
Bukan berita asing lagi kalau Angkasa dan Risa menjadi bahan perbincangan hangat dikelas,semua orang terus mempertanyakan hubungan mereka tapi karena takut terjadi kesalah pahaman dan Angkasa juga adalah ketua kelas dikelas itu akhirnya angkasa memutuskan untuk angkat bicara mengenai foto yang beredar disosial media.
"Dengar semua nya aku ingin menjelaskan mengenai berita tersebut,aku dan Risa sama sekali tidak memiliki hubungan apapun kami ini hanya teman masa kecil saja,aku harap kalian tidak terus membicarakan tentang itu"Angkasa berdiri didepan kelas mengatakan kalimat yang menurut nya harus dilontarkan.
"Benar begitu Risa"Tanya salah satu siswa yang masih penasaran dan kurang yakin dengan jawaban Angkasa.
"Iya aku dan Angkasa sama sekali tidak pernah memiliki hubungan apapun,jadi kalian jangan salah paham"Jawab Risa tersenyum dan menyembunyikan rasa sakit yang tiba-tiba menusuk nya.
Aku tidak bisa menangis didepan mereka,apa kata mereka jika tiba-tiba aku menangis karena mendengar kata-kata Angkasa yang lagi-lagi memberi luka.
"Udah jelas kan sekarang"Ujar Angkasa kembali duduk di bangku yang tepat bersebelahan dengan risa.Angkasa menatap wajah Risa yang pura-pura tersenyum bersama Tasya dan Amel.
"Aku mau kekamar mandi dulu ya, kebelet nih"Ucap Amel berlari keluar.
"Iya,,iya sana dari pada izin pas guru lagi ngajar nanti"Sahut Tasya tertawa melihat tingkah Amel yang menahan kencing.
"Oh,iya ris nanti jadi pulang bareng kan kita mampir ke mall dulu,btw kamu bawa baju ganti nggak?"Tanya Tasya sambil mencoret-coret buku yang ada dimejanya.
"Jadi kok,aku juga bawa baju ganti"Jelas Risa yang kemudian terdiam ketika seseorang berjalan menghampiri nya.
"Nih aku udah selesai baca,jadi aku kira kamu juga mau membacanya"Ujar Nizam yang menyodorkan sebuah buku komik ke pada Risa.
"Kamu udah selesai baca, kamu kok tau aku suka baca buku komik?"Tanya Risa tersenyum sambil mengambil buku dari tangan Nizam.
"Tau lah,,apa sih yang nggak Nizam tau!"Jawab Nizam sombong yang kemudian menatap wajah Angkasa yang duduk bersebelahan dengan Risa.
*A*pa-apaan ini si Nizam segitu akrab kah dia sama Risa sampai ngasih buku segala lagi.
"Weh, Angkasa sori bro tadi aku nggak liat kalau ada kamu, soalnya mata aku langsung tertuju pada seseorang yang aku cari.Gimana mas bro kabarnya?"Tanya Nizam yang sok akrab dengan angkasa yang dingin itu.
"Nggak usah sok akrab deh"Cletuk Angkasa menyahut buku yang ada dimejanya dan pergi keluar.
"eetts dia pikir dia keren gitu"Gumam Nizam menarik senyumnya sewot.
__ADS_1
"Makasih ya Nizam,nanti kalau aku udah selesai baca nya aku pulangin"Tutur Risa tersenyum membuka tiap lembaran buku komik tersebut.
"Udah sana masuk guru bentar lagi datang loh"Cletuk Tasya menepuk pundak Nizam.
"Iya,santai woy aku kekelas dulu ya ris"Ujar Nizam pergi keluar.
"Iya, selamat belajar"Risa tersenyum yang kemudian dibalas dengan senyuman yang sama oleh Nizam.
Tidak lama Nizam meninggalkan kelas Risa Angkasa pun masuk sambil tersenyum-senyum, mungkin dia habis bertemu dengan Renata makanya terlihat bahagia tidak seperti awal dia meninggalkan kelas.
Seperti nya Angkasa sedang bahagia makanya tersenyum-senyum sendiri seperti itu,mungkin dia habis bertemu dengan Renata.
Risa antusias banget baca bukunya, ternyata dia masih suka dengan komik itu, kegemaran itu aku juga tidak bisa melupakannya.
"Teman-teman kata Mr.Jeef kita disuruh kelapangan,udah ditunggu disana"Teriak Amel yang muncul dari luar setelah habis dari kamar mandi.
"Olahraga apa?"Tanya Risa berdiri dari tempat duduknya.
"Voli"Sahut Amel mengambil botol minum ditas nya.
Risa dari dulu sampai Segede ini tetap aja nggak bisa main voli,apa dikorea dia nggak belajar.
Semua orang berlarian keluar dari kelas menuju kelapangan, terlihat mr.Jeef sudah berdiri ditengah lapangan yang luas sambil terus membunyikan peluit nya agar para murid bergegas.
"Angkasa sudah semua kelas mu, tolong di kondisikan"Teriak mr.Jeef pada Angkasa yang datang lebih dulu.
"Sudah Mr."Ucap Angkasa lantang.
"Nizam dimana murid kelas mu"Teriak mr.Jeef pada Nizam yang berlari kecil dari belakang.
"Itu mereka Mr."Jawab Nizam melirik kearah Angkasa yang ada disampingnya.
"Ok,jadi hari ini jam olahraga saya gabungkan antara kelas 11ipa A dan 11ipa B, sekarang kalian silahkan pemanasan dengan mengelilingi lapangan"Tegas mr.Jeef menyuruh semua murid berlari mengelilingi lapangan.
__ADS_1
Semua murid berbaris rapi dan memulai pemanasan dengan berlari keliling lapangan, namun tiba-tiba ditengah-tengah pemanasan Risa merasakan perutnya sedikit sakit dan kepalanya sedikit pusing.
Tasya yang berlari-lari didekat Risa menyadari hal itu dan akhirnya menanyakan pada Risa.
"Risa, kamu nggak papa, kok kamu kayaknya kesakitan gitu"Tanya Tasya memegangi tangan Risa yang terus meremas perutnya.
"Nggak papa kok"Jawab Risa lirih dan terus memegangi perutnya,namun tiba-tiba Angkasa menghampiri nya dan bertanya apakah Risa baik-baik saja lalu Nizam dan Renata ikut menghampiri mereka.
"Risa kamu kenapa?"Tanya Renata menyahut tangan Angkasa yang memegangi tangan kiri Risa.
"Kita ke UKS ya"Ajak Nizam menggeser posisi Angkasa yang bersebelahan di dengan Risa.
"Nggak usah,aku nggak papa kok"Jawab Risa dengan wajah pucat.
"Yaudah kalau kamu nggak mau ke UKS kita duduk disana"Ajak Nizam memapah Risa dan mengajaknya duduk di bangku yang ada didekat lapangan.
Angkasa hanya menatap adegan yang tiba-tiba membuatnya tidak nyaman dan harus membiarkan Risa disentuh oleh lelaki lain.
Kenapa ya,saat liat Risa berada ditangan orang lain aku merasa nggak nyaman ada apa sebenarnya sama aku, Angkasa kamu disamping kamu ada Renata bagaimana mungkin kamu bisa melihat orang lain.
"Hey, kenapa kalian berhenti kan belum selesai ini"teriak mr.Jeef yang berlari kecil dari arah belakang.
"Itu mr.Jeef risa sakit"Jawab Renata menunjuk kearah Risa dan Nizam yang duduk di bangku bawah pohon.
"Yaudah yang lain lanjutkan,ayo,,ayo"Tegas mr.Jeef menyuruh seluruh murid nya untuk berlari kembali.
*Ap*a Risa benar-benar baik-baik saja, kenapa aku menjadi tidak tenang seperti ini,disisi lain aku khawatir Risa kenapa-kenapa tapi disisi lain ada Renata yang pasti dia bisa salah paham.
Semua murid melanjutkan pemanasan mengelilingi lapangan kecuali Risa dan nizam,panas matahari menemani jam olahraga mereka sampai selesai pemanasan.
...Andai Angkasa tau bahwa perasaan Risa sama sekali tidak pernah berubah meski angin kencang selalu menerpanya....
__ADS_1
...____Thre komik Angkasa___...