DEAR ANGKASA

DEAR ANGKASA
BAB 33: SEROMANTIS ANGKASA.


__ADS_3

"Kenapa belum tidur?tidak bisa tidur?"Tanya Angkasa yang duduk di sofa bermain game online.


"Aku takut mau tidur!"Ucap Risa menyandarkan tubuhnya diatas tempat tidur.


"Kenapa?takut orang bertopeng itu muncul lagi"Angkasa berjalan naik keatas tempat tidur.


"Ya aku cuman takut kalau tiba-tiba kamu nggak ada saat aku lagi tidur"Risa menoleh kearah Angkasa yang merebahkan tubuhnya tepat disampingnya.


"Tidur lah ini sudah sangat larut malam"Tutur Angkasa menarik tubuh Risa dan menenggelamkan wajah risa dalam pelukannya.


"Kalau tiba-tiba orang tadi muncul,kamu bakal ngapain"Tanya Risa menatap wajah Angkasa yang begitu dekat itu.


"Akan ku pukul sama dia tidak bisa bernafas lagi, sudahlah tidur tidak pernah memikirkan hal aneh-aneh lagi"Ucap Angkasa mengecup kening Risa dan menidurkannya dipelukan hangatnya.


Pukul 01.30 Risa baru bisa memejamkan matanya setengah beberapa jam berusaha Melawan rasa takutnya.


******


Namun beberapa saat kemudian Risa kembali terbangun ketika tiba-tiba ia ingin buang air kecil, melihat Angkasa yang sudah terlelap pulas,Risa tidak berniat untuk membangunkannya, dengan hati yang gelisah Risa melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


"Jika orang bertopeng itu muncul lagi,aku akan memukulnya dengan sendok ini"Gumam Risa memasuki kamar mandi.


Tidak ada apa-apa dikamar mandi, selain air kran yang berbunyi setelah Risa menghidupkannya,tidak terdengar suara-suara aneh atau bunyi-bunyi menyeramkan yang biasa terjadi didalam film horor.


"Tidak ada siapa-siapa"Ucap Risa keluar dari kamar mandi.


"Risa,,aku kira kamu kemana!"Ucap Angkasa lega setelah melihat Risa muncul dari kamar mandi.


"Aku barusan kekamar mandi"Tutur Risa melangkahkan kakinya menuju tempat tidur.


"Yasudah tidur lagi,masih terlalu malam ini"Ucap Angkasa menarik tangan risa.


"Aku merasa perutku sedikit tidak nyaman"Tutur Risa merebahkan tubuhnya didekat Angkasa.

__ADS_1


"Sudah lebih nyaman"Ucap Angkasa mengelus-elus perut Risa dengan halus.


Angkasa ini udah kayak suami aja ,,kok ada saja pikirannya sampai segitu jauhnya.


***********


Pagi harinya mereka bergegas pulang,dengan cuaca yang sedikit kurang mendukung karena pagi hari ini gerimis mengguyur daerah puncak,Angkasa mengemudi dengan waspada karena jalanan cukup curam dan licin.


"Kamu mau langsung pulang kerumah atau dirumah ku dulu?"Tanya Angkasa tanpa menoleh.


"Nggak usah aku mau langsung pulang aja"Sahut Risa .


"Tadi dirumah kamu kan nggak ada siapa-siapa,,papah kamu juga belum pulang"Tutur Angkasa.


"Tapi kan masih ada pak satpam,terus ada pembantuku juga dirumah"Risa tersenyum kecil.


"Yaudah nanti aku suruh Amel sama tasya buat nemenin kamu dirumah ya"Ucap Angkasa tersenyum.


"Sebenarnya aku nggak apa-apa dirumah sendiri,kan masih ada orang dirumah"Ujar Risa membuka tasnya dan mengambil hp nya.


"Ih,kamu apa-apaan sih Angkasa,kamu makin kesini makin gila tau nggak"Ujar Risa memukul pundak Angkasa yang terus tertawa.


"Aku kan cuman becanda"Angkasa menyeringai kesakitan.


"Dasar cowok mesum"Cletuk Risa.


"Kamu bilang aku apa,cowok mesum.Lagian mana ada sih laki-laki yang tahan kalau liat cewek cantik"Tutur Angkasa.


Setelah melewati perjalanan dengan rintikan gerimis dan licinnya jalan yang mereka lalui, akhirnya mereka sampai didepan rumah Risa .


Angkasa yang sibuk mengeluarkan koper Risa dari bagasi mobil yang kemudian dibantu membawa oleh Satpam yang ada dirumah Risa, terlihat tidak tega ketika melihat wanita yang sedang mengandung anaknya itu berlalu masuk.


"Hati-hati ya, salam buat Tante Wira"Ucap Risa melambaikan tangan pada angkasa yang masuk kedalam mobil nya.

__ADS_1


"Iya nanti aku salamin,kamu jaga diri ya,besok kita ketemu disekolah"Tutur Angkasa menjalankan mobilnya dan berlalu meninggalkan halaman rumah Risa.


Cinta memang sulit dipercaya kadang selalu membuat kita menjadi sangat berharga dan kadang menjadi kita menjadi terluka,entahlah seperti yang kita ketahui bahwa sebenarnya Angkasa belum menyelesaikan hubungan nya dengan Renata dan sekarang ia harus bertanggung jawab penuh terhadap apa yang telah terjadi pada Risa.


Akankah besok Angkasa akan mengakhiri hubungan nya dengan Renata dan menjamin hubungan nya dengan Risa baik-baik saja atau Angkasa akan melakukan hal sebaliknya yaitu tetap mempertahankan hubungan nya dengan Renata dan membiarkan semua itu tersembunyi dari Risa.


Angkasa telah berjanji didepan Risa bahwa dia akan selalu bersama nya, bahkan ia akan bertanggung jawab atas anak yang Risa kandung.


Sebenarnya apa rencana besar Angkasa yang tidak diketahui oleh kedua belah pihak itu,apa mungkin dia akan terus hidup diantara keduanya tanpa meninggalkan salah satu dari mereka,itu benar-benar tidak bisa disebut baik-baik saja,mana ada laki-laki hidup diantara dua wanita yang bercinta dengan nya.


Jika Risa dan Renata tahu tentang ini semua,akan kan mereka masih ingin bersama Angkasa yang menyimpan dua cinta dan dua perasaaan sekaligus.


Sesampainya dirumah angkasa langsung memakirkan mobilnya digaransi,Wira dan Toni yang duduk asik menonton sekema hasil kerja sama antar kantor mereka,dikejutkan dengan suara jejak kaki Angkasa yang tiba-tiba masuk.


"Kamu sudah pulang,Risa mana?kamu nggak ajak Risa kesini dulu, papah nya kan belum pulang"Tanya Wira berdiri menatap putranya yang melepas topi dikepalanya.


"Risa nggak mau diajak kesini,karena katanya dirumanya juga ada pembantu dan Satpam nya, Angkasa juga sudah menyuruh Amel dan tasya untuk menemani Risa dirumah"Jelas Angkasa masuk kedalam.


"Nah,gitu dong yang perhatian sama Risa,jangan cuek-cuek"Sahut Toni tersenyuman melihat wajah Angkasa yang berjalan dengan pikirannya yang penuh beban.


"Mamah juga tambah senang jika mereka bisa kembali bersama lagi"Tutur Wira tersenyum kecil.


"oih,iya Angkasa ada yang mau papah bicarakan sama kamu,ini masalah perusahaan yang nantinya akan kamu pimpin"Ujar Toni.


"Nanti aja deh pah,Angkasa capek mau istirahat kita bicarakan itu nanti malam saja"Jawab Angkasa melangkahkan kakinya menaiki tangga.


"Mamah juga mau bicara sama kamu Angkasa,ada beberapa hal yang harus mamah tanyakan sama kamu termasuk tentang gadis yang bernama Renata itu"Sahut Wira menimbali.


Mamah ingin menanyakan apa tentang Renata, Kenapa tiba-tiba begini,kira-kira hal apa lagi yang mengganjal kepercayaan mamah.


"Nanti malam saja mah,Angkasa beneran butuh istirahat"Tutur Angkasa kembali melangkah kakinya menaiki tangga.


"Mamah mau ngomong apa lagi sih,tentang dia sama Angkasa,bukanya Angkasa juga sudah putus dengannya?"Tanya Toni.

__ADS_1


"Ya mamah,cuman belum seratus persen yakni pah"Seru Wira kembali duduk.


__ADS_2