DEAR ANGKASA

DEAR ANGKASA
BAB 49: TENGGELAMNYA SAMUDERA RISA.


__ADS_3

Malam ini seluruh anggota kepolisian yang menindaklanjuti pencarian korban, akhirnya berhasil menemukan korban yang diduga terjatuh kebawah jurang saat kecelakaan beruntun terjadi.


Niko ditemukan tewas setelah kurang lebih dua hari pencarian, bahkan tubuhnya sudah hampir membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap.


Setelah berhasil ditemukan, Niko langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani otopsi jenazah,Risa yang malam ini dikabari bahwa papah nya telah tiada, seketika tubuh nya mendadak membeku, saluran darah nya serasa seketika terhentak dan berhenti.


Bagaimana mungkin dia tidak terpukul mendengar berita tersebut, seperti yang kita ketahui bahwa selama dua bulan lebih ini Niko tidak berada dirumah,ia harus berkerja mengembangkan bisnis nya diluar kota,ia meninggalkan putri semata wayangnya itu dirumah selama berbulan-bulan dan kini ia pulang dengan keadaan tak bernyawa sebelum sempat menatap dan memeluk putri kesayangannya itu.


"Ini nggak mungkin, kalian bohong kan"Tutur Risa jatuh tersungkur di lantai sambil memeluk sebuah foto masa kecilnya dengan kedua orang tuanya.


Empat tahun silam,mamah nya meninggalkan putri manis yang begitu jelita, bahkan belum sempat melihatnya tumbuh dewasa sebagai gadis cantik dan pandai dan sekarang papah ikut melengkapi sebagai orang tua yang meninggalkan putri manis itu.


"Risa,jangan seperti itu nak, Tante,om Toni, Angkasa dan yang lain ada disini.Kita semua adalah keluarga mu"Ucap Wira ikut menangis dan memeluk Risa yang terdiam di duduk dilantai.


"Iya Risa,kita semua adalah keluarga"Timbal Tasya memeluk Risa dan Wira.


Angkasa hanya diam tidak ikut bergerak membuka suara untuk mendukung Risa yang saat itu sedang rapuh.


********


Sementara Nizam yang saat ini mengunjungi Amel yang katanya sedang sakit karena sudah berhari-hari tidak masuk kuliah.


"Kamu udah sehat?"Tanya Nizam canggung.


"Hemm"Sahut Amel mendekap kan kedua tangannya.


"Sebenarnya aku ke sini bukan hanya mau menjenguk kamu saja tapi aku juga mau mengabari bahwa saat ini om Niko mengalami kecelakaan disekitar bukit dan sekarang belum ditemukan"Tutur Nizam.


"Apa?"Sontak Amel kaget.


"Kok kalian nggak ngomong sama aku sih, kalau om Niko mengalami kecelakaan, kalian jahat banget ya"Ucap Amel kesal.


"Bukan seperti itu,Mel...Tapi kamu sendiri yang bilang kalau kamu nggak mau ketemu mereka,kamu masih marah sama Tasya"Sahut Nizam.


"Ya emang aku marah sama Tasya,tapi kalian tau kan kalau aku sahabat mereka,mana mungkin aku Setega itu membiarkan Risa menderita sendiri"Tutur Amel.


"Kamu sama saja ya,sama Tasya kalau salah nggak pernah mau minta maaf duluan"Ucap Amel.


"Ok,ok aku minta maaf karena nggak ngasih tau kamu tentang berita ini"Ungkap Nizam meraih tangan Amel.


"Sekarang aku mau kerumah Risa"Ucap Amel.


"Tapi.."

__ADS_1


"Tapi,apa lagi sih Nizam"Bentak Amel.


Entah sejak kapan Amel berubah menjadi gadis galak seperti ini, padahal dia adalah gadis dengan karakter ceria dan berisik.


"Tunggu,pakai jaket udaranya dingin banget"Ujar Nizam memakaikan jaketnya pada Amel yang hanya memakai piyama lengan panjang berwarna rose gold.


Dan sejak kapan Nizam begitu peduli dengan gadis yang dia anggap sebagai cewek centil disekolah.


"Makasih"Tutur Amel.


Angin malam menerpa kedua wajah remaja yang mengendarai motor ,di bawah sorotan lampu jalanan yang berwarna kuning kelam.


Amel memegang kedua pundak Nizam yang tegap dan gagah, tangan nya kaku karena terpaan angin malam yang cukup dingin.


**********


Risa yang terus menangis tak henti dipelukan Wira,membuat hati Angkasa bergerak mendukung nya agar tidak tumbang dengan kabar tersebut.


"Risa, jangan menangis hati ku sakit saat melihat mu menangis seperti ini"Ungkap Angkasa mengelus rambut Risa yang basah oleh air mata yang berhamburan kemana-mana.


"Papah,Risa bahwa belum melemparkan rindu ini selama berbulan-bulan tapi kenapa papah ninggalin Risa"Lirih Risa menangis sebelum akhirnya jatuh pingsan.


"Risa"


"Risa!"


"Risa!"


Nizam dan Amel yang baru datang dan muncul di daun pintu, membuat semua orang menoleh kearah mereka.


"Amel"Ucap Tasya menghampiri Amel dan Nizam yang berdiri didepan pintu.


"Risa kenapa?"Tanya Amel.


"Risa jatuh pingsan"Ucap Tasya.


"Kamu baik-baik saja kan, akhir-akhir ini?"Tanya Tasya.


"Aku baik-baik saja kok"Ungkap Amel berlalu jalan mengikuti Wira yang ikut mengantarkan Risa kekamar nya.


"Amel masih marah ya sama aku?"Tanya Tasya menatap Nizam.


"Kalau soal itu aku nggak tau,tapi lebih baik kamu meminta maaf pada Amel"

__ADS_1


"Kenapa harus aku yang minta maaf"


"Ya terus siapa lagi"


"Seharusnya Amel tuh, yang minta maaf kepada kita semua"


"Permasalah ini lebih baik diselesaikan, karena seperti yang aku tau Amel menyembunyikan sesuatu dari kita tentang kesehatan nya"


"Maksud kamu?"


"Kondisi kesehatannya sedang tidak baik"Ucap Nizam berlalu pergi meninggalkan Tasya yang menatapnya binggung.


Suasana dirumah itu begitu kacau dengan tangisan, disetiap wajah orang yang ada dirumah itu.


Risa masih terbaring lemas diatas tempat tidur,ditemani Wira,Tasya dan Amel.Sedangkan Angkasa dan Nizam pergi menyusul Reza dan Toni di lokasi kejadian.


Puluhan warga disekitar bukit mengerumuni area jalanan, lokasi kejadian.Para anggota kepolisian mencoba mengontrol beberapa warga yang ingin mencoba menerobos jalur polisi.


"Aku akan telfon papah ku dulu"Ucap Angkasa menepikan mobilnya.


"Hallo Angkasa"


"Hallo pah,aku dan Nizam sedang menuju lokasi"


"Kalian tidak perlu ke lokasi,lebih baik sekarang kalian langsung menuju rumah sakit saja"


"Apa jasad om Niko sudah diotopsi pah?"


"Sedang proses otopsi jenazah, kalian segera kesini ya"


"Ok pah"Angkasa menutup telfonnya dan langsung menancap gas menuju rumah sakit.


"Angkasa,apa kamu melihat Bintang?"


"Dia pergi dengan Reza dan papah ku"


"Oo,aku kira dia kemana"


Bintang adalah seorang yang berani ikut turun mencari jasad Niko ke bawah jurang, walaupun polisi sempat tidak memperbolehkan nya karena itu sangat berbahaya tapi Bintang tetap memaksa ingin ikut terjun dalam pencarian itu.


Melihat kondisi Risa yang terus menangis, Bintang tidak bisa diam begitu saja,hati nya langsung bergerak untuk cepat-cepat menemukan orang tua wanita yang sangat berharga bagi kehidupan nya.


Bukan hanya berharga,Risa sudah seperti keluarga nya sendiri bahkan mungkin bisa lebih.

__ADS_1


Angkasa telah sampai diarea parkiran dan langsung memakirkan mobilnya,Nizam dengan antusias turun dari mobil diikuti Angkasa yang langsung berlari kecil menuju ruangan otopsi jenazah.


Terlihat disana tiga laki-laki dengan tinggi yang hampir sama, sedang berdiri menunggu didepan ruangan dengan wajah pucat dan gelisah.


__ADS_2