
Malam ini tak seperti biasanya dirumah angkasa semua orang sibuk menyiapkan acara kecil-kecil yang digelar untuk merayakan hari ulang tahun ayah angkasa Toni.Tidak semua orang diundang hanya kerabat dekat dan para sahabat saja, termasuk keluarga risa, yang malam ini datang lebih awal dari para tamu undangan lainnya,Risa dan Niko sengaja datang lebih awal karena membantu mempersiapkan acara kejutan untuk Toni yang saat ini masih berada dikantor perusahaan nya.
Pesta ini dipersiapkan mendadak karena pesta ini sama sekali tidak direncanakan awalnya,tapi karena ide ayah Risa yaitu Niko yang memberi saran agar merayakan ulang tahun sahabat nya itu walaupun hanya acara kecil-kecilan,jadi wajar saja semua orang dirumah itu terlihat berlarian kesana-kemari demi menyiapkan pesta sesuai waktu yang telah ditetapkan,pesta ini pun digelar hanya di taman yang ada didepan rumah.
"Tante ini ditaruh mana ya?"Tanya Risa membawa cake ulang tahun yang tadi ayahnya beli sewaktu perjalanan ke rumah angkasa.
"Taruh sana saja sayang"Sahut Wira menunjuk meja yang tertata di taman.
"Kok aku nggak liat angkasa ya dari tadi,apa dia lagi nggak dirumah"Risa meletakkan cake diantara beberapa makanan yang ada dimeja tersebut.
"Risa sayang kemari bantu Tante"Panggil Wira dari dalam.
"iyya Tante"Jawab Risa berlari kecil ke dalam.
Wira meminta tolong pada Risa agar membantunya menghias sekeliling taman dengan lampu-lampu agar lebih terlihat meriah dan cantik.
Namun ketika Risa mencoba memasang lampu ditempat yang agak tinggi, tiba-tiba kaki Risa terpeleset di tangga yang ia naiki dan hampir terjatuh sebelum Angkasa datang dan Risa terjatuh dipeluknya.
"Aaaaaaa"Risa berteriak ketika tubuhnya hampir melayang ketanah, tapi hal itu tidak terjadi setelah tubuhnya terjatuh di benda kekar dan hangat itu.
Mereka berdua saling tatap memancarkan wajah mereka dengan gerlap lampu yang jatuh diantara dua dua remaja itu, tatapan itu berlangsung cukup lama dan menambah kesan romantis bagi siapa yang melihatnya.
"Lain kali hati-hati"Angkasa menurunkan Risa dari tubuhnya.
"Iya, makasih"Ucap Risa membenarkan rambutnya yang tersangkut di antingnya.
"Sini"Angkasa membuat Risa melepaskan rambutnya yang tersangkut tepat dibawah telinga nya,Risa hanya bisa terdiam menatap wajah Angkasa yang mulai mendekat kearah nya dan menyentuh rambut secara perlahan.
Angkasa wajah tampan mu ini semakin membuat jantungku berdetak kencang dan hembusan nafas mu yang hangat aku pun bisa merasakan nya,sangat nyaman.
Aku ini kenapa sih kalau lagi dekat-dekat Risa jantungku serasa berdetak kencang dan aku nggak bisa mengontrol diri untuk tidak melihat mata dan bibir yang mempesona.
"Udah lepas"Tutur Angkasa melepaskan tangan nya dari rambut dan daun telinga Risa.
"Sekali lagi makasih ya, kamu udah bantu aku"Ucap Risa tersenyum kemudian mengalihkan pandangan pada beberapa lampu yang berserakan dibawah karena tertarik oleh nya.
"Itu lampu biar aku aja yang masang"Angkasa mengambil alih lampu yang ada ditangan Risa dan memasang nya kembali seperti semula.
__ADS_1
"Aku bantu pegangin tangga nya ya"Ucap Risa memegangi tangan yang dinaiki Angkasa.
"Hem,,hem cie kompak nih,udah kayak suami istri aja"Cletuk Wira ketika melihat dua sejoli itu terlihat saling membantu menyelesaikan pekerjaan.
"Apaan sih mah,nggak usah ngada-ngada deh"Tutur Angkasa turun dari tangga dan langsung pergi masuk kedalam.
"Malu tuh Angkasa,Ris makanya langsung masuk kedalam"Ejek Wira menghampiri risa .
Setelah semua persiapan selesai dan Toni sudah kembali dari kantor,acara itu pun berlangsung beberapa kerabat dan sahabat saling memberi ucapan dan hadiah pada Toni termasuk Niko dan Risa.
"Selamat ulang tahun ya om"Risa memberi sekotak kado yang ia hias sendiri.
"Makasih ya Risa"Senyum Toni menerima kado pemberian pemberian Risa.
"Pah ini dari angkasa"Ujar Angkasa memeluk ayahnya tersebut.
"Makasih ya anak papah yang paling ganteng, ayo-ayo silahkan dinikmati"Tutur Toni mempersilahkan para tamu undangan untuk menikmati pesta ulang tahun nya itu.
"Risa kemari sayang"Panggil Wira mencoba memperkenalkan Risa kebeberapa sahabat-sahabat nya.
"Iya ini namanya Risa,ia dia calon mantu ku cantik banget kan"Puji Wira tersenyum bangga.
C**alon mantu apa itu khayalan,Tante cukup jangan sebut aku sebagian calon pendamping untuk angkasa itu semua semakin membuat ku menderita setiap mendengar nya.
Angkasa yang sibuk membakar daging didekat obrolan mereka,menjadi merasa tidak tega melihat wajah Risa yang mulai berkaca-kaca dan berpura-pura tersenyum.
Risa pasti terluka,, karena sebutan itu tidak seperti kenyataan yang diharapkan banyak orang,ia pasti pura-pura menutupi kesedihannya dengan senyuman kecil diwajahnya.
"Tante,Risa kesana dulu"Tutur Risa tersenyum kebeberapa orang yang ada didepannya.
"Risa mau pergi kemana?"Gumam Angkasa mengikuti jejak Risa dari belakang.
Cleating, cleating.
Pesan masuk muncul dari layar hp Risa terlihat disana nama Nizam muncul dari layar utama wattsap nya.
Risa kamu udah tidur belum.
__ADS_1
Besok kita berangkat sekolah bareng ya.
Aku jemput kamu besok.
"Risa kemari nak"Panggil ayahnya melambaikan tangan,Risa meletakkan hpnya dimeja dekat tasnya berada dan berjalan menghampiri suara yang memanggil nya.
Dring,,dring.
Suara panggilan masuk dari hp Risa yang tergeletak diatas meja,hal itu membuat Angkasa penasaran dan mengambil hp Risa dari tempat nya.
"Nizam, ngapain dia nelpon Risa malam-malam"Tutur Angkasa ketika melihat nama yang muncul dilayar hp Risa yang terus berdering.
"Kamu nggapain"Teriak Risa merampas hpnya dari tangan Angkasa yang kemudian menatap Risa dengan wajah tanda sedikit kesal.
"Kayaknya kamu akrab banget sama Nizam, kalian pacaran"Tanya Angkasa menatap Risa yang mencoba menghindari pertanyaan nya.
"Aku kesana dulu ya"Risa beranjak pergi dari hadapan Angkasa namun dengan cepat Angkasa menahannya dan menyeretnya ketempat yang tidak terlihat oleh orang.
"Kamu Jawab dulu, kamu ada hubungan apa sama Nizam"Teriak Angkasa mencengkeram lengan Risa.
"Kamu apa-apaan sih aku nggak punya hubungan apa-apa sama Nizam"Jelas Risa mencoba melepaskan tangan Angkasa yang mencengkeram lengan nya.
"Bohong, kamu pasti ada hubungan sepesial kan sama Nizam"Tanya Angkasa menatap tajam Risa.
"Aku nggak bohong,lepasin Angkasa sakit kamu kok kasar gini sih"Ucap Risa kesal.
"Sebelum kamu jujur aku nggak akan melepaskan mu"Ucap Angkasa memepetkan tubuh Risa ketembok dibelakang mereka.
"Memangnya kenapa kalau aku ada hubungan atau tidak sama Nizam,apa itu penting buat kamu,dengar Angkasa kita ini sudah tidak punya hubungan apa-apa"Jelas Risa mendorong tubuh Angkasa dan meninggalkan Angkasa yang terdiam dengan kata-kata Risa yang menancap dipikiran nya.
Be**nar aku memang sudah tidak berhak atas dirimu ris,aku juga lah yang membuatmu hancur seperti ini,dan sekarang aku merasa tidak rela jika kamu bersama orang lain.
Entah apa yang ada dipikiran angkasa sehingga ia Semarah itu ketika melihat Risa mendapatkan telefon dari orang lain, mungkinkah perasaan cinta masih terselip dihati seorang Angkasa.
...Sikap keras dan kecemburuan Angkasa adalah bukti bahwa cinta yang pernah ada didalam hatinya sesungguhnya masih ada,tapi dia terjebak dengan cinta keduanya....
...___Mr.Arogan___...
__ADS_1