Creations Isekai

Creations Isekai
Vol. 02 Bab. 30 : Pengulangan terakhir


__ADS_3

Akhir-akhir ini, aku bermimpi tentang masa depan yang sangat terasa nyata bagiku. Masa depan dimana semua keinginanku hancur karena ulahku sendiri.


Dan yang terakhir, aku mimpi, aku berbicara dengan seseorang dan tengah mengobrol panjang dengannya.


Sial....


*****


Sebuah waktu akan terus terikat oleh ruang. Karena ruang dan waktu adalah sebuah kesatuan. Keduanya tidak dapat dipisahkan.


Meskipun kita berganti ruang, waktu akan tetap berjalan. Tidak peduli dimanapun kamu berada. Termasuk, kembali ke masa lalu.


Itulah yang akhir-akhir ini Wayra rasakan, dia merasa bahwa dia telah bermimpi panjang meskipun begitu, mimpinya terlihat begitu nyata baginya. Mimpi dimana kehidupan nya hancur berkeping-keping....


Bahkan ia tak punya pilihan lain selain merendahkan dirinya sendiri serendah-rendahnya bahkan lebih rendah daripada babi.


Wayra sangat takut jika semua itu terwujudkan, ia takut jika mimpinya menjadi kenyataan. Ia sangat ketakutan sampai ia salah membuat keputusan.


****


Aku menggunakan reinkarnasi paksa dengan cara melepas jiwa dari tubuhku yang ada di masa depan supaya jiwaku terpental ke masa lalu. Setelah itu, aku bergabung dengan jiwaku di masa lalu dan untungnya, tepat seperti yang aku pikirkan, aku mengendalikan diriku sepenuhnya.


"Wayra~" dengan nada bahagia, aku membangunkan Wayra meskipun ia selalu mengecewakan diriku.


"Kenapa, Zerlicia? Kamu tampak gelisah. Ada apa?"


".... tidak, hanya saja... oh ya, bagaimana jika hari ini kita latihan?"


"Hmm?"


"Ayolah!!!"


"Baiklah baik... setelah cuci muka, aku akan menemanimu."


Begitulah katanya.


Seperti dugaanku, reinkarnasi paksa yang kudapatkan setelah menjadi seorang iblis, sangatlah berbeda. Secara, aku dapat memilih latar waktu yang aku inginkan untuk memulai semuanya dari awal. Karena jiwaku telah abadi, tubuhku yang sekarang ini juga abadi karenanya. Hanya saja, tubuh iblisku masih belum terbentuk. Mungkin jika aku melakukan pelatihan Archela sekali lagi, aku dapat menumbuhkan tubuh iblisku dengan cepat.


Yah... itu nanti saja. Waktu dimana penyerangan yang terjadi, masih lama. Untuk sekarang, aku ingin bermain-main bersama semuanya sebelum pada akhirnya, aku akan mengakhirinya.


"Woah?!! Kenapa kamu memakai pakaian cabul itu, Kak?! Jika Ibu panti sampai tahu, kamu bisa dimarahi!"


"Pakaian cabul..?" apa maksud ucapan Rleas itu? Aku hanya memakai pakaian yang sesuai, aku juga merasa telah cukup menutup tubuhku. Yah, bagian pusarku masih terbuka sih tapi, itu wajar lah.


"Perutmu! Jika ibu panti sampai mengetahui kalau kamu mulai menjadi nakal, kamu bisa dimarahi!" ucapnya sembari mencoba membawaku pergi.. yah... aku baru saja tersadarkan.. aku lupa jika aku tak boleh memakai pakaian seperti yang aku kenakan sekarang ini di dalam panti.


Meskipun aku donatur terbesar di panti ini, statusku sebagai anak panti tidaklah berubah! Aku tetaplah menjadi seorang anak yang mereka rawat. Tentu saja mereka akan memarahiku jika aku berubah menjadi seorang anak yang nakal.


"Rleas..."


"Ya, kak?"


"Aku...."


"Hmm...?"


"Ah tidak jadi... Lupakan."


Aku rasa... membicarakan semuanya dengan Rleas hanya akan membuat Rleas menjadi kebingungan. Meskipun tidak kebingungan, Rleas akan menjadi merepotkan. Ia akan memintaku untuk lebih keras melatihnya supaya dia dapat berkembang.


Sejujurnya, aku berniat untuk melatihnya hanya saja, ada perasaan aneh di dalam hatiku, aku tak ingin Rleas ikut menanggung beban yang sama seperti yang aku tanggung selama ini.


"Berhenti bermesraan di sana dan ambil sapu untuk menyapu halaman, Zerlicia, Rleas!"


"Ah baik!"


Kami tak bermesraan... lagipula, kami satu keluarga, meskipun kami berbeda orang tua, status kami hanyalah Kakak dan adik. Tidak lebih.


Delapan bulan berlalu sejak pengulangan yang aku lakukan... kini sisa dua bulan sebelum penyerangan terjadi. Dan selama aku berada di masa ini, aku masih belum menjumpai Archela yang melarang ku kembali ke masa lalu.


Sejujurnya, aku takut saat bertemu dengannya. Hanya saja, mau tak mau aku harus tetap menemuinya. Jika tidak, aku tak akan mendapatkan kekuatan ku kembali.


Meskipun aku masih memiliki sekitar 50% kekuatan yang aku bawa dari masa depan, namun... aku tetap membutuhkan tubuh iblisku agar aku dapat melakukan apa yang aku inginkan.


Sudahi bermain-mainnya, aku harus menemuinya sekarang!


Aku berangkat pada saat malam telah tiba, tepatnya, saat semuanya tengah terlelap dalam tidurnya. Disaat itulah, aku membuka portal teleportasi menuju ke dungeon Ratu iblis untuk menemui Archela.


Dengan melangkah maju ke depan, aku harus siap dengan hukuman apa yang menantiku di sisi lain portal teleportasi yang mengarah langsung ke ruangan Ratu iblis.


Semoga saja dia tidak marah....


"Selamat malam, Petualang Naif nan Bodoh, Zerlicia. Apa yang membawamu datang menemuiku setelah meninggalkan aku di masa depan?"


"....." tampaknya, dia benar-benar marah.


"Seyla..."


"Ada apa, kucingku yang lucu?"


"Sudah aku duga, kamu pasti Seyla yang ku kenal."

__ADS_1


"Tentu saja, apa kamu pikir ada Ratu iblis lain di dunia ini selain diriku?"


"Aku?"


"Iya, itu berbeda. Namamu 'kan Zerlicia."


Ngomong apa sih. Basa-basinya gak nyambung...


"Jadi, kamu ke sini untuk mendapatkan kembali tubuh iblis mu, begitukah?" woah, dia memahami nya?!


"Kau benar, tolong dibantu, Seyla."


"Baiklah. Hanya saja, ada bayarannya."


"Ugh... selama kita melakukan nya di alam mimpi yang kamu buat, aku akan melakukannya. Aku tak bisa meninggalkan mereka lama-lama."


"Baiklah, akan aku percepat waktu di dunia itu agar kita kembali sebelum fajar tiba."


"Makasih... ngomong-ngomong, apa yang kamu inginkan dariku?"


"Rahasia!"


"...." ini membuatku gelisah... secara, rahasia nya dia pasti berupa penyiksaan bagiku.


Yah meskipun begitu, mau tak mau aku harus melakukannya. Demi semua orang yang aku sayangi, akan aku pastikan, mereka tumbuh dengan baik di dunia yang jahat ini.


"Kamu yakin hanya ini?" saat latihan berakhir, Seyla kemudian melakukan hal yang sejak awal kami sepakati.


"Iya, terus membelaiku sampai aku puas!!"


Tenyata, Seyla hanya ingin dimanja selama beberapa saat... yah, aku tidak akan percaya banyak padanya sih. Aku yakin, di akhir, dia pasti akan menyiksaku.


Aku sangat yakin sekali, karena.. dia adalah Seyla.


"Sudah aku duga... kamu tak akan puas hanya dengan belaian."


"Pfft... "


"Sudahlah, aku senang ini berakhir sesuatu perjanjian."


"Sebenarnya aku masih belum puas namun, apa yang akan aku lihat selanjutnya, adalah sebuah pertunjukan terhebat yang pernah aku lihat sebelumnya. Aku yakin itu."


"Kamu seperti seorang peramal saja."


Setelah aku mendapatkan tubuh iblisku kembali, aku langsung kembali ke kamar di dalam panti.


Aku tidur dengan Lein sekarang ini, dia cukup mudah untuk diajak bicara. Jadi, jika aku datang dengan wujudku yang seperti ini, aku yakin dia akan mengerti.


"Monster??!!"


Saat aku sampai di sana, tak aku duga-duga, Rleas telah bangun dan memasuki kamar yang aku tempati...


Aku rasa suasana nya akan memburuk jika Rleas sampai berteriak dengan keras. Jadi, aku langsung meloncat ke arahnya dan menyumpal mulutnya dengan tanganku.


"Aku ini Kakak mu, apa kamu tidak menyadari, betapa cantiknya Kakak mu ini?", yah... aku yakin dia tak akan mempercayai ucapan ku sih.


"Pembohong!"


Sudah aku duga.


"Apa aku harus membuktikannya?"


"Iya! Mana mungkin kamu adalah Kakak ku! Dia lebih cantik daripada dirimu!"


Permisi... apa maksudnya? Dia bilang jika aku yang sekarang ini tidaklah cantik? Dan dia bilang, aku yang dulu lebih cantik dari yang sekarang?!


Sialan, tiba-tiba saja aku merasa kesal.


"Aah, baiklah. Kamu punya kebiasaan buruk memikirkan ku saat sendirian."


"Hah?!" awalnya, aku hanya bercanda mengatakan hal tersebut. Aku benar-benar tidak mengetahui apapun yang ia lakukan di belakang ku. Yah, untuk anak seusianya, mungkin saja dia pernah melakukan nya namun... dari ekspresi nya... dia serius memikirkan aku?!


"Tunggu, kamu serius melecehkan Kakakmu ini di dalam imajinasi mu?! Kau!?"


"Tidak!!! Aku...."


"......" sial, suasananya jadi canggung karena jawaban yang tak terduga.


"Oh, Zerlicia, dari mana saja kamu?", Lein?!


Syukurlah... Lein telah bangun!! Aku bisa meminta tolong kepada dirinya untuk memperkenalkan tubuh baruku kepada diri Rleas yang kebingungan di bawahku.


"Lein!!!" saat ia bangun dari tempatnya tidur, aku langsung melompat mengarah ke tempat nya tidur. Dia tidak menghindari nya, namun...


".... siapa kamu?" yah, sudah aku duga... pasti dia juga tidak mengenaliku. Sialan, aku telah terpojok ya?


"Hmmm, kenapa, Zerlicia?" suara itu... Wayra? Dia menyebut namaku dari luar pintu?! Apa dia dapat mengenaliku?! Syukurlah!!!


"Wayra!!!!" mendengar jika Wayra memanggil ku, aku langsung berbalik dan memeluknya. Aku harap dia benar-benar dapat mengenaliku.


"Kamu tahu siapa aku?!"

__ADS_1


"Si bodoh yang naif?"


".... Kenapa kamu menyebutku dengan sebutan yang dibuat oleh Seyla!!??"


Tunggu....


Dia mengenaliku, Wayra mengetahui siapa aku meskipun tubuhku telah sepenuhnya berubah. Dan dia juga tahu tentang julukan yang diberikan Seyla kepadaku... apa mungkin... dia mengingat kejadian di masa depan sebelum pada akhirnya, dirinya terbangun di masa kini?


"Semua, aku tak tahu bagaimana tapi, aku benar-benar yakin, gadis berperawakan iblis ini, adalah Zerlicia!"


"Kakak?! Kau seriusan jika dia ini Kakakku?!"


"Ya, tidak diragukan lagi, secara, sifatnya yang sangat senang bermain-main, dapat dengan mudah diketahui."


Aku, terkenal karena itu.. ya?


"Meskipun aku baru memimpikannya, tetapi... apa yang terjadi dalam mimpiku... secara perlahan mulai terwujud.. dan mimpiku semakin terlihat nyata dan dapat aku ingat dengan mudah. Zerlicia, apa kamu mengetahui penyebabnya?"


"...." aku tak bisa menjawabnya. Bukannya aku tak mampu menjawabnya, namun... aku tidak punya jawaban yang sesuai dengan pertanyaan nya.


Tetapi, kenapa bisa dia mengalami hal yang sama sepertiku? Apa mungkin... dia memiliki kekuatan yang sama seperti ku?


Tidak, bisa dibilang jika ini seperti apa yang terjadi dengan diri Seyla. Aku yakin mereka berdua mengalami hal yang sama. Aku rasa.


Yah meskipun begitu, aku senang, akhirnya aku dapat memperkenalkan tubuh baruku kepada seluruh penghuni panti.


Awalnya mereka semua takut dengan sosokku namun, setelah aku memperkenalkan diriku dengan baik, adik-adikku yang masih kecil, langsung menghampiri ku dan bermain dengan tubuhku. Pasti mereka penasaran dengan apa yang terdapat pada tubuhku.


Memang dasarnya anak-anak.


"Kamu juga mau menyentuhnya, Rleas?"


"Huh?!"


Tatapan mata tidak mungkin bohong. Aku yakin Rleas ingin sekali ikut menyentuh tubuh baru ku ini.. huh, kau masih anak-anak ya?


Tunggu....


"Apa yang kamu sentuh, Rleas?" saat aku menyadarinya, aku merasa seperti ada yang meremas... kepunyaan ku... jangan bilang, Rleas...?


"Kamu tidak bilang bagian mana yang tidak boleh aku sentuh. Jadi, boleh kan?"


Dia.....


"Setelah sarapan, langsung pergi ke lapangan!" aku kesal... aku langsung mendorongnya hingga ia terjatuh ke belakang. Dia benar-benar nekat. Dia melakukan hal itu di depan anak-anak yang lain. Bahkan, ibu panti serta pengurus panti juga berada di sana.


Benar-benar pelecehan seksual!


"....."


Seperti kataku, setelah sarapan, aku menyuruhnya pergi ke lapangan. Dan dia menurutinya. Aku melihat, Rleas yang terduduk sembari melamun menatap ke sebuah pohon.


"Kak, dahulu, pohon adalah tempat yang paling nyaman digunakan untuk tidur. Apa kamu ingat? Kamu memaksaku untuk memanjat pohon padahal waktu itu, aku sangat takut akan ketinggian."


Tiba-tiba saja bercerita tentang masa lalu... yah, aku memang merasa bingung dengan ucapannya tetapi, aku rasa... aku akan menanggapi nya


"Ingat. Saat itu, kamu sampai mengompol memohon kepada ku agar aku menurunkan dirimu. Hahahaha, saat itu, kamu hanya bisa naik ke atas."


"Hah, aku sempat meragukan jika kamu itu, seorang iblis yang menyamar. Atau mungkin, kamu tengah dirasuki oleh seekor iblis... sungguh, tadi aku merasa takut jika kamu bukanlah kakakku lagi."


"Hmm, apakah itu ada hubungannya dengan saat kamu menyentuh dadaku?!" Seriusan, aku masih kesal dengan tindakannya tadi.


"Aku hanya mengecek ukurannya. Itu tumbuh meskipun hanya seukuran buah apel."


"Woi!!" dia secara sadar mengatakan hal yang begitu menyakiti hatiku di depan mukaku? Apa dia mencoba mengajakku bertarung?!


"Aku tak tahu apa yang tengah Kakak alami namun, jika beban yang Kakak tanggung, telah melebihi batasan yang dapat Kakak tanggung, maka, jangan sungkan untuk berbagi tanggung jawab kepada diriku. Aku telah dewasa, aku juga telah cukup kuat untuk membantumu menanggung beban yang berat itu. Jadi, jangan dibawa sendirian, Kak. Selama ini, aku berlatih hanya untuk membantu Kakak menghidupi adik-adik kita."


"..... Meskipun kamu bilang seperti itu...." aku bangun dari tempat ku duduk...


"Kekuatanmu masih sangat dangkal. Baiklah jika kamu benar-benar memaksa. Aku akan membagi beban yang aku tanggung untuk dirimu. Tetapi, dengan satu syarat."


"Apa itu?!"


"Selama setengah bulan, kamu harus mengikuti pelatihan ku tanpa mengeluh sedikitpun. Kamu masih sangatlah lemah. Aku akan membantumu untuk menjadi lebih kuat sehingga aku dapat berbagi beban dengan tenang."


"..."


"Apa kamu sanggup, Rleas? Yah, meskipun kamu tidak sanggup, aku tetap akan melatihmu."


"Aku siap kapanpun itu, Kakak!"


"Bagus! Aku suka itu!"


"Tapi.... sebelum kita mulai, bisa tidak kamu meminta maaf dengan baik setelah dengan lancangnya kamu menyentuh dadaku dan menghina ukuran dadaku?"


"Eh...~ kenapa?" woah, dia benar-benar tidak merasa bersalah?!


"Rleas?!"


"Baiklah, maafkan aku," dari nadanya, aku yakin bahwa dia tidak serius disaat ia meminta maaf pada diriku.

__ADS_1


__ADS_2