
"By,nanti pulang bareng ya"Tutur Renata menyodorkan air mineral pada Angkasa yang berdiri ngos-ngosan mengelap keringat di keningnya.
"Boleh,kita mampir ke toko buku dulu ya aku pengen beli buku"Ucap Angkasa tersenyum pada sosok wanita yang menyodorkan air mineral pada nya.
"Ok, ngomong-ngomong Risa udah baikan belum ya kasihan dia kayaknya kesakitan gitu tadi"Sahut Renata berempati ketika teringat kejadian tadi.
Oh iya Risa kan punya penyakit maag,mungkinkah penyakitnya kambuh tadi.
"Yaudah kembali kekelas yuk,semua orang udah pulang kekelas, kamu ganti baju dulu sebelum pulang"Tutur Renata tersenyum menggandeng tangan angkasa meninggalkan lapangan.
Sedangkan Risa ia sudah berganti baju seragam rapi ditemani dua orang sahabat nya.
"Ternyata tadi aku sakit perut karena aku mau datang bulan"Bisik Risa pada Tasya dan Amel yang berjalan disampingnya.
"Oo jadi ceritanya itu mau datang bulan,eh terus kamu pakai apa itu nya?"Tanya Amel tertawa.
"Untung aja aku selalu sedia bawah pembalut, soalnya dulu waktu aku masih sekolah dikorea mama selalu ngingetin aku buat bawa pembalut,tapi semenjak mama meninggal nggak ada lagi yang ngingetin aku buat bawa kaya gituan"Jelas Risa merangkul dua sahabatnya.
"Tapi yang penting pesan itu masih teringat sampai sekarang kan"Ujar Tasya mendekap tubuh sahabat nya itu.
"Eh, sekolah dikorea itu rasanya gimana sih pasti cowok disekolahnya ganteng-ganteng ya kaya Lee Jung suk,Lee min hoo gitu ya ris"Tutur Amel mulai menghayal cowok yang ada didrama-drama Korea kesukaan nya.
"Yee,, mulai deh halunya nih anak"Tegur Tasya memukul pelan Amel yang pikirannya mulai kemana-mana.
"Ya gitulah dikorea iya cowok sama ceweknya ganteng dan cantik-cantik kok,aku juga disana punya sahabat namanya Lea sama rimuka dia sama cantik nya kayak kalian gini"Kata Risa tersenyum bangga pada dua sahabatnya.
"Emm makasih sahabat ku"Tutur Amel berhenti setelah melihat ekspresi wajah bahagia Risa berubah menjadi pucat setelah melihat Angkasa dan Renata lewat begitu saja didepannya.
"Woy Risa kamu kenapa sih,tadi bahagia terus sekarang tiba-tiba dia kayak patung gitu"Ucap Tasya menepuk pundak Risa yang terus menatap dua orang yang mulai menghilang ditelan gerbang besar sekolah nya.
"Risa"Teriak seseorang dari arah belakang yang kemudian Risa menoleh kearah sumber suara itu dan ternyata Nizam berjalan menghampiri nya dan berkeinginan mengajak nya pulang.
"Kamu dijemput nggak, kalau nggak pulang bareng aku aja"Nizam tersenyum sambil menunjuk motor yang terparkir didepan mereka.
__ADS_1
"Tapi aku mau,pulang"Belum sempat Risa mengatakan bahwa dia sudah ada janji untuk pulang bersama sahabat nya, ternyata dua sahabat nya itu memotong perkataan nya dan mengatakan bahwa Nizam bisa pulang bersama karena hari ini Risa tidak ada yang menjemput.
"Eh,bener banget kalian pulang bareng aja kasian Risa pulang sendirian"Tutur Amel melarikan diri bersama tasya dan membiarkan Risa bersama Nizam berduaan disana.
"Eh kalian mau kemana"Teriak Risa ketika melihat sahabatnya lari meninggalkan nya.
*A*pa-apaan sih mereka main ninggalin aku aja katanya ngajak pulang bareng.
"Yuk"Nizam menggandeng tangan Risa berjalan menuju tempat parkiran motor nya.
"Eh,Nizam boleh nggak kita mampir dulu ketoko buku yang waktu itu,soalnya aku pengen beli komik the comet"Kata Risa meraih helm yang diberikan Nizam pada nya.
"Ya nggak papa sih, yaudah nanti kita kesana ya"Ucap Nizam tersenyum lalu menyuruh Risa naik keatas motor.
*B*aru kali ini aku bisa normal saat sama cewek biasanya aku paling males sama perkara itu tapi setelah bertemu Risa untuk pertama kalinya aku merasa berbeda .
Mereka menyusuri jalanan yang ramai dengan kendaraan roda empat banyak anak-anak sekolah yang berjejeran dihalte bis menunggu kendaraan lewat,cuaca juga sangat terik sampai terasa panas menyentuh kulit mereka daun-daunan dipinggir jalan sudah mulai menguning menunjukkan bahwa musim gugur telah tiba dan biasanya kebanyakan orang menyambut nya dengan berpiknik,hal itu juga sering dilakukan Risa dan angkasa waktu masih kecil mereka bersama keluarga besar mengadakan piknik bersama difila milik ayah Angkasa yang ada dipuncak, entahlah ditahun ini mereka masih bisa berpiknik bersama lagi atau tidak melihat Angkasa yang sudah memiliki kehidupan sendiri hal itu tidak menjamin Risa untuk mengulang masa-masa itu.
Setelah mereka berdua masuk Risa langsung menuju tempat buku tersebut diletakkan sedangkan Nizam ia memilih melihat-lihat buku-buku yang ada disebelah barat dan membiarkan Risa menyusuri bagian timur,ternyata entah ini yang dinamakan kebetulan atau memang takdir selalu membawa mereka untuk saling bertemu, ketika Risa mencoba mengambil buku dirak yang paling atas tangan nya tidak sampai meraihnya kebetulan Angkasa dan Renata juga berada di toko itu, Angkasa melihat sosok Risa yang berdiri dipojok kanan nya berusaha mengambil buku dirak yang paling atas dan kesulitan menjangkau nya, angkasa menghampirinya lalu mengambilkan nya,Risa yang tidak tau bahwa yang berada dibelakangnya adalah Angkasa seketika salah penyebutan dan mengira bahwa yang membantunya mengambilkan buku tersebut adalah Nizam.
"Makasih Nizam"Risa tersenyum membalikkan badannya dan seketika ia memudarkan senyuman diwajah nya ketika Angkasa lah yang berdiri dibelakangnya.
Dan sekarang mereka saling tatap, bahkan wajah mereka sangat berdekatan sampai Risa bisa merasakan nafas hangat Angkasa.mata mereka berpijar satu sama lain seperti matahari pagi dan sore yang bermunculan bersamaan.
"Angkasa,,jadi yang mengambilkan buku ini dia kenapa dia berada disini apakah dia sengaja mengikuti ku,tapi bukankah dia tadi bersama Renata.
Risa memanggil ku dengan sebutan Nizam apa dia kesini bersama Nizam, kenapa akhir-akhir ini mereka saling bersama.
"Maaf Angkasa aku kira tadi"Kata Risa menundukkan kepalanya dan tak lagi melanjutkan kata-katanya.
"Kamu kira aku Nizam,lagian kalau kamu nggak nyampek minta bantuan penjaga toko nya dong"Ucap Nizam pergi tanpa menatap Risa kembali.
__ADS_1
"Ris,, kamu sudah mendapatkan bukunya"Ucap tiba-tiba muncul.
"Sudah"Jawab Risa terus memanda sosok didepannya yang lama-kelamaan mulai menghilang ditelan rak-rak tumpukan buku.
*M*aaf Angkasa tadi aku kira kamu Nizam makanya aku memanggil mu dengan sebutan Nizam,apa kamu sakit hati karena salah pengiraan ku tadi, kalau begitu aku minta maaf dan terima kasih karena telah membantu ku mengambil buku ini.
"Mana coba aku lihat"Ucap Nizam tersenyum melihat buku yang berada didekapan Risa.
"Nih aku suka banget sama cerita dari komik ini,seru aja gitu bacanya"Jawab Risa menunjukkan buku itu pada Nizam yang berdiri disebelah nya.
"Udahkan pulang yuk?"Ajak Nizam menggandeng tangan Risa berjalan kekasir dan membayar buku yang dipegang Risa.
"Nggak usah biar aku aja yang bayar"Risa menolak ketika Nizam menyerahkan uang kekasir.
"Nggak papa,anggap aja itu hadiah dari aku karena kamu ada satu-satunya wanita yang bisa menaklukkan ku"Ucap Nizam tersenyum dan menyelipkan bagian rambut Risa ditelinga.
"Aku,menaklukkan mu maksudnya?"Tanya Risa masih binggung dengan kata-kata Nizam .
"Udah nggak perlu dipikirkan, lupain aja"Sahut nizam menyeringai.
"Btw kalian berdua cocok kok"Sahut mbak-mbak kasir yang mengundang tawa untuk Nizam yang mengacungkan jempol pada mbak-mbak kasir tersebut, sedangkan Risa ia hanya dia menggaruk-garuk kepalanya dan menatap dua orang yang terus tertawa didepannya.
Angkasa dan Renata yang berdiri menatap mereka yang asik berbincang didepan kasir membuat mereka memiliki mendekat dan mengantri dibelakang mereka.
"Bukan nya itu Risa sama Nizam ya?"Tanya Renata menyeret tangan angkasa mendekat kearah mereka.
"Loh Angkasa kamu disini juga"Sahut Nizam mengalihkan pandangan nya pada dua orang yang berdiri dibelakangnya.
Angkasa dan risa hanya saling tatap dan memilih diam sampai akhirnya Nizam membawa Risa pergi dan angkasa membayar buku yang ia beli tadi.
...Mungkin ini yang dinamakan" Kebetulan menemukan takdir"sejauh apapun perasaan berlari tetap saja berada distar yang sama...
__ADS_1
...___The komet___...