
"Tapi nggak cuma keluarga kita berdua kan Tante?"Tanya Risa dalam pembicaraan telepon tersebut.
"Ya nggak dong sayang,tante juga ngajak teman-teman Angkasa kok,kamu juga boleh ajak teman-teman kamu"Ujar Wira dalam telfon tersebut.
"Yasudah Tante,nanti Risa bakalan ngajak Amel dan Tasya"Tutur Risa.
"Ajak semua teman-teman kamu biar tambah ramai,udah ya sayang Tante harus mempersiapkan segala sesuatu untuk camping kita besok"
"Iya Tante"Risa menutup telfonnya dan berbaring ditempat tidurnya.
Tante Wira begitu baik dan sayang banget sama aku , walaupun aku dan angkasa sudah tidak bersama lagi,Tante Wira tetap menerima ku seperti putrinya sendiri aku jadi rindu sosok mamah yang slalu menyayangi ku meski aku sedang buat salah.
********
Ke esokkan harinya mereka semua berkumpul didepan rumah angkasa,tante Wira menyuruh mereka untuk segera masuk kedalam mobil besar yang telah disiapkan,tante Wira juga menyuruh angkasa dan Risa untuk satu mobil berdua,agar mereka bisa saling memperbaiki hubungan mereka yang telah kandas ditelan hari.
"Tapi Tante,masa kita cuman berdua terus Tante naik mobil mana?"Tanya risa.
"Tante berangkat bareng anak-anak lainnya di mobil itu, kamu berangkat sama angkasa.Risa Tante harap kalian bisa mengobrol lebih lama dan memperbaiki hubungan kalian"Ujar Wira tersenyum mengelus rambut Risa yang menatapnya.
"Tante,Risa dan Angkasa nggak mungkin bisa bersama lagi, Angkasa sekarang adalah milik Renata Tante"Jelas Risa berbinar memberi pengertian.
"Tante tau,tapi Angkasa sendiri yang bilang kalau dia akan meninggalkan Renata demi bisa bersama kamu kembali"Tutur Wira tersenyum menatap Angkasa yang berdiri didepan pintu mobil.
"Tapi Tante"Ucap Risa sebelum terpotong oleh Wira.
"Tante mohon Risa,baiklah sekarang kalian masuk kemobil Tante juga akan segera masuk kemobil"Wira berlalu pergi memasuki mobil.
"Ayo masuk"Perintah angkasa masuk kedalam mobil yang berwarna merah menyala.
Mobil rombongan paling depan melaju lebih awal diikuti mobil Angkasa dari belakang.
Selama didalam mobil Risa dan Angkasa tidak mengucapkan sepatah katapun setelah memutuskan untuk pergi bersama.
Hening dan sunyi,mungkin itu yang bisa digambarkan keadaan suasana didalam mobil yang melaju pelan itu, melihat kecanggungan antara mereka berdua membuat Risa akhirnya memutuskan untuk membuka pembicaraan lebih awal.
"Angkasa"Ucap Risa menoleh pada seseorang yang fokus mengemudi.
"Hmm"Jawab Angkasa tanpa menoleh sedikitpun.
"Angkasa kenapa kamu mengambil keputusan bodoh seperti ini?"Tanya Risa menarik lengan Angkasa agar menghentikan mobilnya.
__ADS_1
"Memangnya aku mengambil keputusan apa? kamu tau yang tadi kamu lakukan itu sangat berbahaya,, bagaimana jika tadi aku tidak bisa mengendalikan pengemudi dengan benar"Teriak Angkasa setelah menghentika mobilnya dan menatap penuh amarah pada Risa.
"Aku minta maaf tentang tadi,tapi aku hanya ingin bertanya,alasan apa?dan kenapa kamu meninggalkan Renata begitu saja"Ujar Risa bertanya kesal.
"Alasannya karena aku mencintaimu"Teriak Angkasa memukul setir pengemudi.
"kamu mikir nggak sih nggak Angkasa,keputusan yang kamu ambil itu bisa melukai hati Renata,mungkin saat ini dia hancur.Aku bisa mengatakan semua ini karena aku seorang wanita dan aku pernah ada diposisi itu"Tegas Risa menatap mata angkasa yang memerah.
"Aku tidak peduli,keinginan ku sekarang adalah aku memiliki mu kembali"Tutur Angkasa.
"Sekejam itu kah hati mu Angkasa,bahkan kamu tidak memikirkan perasaan orang lain"Ucap Risa kesal.
"Terus mau kamu apa sekarang"Teriak Angkasa mencengkeram tangan Risa.
"Aww,,sakit Angkasa"Keluh Risa merintih kesakitan.
"Keputusan yang ku buat sudah bulat tidak bisa diubah walaupun kamu yang meminta"Jelas Angkasa melepaskan tangan nya.
"Kamu itu telah banyak berubah Angkasa kamu itu bukan Angkasa yang aku kenal,dulu Angkasa nggak pernah kasar pada ku tidak seperti Angkasa yang ada bersama ku saat ini"Ucap Risa menatap angkasa penuh dengan rasa kecewa.
"Terserah kamu ingin mengatakan apa"Sahut Angkasa kembali menjalankan mobilnya,menyusuri jalanan perbukitan yang penuh dengan jalan dan tikungan tajam.
Cinta memang rumit layaknya benang yang menggulung semerawut, menciptakan sebuah konsentrasi dan kesabaran yang tinggi untuk membuatnya kembali seperti semula.
"Aku bisa bawa sendiri"Sahut Risa ketika melihat Angkasa hendak membawakan koper miliknya.
Berhubung Villa diliburkan jadi suasana tidak terlalu ramai hanya beberapa pegawai villa yang masih aktif bekerja saat itu.
"Anak-anak kamar kalian sudah disiapkan untuk masing-masing sesuai dengan jumlah kalian,kami akan membagi nomer kamar sesuai dengan nama yang tertera di pintu"Jelas salah satu pegawai wanita difila tersebut.
"Tuan muda Angkasa dan nona Risa kami sudah menyiapkan kamar khusus untuk kalian,nanti salah satu asisten kami akan menunjukkan nya"Jelas pegawai wanita tersebut membantu membawa barang-barang bawaan Risa dan Angkasa.
"Mamah dimana ya?"Tanya Angkasa menoleh kekiri-kanan sekeliling tempat.
"Oo,,nyonya bos sudah berada dikamar nya,mungkin sedang istirahat"Jawab pegawai wanita itu tersenyum.
Ap**a maksudnya kamar khusus?apa mereka menyiapkan sebuah kamar dengan satu ruangan untuk aku dan Angkasa,tidak-tidak ini tidak mungkin,Risa buang pikiran kotormu itu.
"Nah,,itu kamar yang disebelah barat adalah kamar tuan muda dan yang sebelah timur itu kamar nona Risa"Pegawai wanita itu menunjuk kamar mereka yang letaknya hanya berhadapan.
"Kartu kuncinya mana"Sahut Angkasa mengatungkan tangannya.
__ADS_1
"Oo,ini maaf tuan saya tadi lupa"Pegawai wanita itu tersenyum menyodorkan dua kartu kuncinya.
"Terimakasih"Risa tersenyum meraih kartu tersebut.
"Kalau begitu silahkan kalian beristirahat,saya pergi dulu"Sahut pegawai wanita tersebut meninggal dua sejoli yang saling adu pandangan sebelum akhirnya mereka masuk kekamar nya masing-masing.
S**yukurlah aku kira aku akan satu kamar dengan Angkasa,walaupun sebenarnya aku malas harus berdekatan dengan kamar Angkasa,tapi bagaimana lagi,ini pasti rancangan Tante Wira supaya aku dan angkasa bisa terus berdekatan bagaimana jika nanti aku hilaf dan melakukan hal-hal tak terduga dengan Angkasa,haduh Risa cukup kamu mikirin apaan sih.
Ting,Tung
Terdengar bel pintu kamar risa berbunyi, seketika Risa langsung membuyarkan lamunannya dan berlalu lari kecil kearah sumber suara.
"Siapa?"Risa membuka pintu nya dan ternyata Amel dan Tasya berdiri sambil membawa banyak cemilan ringan ditangannya.
"Hay,, lihat nih aku udah bawa banyak makanan untuk menemani kita nonton film"Ujar Tasya masuk kedalam.
"Tau nggak sih Risa,Villa nya Angkasa itu besar banget,aku saja bisa terguling-gulin diatas kasur,bosen banget tau satu kamar sebesar ini hanya ditinggali satu orang"Tutur Amel merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur yang ada dikamar Risa.
"Tapi kamar Risa lebih luas dan mewah deh"Sahut Tasya berjalan mengelilingi seluruh sudut.
"Iya,,Risa aku boleh tanya sesuatu nggak"Ucap Amel mendekat kearah Risa yang duduk disofa.
"Tanya pasal apa?"Jawab Risa .
"Memangnya kamu sama angkasa itu punya hubungan apa sih,sampai mamah nya Angkasa sedekat itu sama kamu?"Tanya Amel menatap lekat Risa yang duduk didepan nya.
Risa berdiam diri menatap wajah Amel yang penuh dengan rasa penasaran itu,Risa berusaha berfikir sejenak untuk bisa menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu, akankah dirinya harus jujur dan memberi tahu bahwa Angkasa adalah matan pacar atau tetap menyembunyikan rahasia yang mungkin akan mereka ketahui dengan beriringnya waktu.
"Sebenarnya Angkasa adalah,Angkasa adalah matan pacar ku yang belum sempat ku putuskan"Jawab Risa.
"Hah,mantan pacar"Sahut Amel dan Tasya serempak kaget mendengar jawaban tersebut.
"Iya aku dan Angkasa pernah memiliki hubungan pacaran,sejak kami masih duduk di bangku SMP,namun setelah aku kembali kesini aku terkejut ketika melihat Angkasa telah memiliki kekasih baru selain aku,sejak saat itu aku mulai menjauh darinya"Jelas Risa.
"Memang ya sih Angkasa itu brengsek, beraninya dia nyakitin perasaan sahabat ku"Ujar Amel kesal.
"Tapi sebenarnya kalian belum putus kan,karena kalian nggak mengucapkan kalimat putus"Sahut Tasya masih penasaran.
"Iya sih bisa disebut kita ini belum putus,tapi hubungan kita ini sudah berakhir walaupun saat ini Angkasa berusaha memperbaiki nya"Jelas Risa tersenyum.
"Emm,, sini-sini peluk"Ucap Amel memeluk kedua sahabatnya itu.
__ADS_1
"Maafin kita ya Risa seharusnya kita bisa menghibur dari kesengsaraan itu"Tutur Tasya mengeratkan pelukannya.
"Udahlah nggak usah dibahas,masa lalu ya tetap masa lalu"Ucap Risa tersenyum.