DEAR ANGKASA

DEAR ANGKASA
BAB 31: SETELAH KEJADIAN ITU.


__ADS_3

"Angkasa aku pengen ngomong sesuatu sama kamu"Ucap Risa menatap lekat wajah Angkasa yang tersenyum menatap anak-anak kecil yang berlarian diarea telaga itu.


"Mau ngomong apa? ngomong aja"Angkasa menoleh kearah Risa yang berusaha untuk tidak terlihat lelah.


"Aku benar-benar takut Angkasa,,apa tidak berani mengatakan ini sama kamu"Risa menarik nafas dan menutup mata nya sejenak.


"Emang nya mau ngomong apa sih?"Angkasa tersenyum binggung melihat tingkah Risa yang aneh.


"Angkasa kenapa aku mual-mual? apa kamu tau jawabannya?"Risa menyipitkan matanya.


"Maksud kamu gimana sih? sebenarnya apa yang ingin kamu katakan Risa"Angkasa tersenyum mengelus rambut Risa.


"Bagaimana jika terjadi sesuatu yang tidak kita duga, misalnya jika aku hamil"Ucap Risa menatap mata Angkasa.


"Kamu ngomong apa sih? jangan mikirin yang aneh-aneh"Angkasa tertawa memeluk Risa.


"Aku serius Angkasa!tanda wanita yang lagi itu kayak yang aku alami saat ini"Ucap Risa.


"Kalau begitu kita pergi kerumah sakit dulu, supaya kita tahu hasilnya nanti"Angkasa mengusap halus kepala Risa yang menangis dipeluknya.


"Aku takut,,jika itu benar terjadi"Ucap Risa menangis.


"Sudah-sudah jangan menangis,,kita kembali kemobil yuk"Ujar Angkasa berdiri menggandeng tangan risa menuju mobil.


Benarkah demikian hal itu akan terjadi, tanda-tanda yang dialami Risa memang lebih menunjukkan kehasil positif bahwa sebagian wanita hamil mengalami nya.


Risa terduduk termenung didalam mobil, wajahnya terlihat semakin pucat dan panik.Angkasa hanya masih fokus mengemudi ia tidak mengatakan sepatah katapun setelah masuk kedalam mobil.


Risa Yang menangis menghadap kearah kaca jendela mobil dan berusaha menyembunyikan kepanikannya dari Angkasa.


Sesampainya dirumah sakit Angkasa berusaha mengajak Risa masuk kedalam namun ia tetap enggan karena takut.


"Risa tidak perlu takut,,ada aku disini"Angkasa menggandeng tangan Risa memasuki bangunan rumah sakit dihadapan mereka.


Mereka berdua masuk kedalam menyusuri koridor yang penuh dengan orang yang berlarian kesana-kemari karena hari itu bertepatan dengan tragedi kecelakaan yang menimpa sebuah keluarga dan harus segera dioperasi secepat mungkin.


Sekali lagi Risa harus merasa mual ketika melihat seseorang korban dari tragedi itu melaluinya dengan wajah yang penuh darah,para dokter berlarian menuju ruangan icu.

__ADS_1


"Angkasa"Risa melepaskan genggamannya dan berusaha menutup mulutnya yang hampir mengeluarkan sesuatu.


"Kamu tidak apa-apa kan?"Risa menoleh pada Risa yang berdiri dibelakangnya.


"Angkasa aku nggak bisa melakukan pemeriksaan ini,,aku takut"Ucap Risa memandang Angkasa.


"Sudah kukatakan tidak ada yang perlu ditakuti"Angkasa menggapai tangan risa dan menuntunnya masuk kedalam ruangan pemeriksaan kehamilan.


Dokter wanita yang berdiri tersenyum setelah melihat dua orang itu masuk kedalam,dengan antusias menyuruh Risa untuk naik keatas tempat tidur dan menjalankan pemeriksaan.


"Sudah jangan takut Risa"Angkasa mengagukan kepalanya.


"Mari,, tidak perlu takut pemeriksaan ini tidak akan sakit kok"Sahut Dokter itu tersenyum.


Angkasa yang terus berdiri disamping Risa dan terus menemani pemeriksaan risa hingga selesai.


"Dokter ini apa kok dingin"Ucap Risa ketika


ultrasound gel itu menyentuh perutnya.


"Ini gel agar kita bisa melakukan pemeriksaan dengan mudah,,memang dingin"Jelas dokter itu tersenyum.


"Sudah selesai"Ucap Dokter tersebut memberi tisu pada Risa yang kembali duduk.


"Bagaimana hasilnya dok?"Tanya Risa gelisah.


"Eemm, hasilnya pemeriksaan ini menunjukkan bahwa Risa memang sedang hamil"Sahut Dokter itu sepontan membuat Risa kaget dan jatuh pingsan.


"Risa,,Risa bangun"Angkasa menggoyang-goyangkan tubuh Risa yang tak sadarkan diri.


"Mungkin dia masih syok,biar kan saja dulu"Tutur dokter tersebut.


Aku tidak menyangka semua ini akan terjadi,aku telah melakukan hal yang fatal,Risa pasti sangat kecewa dengan semu ini,lalu bagaimana dengan mamah dan Renata.



Setelah hampir setengah jam Risa tak sadarkan diri, akhir ia pun bangun,satu persatu matanya terbuka melihat sosok laki-laki yang senantiasa menemani nya dari tadi.

__ADS_1


"Kamu sudah bangun"Angkasa meletakkan hpnya dan membantu Risa duduk.


"Angkasa"Lirih Risa kembali menangis.


"Sssttt,, jangan menangis lagi"Angkasa memeluk Risa.


"Bagaimana aku tidak menangis,,aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika papah tau tentang ini"Tutur Risa menatap Angkasa yang terlihat tenang.


"Aku tau itu,, tapi dengarkan aku jangan beritahu dulu mengenai ini semua,,aku janji akan menyelesaikan ini semua setelah kita lulus sekolah"Angkasa mengusap air mata Risa yang telah membasahi pipinya.


"Lulus sekolah,,itu masih tiga bulan lagi Angkasa bagaimana jika tiba-tiba perut ku mulai membesar"Sahut Risa.


"Dengarkan aku,, kandungan itu belum akan terlihat selagi masih tiga bulan,, jangan khawatir"Angkasa tersenyum sembari mengecup kening Risa.


Tidak lama kemudian dokter yang tadi membantu pemeriksaan risa, datang menghampiri mereka.


"Risa kamu sudah baik-baik saja,saya akan menuliskan resep obat untuk daya tahan tubuh kamu"Ucap dokter wanita yang tersenyum menuliskan resep obat.


"Dokter bolehkah saya bertanya? tapi saat ini keadaan Risa baik-baik saja kan,,tidak ada masalah ataupun gejala lain"Tanya Angkasa.


"Saat ini tubuhnya baik-baik saja,,mungkin dia hanya akan sering pusing dan lemas ketika daya tahan tubuhnya menurun"Jelas Dokter tersebut.


"Baiklah,, terimakasih banyak Dokter karena anda sudah membantu kami"Ucap Angkasa menoleh kearah Risa yang terdiam terpuruk.


"Risa saya harap kamu bisa menerima ini,, saya tahu apa yang sedang kamu rasakan saat ini tapi kamu jangan lupa bahwa sekarang ini kamu tidak sendirian, kamu punya tanggung jawab besar untuk melindungi janin itu, kejadian seperti itu bisa diambil sebuah pelajaran kan! bahwa yang telah kalian lakukan itu salah"Tutur Dokter itu menasehati dua remaja yang berdiri didepan nya.


"Benar kata dokter,, kamu harus bisa mengubah suasana hati mu agar nanti kesehatan kalian berdua tidak terganggu"Sahut Angkasa.


"Angkasa aku juga ingin berpesan kepada mu, kamu harus sering berada didekatnya takutnya nanti bisa terjadi sesuatu karena hanya kamu yang tahu tentang ini"


"Terimakasih ya Dokter"Ucap Angkasa.


"Kita pulang sekarang"Lirih Risa turun dari atas ranjang.


"Ini resep obatnya"Sahut Dokter tersebut menyodorkan selembar kertas pada angkasa.


"Saya pamit dulu dokter,,terima kasih banyak"Angkasa berjalan menyusul Risa yang berjalan lebih awal.

__ADS_1


Angkasa berjalan memapah bahu Risa yang berjalan disampingnya, koridor yang tadinya ramai kini mulai lenggang karena hari semakin sore, Angkasa yang berjalan mendampingi risa sesekali melirik sosok wanita yang kini sedang mengandung anak nya,wajah Risa yang pucat semakin membuat Angkasa khawatir akan kondisinya.


Takdir tidak bisa diubah lagi,apa yang telah mereka lakukan seminggu lalu divilla benar-benar membuahkan hasil yang mengejutkan,dua remaja sekolah yang seharusnya belum pantas menjalani semua kehidupan ini,harus terpaksa menerima atas hukum mereka.


__ADS_2