
"Kok kayaknya rumah kamu banyak tamu"Ujar Risa yang turun dari sepeda tua milik Bintang.
"Iya kayaknya ada tamu, yaudah sana kamu cuci kaki dulu,liat kaki kamu udah kayak ayam yang nggak pakai sendal"Tutur Bintang menunjuk kaki Risa yang penuh lumpur.
"Ye,emang ayam ada yang pakai sendal?kalau ada juga paling ayam-ayam internasional"Tawa Risa terkekeh berjalan menuju tempat mandi yang ada diluar.
"Risa,Risa"Gumam Bintang menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah Risa yang selalu membuat nya tertawa.
Sementara Nizam yang mendengar tawa Risa diluar rumah, langsung berlari keluar dan memanggil-manggil nama Risa.
"Risa"
"Risa"
"Nizam"Tutur Risa menoleh kearah sumber suara yang memanggil namanya tadi.
Tubuh Risa bergemetar saat melihat Nizam,Tasya,Reza dan Toni berada didepannya.
"Risa"Ucap Tasya berlari menghampiri Risa yang diam membisu.
"Kamu baik-baik saja kan Risa?kamu nggak ada yang luka kan?"Tutur Tasya mengecek lengan dan wajah Risa.
"Aku baik-baik saja"Risa memeluk Tasya dengan erat,air matanya satu persatu mulai jatuh membasahi pipinya.
Bintang hanya terdiam saat melihat Risa kembali menemukan keluarganya,mungkin ia akan kehilangan Risa begitu cepat.
"Om Toni"Risa berlari kecil menghampiri Toni dan memeluknya erat-erat.
"Kamu nggak kenapa-kenapa kan Risa?"Toni tersenyum karena berhasil menemukan Risa setelah melewati perjalanan yang cukup panjang.
"Aku baik-baik aja om"Lirih Risa perlahan melepaskan pelukannya.
"Nizam,Reza"Risa tersenyum menatap Nizam dan Reza yang menatapnya penuh bahagia.
"Syukurlah kamu baik-baik saja,kita sudah mencari mu berhari-hari dan akhirnya sekarang kamu sudah berdiri didepan kita"Ucap Nizam mengelus rambut Risa yang sedikit lengket karena ada lumpur yang menempel.
"Apa kamu habis bermain lumpur?"Tanya Nizam Tertawa kecil.
"Tadi aku habis pergi ke sawah dengan Bintang,oh iya kenalin ini Bintang"Risa menarik tangan Bintang dan memperkenalkan nya.
"Terimakasih ya Bintang, kamu sudah menolong Risa dan menjaganya"Ujar Toni tersenyum menepuk pundak Bintang.
"Dan ibu nya Bintang, mereka lah yang telah menolong dan menjaga Risa sejak kemarin"Tutur Risa.
__ADS_1
*Setelah menemukan keluarga mu,apa kamu akan pergi secepat ini,aku bahkan belum mengenal mu terlalu jauh ternyata pertemuan kita begitu singkat,padat dan jelas.
Angkasa tidak ikut menjemput atau mencari ku,apa dugaan ku benar kalau Angkasa dan Renata ada hubungannya dengan tragedi semua ini.
"Risa karena kamu sudah menemukan keluarga mu,aku ingin mengucapkan terima kasih karena sudah membantu ku kerja di sawah tadi"Tutur Bintang.
"Seharusnya aku lah yang harus berterima kasih pada mu dan ibu,jika tidak karena kalian mungkin aku sudah tidak berdiri di sini lagi"Ucap Risa.
"Kamu jangan bicara seperti itu, berhubung kamu sudah menemukan keluarga mu sekarang kamu bisa pergi dan memulai hidup mu kembali, kamu berdua lega sekali akhirnya kamu bisa menemukan keluarga mu"Terang Suharni itu memeluk Risa hangat.
"Iya, terimakasih Buk,karena sudah merawat ku"Balas Risa.
"Sama-sama,kamu jaga diri baik-baik ya disana"
"Iya buk"
Sebuah pertemuan singkat dan perpisahan yang lebih singkat membuat Bintang sulit merelakan Risa pergi begitu saja, apalagi Risa adalah sosok wanita yang bisa membuat nya bisa merasakan kenikmatan hidup.
"Bintang kamu nggak mau ikut aku saja, kamu bisa memulai usaha di kota,aku yang akan membantumu"Ujar Risa mengajak Bintang untuk ikut bersamanya dan memulai mengembangkan bisnis nya.
"Tidak perlu,aku tidak tega meninggalkan ibu sendirian dikampung"Ungkap Bintang menolak tawaran Risa.
"Kalau kamu memang ingin belajar lebih dalam lagi, kamu bisa pergi nak jangan pikirkan ibu,warga di desa ini sangat dekat dengan keluarga kita dan tidak mungkin mereka akan membiarkan ibu kesepian"Jelas Suharni mengelus punggung Bintang yang terdiam binggung.
Jujur saja Bintang ingin ikut dengan Risa, karena mimpi terbesarnya adalah menjadi pemuda sukses yang bisa mengembangkan bisnis tapi dia juga tidak rela meninggalkan ibunya sendiri di desa.
"Kamu pulang aja,biar aku sama ibu disini"Ucap Bintang tersenyum tipis.
"Bintang bukanya itu mimpi mu, percayalah ibu di desa nggak akan kenapa-kenapa kok"Sahut Suharni tersenyum menaruh harapan besar.
"Ibu yakin"
"Yakin"
"Yaudah Bintang bakalan ikut Risa,tapi ibu jaga diri baik-baik ya"
"Iya"
Akhirnya siang itu Bintang ikut Risa pulang ke kota, Walaupun hati nya masih khawatir dengan keadaan ibu yang ia tinggalkan itu.
Pukul 15.30 Mereka sudah sampai dikediaman Risa, sesampainya dirumah Risa Bintang binggung dan kaget melihat suasana rumah Risa yang megah dan mewah itu, karena ini baru pertama kali ia datang ke kota, bangunan-bangunan besar dan jalanan luas belum pernah ia temui sebelumnya.
"Ayo masuk"Ajak Risa menggandeng tangan Bintang yang hanya berdiam diri didepan rumah.
__ADS_1
Ngapain juga Risa harus pegang-pegangan tangan gitu,aku tau si Bintang itu orang yang berjasa buatnya tapi apa perlu mengajaknya pulang kerumahnya.
"Woy kamu kenapa sih?Jelious ya?"Kata Reza menyenggol lengan Nizam.
"Apaan sih kamu"
"Gitu aja marah"
Setelah mengantar Risa pulang,Toni berniat menyewa bodyguard untuk menjaga Risa,namun Risa menolaknya dan mengatakan itu tidak diperlukan lagi saat ini karena ia pikir, tidak akan ada lagi orang yang ingin menculiknya untuk kedua kalinya.
"Tapi om, khawatir banget"
"Om harus yakin sama Risa,itu nggak akan terjadi lagi"
"Nanti kalau ada masalah hubungi om ya"
"Iya om,pasti"
"Kalau begitu kamu istrirahat,om mau pamit pulang dulu"Sahut Toni tersenyum mengelus rambut Risa.
"Kita juga mau pulang dulu, kamu langsung istirahat ya"Sahut Nizam tersenyum.
"Iya hati-hati ya"
"Risa kalau ada apa-apa kamu hubungi kita juga ya, kita pasti langsung kesini"Ucap Tasya merangkul pundak Risa yang menganggukkan kepalanya.
Setelah mereka pulang,Risa menunjuk Kamar untuk Bintang agar dia dapat istrirahat.
"Kalau begitu aku tinggal ya"Tutur Risa menutup pintunya.
Apa benar Angkasa adalah orang yang merencanakan penculikan ini, tapi apa tujuannya,jika tujuannya untuk membunuh langit lalu kenapa dia selalu ini selalu merawat dan memperhatikan kesehatan ku,jika tidak apa tujuan sebenarnya,aku pikir aku harus berhati-hati sekarang aku tidak boleh cepat percaya dengan perkataan manis Angkasa.
Sudah berhari-hari Risa tidak mencium guling dan bantal miliknya,ia sangat merindukan nya hingga ia harus merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur sambil berguling-guling.
Pikirannya selalu membawanya untuk selalu mengingat Langit,buah hati kebanggaan nya yang belum sempat lahir namun sudah pergi lebih dulu.
Risa merebahkan tubuhnya menatap langit-langit kamar nya, tiba-tiba ia teringat akan papah nya yang sudah hampir dua bulan berada diluar kota.
"Papah kok belum pulang ya"
"Lebih baik aku telfon saja kalik ya"Ujar Risa mencari-cari hp nya yang entah pergi kemana.
"Hp aku kemana sih"
__ADS_1
"Oh,iya waktu aku diculik kan hp aku ada didalam tas,dan tas itu ada sama penjahat-penjahat itu"Tutur Risa kembali melemparkan tubuhnya diatas tempat tidur.
Sebenarnya papah Risa itu dimana sih?