DEAR ANGKASA

DEAR ANGKASA
BAB 58:ADA CINTA DI SINI.


__ADS_3

Di kehidupan desa yang tentram,dua insan itu duduk di pinggiran sawah menatap hijaunya keindahan alam yang damai.


"Kamu kenapa ngeliatin aku kayak gitu?"Renata tersenyum malu saat tatapan Bintang tak luput dari nya.


"Aku nggak tau aja, kenapa tuhan menciptakan kamu untuk menemani ku?"


"Hah?jadi kamu merasa aku sedang menemani kamu? padahal aku ikut kesini karena aku suka pemandangan nya"Tutur Renata tersenyum.


"Aku tak mudah untuk mengaku kalau aku jatuh cinta,aku juga tidak bisa memungkiri takdir kalau sebenarnya aku mencintaimu"Seru Bintang menatap dalam mata Renata yang tersenyum saat mendengar ucapan Bintang.


"Kamu pasti lagi main-main kan?kamu mah gitu suka main-main"Sahut Renata memanyunkan bibirnya.


"Aku serius mengatakan ini,aku suka sama kamu Renata"Bintang menggenggam kedua tangan Renata,kini hanya hati mereka yang berbicara dan tak ada siapapun yang mengetahui perasaan dalam itu.


"Apa alasan yang harus membuat ku percaya sama kamu?"Tanya Renata menatap Bintang dengan penuh makna.


Entah dari mana Bintang belajar berani untuk mencium bibir Renata,dia tiba-tiba begitu romantis dan puitis.


Bintang benar-benar mencium bibir Renata begitu saja, tanpa ada izin atau saran dari Renata.


"Sekarang kamu percaya kan?"Bintang tersenyum menatap Renata yang hanya terdiam membisu,dia benar-benar tidak menyangka kalau hari ini dia akan mendapatkan ciuman dari Bintang.


"Iya, sekarang aku percaya"Renata tersenyum memeluk Bintang.


Cinta baru telah tumbuh tanpa adanya benih tanaman yang mereka tanam,cinta itu benar-benar seperti debu yang tiba-tiba muncul tanpa adanya isyarat.


Meninggalkan kisah baru Renata dan Bintang,berbelok mendengar cerita cinta manis Angkasa dan Risa.


"Tanpa kamu dunia ku akan sepi dan tanpa kamu kegelapan akan selalu hadir,kamu adalah pelita kehidupan ku"Tutur Angkasa mengelus kepala Risa yang tertidur di pangkuannya.


Fles beck....


"Angkasa ayo dong kamu manjat, nggak tinggi kok pohonnya"Seru Risa yang menunjuk buah mangga di ujung ranting pohon.

__ADS_1


"Kamu jangan dibawah,nanti kalau kejatuhan mangga"Ujar Angkasa.


"Aku yakin kamu bisa, kamu adalah pahlawan ku"Teriak Risa menyemangati Angkasa yang berusaha memanjat pohon mangga sepulang sekolah.


"Kamu ingin berapa?"


"Satu tidak apa-apa,asal kamu yang membawakan nya"Risa tersenyum tipis.


Cinta mereka sejak kecil sudah bisa dibayangkan bagaimana kisah manis itu berawal hanya dengan sederhana, takdir yang telah menyatukan mereka dan tak ada satu pun yang bisa memisahkan keduanya.


"Ayo turun Angkasa!nanti ada yang lihat"Teriak Risa menyuruh Angkasa turun dari pohon mangga itu.


Angkasa turun secara perlahan, kemudian ia berlari menggandeng tangan Risa menjauh dari pohon mangga itu,tak lama kemudian pemilik nya datang dan bergumam kesal saat melihat mangga nya telah berkurang.


"Sttt, jangan bersuara!"Angkasa menutup mulut kecil Risa, kedua tersenyum saling bertatapan.


"Kita mencuri mangga lagi? bukankah ini dosa?"Lirih Risa.


"Apa di masa depan kamu juga akan tetap seperti ini?"


"Aku akan tetap menjadi Angkasa yang kamu kenal,aku tak akan berubah"


"Janji"Risa mengulurkan jari kelingking.


"Janji"Angkasa tersenyum sambil menyatukan jari kelingking mereka.


Kebahagiaan kecil seorang Angkasa dan Risa setelah pulang sekolah, mereka akan mencuri mangga dan bermain di taman sampai hujan datang dan mengguyur mereka.


"Apa nama pohon ini?"


"Pohon kisah cinta Angkasa dan Risa"


"Terlalu panjang"

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita namai pohon takdir"Ujar Angkasa mengukir nama mereka.


"Ide yang bagus"


Cinta tidak bisa ditebak apa maunya hati,kalau mereka bersatu sejak kecil maka sejak dewasa mereka pun akan tetap bersama.


Angkasa dan Risa kecil itu tersenyum membuat ukiran cinta di pohon takdir itu, keduanya tampak bahagia ketika hari mereka berjanji tentang rasa cinta mereka.


"Kapan hujan turun?"


"Sebentar lagi, kamu lihat kan? awannya mulai gelap"Ujar Angkasa menunjuk langit yang mulai hitam.


"Langit gelap bukan berarti akan hujan,kalau hari ini tidak hujan bagaimana?"


"Akan ku bawakan hujan itu untuk mu"


"Bagaimana mungkin?apa kamu Tuhan?"


"Tuhan bisa mendengarkan doa kita dan setiap permintaan kita bisa terkabulkan".


Tak lama kemudian hujan turun membasahi dua anak SMP yang berlari-lari menikmati hujan,tak ada yang salah dari hujan dan tak ada yang salah untuk menikmati nya.


Angkasa seketika menjatuhkan air mata tepat di wajah Risa yang tertidur di pangkuannya.


"Angkasa?kamu nangis?"Tanya Risa terbangun.


"Nggak kok kelilipan ini"


"Bohong"


"Seriusan,ini kelilipan"Angkasa tersenyum menunjuk matanya.


Risa terus menggoda Angkasa untuk mengatakan apa yang terjadi, kenapa bisa Angkasa tiba-tiba menangis, karena kalah dengan desakan Risa Angkasa pun mengatakan kalau dia baru saja membayangkan masa kecil mereka.

__ADS_1


__ADS_2