
"Drama Korea ini yang menurut ku paling seru"Ucap Amel tersenyum senang,menatap layar laptop dihadapannya.
"Alah,kamu bilang aja kamu suka sama adegan ciuman nya kan"Sahut Tasya meledek.
"Ya emang kan,adegan didrama ini benar-benar Daebak"Amel tersenyum mengacungkan dua jari jempol nya.
"Udah lancar bahasa Korea dia"Cletuk Tasya tertawa.
"Aku ngantuk nih?"Sahut Risa menguap.
"Yaudah deh,kita lanjutkan besok aja deh,aku juga udah ngantuk nih"Amel menutup laitopnya.
"Yaudah tidur yuk,,Risa kita kembali kekamar ya.kamu langsung istirahat saja"Tutur Tasya melangkahkan kakinya keluar.
"Selamat malam"Risa melambaikan tangan ,tersenyum.
Setelah mereka kembali kekamar nya masing-masing,Risa berniat untuk segera istirahat.Namun tiba-tiba terdengar suara bel pintu yang berbunyi.
"Siapa lagi sih"Risa turun dari tempat tidur dan berjalan membuka pintu.
"Angkasa,kamu ngapain malam-malam kekamar ku kamu butuh sesuatu"Tanya Risa menatap wajah sosok laki-laki tegap lan gagah yang berdiri didepan pintu.
"Risa, boleh kah aku masuk"Ucap Angkasa.
"Boleh,tapi kenapa kamu malam-malam begini datang menemui ku?"Risa menutup pintunya setelah Angkasa melangkahkan kakinya masuk kedalam.
"Angkasa"Risa berusaha mendorong tubuh Angkasa yang tiba-tiba memeluknya.
Ap**a yang akan dilakukan Angkasa,kenapa dia menjadi pria gila seperti ini,aku tidak bisa membiarkan semua ini terjadi.
Angkasa terus memeluk paksa Risa, sampai akhirnya Risa luluh dan lunak pada ucap manis Angkasa yang membuatnya menjadi gila seketika,, Angkasa yang menyadari bahwa Risa mulai luluh padanya Angkasa sampai tidak sadarkan diri bahwa tindakan nya itu terlalu jauh.
Namun tiba-tiba Risa mendorong tubuh Angkasa, supaya ia menghentikan pelukannya itu.
"kenapa malah mendorong ku,kamu tidak ingin melakukan nya?"Angkasa mengusap menggaruk kepalanya.
"Angkasa,,aku hanya takut jika nanti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,kamu tau kan yang aku maksud"seru Risa menatap wajah Angkasa.
"Tidak akan terjadi sesuatu,percaya lah pada ku"Ucap Angkasa kembali memeluk Risa.
Pelukan itu terjadi lagi, Angkasa mulai nyaman berada dipelukan Risa.
__ADS_1
Tanpa mereka berdua sadari, mereka benar-benar bertindak sejauh ini ,akhirnya adegan yang seharusnya tidak terjadi,kini mereka lakukan.Malam ini mereka berkelabu dengan nafsu dan hasrat yang tidak bisa dikendalikan lagi, keduanya menghabiskan malam dengan hawa nafsu dan mereka tidak mengingat lagi tindakan yang salah itu.
" Angkasa" Risa mencoba mendorong tubuh Angkasa mencoba mengingatkan Angkasa,bahwa ini hal yang salah.
"Kita bertindak terlalu jauh"Lirih Risa pelan.
"Sstt"Angkasa mengecup kening Risa.
Setelah melakukan adegan diluar nalar itu,Risa terbaring lemah diatas tempat tidur dan Angkasa yang bermain hampir semalam juga ikut berbaring disamping Risa dan mereka berdua tenggelam di dalam selimut tebal yang menyelimuti tubuh mereka.
****🌻🌻🌻****
"Udah pagi ya"Risa menyahut alarm hpnya yang berdering,Risa menoleh kesamping menatap wajah seseorang yang tertidur pulas disampingnya, setelah berperang semalaman dengan nya.
"Angkasa tidak menyangka kita akan melakukan ini semua,,jujur aku takut"Ucap Risa mengelus rambut Angkasa.
Risa beranjak pergi kekamar mandi dan membersihkan dirinya, setelah itu ia keluar mengambilkan pakaian Angkasa dikamar depan, yang tak lain adalah kamar Angkasa.
"Kamu udah bangun?"Tanya Angkasa tersenyum ketika melihat Risa, membawakan pakaian nya.
"Kamu langsung mandi saja,,nanti akan dibuatkan teh hangat untuk mu"Jawab Risa dengan wajah datar tanpa ekspresi.
"Hem"Angkasa berjalan beranjak menuju kamar mandi.
Risa sibuk membuatkan teh hangat di balkon kamarnya,pohon-pohon hijau dan bunga yang bermekaran dengan wangi yang semerbak, membuat suasana sejuk di pagi hari semakin nyaman untuk
"Apa tadi malam kamu menikmati nya?"Bisik Angkasa tiba-tiba muncul dari belakang Risa.
"Angkasa seharusnya kita tidak melakukan ini, bagaimana jika nanti terjadi sesuatu"Ujar Risa.
"jika terjadi sesuatu aku yang akan menanggung nya"Jawab Angkasa tersenyum, seolah-olah tidak akan terjadi sesuatu.
"Tapi Angkasa"
"Sudahlah tidak perlu khawatir"Angkasa meraih secangkir teh ditangan Risa.
Mereka menikmati pemandangan pagi yang mencuci mata,teh hangat menjadi teman yang tepat dengan suasana angin dingin pagi hari.
Dring,,dring
Terdengar suara hp Angkasa yang berbunyi terlihat nama mamah dari layar tersebut.
__ADS_1
"Hallo mah,kenapa?"Angkasa mengangkat panggilan masuk itu.
"Mamah kira kamu belum bangun,ini semua orang sudah dibawah,kamu cepat kesini ya ajak Risa sekalian,mereka lagi panggang ayam nih,cepat turun ya sayang"Tutur Wira dibalik telfon tersebut.
"Iya mah"Angkasa menutup telfonnya.
"Kenapa?"Tanya Risa menoleh.
"kita disuruh turun,, katanya mereka lagi nungguin kita dibawah"ucap Angkasa tersenyum.
Ternyata mamah sudah tidak marah lagi sama aku,, buktikan dia memanggil ku seperti biasanya.
"Yasudah ayo"Sahut Risa.
"Ayo,,kita turun"Angkasa menggandeng tangan Risa menuruni tangga menuju keluar Fila.
"Angkasa kamu jangan pernah mengatakan apapun pada Tante ya,aku takut dia akan semakin kecewa"Tutur Risa menahan tangan Angkasa.
"Bukannya itu yang mamah ku inginkan,supaya kita bisa bersatu lagi"Sahut Angkasa merangkul pundak Risa yang memasang wajah cemas.
"Tapi kita melakukan hal konyol tadi malam,apa kamu lupa itu"Risa melepaskan pelukan Angkasa.
"Bagaimana bisa aku lupa kejadian yang membuat ku kehilangan kendali"Angkasa tersenyum.
"Angkasa Tolong jangan katakan itu pada Tante Wira,bahwa kita melakukan telah melakukan nya"Tutur Risa menundukkan kepalanya.
"Baiklah aku tidak akan mengatakan pada siapapun"Angkasa tersenyum mengecup kening Risa dan menggandeng nya kembali.
Cinta bisa berubah sekejap itu ya,bagaimana bisa cinta lama kembali hanya dengan interaksi semalam,ini sungguh tidak bisa dipikirkan oleh pihak luar yang mendengar hubungan mereka.
Risa aku bisa bahagia ketika aku bisa menggenggam tangan mu kembali seperti dulu kita sering menghabiskan waktu pulang sekolah,baru kusadari bahwa dirimu adalah harta yang tidak pernah bisa digantikan dengan apapun,aku telah menggenggam tangan mu dan sekarang akan kutunggu senyuman itu dari wajahmu.
"Angkasa apa tidak akan terjadi sesuatu setelah ini?"Tanya Risa masih cemas.
"Memangnya apa yang kamu pikirkan,?"Angkasa menoleh tersenyum.
"Entahlah,,aku juga tidak tau"Ujar Risa kesal.
"Sudah-sudah kita pikirkan itu nanti"Sahut Angkasa.
Di**a dengan mudah mengatakan itu,,dia tidak tau apa yang saat ini mengganggu pikiran ku,,dasar laki-laki memang seperti itu selalu menganggap remeh persoalan.
__ADS_1
Cinta memang bisa menghilangkan ingatan seseorang dalam sekejam, mereka lupa bahwa hal itu salah dan seharusnya tidak dilakukan pada usia remaja mereka.