DEAR ANGKASA

DEAR ANGKASA
Bintang iklan.


__ADS_3

"Kenapa aku nggak bisa tidur sih, pikiran ku terus melayang ke berita tadi"Desah Renata merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, sesekali melirik hp yang tergeletak tak jauh darinya.


"Ren,,ren"Panggil sosok wanita yang berprofesi sebagai pengusaha toko bunga yang terkenal dengan sebutan ibu ayu sari flower yang tak lain ialah ibunda Renata sendiri.


"Iya maaf"Renata beranjak bangun dari tempat tidur nya berjalan menghampiri sumber suara yang tadi memanggilnya.


"Sini makan dulu nak"Sari melambaikan tangannya ketika melihat putri semata wayangnya muncul di daun pintu.


"Nanti aja mah, Renata lagi malas"Balas Renata dengan wajah kusam lusuh.


"Makan dulu nanti keburu dingin loh, kamu mau biarin mama makan sendirian"Tutur Sari menarik tangan Renata yang masih menempel di daun pintu.


"Iya,,iya"Jawabnya pasrah Renata mengikuti langkah ibunya.


Sedangkan disisi lain Risa dan keluarga besar angkasa sudah menyelesaikan makan malam mereka,Risa melirik arloji ditangannya yang mulai menunjukan pukul 07.00 malam.


"Tante Risa bantuin beres-beres ya"Risa membereskan tumpukan piring kotor yang ada diatas meja makan dan mencoba membawanya ke dapur tapi Wira melarangnya dan menyuruh Risa untuk membiarkannya tetap diatas meja karena nanti ada pembantu yang akan membersihkan nya.


"Hey,sayang biarkan saja nanti ada bik sumi yang membersihkan nya"Keluh Wira ketika melihat Risa mencoba membersihkan bekas makan mereka.


"Iya nggak usah diberesin nanti juga ada yang beresin"Cletuk Angkasa menyeruput segelas susu hangat yang ada dihadapannya.


"Risa Tante mau ngomong penting sama kamu"Ujar Wira dengan wajah serius yang membuat Risa berfikir bahwa rahasia terbesar nya dengan angkasa sudah diketahui orang tua mereka.


Apa Tante Wira sama om Toni sudah tau tentang perihal hubungan antara aku dan angkasa yang sudah kandas itu,tapi dari mana mereka tau apakah Angkasa sendiri yang memberi tau mereka.


"Gini Risa Tante cuma mau minta tolong sama kamu,Tante lihat kamu itu cocok banget jadi model loh terus Tante pengen kamu jadi model iklan diperusahaan Tante ya,,plisss Tante butuh banget model cantik,muda kayak kamu gini"Ujar Wira tersenyum sambil mengelus rambut panjang Risa yang cantik bergelombang.


"Tapi Tante sebelumnya Risa belum pernah jadi model iklan kayak gitu"Tutur Risa tersenyum malu menatap wajah angkasa yang tersedak karena mendengar ucapan ibunya yang menginginkan Risa jadi model iklan diperusahaan nya.


"Nggak papa sayang nanti juga Tante ajarin,tapi Tante lihat di instragram foto kamu keren-keren loh"Puji Wira memperlihatkan foto Risa yang ada di instragram hpnya.


"Hehehe,,Tante itukan cuman setingan"Elak Risa tersenyum malu melihat foto yang ada di hp Wira.


"Loh sama aja foto model juga cuman setingan kok, iyakan pah"Wira tersenyum menatap suaminya yang menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Iya Risa kasihan Tante, udah lama baju desain terbaiknya nggak ada yang promosikan,cuma kamu yang muat pakai baju itu"Toni ikut menimbali untuk membujuk Risa.


"Yaudah Risa bantuin deh,Tante"Jawab Risa tidak enak melihat ekspresi wajah Wira yang menaruh harapan pada nya.


"Beneran sayang,,Tante senang banget"Wira memeluk hangat Risa yang duduk disampingnya, sedangkan angkasa hanya bisa menonton dan mendengarkan obrolan yang tidak menarik itu .


"Ee, yaudah Tante karena udah malam Risa pulang ya"Ujar Risa mengalihkan pembicaraan.


"Yaudah diantar Angkasa ya"sahut Wira menoleh kearah angkasa yang masih memakan secup es krim didepannya.


"Nggak usah Tante, lagian tadi aku sudah bilang ke mas Joko buat jemput kok"Jawab Risa menunjukkan pesan singkat yang baru ia kirim ke supirnya itu.


"Udah biarin diantar angkasa aja,pasti kalau nunggu sopir kamu bakalan lama apalagi akhir-akhir ini sering macet"Toni ikut menimpali.


"Ayo Angkasa anterin Risa pulang"Wira menyuruh angkasa yang terus memandang pembicaraan mereka tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Iya,mah ayo Ris"Angkasa berdiri dari duduknya dan meraih jaket milik nya yang tergeletak dikursi ruang tamu.


"Risa pulang dulu ya Tante,om"Risa menjulurkan tangannya pada sosok dua orang yang selalu terlihat akrab dengan nya seperti keluarga kedua.


Angkasa mengeluarkan motornya dari bagasi dan menyuruh Risa segera naik keatas motor miliknya yang berwarna merah seperti warna kesukaannya sejak dulu angkasa memiliki kendaraan ia lebih suka menggunakan warna meras sebagaimana mana motor nya sekarang.


"Turun didepan maksudnya?"Tanya Angkasa tak mengerti dengan ucap yang terlontar dari mulut Risa.


"Iya turun didepan,nanti biar mas Joko yang menjemput ku"Tutur Risa menjawab ulasan angkasa yang belum paham.


Angkasa tak memperdulikan ocehan Risa yang penting ia bisa mengantarkan Risa sampai rumah nya dengan selamat dan terus melajukan motornya walaupun tempat yang dimaksud Risa telah terlewati,Risa hanya tetap diam diatas motor melihat sikap kepedulian angkasa terhadap nya.


Angkasa aku takut,aku tidak bisa melupakan mu dengan mudah jika kamu terus berada didekat ku.


"Bukankah itu cewek yang menepuk pundak ku tadi sore di alun-alun "Gumam Nizam ketika melihat Risa dan Angkasa yang melaju didepannya.


"Bukanya itu angkasa ya,wah sama cewek cantik lain dia"Ujar Rendi menunjuk motor yang melaju didepan mereka.


Cewek itu unik banget,aku jadi ingat waktu di toko buku itu,,rupanya dia masih mengingatku waktu itu.

__ADS_1


"Aku duluan ya"Nizam tersenyum menyalakan motor miliknya dan meninggalkan teman-teman di ruas jalan yang ramai.


"Eh,Nizam mau kemana kita kan belum selesai nongkrong nya"Teriak Pasya melihat Nizam melajukan motornya meninggalkan tempat.


Nizam menerjang jalanan yang saat itu macet berat karena ada beberapa perbaikan jalan didepan,Nizam mencoba menyelah beberapa mobil didepannya.Hingga sampai kedepan dan kini tepat berada disamping motor yang dikendarai angkasa dan Risa.


"Itu kan Nizam"Cletuk Risa membuat angkasa menoleh kesamping dan mendapati sosok Nizam yang mengendarai motor berwarna hitam yang kemudian ikut menoleh kearah dua sejoli itu.


"Woy Angkasa"Nizam menepuk pundak angkasa yang terlihat membalas Dengan wajah kesal.


"Kamu nggapain sih, tiba-tiba ada disamping kita"Ujar angkasa kesal dengan tatapan mata Nizam yang tertuju pada sosok wanita yang duduk dibelakang nya.


"Jalan umum kalik,terserah dong"Jawab Nizam menyodorkan sebuah permen lollipop pada Risa yang duduk dibelakang.


"Buat aku"Risa menunjuk dirinya ketika Nizam menyodorkan sebuah permen padanya yang kemudian dibalas dengan anggukan Nizam yang membuat Risa mengambil permen itu dari tangan Nizam.


Angkasa yang menyaksikan adegan tersebut terlihat kesal dengan perlakuan Nizam yang sok akrab dengan Risa, tidak lama kemudian satu-persatu kendaraan melaju kedepan dan meninggalkan tempat kemacetan itu.


"Aku duluan ya"Nizam melajukan motornya mendahului Angkasa yang kemudian ikut melajukan motornya dibelakang Nizam.


Tiba-tiba Angkasa meminggirkan motornya diruas jalan dan meminta Risa untuk memberikan permen yang diberikan Nizam tadi padanya.


"Berikan pada ku permen tadi"Angkasa mengacungkan tangan nya ke belakang.


"Permen ini,untuk apa?"Tanya Risa meletakkan permen itu diatas tangan angkasa yang menjulang kebelakang.


"Kok dibuang"Tegas Risa kaget ketika tiba-tiba Angkasa membuang permen pemberian Nizam begitu saja.


"Takut ada racunnya"Jawab Angkasa kembali melajukan motornya setelah menjawab pertanyaan singkat dari Risa.


angkasa apa-apaan sih,,maen buang-buang aja nggak tanya-tanya dulu lagi.Apa ini artinya Angkasa cemburu kalau liat aku dikasih sesuatu dari orang lain,ya mana mungkin lah Angkasa kan sudah punya Renata.


Angin malam menambah suasana jalan menjadi romantis dengan gerlap lampu disetiap pinggiran kota membuat mata susah untuk mengalihkan pandangan,ditemani dengan suasana itu Angkasa menyusuri jalan mengantarkan Risa sampai kerumah nya.


...Tragedi permen lollipop membuat setiap orang bisa melihat kecemburuan Dimata Angkasa, karena takdir...

__ADS_1


...bisa membuktikan ketulusan hati hanya dengan hal-hal kecil....


...____ Lollipop____...


__ADS_2