
"Pagi ini kita akan pulang,soalnya Tante banyak banget kerjaan di kantor dan besok kalian sudah mulai berangkat sekolah kan"Tutur Wira yang duduk berkumpul dengan semua orang.
"Iya Tante, soalnya besok sekolah juga mengadakan acara penyambutan OSIS baru,iya kan teman-teman"Sahut Tasya menoleh kesemua orang yang ada disana.
"Iya benar Tante,kebetulan Amel juga panitia di acara itu,,pasti besok dia sangat sibuk"Tutur Risa tersenyum.
"Angkasa,Nizam Tante nggak mau ya,kalau kalian sering berantem kaya gitu"Ujar Wira melirik dua manusia yang duduk dihadapan nya.
"Iya tante"Sahut Nizam mengangguk-angguk kepalanya.
Sinar bulan terpancar cantik di langit menyorot tepat diatas kamar Risa,pintu keluar dari balkon yang ada di kamarnya sengaja dibuka agar angin malam perbukitan bisa masuk dan terdengar juga suara jangkrik yang saling sahut-sahutan dengan daun-daun yang bergoyang, membuat suasana semakin terasa asli.
**************
"Nizam kelihatan lagi sebel deh sama aku,,dari kemarin dia tidak menyapa atau berbicara sepatah kata pun pada ku,apa mungkin dia marah gara-gara aku dekat dengan Angkasa"Risa menarik selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.
"Hari ini aku melakukan hal bodoh dengan Angkasa,Risa bagaimana bisa kamu melakukan sesuatu ini seharusnya aku mengingat tujuan awal untuk menjauh dari Angkasa tapi kenapa sekarang aku semakin dekat, bahwa sangat dekat"Gumam Risa mengacak-acak rambutnya.
"Lalu bagaimana dengan Renata,bukankah aku telah melukai hati nya dia pasti sangat terluka jika mengetahui ini semua,aku tidak bisa membiarkan orang lain merasakan luka yang pernah ku alami walaupun luka itu aku sendiri yang membuatnya"Risa menutup mata dan menenggelamkan diri didalam selimut.
**********
Terdengar tawa kecil dari ruangan yang gelap, hanya ada sorotan layar hp yang memperlihatkan wajah tampan dan menawan itu.
"Bisa-bisa nya Risa percaya begitu saja dengan ucapan ku tadi,dasar gadis polos"Gumam Angkasa kembali tertawa.
Cleating,,sebuah pesan singkat tampil dilayar hp Angkasa, wajah Angkasa seketika pucat selama ketika melihat nama seseorang yang mengirim sebuah pesan singkat pada nya.
Angkasa kamu dimana sih,,susah banget dihubungi katanya kamu cuman liburan berdua sama mamah kamu dipuncak, tapi kenapa aku melihat sebuah postingan diinstragram mamah, disitu aku melihat Amel dan Nizam bersama mamah kamu, mereka ikut liburan kepuncak juga.
Cleating,,satu pesan masuk lagi masih dari orang yang sama.
Semakin kesini aku semakin binggung deh sama kamu,, kemarin saat ingin ikut kamu kepuncak kamu bilang hanya ingin pergi berdua dengan mamah kamu tapi postingan ini benar-benar memperlihatkan bahwa kamu tidak hanya berdua,apa Risa juga ada ditempat itu...???
jika begitu kenapa aku tidak boleh ikut liburan kepuncak,apa karena mamah mu tidak memperbolehkan nya jika aku saat itu ikut??
__ADS_1
aku bisa melihat bahwa mamah kamu tidak suka pada ku tapi aku akan terus berusaha menaklukkan hati mamah mu Angkasa.
Seperti itulah pesan yang dikirim oleh Renata untuk Angkasa, seperti yang belum kita ketahui bahwa sebenarnya Angkasa belum mengakhiri hubungan nya dengan Renata, status Renata masih sama yang itu seorang pacar tapi Angkasa sengaja mengatakan pada Risa bahwa hubungannya dengan Renata telah berakhir, entahlah apa tujuan yang sebenarnya Angkasa rencana?? sebenarnya siapa wanita yang benar-benar singgah dihati nya??Risa atau Renata.
Cinta bukanlah teka-teki silang atau pun lelucon yang bisa dengan mudah dipermainkan, bagaimana jika dua hati itu tau yang sebenarnya, bukankah permasalahan ini akan lebih sulit dijelaskan.
Apalagi dua wanita itu sangat berpengaruh terhadap hidup angkasa,,mungkin saja dengan berjalannya waktu keduanya akan semakin sulit diselesaikan.
********
Di rumah Renata sendiri ia terfokus dengan layar hp yang mulai meredup, masih mencoba menanti jawaban dari semua pertanyaan nya.
"Kok Angkasa nggak membalas pesan ku sih,apa dia sudah tidur tapi jelas-jelas tadi pesan itu terlihat sudah dibaca"Renata mulai menguap,tangan nya sibuk menutupi mulut yang menganggap lebar,satu persatu matanya mulai tertutup dan akhirnya tenggelam diatas tempat tidur.
Keesokkan harinya divilla semua orang sibuk membawa barang-barang bawaan mereka untuk dimasukkan kedalam bagasi mobil,terllihat Angkasa sibuk membantu membawakan barang-barang Risa,termasuk kopernya yang kemudian dimasukkan kedalam bagasi mobil miliknya.
"Sudah semua kan?nggak ada yang ketinggalan"Ujar Wira memastikan semua telah sempurna tidak ada sesuatu.
"Seperti sudah semua Tante"Sahut Nizam menutup pintu bagasi.
"Nggak kok Tante, udaranya cukup dingin"Risa tersenyum pada sosok wanita yang mulai memasang wajah khawatir.
"Risa kamu beneran tidak apa-apa?"Nizam menatap penuh ke khawatiran.
"Nggak apa-apa kok"Risa tersenyum pada Nizam.
"Udah ayo masuk"Angkasa menarik tangan Risa masuk kedalam mobil.
"Ayo-ayo semuanya masuk"Teriak Wira menyuruh pasukannya untuk segera memasuki mobil.
Perjalanan pulang berlanjut Angkasa memasangkan sabuk pengaman pada Risa yang bersandar pucat, tangannya masih sibuk menggosok-gosok perutnya yang kian merasa tidak nyaman.
"Kamu sakit?"Angkasa menyentuh kening Risa.
"Nggak kok,perutku cuman sedikit tidak enak"Ucap Risa menutup matanya.
__ADS_1
Mobil yang ditumpangi banyak orang telah melaju lebih awal sedangkan mobil yang ditumpangi dua sejoli itu masih terparkir didepan villa.
"Beneran nggak apa-apa tapi"Angkasa menggosok-gosok halus perut Risa yang terus tersandar memejamkan matanya.
"Udah ayo jalan"Sahut Risa.
Angkasa menyalakan mesin mobilnya dan melaju menyusuri jalanan yang penuh dengan pepohonan yang menjulang tinggi mengintari sekeliling jalanan curam.
"Uhuwek,!"Risa tiba-tiba mual dan ingin muntah.
"Risa,,kita berhenti dulu"Angkasa panik menghentika mobilnya.
Risa dengan sigap turun dari mobil dan memuntahkan semua makanan yang tadi masuk kedalam perutnya, Angkasa yang berdiri mendampingi Risa berusaha terus menggosok-gosok leher Risa supaya ia mengeluarkan muntahan nya.
"Masih ingin muntah?"Angkasa memegangi tubuh Risa yang lemas pucat.
"Udah nggak,,cuman sekarang aku sedikit pusing"Lirih Risa lemas.
"Yaudah kita masuk kemobil ya,nanti kita mampir kerumah sakit dulu untuk memeriksa keadaan mu"Ucap Angkasa mengangkat tubuh risa.
"Angkasa bisa nggak kalau kita duduk disana dulu, soalnya aku masih sedikit mual aku takut nanti malah muntah dimobil lagi"Ucap Risa menunjuk kearah sebuah telaga kecil yang ramai pengunjung.
"Ya udah ayo"Angkasa menurunkan Risa dan mengajaknya masuk kesebuah wisata alam yang ada didekat lokasinya berhenti.
"Apaa yang terjadi,, kenapa tiba-tiba aku mual-mual seperti ini?"Gumam Risa duduk sambil menunggu angkasa membeli minuman hangat.
Aku tidak hamil kan,,? tapi kenapa aku mual-mual?ah,, mungkin saja aku hanya masuk angin,, tapi tetap saja aku takut jika itu benar-benar terjadi.
"Risa, minum teh hangat ini"Angkasa menyodorkan se cup teh hangat dan sepotong roti yang tadi ia beli.
"Aku tidak mau makan,,aku mau minum saja"Sahut Risa meraih se cup teh hangat tersebut.
"Tapi perut mu kosong,nanti tambah sakit "Ujar Angkasa berusaha menyuapi Risa yang terus enggan menolak.
__ADS_1
Mereka berdua menikmati keindahan telaga yang ada dihadapan mereka, menyaksikan pemandangan yang tiada Tara dengan keramaian pengunjung yang mondar-mandir dan berfoto diarea telaga.