DEAR ANGKASA

DEAR ANGKASA
BAB 48:DIA INGIN BERBICARA LEBIH BANYAK.


__ADS_3

"Ngapain kamu ngajak aku ketemuan?"Tanya Bintang menggeser kursi disebelah Renata.


"Ada hal yang ingin,ku sampaikan"Sahut Renata.


"Apa?soal Angkasa?"


"Bukan,tapi soal Risa"


"Kenapa dengan Risa,apa ada masalah?"Tanya Bintang menatap Renata.


"Aku ingin meminta maaf pada Risa, karena aku telah berbuat jahat padanya, makanya aku mengajak mu ketemuan karena aku ingin meminta bantuan mu"Ujar Renata.


"Bagaimana caranya,aku bisa membantu mu?"


"Aku juga binggung, bagaimana caranya"Ucap Renata menggaruk belakang kepalanya.


Bintang mencoba membantu Renata dengan cara mempertemukan keduanya dalam sebuah acara pembukaan resmi restorannya, yang akan di langsungkan besok.


"Ini adalah undangan untuk mu, hadirlah besok ke acara ini,aku akan membantumu"Ujar Bintang menyodorkan selembar undangan pada Renata.


"Kamu mengundang ku"Sahut Renata.


"Iya, dengan begitu kamu bisa meminta maaf kepada nya di acara itu"Ucap Bintang.


"Makasih ya kamu udah mau bantu aku, untuk menyelesaikan masalah"Ungkap Renata tersenyum.


"Setiap orang pasti harus saling tolong menolong kan"


"Iya sih,tapi kan kita baru kenal tapi kamu udah baik banget sama aku"


"Aku akan baik kepada siapapun jika itu membantu dalam kebaikan"Sahut Bintang berdiri.


"Eh, kamu udah mau pulang?"Tanya Renata meraih tangan Bintang.


"Maaf,aku tidak bermaksud"Tutur Renata melepaskan tangan nya.


"Aku pulang dulu,ada banyak urusan yang belum selesai"Sahut Bintang berlalu pergi meninggalkan Renata.


************************


Angkasa yang tiba-tiba datang mengunjungi Risa dengan tergesa-gesah dan gelisah,membuat Risa merasa ada hal buruk yang sedang terjadi.


"Kamu kenapa lari-larian gini sih, kamu kan belum sembuh"Ujar Risa menghampiri Angkasa.


"Itu,itu ada hal penting yang harus ku sampaikan kepada mu"Sahut Angkasa menghela nafasnya.


"Apa?"

__ADS_1


"Tapi sebelum nya kamu jangan panik dulu, karena ini belum sepenuhnya berita asli"Terang Angkasa.


"Ya,apa? kamu jadi buat penasaran gini dong"


"Papah kamu,,papah kamu.."Angkasa menghentikan ucapannya.


"Papah ku kenapa Angkasa,, kamu jangan berbelit-belit kayak gini dong"Ucap Risa memukul lengan Angkasa.


"Saat perjalanan pulang papah kamu mengalami kecelakaan beruntun di sekitar tebing,dan sekarang dikabarkan hilang"Jelas Angkasa.


"Apa?kamu kalau becanda jangan kelewatan dong Angkasa,nggak lucu tau"Sahut Risa.


"Aku nggak becanda,aku serius"Tutur Angkasa.


Ucapan Angkasa masih membengung ditelinga nya, wajah Risa seketika menjadi lesu dan Angkasa pingsan dipelukan Angkasa.


"Risa,bangun Risa"Teriak Angkasa khawatir.


Sementara Toni,Nizam dan Reza langsung menuju tempat kejadian, beberapa polisi memasang jalur pintas untuk para pengendara lain yang ingin melewati arah tebing.


"Apa ada informasi baru pak?"Tanya Toni.


"Untuk sementara ini kami sama sekali belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban, kemungkinan besar korban jatuh ke bawah jurang"Jelas salah satu polisi yang sedang menangani proses pencarian korban kecelakaan beruntun itu.


"Lalu bagaimana tindak lanjut nya pak?"Sahut Nizam.


Pencarian terus dilakukan disekitar lokasi,tapi sudah hampir satu hari para anggota petugas pencarian tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban, diperkirakan korban memang sudah tewas di dasar jurang.


"Bagaimana ini om?"Tanya Reza.


"Mau bagaimana lagi,kita harus tunggu informasi selanjutnya"Sahut Toni menarik wajahnya bingung.


"Lalu apa Risa sudah tau tentang ini?"Tanya Nizam.


"Tadi Angkasa pergi kerumah Risa,aku tidak tau apa dia memberitahu nya tentang ini semua"Tutur Toni.


Terlihat Bintang baru saja pulang dan ketika ia membuka pintu matanya langsung tertuju pada sosok Angkasa dan Risa yang terbaring diatas sofa panjang yang ada di ruang tengah.


"Risa kamu kenapa?"Tanya Bintang.


"Bintang"Teriak Risa langsung sigap memeluk Bintang.


"Iya, kamu kenapa?"


Apa-apaan nih,peluk-pelukan segala katanya temen kok kayak demen.Si Bintang juga ini cari perhatian banget sih.


"Kamu kenapa Risa,jangan menangis coba jelaskan kenapa kamu menangis?"Tanya Bintang mengelus rambut panjang Risa yang terurai.

__ADS_1


"Ee, udah-udah pelukannya"Ucap Angkasa memisahkan keduanya.


"Papah kecelakaan, Bintang dan sekarang belum ditemukan"Tutur Risa menangis.


"Papah kamu kecelakaan"Bintang menggenggam kedua tangan Risa yang menangis sembari menganggukkan kepalanya.


"Jangan pegang-pegang"Angkasa memukul tangan Bintang agar melepaskan tangan Risa .


Apa Angkasa sengaja memberi tau nya tentang ini,apa dia tidak berfikir untuk memberitahu berita duka ini.


"Angkasa aku ingin berbicara pada mu, hanya berdua"Ucap Bintang menatap wajah Angkasa.


"Kamu ingin membicarakan apa,aku tidak punya waktu karena harus senantiasa disamping Risa"Sahut Angkasa.


"Sebentar"Bintang menarik tangan Angkasa sedikit menjauh dari Risa.


"Kamu pikir-pikir dulu apa, untuk bicara tentang ini pada Risa, kamu tau kan dia baru saja memenangkan diri untuk mencoba keluar dari masalah nya"Ujar Bintang.


"Sebenarnya tadi aku tidak mau ngasih tau Risa,tapi coba kamu pikirkan lagi,kalau Risa tau berita ini dari orang lain itu akan lebih melukai nya"Ungkap Angkasa.


"Tapi ini bisa membuat dia semakin sulit untuk keluar dari permasalahan nya,kamu bisa ngerti kan"Teriak Bintang.


"Dulu nggak ada yang pernah berani teriak ke aku seperti ini,dan sekarang kamu berani sekali berteriak kepada ku asal kamu tau ya,aku jauh lebih mengenal kehidupan Risa dari pada kamu"Tutur Angkasa menunjuk Bintang.


"Aku tau itu Angkasa tapi kamu harus tau,aku lebih peduli dari pada kamu"Sahut Bintang berlalu pergi.


Ini orang lama-lama ngeselin banget sih,sok tau banget lagi soal Risa, lama-lama aku bisa emosi kalau dekat-dekat sama dia.


"Risa,lebih baik jangan terlalu stress mikirin masalah ini"Tutur Bintang.


"Gimana aku nggak mikirin,papah ku kecelakaan Bintang terus kamu suruh aku tenang"


"Nggak gitu maksud aku.."


"Udahlah aku males ngomong sama kamu"Sahut Risa beranjak pergi masuk ke dalam kamar nya.


"Mampus di marahin kan kamu,sudah kubilang kamu itu jauh lebih buruk dari aku"Sahur Angkasa berjalan menyusul Risa.


Angkasa mencoba menenangkan Risa yang terus menangis,di pundaknya.


"Risa jangan khawatir,polisi dan seluruh anggotanya sedang mencari keberadaan papah kamu"


"Aku nggak bisa kayak gini terus Angkasa,aku harus ikut cari papah"


"Jika kamu ikut mencari papah kamu,maka itu bukan solusi nya yang tepat,jika sampai terjadi sesuatu pada mu itu akan lebih memperburuk keadaan"Ungkap Angkasa.


Benar juga kata Angkasa,jika aku ikut menyusul mencari papah itu sama sekali tidak akan membantu,yang ada aku malas mengacaukan keadaan tapi aku tidak bisa diam saja seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2