DEAR ANGKASA

DEAR ANGKASA
BAB 32:ALAM MENDUKUNG CINTA MEREKA.


__ADS_3

"Angkasa kamu dimana nak,Risa sama kamu kan?"Suara parau dari wanita yang sedang berbicara dengan Angkasa ditelpon.


"Risa sama angkasa kok,tapi kayaknya kita pulangnya kemalaman mah,mungkin kita akan menginap di hotel terdekat"Sahut Angkasa.


"Memangnya kalian kemana saja sih,kok sampai kemalaman gini,Risa mana mamah mau ngomong"Ucap Wira didalam telfon.


Angkasa menoleh kearah wanita yang terdiam pucat disampingnya, melihat kondisi Risa yang tidak memungkinkan untuk berbicara pada ibunya,maka dari itu Angkasa mengatakan bahwa Risa sedang tertidur didalam mobilnya.


"Yasudah yang penting kalian hati-hati ya,mamah tutup telfonnya"Wira mengakhiri pembicaraan dan menutup telfonnya.


Angkasa hanya membalas senyuman kecil ketika ibunya menutup telfon,Risa masih berada diposisi sama seperti tadi, tetap melamun diam tak berbicara apalagi menoleh kearah Angkasa yang mulai menjalankan mobilnya.


"Risa"Panggil Angkasa lirih.


"Hmm"Lirih Risa menatap kaca mobil, melihat orang-orang disekitar jalan yang bercanda gurau dengan wajah yang semeringai tanpa beban.


"Malam ini kita nginep di hotel dulu ya,soalnya ini udah malam banget,udah jam 21.12 nih"Ucap Angkasa melirik arloji ditangannya.


Tidak ada jawaban atau komentar yang keluar dari mulut Risa,ia masih terdiam menikmati keindahan malam yang menyelimuti perjalanan mereka.


Lampu-lampu yang menerangi jalan kota bukit dan pohon-pohon yang menjulang tinggi menambah suasana asli perbukitan.


Orang yang tertawa tanpa ada rasa beban mengiringi sudut kota yang ramai,Risa masih terdiam didepan kaca mobil kembali mengalihkan pandangan pada sosok laki-laki tampan rupawan yang fokus mengemudi.


Angkasa begitu tampan meski dilihat dari sudut manapun,dia lah calon ayah bagi anak ku,**t**api kenapa aku sendiri tidak bisa menjadi calon ibu untuk anak yang aku kandung ini,bukankah sikap ku ini justru semakin membebani pikiran Angkasa, kasihan dia.


"Angkasa maafin aku ya,aku teramat egois dengan apa yang telah terjadi ini"Ucap Risa memegang tangan Angkasa yang kemudian menoleh kearah nya.


"Nggak apa-apa,yang penting jangan terlalu banyak pikiran kamu tau kan apa akibatnya nanti?"Angkasa tersenyum menggenggam tangan Risa dan mencium nya.


*************


Sesampainya di hotel Angkasa dengan sigap menggandeng tangan Risa memasuki hotel mewah yang letaknya tidak jauh dari rumah sakit yang mereka kunjungi tadi.


"Selamat malam,butuh berapa kamar dan ingin kamar VIP atau biasa saja"Tanya resepsionis hotel yang menyambut mereka.


"Satu kamar VIP"Angkasa mengulurkan kartu black card nya.


"Kok satu kamar sih"Bisik Risa menyenggol lengan Angkasa.


"Aku nggak mau terjadi sesuatu dengan mu nanti, jika kita satu kamar aku akan mudah untuk mengawasi mu"Angkasa tersenyum mengelus rambut Risa yang menganggukkan kepalanya.


"Silahkan ini kartu kuncinya"Resepsionis hotel itu menyodorkan kartu kunci kamar yang akan mereka tinggali.


Setelah berada didalam kamar hotel,Risa langsung pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri, sedang Angkasa ia sibuk membuat minuman hangat sambil menunggu pesanan makan malam mereka.


Ting,, tung


Terdengar suara bel pintu berbunyi, Angkasa yang tadinya masih sibuk mengaduk segelas susu hangat, berlalu menghampiri suara tersebut.


"Permisi,,tuan ini pesanannya"Ucap room service tersebut tersenyum.


"Bawa masuk saja"Perintah Angkasa menunjuk kedalam.

__ADS_1


"Kalau begitu saya permisi,kalau anda butuh sesuatu jangan sungkan untuk meminta bantuan saya"Sahut wanita muda yang memakai seragam putih biru tersebut.


"Baiklah,terima kasih"Ucap Angkasa berlalu menoleh kearah sosok Risa yang baru selesai mandi,Risa terlihat mempesona dengan rambut panjang nya yang basah, membuat Angkasa tersenyum ketika melihat.


O**o,jadi dia datang kemari dengan pacarnya, pacarnya cantik sih cuman kelihatan sedikit kurang dewasa tapi sepertinya mereka berdua ini umurnya tidak jauh dari ku.


Setelah wanita room service tadi pergi dan menutup kembali pintu kamar mereka, barulah Angkasa menghampiri Risa dan menyuruhnya untuk duduk.


"Angkasa aku tidak selera dengan makanan"Ucap Risa memandang semua makanan yang tersaji dimeja.


"Lalu kamu ingin makan apa?"Tanya Angkasa menyodorkan segelas susu hangat pada Risa yang duduk didepan nya.


"Aku tidak mau minum susu"Ucap Risa.


"Risa dengarkan aku,aku tidak mau terjadi sesuatu padamu, minumlah jangan membantah"Sahut Angkasa mulai kesal.


''Tapi aku tetap tidak mau makanan itu"Ujar Risa meraih segelas susu dari tangan Angkasa.



"Baiklah katakan kamu ingin makan apa?"Tanya Angkasa.


"Aku ingin makan,Snack sama bubur ayam"Jawab Risa tersenyum.


"Snack,malam-malam seperti ini ingin makan Snack"Tutur Angkasa.


"Tapi memang aku biasa makan Snack tiap malam"Sahut Risa.


Risa yang duduk menghabiskan susu hangat nya, menoleh histeris ketika mendapati sebuah acara tv yang menayangkan drama Korea, Angkasa hanya memutar bola matanya dan berlalu pergi ke kamar mandi karena dari tadi ia belum sempat membersihkan badan.


Tidak lama kemudian bel pintu berbunyi,Risa yang duduk asik menonton tv langsung berlari kecil membuka pintu dan mendapati seorang wanita yang membawakan makanan pesannya.


"Terimakasih"Ucap Risa meraih makanan tersebut.


"sana-sana nona,kalau begitu saya permisi selama malam"Ucap wanita Tersebut tersenyuman meninggalkan Risa yang masih berdiri didepan pintu.


"Kok perasaan ku merinding ya,kayak ada seseorang yang memperhatikan ku dari lorong sebelah kanan"Gumam risa berlalu masuk meletakkan makanan tersebut dimeja lalu ia mencoba keluar dari kamar dan melihat sekeliling lorong ditersebut.


"Tidak ada orang,mungkin tadi perasaan ku saja ya"Tutur Risa masih memperhatikan sekelilingnya.


"Aaaaa"Risa berteriak ketika mendapati seseorang bertopeng dan berpakaian hitam berdiri dibelakangnya.


Risa segera berlari kembali menuju kamar, dengan wajah panik dan ketakutan Risa berusaha membuka pintu kamar dengan terus menekan tombol belnya terus menerus, karena orang yang mengenakan topeng Tersebut berjalan menghampirinya.


"Angkasa buka pintunya"Teriak Risa terus menekan tombol belnya.


Angkasa yang baru selesai mandi, mengamati sekeliling ruangan kamar karena Risa tidak ada disana, mendengar bel yang terus berbunyi Angkasa dengan sigap membuka pintu dan tiba-tiba Risa yang berwajah pucat ketakutan langsung memeluknya yang telanjang dada karena belum sempat berganti baju.



"kenapa,,ada apa? kamu dari mana sih"tanya angkasa heran dengan sikap Risa yang memeluknya sangat erat.


"Ada seseorang Bertopeng diluar,ia tadi berusaha menghampiri ku"Ucap Risa ketakutan.

__ADS_1


"Seseorang bertopeng,dimana?"Tanya Angkasa membuka pintu dan melihat keadaan luar.


"Tidak ada apa-apa,tidak ada seorang pun"Sahut Angkasa kembali menutup pintunya.


"Tadi benaran ada,orang bertopeng itu ada didepan ku"Tutur Risa mencoba meyakinkan Angkasa.


"Risa tidak ada siapapun diluar,mungkin kamu kelelahan jadi melihat hal-hal aneh"Sahut Angkasa menggandeng Risa duduk disofa.


"Kunci pintu nya aku takut"Ucap risa.


"Pintu itu sudah terkunci dari dalam,duduk diam disana aku mau berganti pakaian"Ujar Angkasa berjalan kedalam kamar mandi.


"Mungkin Angkasa tidak akan percaya,bahwa aku benar-benar melihat orang bertopeng itu,aku harus memastikan jendela juga harus tertutup dengan benar"Ucap Risa berdiri membuka gorden jendela nya dan ia kembali dikejutkan dengan sosok orang bertopeng yang tadi ia jumpai.


"Aaaaa"Risa berteriak histeris dan kembali menutup gorden jendela nya.


"Risa,ada apa?"Angkasa berlari menghampiri Risa yang berjongkok menutup wajahnya.


"Orang bertopeng itu datang lagi"Ucap Risa menunjuk kearah jendela.


"Mana, tidak ada siapa-siapa"Angkasa membuka gorden nya dan mendapati tidak seorang pun yang ada diluar jendela.


"Tadi beneran ada Angkasa,aku nggak bohong"Ucap Risa menangis.


"Sudah-sudah jangan menangis,ayo makan dulu setelah itu istirahat, kamu itu pasti kecapean makanya halusinasi"Sahut Angkasa menggandeng Risa kembali duduk.


"Tapi aku benar-benar nggak halusinasi"Lirih Risa menerima sesuap sesendok bubur ayam yang Angkasa sodorkan.


"Baiklah aku percaya itu,nanti aku akan memastikan nya supaya tidak muncul depan mu lagi,sekarang habis buburnya setelah itu istirahat"Ucap Angkasa menyuapi Risa yang masih binggung memikirkan hal tadi.


Risa hanya mengangguk pelan dan terus melahap bubur yang disodorkan pada nya,ketika buburnya hampir setengah habis tiba-tiba Angkasa mendapati sedikit bubur yang menempel dibibir risa,dengan sigap Angkasa ******* bibir tersebut.


"Angkasa kamu apa-apaan sih"Ucap Risa kaget ketika Angkasa tiba-tiba mencium bibirnya.


Angkasa yang bermain manja dibibir risa yang mungil tersebut, dengan cepat langsung ******* habis bibir Risa, ciuman yang terjadi tidak terlalu lama itu akhirnya membuahkan hasil karena tiba-tiba Risa menggigit bibir Angkasa.


"Aww,, kenapa malah menggigit ku?"Teriak Angkasa mengaduh sembari mengelap bibirnya yang Basar akibat ciuman tersebut.


"Kamu sih, nyebelin tiba-tiba main cium-cium aja"Ucap Risa berlalu membuka Snack dihadapan.


"Maaf aku tadi khilafah"Sahut Angkasa terkekeh kecil.


"Perasaan kamu khilafah terus"Ujar Risa memutar bola matanya.


"Sudah malam kenapa masih ngemil,itu tidak baik untuk kesehatan"Angkasa menyahut Snack dari tangan Risa.


"Apaan sih,kan cuman makan dikit"Sahut Risa berusaha mengambil Snack dari Angkasa.


"Sudah besok lagi makanya,tidak baik wanita hamil tidur terlalu malam"Ucap Angkasa menggendong tubuh Risa dan membawanya keatas tempat tidur.


Jangan lupa follow ig: Cindy lalalisya-09,,


supaya mendapatkan seputar kehidupan ku,dukung aku terus.. thanks

__ADS_1


__ADS_2