DEAR ANGKASA

DEAR ANGKASA
BAB 35:HARI KELULUSAN SEKOLAH.


__ADS_3

Setelah tiga bulan berlalu diselimuti dengan kebohongan besar yang Angkasa sembunyikan pada mereka, Akhirnya acara kelulusan sekolah yang paling dinanti-nanti oleh semua orang itu digelar.


Acara kelulusan sekolah yang digelar dipinggir pantai, Terlihat meriah dengan gemerlap nya lampu-lampu yang menghiasi pinggiran pantai, Semua orang berpakaian non formal karena acara ini dibuat khusus oleh angkatan mereka, Angkasa yang terlihat tampan dengan kaos putih berbalut kemeja pendek berwarna biru muda dan celana jeans pendek, Sangat cocok dengan badan tinggi tegap nya.


Renata yang tampil eksotis dengan busana pendek yang berwarna merah muda terlihat cocok dengan rambut pendeknya yang terurai.


Semua orang terlihat bahagia menikmati pesta perpisahan yang digelar ditepi pantai,Renata berjalan menghampiri angkasa yang asik duduk bersama teman-teman nya.


"Eee, Angkasa aku mau ngomong penting sama kamu"Tutur Renata tersenyum menggandeng tangan Angkasa dan mengajaknya ketepian pantai, Menatap langit malam yang cantik dengan taburan bintang-bintang.


"Malam hari ini kamu terlihat cantik"Puji Angkasa tersenyum menggenggam tangan Renata.


"Memangnya setiap hari aku tidak cantik?"Ujar Renata menatap Angkasa.


"Kamu setiap hari selalu cantik dimata ku"Sahut Angkasa merangkul pundak Renata dengan mesra.


Disisi lain Risa,Amel dan Tasya baru sampai setelah beberapa menit sibuk memilih pakaian dirumah Risa,Risa terlihat anggun dan elegan dengan balutan atasan croope bewarna biru Wardah dan rok jeans mini yang ia kenakan, Belum lagi rambut panjang nya yang terurai bergelombang, Menambah ciri khas seorang Risa semakin menawan.


"Malam hari ini kamu terlihat sangat,Sangat cantik bahkan semua cewek-cewek disini nggak ada yang bisa mengalahkan mu"Puji Amel merangkul pundak dua sahabatnya itu.


"Dasar lebay"Sahut Risa tertawa kecil.


"Eh,,Risa bukanya itu Angkasa sama Renata ya?"Ucap Tasya menunjuk dua orang yang terduduk mesra ditepian pantai.


"Mereka itu masih pacaran ya,Awet banget sih"Sahut Amel memanggukan kepalanya.


K**ok mereka berdua kelihatan mesra banget dan mereka masih terlihat seperti pasangan,Ada apa sih sebenarnya apa memang sesungguhnya mereka belum putus, Tapi Angkasa sendiri yang mengatakan bahwa mereka sudah tidak ada hubungan.


"Risa,Woy Risa kok kamu bengong sih?"Tegur Amel menyenggol lengan Risa yang terdiam menatap dua manusia yang bermesraan didepannya.


"Enggak kok, Aku cuman terpesona melihat pesta ini begitu meriah"Sahut Risa tersenyum.


"Yaudah kita kesana yuk"Ajak Tasya menggandeng tangan kedua sahabatnya itu.


Semua orang terpesona melihat ketiga bidadari yang datang menghampiri mereka, Termasuk Risa yang malam itu banyak mencuri perhatian semua orang dengan tampilan yang sedikit terbuka dan seksi.

__ADS_1


"Risa malam hari ini kamu cantik banget,kita jalan-jalan disekeliling pantai yuk"Ajak Nizam meraih tangan Risa dan mengajaknya berjalan-jalan ditepian pantai yang berpasir.


"Aku udah lama banget nggak jalan-jalan malam kayak gini, Apalagi ditepi pantai yang udaranya sejuk"Ujar Risa tersenyum Menikmati keindahan pantai malam.


"Risa,, Aku lihat hari-hari ini sering dekat dengan Angkasa kamu punya hubungan sama dia?"Tanya Nizam menatap senyuman manis Risa.


"Nggak kok, Itu mungkin perasaan kamu saja"Tutur Risa.


"Tapi saat divilla bukanya kalian terlihat sangat dekat?"Sahut Nizam masih penasaran.


"Angkasa dengan ku memang sejak kecil sudah dekat, bahkan aku seperti putri kedua orang tua nya, Sudah lah tidak pernah dibahas"Ucap Risa menepuk pundak Nizam yang membalasnya dengan senyuman.


Sama halnya seperti pasangan pada umumnya, mereka menghabiskan waktu bersama ditepi pantai.


Angkasa dan Renata asik mengobrol ditepi pantai, iringan ombak air dan semilirnya angin malam menambah suasana romantis bagi keempat pasangan yang menghabiskan waktu disana.


"Aku cuman mau tanya sama kamu, Kenapa akhir-akhir ini kamu itu banyak menghilang dari pandangan ku,saat aku mencoba menghubungi mu dan saat aku mencari mu disekolah, Kamu selalu hilang entah kemana?"Tutur Renata menatap wajah Angkasa yang dingin.


"Akhir-akhir ini aku sibuk mengurus perusahaan papah,jadi aku sulit dihubungi"Ucap Angkasa tersenyum.


"Masih tidak percaya,, Akan kutunjukan sesuatu"Ucap Angkasa menunjukkan Vidio kunjungannya ke perusahaan ayahnya.


"Waw,,Disini kamu terlihat seperti pengusaha"Puji Renata memeluk Angkasa manja.


"Renata aku mencintaimu"Tutur Angkasa mengecup kening Renata.


"Emm,, Aku tau kok kalau kamu mencintaiku"Sahut Renata manja.


Beberapa menit kemudian semua orang berkumpul ditengah-tengah acara tersebut, Angkasa yang tidak bisa mengalihkan pandangan pada sosok wanita yang paling cantik dimalam hari itu, Siapa lagi kalau bukan Risa, Karena dimalam hari itu Risa lah satu-satunya wanita yang banyak mencuri perhatian.


"Risa terlihat semakin mempesona, Jika memakai pakaian pendek seperti itu, Tapi bukankah itu semua membuat semua cowok-cowok menjadi tergoda?"Gumam Angkasa menatap wajah Risa yang tertawa bahagia ketika melihat kembang api dihidupkan dilangit.


"Risa kamu ingin mencobanya"Tutur Nizam menghampiri Risa yang berdiri disampingnya.


"Boleh"Sahut Risa tersenyum ketika Nizam memberikannya sebuah kembang api.

__ADS_1


Angkasa yang terlihat cemburu ketika melihat Risa tertawa bahagia dengan Nizam didepannya, Apalagi saat Nizam menggenggam tangan Risa ketika menghidupkan kembang api.


"Angkasa kita nyalakan bersama yuk"Ajak Renata menarik tangan Angkasa.


"Iya,, Iya"Sahut Angkasa mengambil kembang api diatas meja.


Renata menunjuk sisi sayangnya pada Angkasa layaknya seorang pacar, Sedangkan Risa yang melihat kejadian itu,Membuatnya semakin yakin bahwa hubungan antara Angkasa dan Renata belum berakhir.


Acara berlangsung sangat meriah, Semua orang menghabiskan waktu perpisahan mereka dengan acara yang berbeda-beda,Para pria menghabiskan masa perpisahan mereka dengan minum-minuman, Sedangkan para wanita mereka sibuk membakar daging dipanggangan.


Angkasa yang sudah setengah mabuk itu tidak kuasa menahan amarahnya ketika melihat Nizam meminjam kemejanya untuk Risa, Karena hari semakin malam dan angin cukup dingin.


"Lepas baju mu dari tubuhnya"Sahut Angkasa menarik tangan Nizam yang mencoba membantu Risa memakai kemejanya.


"Kamu apa-apaan sih,Cuacanya tuh dingin banget"Ucap Nizam mendorong tubuh Angkasa yang setengah mabuk itu.


"Sudah kukatakan jauhi dia, Kenapa kamu masih mendekatinya"Teriak Angkasa memukul wajah Nizam hingga terjatuh diatas pasir.


"Angkasa,, Cukup,, Cukup Angkasa"Teriak Risa menarik tangan Angkasa yang hampir menghabisi Nizam.


"Kemarin ikut dengan ku"Angkasa menarik tangan Risa ,menjauh dari tempat acara.


"Kamu apa-apaan sih Angkasa, Lepasin sakit"Tutur Risa mencoba melepaskan tangannya.


"Kamu yang apa-apa, Kenapa bermesraan dengan Nizam didepan ku"Teriak Angkasa hendak mencium Risa.


Plak,,Satu tamparan keras melambung diwajah tampan Angkasa.


"Berani nya menamparku"Ucap Angkasa.


"Jika aku tidak bisa bermesraan dengan Nizam lalu kenapa kamu dan Renata bisa, Bukanya kamu yang mengatakan bahwa kalian sudah tidak ada hubungan"Tutur Risa.


"Sudah kukatakan aku sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi dengan Renata,apa itu kurang jelas"Ucap Angkasa.


"Oo,, Jika itu memang benar aku percaya kok"Tutur Risa tersenyum berlalu meninggalkan Angkasa.

__ADS_1


Kemesraan mereka tidak bisa dipercaya begitu saja oleh Risa,Hal itu semakin membuatnya menderita,Angkasa tidak bisa memberikan kejelasan mengenai hubungan mereka.


__ADS_2