DEAR ANGKASA

DEAR ANGKASA
BAB 44:KING AND QUEEN.


__ADS_3

Setelah memutuskan untuk pergi menemui Angkasa, Risa langsung menuju kerumah sakit dimana Angkasa dirawat,ia tidak datang sendiri melainkan dengan Bintang yang saat itu ikut menemaninya.


"Apa saya perlu ikut"Tanya Bintang yang ragu melangkahkan kakinya turun dari mobil.


"Kamu harus ikut,agar Angkasa bisa melihat bahwa aku bisa hidup tanpa dirinya"Sahut Risa turun dari mobil.


Suasana parkiran yang terlihat gersang karena beberapa pohon telah ditebang, apalagi hari ini cukup terbilang matahari sangat terik.


Risa menghela nafasnya sambil menguatkan tekad nya untuk bertemu Angkasa,apa tujuan utama yang semalam ia pikirkan harus segera tersampaikan pada Angkasa.


"Risa"Ucap Wira bangun dari duduknya dan langsung berlari kecil menghampiri Risa yang berjalan kearah nya.


"Tante,apa kabar?"Tanya Risa tersenyum menyambut pelukan hangat Wira.


"Tante baik-baik saja, bagaimana dengan kamu?"Tanya Wira sedikit cemas.


"Aku baik-baik saja Tante,tapi kenapa kalian ada diluar apa Angkasa sedang diperiksa dokter?"Tanya Risa heran yang melihat mereka duduk menunggu diluar ruangan.


"Sebenarnya,itu.."


"Ada apa Tante?"


"Mah"Lirih Toni menyenggol lengan Wira untuk tidak mengatakan apa-apa pada Risa.


"Oo,iya benar sekali tadi dokter sedang memeriksa Angkasa didalam karena itu kita ada diluar"Tutur Wira.


"Kenapa kamu berbohong,nyawa anak ku didalam sedang dalam bahaya"Sahut Sari kesal.


Seketika Wira dan Toni langsung menatap tajam Ayu yang berbicara nyeplos.


"Apa maksudnya Tante?"Tanya Risa menatap Wira.


"Sebenarnya didalam ada Renata dan Angkasa, Renata mengancam Angkasa"Ucap Wira.


Risa langsung masuk kedalam sembari menarik tangan Bintang yang hanya diam pasrah.


"Renata berhenti"Teriak Risa.


"Risa"

__ADS_1


Kedua orang yang saling berdebat itu seketika kaget, melihat kedatangan Risa yang muncul tiba-tiba.


"Risa, kapan kamu datang?"Tanya Angkasa melangkahkan kakinya mendekati Risa.


"Angkasa jika kamu mendekat kearah Risa,maka aku akan menancapkan pisau ini dileher ku"Teriak Renata.


"Eh, jangan mbk letakkan pisau itu"Ujar Bintang berjalan kearah Renata sembari menenangkannya.


"Letakkan pisau itu,kita bisa bicarakan dengan baik-baik,jika kamu melakukan hal seperti itu maka itu tidak akan menyelesaikan permasalah"Ucap Bintang menyuruh Renata menurunkan pisau nya.


Entahlah keajaiban apa yang dilakukan Bintang sehingga dengan mudah Renata menuruti ucapan Bintang begitu saja,Bintang dengan sigap menyahut pisau itu dari tangan Renata hingga tangannya berdarah karena sedikit tergores tajamnya pisau.


"Bintang tangan mu"Ucap Risa panik.


Siapa laki-laki itu , kenapa Risa membawanya kesini dan mereka sangat dekat sampai Risa sangat perhatian.


"Nggak apa-apa kok, yang penting pisau ini Sekarang sudah ditangan kita"Ucap Bintang tersenyum.


Renata yang menangis tersungkur dilantai, membuat Bintang merasa iba dan mencoba menenangkan Renata yang terlihat seperti orang yang sedang frustasi.


"Mbk,mbk nggak apa-apa kan,kita berdiri yuk jangan seperti ini"Ujar Bintang membantu Renata yang hanya terdiam membisu.


Tiba-tiba saja Renata lemas dan jatuh pingsan dipelukan Bintang,lalu Risa menyuruh Bintang untuk membawanya ke ruang rawatnya.


"Aku baik-baik saja"Ucap Risa melepaskan pelukan Angkasa.


Sementara Bintang ditemani Ayu,membawa Renata ke dalam ruangannya, Bintang merasa iba melihat kondisi Renata yang terlihat lemas diatas tempat tidur.


"Kalau begitu saya permisi ya,buk"Ucap Bintang melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Renata.


Sementara Angkasa dan Risa mereka mengobrol di ruangan, hanya mereka berdua karena Wira dan Toni sengaja membiarkan kedua nya untuk saling berbicara.


"Kamu kenapa diam aja sih, kamu nggak sakit kan?"Tanya Angkasa menatap lekat wajah Risa yang duduk disampingnya.


"Nggak kok"


"Oh iya laki-laki yang bersama kamu tadi siapa?"


"Dia Bintang,dia adalah laki-laki yang menolongku saat aku hampir mati"Ucap Risa melirik Angkasa.

__ADS_1


"Selama ini kamu kemana saja,kita mencari mu"


"Aku rasa tidak pantas disebut kita,lebih tepatnya mereka, karena mereka yang berusaha mencari ku bukan kamu"Tutur Risa tersenyum menatap Angkasa.


"Sebenarnya aku ingin ikut mencari mu tapi mereka sendiri yang melarang ku karena kondisi ku saat ini sedang tidak baik"Sahut Angkasa.


"Angkasa Sampai kapan kamu akan terus-menerus membohongi orang-orang yang ada disekitar mu"Ucap Risa.


"Maksud kamu apa?"


"Aku tau segalanya hubungan antara kamu dan Renata yang mungkin tidak hanya sebatas teman,tapi lebih.Aku berusaha mengikuti mu saat kamu pergi kerumah sakit ini untuk menjenguk Renata bahkan kamu tidak menjawab pertanyaan ku saat dirumah,sejak itu aku mengikuti mu tapi ternyata setelah aku tau semuanya,aku sendiri terjebak oleh perangkap kalian berdua"Jelas Risa.


"Perangkap yang kamu maksud?Ok,aku mengakui kesalahan ku karena telah membohongi mu bahwa aku sudah putus dengan Renata,tapi aku masih tidak mengerti perangkap apa yang kamu maksud?"Ungkap Angkasa menggelengkan kepalanya tak mengerti.


"Kamu tidak perlu mengakuinya karena aku sudah tau semuanya, terimakasih sudah mengajarkan ku bagaimana kita harus menyikapi orang-orang yang benar-benar sayang terhadap kita"Ucap Risa beranjak berdiri.


"Tunggu Risa, maksud mu kamu mengira ku yang merencanakan penculikan ini?"


"Aku tidak bilang seperti itu"Sahut Risa.


"Kamu perkataan mu menunjukkan bahwa kamu mengira aku dibalik semua ini, sungguh Risa aku tidak tau tentang semua ini yang aku tau saat aku hendak keluar dari rumah sakit,aku menemukan gantungan kunci milik mu"Ucap Angkasa beranjak mengambil gantung kunci yang ia simpan dilaci.


"Ini milik mu kan?"Tanya Angkasa menyodorkan benda kecil ditangannya.


"Iya ini milik ku, kemungkinan ini jatuh saat aku diculik"Tutur Risa meraih benda kecil itu dari tangan Angkasa.


"Kamu masih mengira aku yang merencanakannya,aku sudah jujur pada mu Risa mengenai hubungan ku dengan Renata tapi untuk menculik mu, apakah kamu tidak berfikir bahwa Setega itu?"Ucap Angkasa menatap Risa.


"Aku ucapkan terima kasih banyak karena sudah mau mengakui Kesalahan mu, walaupun itu sudah sangat terlambat"Ucap Risa memalingkan wajahnya.


"Satu lagi,aku ingin memberitahu mu bahwa langit sudah tidak ada"Tutur Risa menutup wajahnya yang sudah memerah menahan tangis.


"Apa maksud mu,tidak ada?"Tanya Angkasa.


"Langit sudah tiada sebelum ia lahir,itu karena kejadian didalam tragedi penculikan itu"Ucap Risa.


"Risa maafkan aku karena aku tidak bisa menjaga kalian berdua"Ucap Angkasa memeluk Risa yang terisak menangis.


"Angkasa maaf, karena aku telah salah sangka pada mu"

__ADS_1


"Tidak apa-apa, sekarang aku senang karena bisa melihat mu lagi"Sahut Angkasa tersenyum mengelus rambut Risa.


Lalu apakah Risa akan kembali lagi pada Angkasa?


__ADS_2