DEAR ANGKASA

DEAR ANGKASA
BAB 23: SAMPAI KAPAN KITA AKAN TERUS BERBOHONG.


__ADS_3

"Angkasa kamu dimana sekarang? dari semalam kamu nggak pulang!"Wira memarahi Angkasa dari telfon.


"Angkasa lagi dirumah sakit mah"Ucap Angkasa


"Di rumah sakit, kamu nggak kenapa-kenapa kan Angkasa, jangan bilang kamu mengalami kecelakaan"Teriak Wira panik.


"Bukan Angkasa mah yang kecelakaan"Sahut Angkasa mengusap wajah nya.


"Lalu siapa teman kamu?"Tanya Wira.


"Bukan mah tapi Risa"Tutur Angkasa lirih.


"Apa kamu bilang,Risa,,Risa kecelakaan bagaimana bisa Angkasa"Teriak Wira panik.


"Mamah datang aja langsung kesini, Angkasa share lock alamat rumah sakitnya"Angkasa menutup telfonnya.


Risa bisa kecelakaan seperti ini,,ini semua gara-gara Angkasa mah,Angkasa sudah melukai hati putri kesayangan mama.


"Mel,,Amel"Risa membuka pintu dan melihat Angkasa duduk didepan ruangan nya.


"Risa kamu butuh sesuatu?"Tanya Angkasa langsung berdiri ketika melihat seseorang berdiri disampingnya.


"Nggak aku cuma mau mastiin jam berapa aku bisa pulang,kamu tau Amel sama tasya?"Ucap risa melihat sekeliling koridor.


"Kamu pulang nya tunggu mama ku datang ya,,pasti dia kesini bawa mobil"Ucap Angkasa memegangi lengan Risa supaya tidak terjatuh.


"Apa? kamu bilang sama Tante kalau aku sekarang dirumah sakit"Teriak Risa kaget.


"Iya"Jawab Angkasa.


"Kamu gila ya! kamu mikir nggak sih dengan kamu ngomong sama Tante seperti itu, kamu itu bikin mereka khawatir"Jelas Risa marah.


"Aku bilang ke mama karena tadi dia telfon dan nanyain kenapa semalam aku nggak pulang"Jelas Angkasa.


"Iya,,terus kamu bilang kalau kamu lagi nungguin aku dirumah sakit gitu,lagian ngapain sih kamu masih di sini lebih baik kamu pulang aja,disini aku sama.....sama?"Tutur Risa tidak melanjutkan ucapannya.


"Sama siapa,,sama Nizam gitu, nggak akan aku biarin kamu berdua disini sama Nizam"Tegas Angkasa menatap wajah Risa.


"Kamu apa-apaan sih,lagian emang kenapa kalau aku sama Nizam berduaan,dia juga anaknya baik kok"Sahut Risa berjalan masuk kedalam.


"Risa tunggu,,Risa"Angkasa menyahut tangan Risa.


"Apa lagi Angkasa"Risa menoleh kesal.

__ADS_1


"Risa,,aku mau minta maaf tentang kejadian yang telah terjadi ini,gara-gara aku harus mengalami ini"Ucap Angkasa menundukkan kepalanya.


"Udahlah Angkasa nggak perlu dibahas lagi"jawab Risa.


"Risa,, kamu udah bangun"Cletuk seseorang dari arah luar.


"Udah zam,oh iya Amel sama tasya kemana?"Tanya Risa tersenyum pada seseorang yang baru datang tersebut.


"Tasya sama Amel bentar lagi nyusul kok,kata dokter tadi pagi ini kamu sudah bisa pulang"Ucap Nizam tersenyum.


"Beneran,yaudah kita pulang sekarang aja"Risa mengerutkan keningnya.


"Tunggu Risa lebih baik kamu pulanglah nunggu mama ku kesini,bentar lagi juga datang kok"Ujar Angkasa mencegah.


"Oh iya,,Tante Wira mau kesini yaudah kayaknya aku pulang bareng Tante Risa aja deh"Tutur Risa menarik bibir bawahnya.


"Hay,, guys"Teriak Amel tiba-tiba muncul.


"Tasya mana?"Tanya Risa menoleh keluar.


"Tasya nggak jadi datang soalnya,tadi dia harus nganterin mama nya dulu kerumah nenek"Jelas Amel meringis.


"Yaudah nggak papa,oh iya Amel nanti kamu temani aku dirumah ya sampai papah ku pulang"Ucap Risa.


"Ok,,ok"Sahut Amel tersenyum.


"Risa,, kamu nggak papa kan mana yang sakit,,mana?"Tanya Wira panik.


"Risa nggak apa-apa Tante,, cuma luka ringan kok"Risa tersenyum pada sosok wanita yang seperti ibu baginya.


"tapi perban dikepala kamu sakit banget ya?"Wira menyentuh halus rambut Risa.


"Mah,,Risa pulang sama mamah ya"Sahut Angkasa .


"Iya dong,,Risa harus pulang bareng mamah"Ucap Wira tersenyum menggandeng tangan Risa.


"Risa nggak ada yang ketinggalan kan?"Tanya Amel menatap Risa.


"Ada kok"


"Apa yang ketinggalan?"


"jejak kaki kamu"Risa tertawa kecil menatap Amel mengkecapkan bibirnya.

__ADS_1


"Ada-ada aja sih kalian"Wira ikut tertawa.


Ini yang dinamakan keluarga kedua saling menyatu dan membangun kasih sayang,semenjak ibunya meninggal Risa hanya tinggal berdua dengan ayahnya, apalagi ayahnya adalah seorang CEO sibuk dengan pekerjaannya dan jarang ada waktu bersama . Tapi setelah memiliki teman dan keluarga seperti mereka Risa lebih sering menghabiskan waktu bersama mereka.


"Angkasa"Seseorang berteriak dan berlari dari arah berlawanan.


"Renata kamu ngapain disini"Tanya Angkasa panik melirik semua orang disekitarnya.


"Ya aku nyusul kamu,, habisnya kamu aku telfon nggak diangkat-angkat"Ucap Renata memeluk lengan tangan Angkasa.


Siapa gadis ini kenapa dia terlihat sangat dekat dengan Angkasa,ada apa ini? belakang ini sikap Risa dan Angkasa juga berubah,,apa semua itu ada hubungannya dengan gadis ini.


"Angkasa siapa dia?"Tanya Wira menatap angkasa yang mulai dingin dan pucat.


"Itu mah,,dia,,dia,,dia itu"Angkasa gelagapan binggung.


"Hallo Tante saya Renata pacarnya Angkasa"Renata tersenyum mengulurkan tangannya pada Wira.


"Apa?pacar"Wira menoleh kearah Risa yang terdiam menundukkan pandangannya.


"Angkasa jelasin ke mamah apa semua ini"Teriak Wira menampar Angkasa.


"Tante udah Tante,,cukup"Sahut Risa .


"Risa,, kamu menyembunyikan semua ini dari Tante"Tanya Wira menatap lekat wajah Risa.


"Risa cuman nunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya Tante,jadi Tante nggak perlu memarahi angkasa"Jelas risa.


"Mamah nggak habis pikir sama kamu Angkasa"Wira meraih tangan Risa dan meninggalkan Angkasa yang berdiri mematung.


"Zam ada apa sih ini?"Bisik Amel.


"Nggak tau"Jawab Nizam menaikan bahunya.


"Angkasa ada apa sih ini, kenapa mamah kamu Semarah itu"Tanya Renata menatap Angkasa yang masih tetap terdiam.


"Nggak ada apa-apa kok, kamu pulang aja duluan aku masih ada urusan"Jelas Angkasa tersenyum kecil.


"Angkasa kalau kamu ada masalah kamu cerita dong,, jangan diam aja aku kan jadi nggak tau kenapa tiba-tiba mamah kamu marah"Renata memeluk hangat Angkasa yang berdiri disampingnya.


Kebohongan memang tidak bisa disembunyikan lebih lama dari rencana seseorang, seperti bangkai busuk pasti akan tercium aroma nya.


"Risa kenapa kamu menahan luka ini sendirian,Tante bisa merasakan sesakit apa kekecewaan itu,Tante juga nggak tau kalau Angkasa bisa melakukan itu"Jelas Wira.

__ADS_1


"Sudahlah Tante,,Risa sudah melupakan kejadian itu jadi Risa mohon Tante jangan marah pada Angkasa, bagaimana pun dia adalah laki-laki yang pernah mengisi kehidupan ku"Risa tersenyum merangkul lengan Wira.


Sebenarnya ada apa ini? kenapa tiba-tiba mamah nya marah dan memukul angkasa ketika mengetahui bahwa Renata adalah pacarnya,,apa selama ini dia tidak pernah tau kalau Angkasa dan Renata berpacaran lalu apa hubungannya dengan Risa kenapa mamah nya Angkasa begitu peduli pada Risa,aaaa!! ini sangat membingungkan.


__ADS_2