DEAR ANGKASA

DEAR ANGKASA
BAB 57: JANJI KITA UNTUK TERUS BERSAMA.


__ADS_3

"Bagaimana, rumah ku sederhana dan kecil kan"Ujar Bintang memberikan Renata segelas air putih.


"Iya, sederhana tapi aku suka disini"


"Kenapa?"


"Tempat nya masih asli menyatu dengan alam,jauh dari berisik nya kota,dan yang paling penting nyaman"Ucap Renata tersenyum tipis.


"Apa kamu mau melihat sawah?"


"Hah,sawah?"


"Iya,saat pertama kali nya Risa datang ia sangat suka dengan sawah, hampir seharian ia menemani ku di sawah"Terang Bintang.


Bintang apa selama kamu bersama orang lain, kamu akan tetap mengingat-ingat Risa,dia milik orang lain tapi kamu terus membahasnya didepan ku apa kamu tidak memperdulikan perasaan ku?.


"Apakah tempat nya jauh dari sini?"


"Tidak, hanya beberapa meter dari sini"Lirih Bintang.


"Kita jalan kaki?"


"Tuh,naik sepeda onthel"Sahut Bintang terkekeh kecil.


"Hah, sepeda onthel"


"Iya, kenapa?"


"Pasti seru! karena aku tidak pernah memikirkan hal untuk menaiki sepeda onthel"Ucap Renata tertawa bangga.


"Ayo naik"Ajak Bintang.


Mereka berdua mengelilingi sekitar desa, persawahan berubah menjadi warna kuning karena memang sudah hampir dipanen.


"Seru ya"


"Kamu suka?"


"Banget,baru pertama kali liat sawah kuning"


"Karena sekarang sudah masuk waktunya panen"Ungkap Bintang mengayunkan sepeda nya.


Meninggalkan Bintang dan Renata yang menikmati keindahan desa,berbeda cerita dengan suasana dirumah Risa yang saat ini kalut dengan rasa haru.


"Maafin Tante ya,sayang Tante nggak bisa jaga kamu"Ujar Wira.


"Tante,masa lalu biarlah menjadi masa lalu kita tidak perlu mengungkit-ngungkit nya, sekarang yang perlu kita fokuskan adalah masa depan yang cerah"Terang Risa.


"Tante begitu bangga, memiliki calon menantu yang sehebat kamu,sebaik kamu"Puji Wira tersenyum bangga.


"Mengenai hubungan kalian yang diluar batas,Tante masih tidak bisa menerima nya, Angkasa benar-benar sudah keterlaluan,dia sudah bertindak melampaui batas nya"Wira menatap Risa penuh makna.


"Tante, sebenarnya bukan hanya Angkasa saja yang patut disalahkan tapi Risa juga telah salah,Risa patut disalahkan juga"Lirih Risa mengusap air mata yang jatuh ke pipinya.


Angkasa dan Toni hanya duduk diam,saat dua wanita dihadapan mereka saling menasehati.


"Angkasa,boleh aku minta tolong?"


"Ada apa Risa?apa ada masalah"


"Bantu aku menghubungi Bintang, karena dari tadi aku sulit menghubungi nya"Ujar Risa.


Disaat seperti ini dia masih memikirkan laki-laki lain, padahal aku sendiri hampir membeku saat mamah menanyakan hal itu,tapi lihatlah Risa ia begitu santai menghadapi semua masalah.

__ADS_1


"Kenapa kamu menyuruh ku,aku tidak mau"Ungkap Angkasa memalingkan wajahnya kesal.


"Ku mohon,bukan saat nya untuk cemburu,aku benar-benar khawatir dengan nya"Bujuk Risa.


"Angkasa,apa susahnya sih menelfon"Tegur Wira.


"Iya,iya Angkasa hubungi dia"Sahut Angkasa menekan nomor telepon Bintang.


Namun sudah beberapa kali dihubungi nomer telpon Bintang tetap tidak ada jawaban,Risa semakin khawatir dengan Bintang yang mungkin saat ini sedang patah hati atas pertunangan nya kemarin.


Aku khawatir terjadi sesuatu dengan Bintang, mungkinkah saat ini dia sedang dengan Renata, karena akhir-akhir ini Renata lah orang yang selalu,dekat dengan Bintang.


"Mungkin dia sedang di apartemen nya"Tutur Toni.


"Baru saja Risa pulang dari sana,Bintang benar-benar tidak ada di apartemennya"


Dari suasana haru,kini berubah menjadi rasa khawatir, itulah hati Risa yang duduk di halaman rumah nya,terik matahari menyorot kearah wajah Risa yang melamun di bangku taman, yang ada dihalaman rumah nya.


"Bintang kamu dimana sih?"Gumam Risa.


"Aku khawatir tau,cepet pulang ya Bintang"Risa menangis dihalaman rumah sambil menunggu hp nya berdering.


"Risa"Panggil Angkasa yang berlari kecil menghampiri Risa yang tengah menangis.


"Iya,ada apa?"Risa dengan cepat-cepat menghapus air mata,namun matanya tetap bisa menunjukkan bahwa dia habis menangis.


"Kamu habis menangis?"Tanya Angkasa yang duduk di sebelah Risa.


"Nggak kok,siapa yang menangis"Elak Risa.


"Itu"


"Nggak kok"


"Bintang itu sudah seperti keluarga ku, bahkan dia sudah ku anggap sebagai kakak laki-laki ku,jadi aku khawatir hal buruk terjadi pada nya"Ungkap Risa menyandarkan kepalanya di bahu Angkasa.


Dua orang itu kini sudah disatukan kembali oleh takdir, tidak ada yang bisa memisahkan keduanya.


Perjalanan mereka cukup panjang untuk dilampaui dengan waktu yang singkat, tidak semua orang mengerti dengan apa yang terjadi selama ini.


Bisa diceritakan bahwa kisah cinta mereka seperti adegan dalam drama, sesuai alur cerita cinta mereka bersatu kembali.


***


Setelah berhari-hari mengharapkan sosok Bintang yang pulang,Risa memutuskan untuk tidak menghubungi nya lagi,mungkin saat ini ia sedang marah atau kesal padanya.


Dring!!!


"Hallo"


"Hallo maaf Risa dari kemarin aku tidak menjawab telepon mu,apa kamu sedang dalam masalah?"


"Bintang,aku hampir kehilangan akal saat kamu tiba-tiba menghilang begitu saja,dimana kamu?"


"Aku ada di desa ku"


"Kalau begitu aku dan Angkasa akan menjemputmu sekarang"


"Tidak usah,aku tidak sendirian disini aku bersama Renata"


"Hah? bersama Renata"


"Iya"

__ADS_1


"Ciee,apa kalian sudah jadian"


"Aku tidak tau itu, tapi aku belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya"


"Haduh,itu tandanya buih-buih cinta mulai muncul"


"Benarkah?"


"Tentu saja benar,ya sudah aku tidak mau mengganggu kalian"Ujar Risa terkekeh kecil sambil mengakhiri pembicaraan nya.


Bukan hal yang sulit untuk membuat orang jatuh cinta, dengan adanya waktu dan kebersamaan cinta bisa datang dengan sendirinya, hanya butuh dua orang yang mau mengikuti alur nya saja.


Mereka telah menemukan kisah cinta nya masing-masing,semua hidup damai tanpa adanya persaingan.


"Siapa yang menelfon?"Tanya Angkasa menyodorkan segelas susu hangat pada Risa.


"Bintang"Sahutnya.


"Menelfon juga dia"


"Kamu harus tau, ternyata usaha kita untuk membuat Renata dan Bintang bersama akhirnya berhasil"


"Maksud kamu?"


"Baru saja Bintang mengatakan kalau dia mulai menyukai Renata"


"Benarkah,apa kamu sedang berbohong?"


"Tidak aku serius?"


"Baguslah kalau begitu, tidak ada lagi persaingan"Ucap Angkasa memeluk Risa.


"Angkasa, akhirnya kita berhasil"Teriak Risa senang.


"Mulai sekarang kita harus memikirkan masa depan kita, harus kah kita merencanakan tentang langit"


"Kamu jangan bahas Langit,aku jadi teringat"


"Maaf aku tidak bermaksud"Lirih Angkasa.


Kehidupan yang abadi telah dimulai,musim gugur menandakan semua masalah mereka satu-persatu mulai lepas,tidak ada lagi kebencian dan dendam yang menyelimuti kehidupan mereka.


Sekarang hanya masa depan lah, satu-satunya harapan terindah dalam mewujudkan keluarga.


Banyak hal yang bisa kita lihat dari perjalanan cinta sosok Angkasa dan Risa, mereka berjalan dari satu duri ke duri lain, tidak semua orang bisa melewatinya.


Belajar dari sosok Risa yang selalu bisa menerima kenyataan dan menghadapi semua masalah dengan sabar, dari Angkasa sendiri kita bisa mengambil pelajaran bahwa janji suci yang sudah terikat tidak bisa dikhianati.


"Risa? mencintai mu adalah hal terbaik dalam hidup ku"Tutur Angkasa tersenyum membelai kepala Risa yang menyender di bahunya.


"Jangan pernah untuk berniat pergi pagi Angkasa"


"Tak akan"Angkasa mengecup kening Risa.


"Bolehkah kita satu menikah bulan depan?"Ujar Risa menaikan pandangan menatap Angkasa.


"Hari ini pun boleh"


"Kamu paling bisa buat orang tersenyum, thanks my husband"


"Sttt,my husband?aku belum menjadi suami mu"Tutur Angkasa tertawa.


"Calon suami"Risa meringis.

__ADS_1


__ADS_2