DEAR ANGKASA

DEAR ANGKASA
BAB 59: PERNIKAHAN PALING BERSEJARAH.


__ADS_3

SEMINGGU YANG LALU..


"Nikahnya nunggu Bintang dan teman-teman kumpul ya?"


"Iya, mereka harus datang karena ini adalah perencanaan besar dalam hidup"Ujar Angkasa tersenyum menggenggam tangan Risa yang berjalan beriringan dengan nya.


Angkasa tidak berubah dia hanya pernah tersesat,dia masih sama dengan Angkasa yang dulu hanya saja dia kini sudah dewasa.


****


Hari ini,detik ini akan segera berlalu,tak kan ada yang bisa memisahkan Angkasa dan Risa yang telah ditakdirkan untuk bersama.


Wanita cantik dengan gaun pengantin berwarna putih dan mahkota di kepala nya itu, adalah Antarisa Wahana.


Hari ini dia akan melangkah kan kaki menuju kehidupan baru,menuju jenjang yang lebih serius dan akan mengikat janji.


Dan laki-laki tampan yang mengenakan jas putih itu adalah Angkasa Debaroto,calon suami yang akan selalu bersama Risa.


"Kamu cantik sekali sayang"Ucap Wira memeluk Risa.


"Andai Papah masih disini menemani ku, pasti dia akan tersenyum bahagia dengan ini semua".


"Jangan menangis sayang"Ujar Wira mengelap pipi Risa dengan tisu,dia tau duka baru saja berlalu dalam kehidupan putri kecilnya itu tapi sesaat akan ada suka cita yang menyelimuti mereka.


"Risa!"Panggil Tasya dan Amel yang berlari memeluk hangat pengantin cantik itu.


"Aku rindu banget sama kalian"


"Sama aku juga"


Mereka bertiga saling berpelukan, meluapkan rasa rindu yang telah lama terpendam.


"Aku nggak bisa menghubungi Bintang,kalian bisa bantu nggak?mau bagaimana pun Bintang itu seperti keluarga ku"Tutur Risa menatap dua sahabatnya itu.


"Kamu nggak perlu menghubungi ku melalui panggil Risa, karena aku sudah di sini"Sahut laki-laki tinggi tegap yang tampan dengan setelan jas dan celana hitam.


"Bintang?"Seru Risa tersenyum dan langsung berlari memeluk sosok Bintang yang ia anggap seperti kakaknya itu.


"Nggak perlu sedih, menangis apalagi galau karena di hari ini seharusnya kamu bahagia"


"Apa kamu juga bahagia?"Risa menaikan pandangan nya menatap Bintang.


"Aku bahagia dan sekarang ada alasannya kenapa aku bahagia?itu karena ada kamu dan aku sekarang memiliki dia"Bintang menoleh ke belakang dan menatap wanita yang berdiri di belakang.


"Renata?"Gumam Risa.


Gadis yang tingginya sepadan dengan Risa,secantik embun pagi Renata kelihatan anggun dengan balutan dress berwarna coklat muda setengah lutut.

__ADS_1


"Kalian udah jadian?"Tanya Risa tersenyum.


"Tanya Bintang jangan tanya aku"Sahut Renata tersipu malu saat lontaran perkataan itu menyorot kearahnya.


"Anggap saja kita sudah jadian"Bintang menggenggam tangan Renata.


"Bintang nggak pernah sebucin ini,tapi hari ini aku melihat kebahagiaan di wajahnya"Ungkap Risa.


"Ada kado spesial yang aku bawa khusus untuk kamu"


"Apa?"Risa menatap penuh makna.


Seorang wanita paruh baya yang ia kenal dan lekat dimatanya itu, berdiri didepan nya sambil menunjukkan senyumnya yang paling bermakna.


"Aku nggak mimpi kan?"Seru Risa menatap Bintang.


"Aww,sakit tau"Keluh Risa ketika Bintang mencubit pipinya dengan gemas.


"Kamu tidak mau memeluk ku Risa?"Ujar wanita tua itu menadangkan dua tangannya.


Dengan rasa paling membahagiakan Risa memeluk wanita yang ada didepannya itu,rindu?itu pasti.


Tak ada hari kebahagiaan tanpa adanya hari suram,tak ada hari gelap tanpa adanya hari cerah,begitu pula dengan Risa?tak kan ada Risa tanpa adanya Angkasa.


Di acara semewah itu, Angkasa melangkahkan kakinya menjemput pengantin wanita yang berdiri di di depan pintu utama.


Angkasa mengulurkan tangannya pada Risa yang menyahut dengan senyuman cantik nya, dunia serasa milik berdua.


***


Setelah acara selesai,semua orang berkumpul untuk berfoto bersama,empat pasangan yang terdiri dari Bintang, Renata, Nizam, Amel,Tasya, Reza dan pengantin baru itu.


Senyuman terukir di wajah mereka, seakan-akan dunia game percintaan mereka telah selesai pada titik paling membahagiakan.


"Setelah Angkasa dan Risa,adakah dari kalian berdua yang ingin ikut menyusul?"Seru Nizam menunjuk Bintang dan Reza yang tersenyum menggaruk kepalanya.


"Kalau bisa hari ini aku juga mau nyusul,iyakan Tasya?"Sahut Reza dengan bangganya.


"Sana nikah sama monyet"Tasya memukul dan mencubit lengan Reza.


"Aww,jangan kayak gitu kalau aku nikah sama monyet nanti kamu menjomblo"Ungkap Reza terkekeh.


"Udah-udah kalian berdua ini ribut aja, kasihan tau pengantin baru"Kata Amel.


TIDAK UNTUK SAAT INI.....


Setelah melalui acara panjang,kini pasangan yang telah menjadi suami istri itu saling menatap penuh cinta, dengan suasana kamar yang menghipnotis Angkasa berdiri binggung sambil meneguk segelas air putih terus-menerus.

__ADS_1


"*Walaupun aku pernah melakukan ini sebelumnya tapi untuk hari ini aku gugup, bahkan aku sampai berkeringat dingin".


"Angkasa?mungkin dia pikir aku juga mau melakukan hal itu untuk kedua kalinya,oh tentu saja tidak".


"Kenapa Risa menatap ku seperti itu,apa dia tau yang aku pikirkan saat ini? seharusnya aku bersemangat untuk malam ini tapi kenapa aku malah takut?dimana jiwa pemberontak Angkasa* ?".


"Risa"


"Hemm, kenapa?"Risa menoleh kearah Angkasa yang duduk di sofa panjang sambil terus meneguk air putih.


"Kamu udah mau tidur?"


"Sudah ku duga kalau Angkasa ingin melakukan hal itu,tapi tak kan ku biarkan itu terjadi"


"Memang kenapa? memangnya aku harus bagaimana?aku harus ngapain?"


"Maksud aku... memangnya kamu udah ngantuk?"


"Pertanyaan macam apa ini?".


"Kalau aku sudah mengantuk kamu mau apa?kalau aku belum mengantuk kamu mau apa?"Tanya Risa duduk dipinggiran ranjang dengan tatapan tajam.


"Ada dengan Risa, kenapa setelah menikah di jadi seperti macan?apa semua wanita berubah seperti ini setelah menikah?".


"Hello Derektur Angkasa?ada pertanyaan lagi kalau tidak aku akan pergi tidur"Ujar Risa naik keatas tempat tidur.


"Ya sudah tidur lah"


"Terimakasih selamat malam"Lirih Risa tersenyum senang dibawah selimut tebal itu.


"Selamat malam"Sahut Angkasa.


Seharusnya malam ini menjadi malam paling sempurna diantara keduanya tapi malah berubah menjadi malam lelucon, bahkan nyamuk mungkin bisa tertawa melihatnya.


"Lucu sekali malam ini,Risa berubah menjadi permaisuri yang durhaka pada ku ya"Gumam Angkasa beranjak melemparkan tubuhnya diatas tempat tanpa membangunkan Risa.


Keesokan harinya dua pasang itu merencanakan untuk liburan sekaligus merayakan pernikahan mereka di sebuah villa mewah yang terletak di area pantai.


Tak hanya Angkasa dan Risa saja tapi keluarga dan semua sahabat ikut berlibur bersama.


"Rencana yang bagus tapi apa perlu kita semua ikut?kami takut mengganggu kalian nanti dengan kebrisikan tom and Jerry ini"Nizam melirik Tasya dan Reza yang secara tidak langsung merespon.


"Tapi tenang saja,kita berdua akan libur bertengkar kok ! iyakan Tasya?"


"Orang kamu yang sering cari gara-gara duluan"


"Kok aku?".

__ADS_1


"Ya iyalah siapa lagi kalau bukan kamu?"


"Baru juga dibilang,udah ribut lagi kalian berdua"Ungkap Renata tertawa.


__ADS_2