba saja kembali normal lalu menjawab pertanyaan Zerlicia dengan....


Sebuah tusukan yang mengarah langsung ke jantung Zerlicia.


"Sey... la?", rintih Zerlicia yang kini sekarat karena ulah Archela.


"Tidak perlu repot-repot mencari, semua itu, telah kamu dapatkan, entah itu keabadian, ataupun reinkarnasi paksa. Aku membuatmu terlahir kembali sebagai iblis! Iblis tingkat tinggi, kedudukanmu sama seperti ku!" ucap nya sembari mempertunjukkan tentang cara kerja keabadian kepada Zerlicia.


Area yang tertusuk pedang, seketika menutup kembali. Meskipun pakaian yang ia pakai tak kembali seperti semula namun, tubuh Zerlicia, kembali utuh seperti biasanya.


"Ini...?"

__ADS_1


"Benar, keabadian, ditambah aura hitam yang menyelimuti tubuhmu, kau adalah Ratu iblis kedua yang akan menguasai dunia ini bersama diriku, Zerlicia!"


"Ratu... Iblis.... AKU?!!"


__ADS_2