DEAR ANGKASA

DEAR ANGKASA
BAB 25: BERSAHABAT DENGAN MALAM.


__ADS_3

Air sungai mengalir deras daun-daunan kering berjatuhan disekitar pinggiran sungai, Suasana malam makin mencekam menghiasi langit yang germelap dengan hamburan bintang-bintang.


Angkasa duduk termenung ditepi sungai dengan bergemuruh air yang deras,Mata kosongnya menatap bintang-bintang yang berkedip-kedip di langit lepas.


"Harusnya aku tidak mengatakan itu pada Risa, Itu hanya akan melukai nya, Kenapa aku begitu cereboh mengatakan hal itu mulai sekarang Risa pasti akan bertambah benci pada ku tapi jika aku tidak mengatakannya mungkin Risa nggak pernah akan tahu tentang perasaan itu"Gumam Angkasa menggosok-gosok lengannya, Yang terterpa angin malam yang dingin.


"Risa mengatakan bahwa jika aku ingin kembali pada nya, Maka aku harus melupakan Renata bagaimana aku bisa memilih diantara dua wanita yang ku cintai"Angkasa menarik rambut nya dengan kasar.


"Risa dia adalah cinta pertama ku wanita yang selalu membuatku dilema sepanjang hari dan kini perasaan itu telah kembali, Tapi Renata dia adalah pacarku saat ini ,dia wanita yang baik dan paling mengerti dan aku juga mencintai nya,Aaaaaaa kenapa hidup begitu sulit"Angkasa merebahkan tubuhnya diatas rumput-rumput hijau ditepi sungai.


Malam begitu memikat suasana semakin sepi tidak terdengar suara pengunjung yang tadi datang, Hanya gemuruh air sungai dan suara jangkrik yang berbunyi disekitarnya.


"Risa kamu mau kemana?"Tanya Wira ketika melihat Risa terbangun hendak keluar dari kamar nya.


"Eee,, Itu Tante Risa mau kedapur"Jawab Risa terbata-bata.


"Kamu butuh apa?Biar Tante ambilkan"Wira beranjak turun dari sofa.


"Ee,, Nggak usah Tante Risa bisa ambil sendiri kok,Tante istirahat aja Amel juga udah tidur pulas"Sahut Risa menoleh kearah Amel yang tertidur disofa panjang dilamarnya.


"Yaudah hati-hati ya sayang, Kalau gitu Tante tidur duluan ya"Ucap Wira tersenyum merebahkan tubuhnya diatas atas sofa.


Risa berjalan membuka pintu meninggalkan Wira dan Amel yang tertidur tenang,Risa menuruni tangga dengan perasaan penuh salah, Ia masih memikirkan kata-kata yang ia lontarkan kepada Angkasa tadi.


"Angkasa Dimana ya,, Pasti dia saat ini sedang binggung dengan pertanyaan ku tadi, Tidak seharusnya aku menanyakan hal itu tadi, Aku sebagai wanita juga harus bisa mengerti perasaan Renata jika Angkasa benar-benar berniat meninggalkan nya"Ucap Risa menuruni tangga terakhir.


Ap**a lebih baik aku menelepon angkasa saja ya,,atku bisa menanyakan keberadaan nya saat ini.


Dring,, Dring..


Terlihat panggilan masuk dari Risa dilayar hp Angkasa yang tergeletak didekatnya.


"Siapa lagi ya,,Menelfon malam-malam seperti ini"Sahut Angkasa kesal menyahut hp yang ada didekatnya.


"Risa"wajah Angkasa berubah seketika ketika melihat nama Risa muncul dilayar hpnya.


"Hallo Risa"

__ADS_1


"Angkasa kamu ada dimana"


"Aku berada didekat sungai"


"Didekat sungai malam-malam seperti ini, Nanti kamu bisa sakit angin malam sangat dingin kalau begitu tunggu aku datang"Ucap Risa menutup telfonnya.


"Hallo,,Risa,,Risa"Angkasa terlihat panik ketika mendengar Risa ingin menyusulnya.


"Gadis bodoh ini,, Kenapa malah ingin menghampiri ku bukanya dia masih sakit"Angkasa langsung bangkit dan menyahut jaketnya yang tadi dia pakai untuk bantal kepala nya.


Risa berjalan menyusuri jalanan yang sepi angin malam menerpa kulitnya yang terbungkus oleh piyama tipis yang melekat ditubuhnya.


"Benar-benar sepi"Gumam Risa menggosok-gosok kedua lengannya.


"Risa"Panggil Angkasa dari arah belakang yang kemudian menepikan motornya ditepi jalan.


"Angkasa"Risa menoleh kearah sumber suara tersebut.


"Kamu ngapain sih, Malam-malam begini keluar?"Tegas Angkasa turun dari motor.


"Ya aku mau menyusul kamu kesungai"Jawab Risa.


"Angkasa ada sesuatu yang ingin ku katakan"Ucap risa menatap wajah Angkasa yang berdiri didepan nya.


"Ya sudah ayo naik, Aku akan mengajakmu ke tepi sungai untuk mengatakan apa yang ingin kamu katakan"Sahut Angkasa.


Mereka berdua mengelilingi malam yang penuh dengan gerlapan lampu yang menghiasi pinggiran kota, Lokasi sungai dari rumah Risa tidak terlalu jauh jadi tidak butuh waktu lama untuk bisa sampai kesana.


"Turunlah"Ucap Angkasa.


Risa turun dari motor tersebut dan langsung tersenyum ketika matanya menatap area sungai yang cantik dikelilingi kunang-kunang yang berterbangan menghiasi sekeliling area sungai.


"Wah,, Cantik banget"Risa berlari menuju area sungai.


"Kamu suka"Tanya Angkasa yang berjalan dibelakangnya.


"Suka banget,Siapa sih yang nggak suka kalau bisa melihat kunang-kunang bercahaya seperti ini"Jawab Risa tersenyum bahagia.

__ADS_1


Risa saat melihat mu tertawa aku merasa ikut bahagia, Saat melihat tawa mu yang lucu aku sering tersenyuman sendiri.Bahkan wajahmu lebih indah daripada kunang-kunang malam ini.


"Angkasa bantu aku menangkap nya"Teriak Risa berusaha melompat untuk menangkap kunang-kunang tersebut namun tiba-tiba ia terpeleset rumput yang basah karena air embun dan akhirnya terjatuh, Sebelum akhirnya Angkasa menangkapnya dan mereka terjatuh bersama .


Dan sekarang posisi mereka begitu dekat karena Risa terjatuh tepat diatas tubuh Angkasa, Bahkan mereka bisa merasakan hembusan nafas keduanya.


Aku bisa melihat wajah dan matamu secara dekat, Kenapa kamu memiliki wajah secantik ini Risa.


Kenapa aku jadi segugup ini,Jantung berdebar kencang dan tubuhku serasa seperti es, Aku bisa sedekat ini dengan wajah Angkasa.


Angkasa yang terpesona dengan keindahan wajah Risa hingga tanpa sadar ia hampir menatapnya secara dalam, Angkasa memancarkan cahaya matanya yang berbinar lekat dimata Risa.


A**pa dia akan benar-benar Angkasa ku,apa ini cuma hayalan ku saja, tubuh ku rasanya lemas ketika melihat wajah Angkasa semakin dekat.


Angkasa menempelkan tangannya pada pipi mungil Risa, Hingga Risa bisa merasakan hangatnya tangan Angkasa,tidak ada angin tidak ada hujan,namun tiba-tiba saja Angkasa memeluk tubuh Risa,ia benar-benar merindukannya,tidak ada penolakan dari Risa hingga Angkasa pun mempererat pelukan nya dengan hangat.Angkasa menatap Risa sejalur dengan arah jam,Risa hanya diam ketika Angkasa mulai sedikit kembali peduli pada nya, Angkasa begitu mengagumi tatapan mata itu,kisah cinta mereka seperti terulang kembali.


Adegan tak terduga itu berlangsung cukup lama hingga akhirnya Angkasa tersadar ketika Risa mengatakan, Sebenarnya apa yang telah terjadi padanya.


"Angkasa kamu sedang apa"Lirih Risa mendorong dada Angkasa.


"Risa,,Maafkan aku"Angkasa melepaskan tubuh Risa dan terduduk malu didekat Risa yang ikut duduk di sampingnya.


"Kenapa kamu melakukan itu"Tanya Risa menyipitkan matanya.


"Aku minta maaf, Seharusnya aku tidak sengaja terhadap mu apa tadi aku melukai mu"Tanya Angkasa khawatir.


"Nggak kok, Cuman tadi kamu Kamu membuatku sesak nafas"Tutur Risa menyentuh bibirnya.


"Maaf ya"Angkasa tersenyum kecil Sembari menggaruk kepala nya.


"Nggak apa-apa kok"Ucap risa tersenyum malu menatap Angkasa.


"Oh iya tadi kamu mengatakan apa?"Tanya Angkasa.


"Aku cuman mau mengatakan kamu nggak perlu mikirin kata-kata ku tadi dirumah, Itu pasti membuat kamu dilema kan kamu nggak perlu kok meninggalkan Renata hanya demi bisa bersama ku, Aku juga seorang wanita, Angkasa aku tau hal itu bisa melukai hati Renata"Ucap Risa tersenyum kecil menatap wajah angkasa yang diam mematung.


Ha**ti kamu benar-benar baik Risa tidak ada duanya, Selain cantik kamu juga sangat peduli dengan orang lain.

__ADS_1


"Angkasa mulai sekarang tolong,Tolong kamu jauhi ku dan bersikap biasa saja padaku, Aku membiarkan mu mencium ku karena aku ingin menjadi ciuman itu untuk yang pertama dan terakhir"Sahut Risa beranjak pergi meninggalkan Angkasa yang kaget terdiam.


Kata-kata manis dan tindakan romantis tidak akan mengubah apa yang telah tersusun sesuai bayangan Risa kedepan, Yang ia inginkan saat ini dia hanya ingin fokus pada kehidupan dan memulai hari baru dengan tersenyum tanpa beban.


__ADS_2