
Cahaya mentari pagi menyinari bunga-bunga yang bermekaran disetiap sudut balkon yang ada dikamar Risa,Semburan angin dingin menyentuh kulitnya sampai Risa menggosok-gosok kedua tangannya.
"Risa kamu nggak boleh terus-terus begini,Harus semangat perjalanan mu masih panjang dan dimulai hari ini"Risa berdiri tepat didepan jendela dan membiarkan wajahnya tersorot sinar mentari pagi.
Siap-siap pergi mandi terus sarapan lalu berangkat ke sekolah,apapun resikonya aku harus tetap berangkat sekolah,semangat Risa.
Risa berjalan menuju kamar mandi menyiapkan hari barunya dan bagaimana pun semua itu harus ia jalani,, Mungkin akan ada hari-hari yang menyakitkan setelah ini,Hari dimana setiap dua orang itu bertatap bahagia bersama.
"Risa makan yang banyak sayang, Papah lihat dua hari ini kamu semakin kurus"Cletuk Pak Niko menyuguhkan segelas susu hangat didepan Risa.
Iya pah,Kurus dan hampir terkikis habis untuk menghadapi kenyataan mungkin setelah ini aku akan semakin kurus dan habis.
"Oh, Iya sayang gimana pertemuan kamu sama Angkasa,Cerita dong papah juga kan pengen tau"Pak Niko tersenyum menatap sosok putri kecilnya yang kini telah tumbuh dewasa.
Hal yang ku takuti akhirnya terjadi juga, pertanyaan itu sungguh membuat ku sesak nafas,nadi ku serasa berhenti,darah ku berubah menjadi beku.
"Udah siang,Risa berangkat dulu ya nanti bisa terlambat"Ucap Risa dengan tergesa-gesah untuk menghindari pertanyaan ayahnya.
"Sayang papah baru saja bertanya, bahkan kamu belum menjawab nya"Teriak Niko.
"Maaf Pah, Risa takut terlambat"Sahut Risa berjalan hilang didaun pintu.
"Hati-hati sayang"Balas Niko sebelum Risa menghilang dari pandangan nya.
Disudut yang berbeda Angkasa masih tergeletak diatas tempat tidur,Semalam ia menghabiskan waktu untuk membaca sebuah komik itu ia lakukan karena tadi malam dia benar-benar tidak bisa memejamkan matanya,Pikiran nya masih melayang dengan kejadian kemarin.
"Heh,Kepala ku kok sedikit pusing ini pasti gara-gara semalaman nggak tidur"Angkasa memijit kedua pilinganya.
"Gara-gara semua yang telah terjadi kemarin, membuat kepala ku berat"Gumam Angkasa.
"Angkasa,nak kamu masih belum bangun"Teriak Wira dari luar berusaha membangunkan Angkasa yang masih tergeletak dengan buku komiknya.
"Udah kok mah"Balas Angkasa terduduk dan lalu berjalan keluar kamar nya, Ia berjalan menyusuri setiap tangga mencari sosok yang memanggil nya tadi.
"Mah,, Mamah"Teriak Angkasa mengamati seluruh ruangan dirumahnya tapi dia tidak menemukan sosok yang ia cari.
__ADS_1
"Mama disini sayang"Sahut Wira yang muncul dari arah dapur dengan membawa sepiring roti bakar ditangannya.
"Loh kamu kok belum mandi jam segini?"Tanya Wira menggeret kursi didepannya.
"Hari Angkasa nggak berangkat sekolah mah"Jawabnya mengambil sepotong roti yang ada diatas piring.
"Kenapa, Kamu sakit?"Wira menyentuh dahi putranya itu.
"Cuma sedikit pusing aja"Sahutnya berjalan ke kamar.
"Siapa yang sakit mah"Tanya seseorang yang mengenakan pakaian rapi turun dari tangga,Pria yang akrab dipanggil Dedi Toni oleh keluarganya itu yang tak lain adalah ayah Angkasa.
"Angkasa pah,Katanya kepalanya pusing"Sahut Wira yang sibuk menata makanan dimeja.
"Kamu sakit Angkasa,,kamu bisa sakit juga?"Ledek Toni.
"Oh ya kemarin om Niko telfon kalau kamu sama Risa satu sekolah ya"Tanya Toni menepuk pundak putranya itu yang kian memasang wajah lesu seperti manusia tak punya tulang rusuk.
Bukan hanya satu sekolah pah, Angkasa juga satu kelas dengan Risa, untuk hari ini Angkasa ingin menghindari Risa dulu, Angkasa tidak siap.
"Angkasa keatas dulu ya pak,Pusing"Angkasa memegangi kepalanya sambil melangkahkan kakinya menaiki tangga.
"Angkasa,, Angkasa kekasihnya pulang malah sakit"Toni tersenyum menatap wajah istrinya yang terlihat manis ketika tertawa kecil.
"Kemarin bisa lolos,Hari ini juga masih bisa lolos tapi besok-besoknya apa mungkin aku lolos dari pertanyaan yang membebani pikiran ini"Angkasa duduk di balkon sambil menatap daun-daunan hijau yang melambai-lambai terkena angin,sinar matahari juga mulai panas menempel di kulitnya.
Aku akan mengabari Renata terlebih dahulu supaya dia tidak khawatir atau salah paham.
Sayang maaf hari ini aku tidak bisa berangkat sekolah tapi kamu jangan khawatir aku beneran baik-baik saja kok, Oh ya tolong kamu bilangin ke Reza suruh izinin aku ke beberapa guru nanti thanks you.
Seperti itulah kiranya pesan yang dikirimkan melalui pesan singkat, Angkasa benar-benar mencintai Renata,ia melupakan kenangan terindah dengan Risa dan memilih wanita yang membaur dengan semangat nya itu.
"Aku harus bagaimana?apa aku terus-menerus akan menghindari dari semua masalah ini, bagaimana jika orang tua kami tau, bukankah mereka akan semakin terluka?"Kata Angkasa merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.
Matanya sayup-sayup menuntunnya mengulang kembali kisah masa lalunya.
"Aku tidak bisa terus-terusan begini,jika Risa bisa hidup dengan bebas kenapa aku tidak!"
__ADS_1
"Ya Tuhan aku harus bagaimana? berikan aku jalan keluar dari semua masalah ini"Angkasa berlahan membuka matanya dan menatap langit-langit kamar yang putih polos.
"Wanita secantik Risa, pasti akan mudah menemukan pengganti,dia lugu dan juga baik hati,siapa yang tidak jatuh cinta dengan nya"Tutur Angkasa.
Tok,, Tok.
"Masuk"
"Sayang kamu sudah minum obat nya?"Tanya Wira meletakkan sepiring sandwich di atas tempat tidur Angkasa.
"Belum"Jawab Angkasa lirih.
"Kenapa tidak minum obat,ayo bangun dan sarapan pagi dulu"Wira menarik tangan Angkasa yang hampir membuatnya kehilangan keseimbangan.
"Mah, bolehkah Angkasa bertanya?"
"Tentu sayang, kamu ingin bertanya apa?"
"Bagaimana tanggapan mamah jika ada wanita yang sudah lama menunggu pasangan sejak kecil,namun tiba-tiba dia dikhianati oleh pacarnya itu?"
"Mamah akan bilang dia laki-laki yang bodoh, bagaimana bisa dia meninggalkan berlian demi debu yang berserakan"
"Maksud mamah?"Angkasa menatap Wira tak mengerti.
"Maksud mamah,wanita yang sudah lama bersama akan lebih berharga dari pada gadis yang baru ia kenal,tapi banyak juga orang mengatakan itu semua tidak benar"
"Tidak benar bagaimana?"
"Setiap orang memiliki sifat masing-masing, kadang bisa saja wanita yang baru ia kenal lebih baik dengan wanita yang sudah lama dengan nya"
"Oo"Angkasa menganggukkan kepalanya sambil mengunyah sandwich di mulut nya.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?"Tanya Wira.
"Tidak,itu hanya serial drama saja"Ucap Angkasa.
Dunia memang bisa membolak-balikkan hati dan perasaan orang ya, Panggilan sayang yang keluar dari mulut Angkasa itu juga pernah didengar waktu dia masih duduk di bangku SMP iya tepatnya kalimat sayang itu untuk Risa.
__ADS_1
...Jika lautan saja masih bisa kering walaupun hujan terus menerus turun bagaimana dengan perasaan jika terus kekeringan tanpa adanya air....
...___See you Angkasa__...