DEAR ANGKASA

DEAR ANGKASA
Nizam dan Angkasa.


__ADS_3

"Hem,,hem kayak kamu lagi dekat sama seseorang ya Risa cerita dong"Cletuk Amel melirik Risa yang duduk disebelahnya ,asik menikmati semangkuk bakso dimeja kantin sekolah.


"Uhuk,,uhuk"Seketika Risa tersedak mendengar tutur kata yang keluar dari mulut sahabatnya itu.


"Aduh pelan-pelan makannya sayang"Tutur Amel meraih cup es coklat didepannya.


"Tadi kamu ngomong apa? aku lagi dekat,,Amel aku lagi nggak dekat sama siapa-siapa!"Tutur Risa hendak meraih tisu dimeja namun tidak tisu dimejanya, hingga ia menoleh kemeja sampingnya dan ternyata di meja tersebut ada angkasa dan Renata sedang makan bersama.


"Maaf saya ambil ya tisunya"Ucap Risa tersenyum pada sosok dua orang yang menatapnya heran.


"Iya nggak papa ambil aja"Sahut Renata tersenyum.


Angkasa hanya membisu Ketika Risa meraih sekotak tisu didepannya,tak ada sepatah katapun yang bisa keluar dari mulut dingin itu tapi tetap bisa merasakan keberadaan canggung di antara keduanya.


Dring,,dring


"Hallo mah, kenapa?"Tanya Angkasa mengangkat telepon dari hp yang baru berdering tadi, terdengar suara Wira yang menanyakan sosok Risa disana.


"Iya mah bentar orangnya ada disini kok"Jawab Angkasa menoleh kearah Risa yang asik mengobrol dengan kedua sahabatnya.


"Siapa sayang?"Tanya Renata penasaran dengan sosok yang mengobrol dengan pacarnya itu.


"Risa mama ku mau ngomong sama kamu"Panggil Angkasa menghampiri Risa.



"Hah Tante Wira,mau ngomong apa?"Tanya Risa menoleh sosok laki-laki yang berdiri disampingnya.


"Nggak tau"Jawab Angkasa dingin dan menyerahkan hpnya pada Risa lalu kembali duduk bersama Renata.


"Hallo Tante"


"Risa pulang sekolah kamu ada acara lain nggak sayang?soalnya Tante mau ngajak kamu pemotretan hari ini"Jelas Wira dari telfon tersebut.


"Pulang sekolah Risa nggak ada acara Tante"Tutur Risa membalas.


"Kalau gitu bisa dong"


"Kayaknya Risa bisa Tante"Risa melirik kedua sahabatnya yang penasaran ingin ikut mendengarkan obrolan mereka.


"Yaudah nanti biar angkasa yang ngantar kamu, kamu pulang bareng Angkasa aja ya"Tutur Wira.


"Nggak usah Tante Risa bisa kesana sendiri kok"Sahut Risa sepontan.

__ADS_1


"Eh,,biar Angkasa aja yang nganter kamu biar romantis gitu"Goda Wira tertawa.


"Beneran Tante nggak usah,Risa ada yang nganterin pulang kok"Balas Risa .


"Mama kamu kenal sama Risa?"Tanya Renata heran mendengar obrolan antara Risa dan ibu Angkasa.


"Kenal soalnya kan Risa teman kecil aku,jadi wajar"Jawab Angkasa memperhatikan risa.


Risa mau pulang sama siapa?apa dia mau pulang bareng lagi sama Nizam.


"Yaudah terserah kamu saja lah, kalau gitu tolong berikan hpnya pada Angkasa sayang"


"Iya Tante"Risa berjalan kearah angkasa dan memberikan hpnya.


"Hallo mah, kenapa lagi"Tanya nya dingin


"Angkasa pokoknya mamah nggak mau tau kamu harus pulang bareng Risa lalu antarkan dia ke tempat pemotretan ya"Tutur Wira


"Tapi mah"Cela Angkasa.


"Kamu jangan terlalu dingin sama risa,Risa sampai nggak mau pulang bareng kamu"Ujar Wira.


"Iya mah,,iya"Jawab Angkasa menutup telfonnya malas mendengar kan ocehan ibunya.


"Ya gitulah"Jawab Risa.


"Risa pulang sekolah diantar siapa?"Tanya Amel.


"Aku,,aku bareng..."Belum sempat menyelesaikan ucapannya tiba-tiba Nizam datang bersama dua temannya dan menghampiri Risa.


"Risa,,mau pulang bareng lagi nggak?"Tanya Nizam ikut duduk disebelah Risa.


"Aku"Tutur Risa sebelum terpotong oleh Angkasa yang seketika berdiri dan menyahut tangannya.


"Nggak bisa Risa harus pulang bareng aku"Angkasa melirik tajam pada Nizam yang ikut berdiri.


"Angkasa kamu apa-apaan sih, bukan nya tadi kamu bilang mau pulang bareng aku"Tutur Renata kaget.


"Eee,, tadi mama ku bilang aku harus ngantar Risa ke kantor nya,takut terjadi apa-apa dijalan"Ujar Angkasa melepas tangan Risa.


"Kamu pikir saya nggak bisa menjaga Risa?!"Nizam menunjuk Angkasa yang berdiri didepannya.


"Iya Angkasa aku bisa pulang bareng Nizam kok, lagian kamu kan harus mengantar Renata pulang,jadi biarin aku pulang sama Nizam aja"Ucap Risa.

__ADS_1


"Aku bilang nggak ya nggak, kamu itu harus pulang bareng aku masalah nya kalau kamu nggak pulang bareng aku mama ku pasti bisa marah"Jelas Angkasa marah.


"Memang nya kalian dulu punya hubungan apa sih? sampai mama nya Angkasa sekhawatir itu?"Tanya Amel tiba-tiba membuat Angkasa dan Risa pucat beranai.


"Kita sama sekali nggak ada hubungan apa-apa kok,dulu cuman teman kecil aja"Jawab Risa melirik Angkasa.


"Renata,,mau kemana?"Angkasa berlari mengejar Renata yang berlalu pergi begitu saja.


"Kamu nggak usah ngikutin aku"Renata menempas tangan angkasa yang berusaha mencegahnya.


"Dengerin aku dulu kamu kenapa sih, tiba-tiba pergi"Tanya Angkasa menatap wajah Renata yang kesal.


"Habisnya kamu sibuk berdebat mau pulang bareng sama Risa,yaudah sana pulang bareng aja sama Risa nggak usah peduliin aku"Renata berlalu pergi meninggalkan Angkasa.


"Sejak kapan kamu mulai cemburuan kayak gini"Angkasa meraih tangan Renata dan menggenggamnya.


"Sejak kamu mulai begitu dekat dengan Risa,aku nggak tau ya kenapa saat aku liat kamu sama Risa rasanya kalian itu ada hubungan sepesial yang nggak pernah aku ketahui"Tutur Renata.


Angkasa yang mendengar tuturan kata Renata yang kembali mengingatkan nya akan hubungan cinta dengan Risa,terus bermunculan.


Entah sejak kapan Angkasa mulai perhatian dan begitu posesif terhadap Risa, apalagi saat Risa berada didekat Nizam.hal itu terus menggorok pikirannya.


Nizam yang dulu terlihat dingin dan tak tertarik dengan dunia cinta,namun setelah mengenal Risa gadis yang pertama kali bisa menaklukkan hati dinginya.


Risa adalah gadis cantik dan baik hati yang menaklukkan banyak hati para laki-laki disekolah barunya,termasuk Nizam sendiri.


"Yaudah aku kembali kekelas dulu ya"Ucap Nizam .


"Iya,,Nizam maaf"Sahut Risa lirih.


"Nggak papa lagian Angkasa dan aku dari dulu memang nggak pernah akur"Jawab nizam meninggalkan tempat.


"Eh,,Ris kok si Angkasa bisa Semarah itu sama kamu,udah dingin galak lagi,, gimana kalau kita punya suami kayak gitu bisa mati hati aku"Tutur Amel membayangkanya yang tidak-tidak.


"Yaelah emangnya Angkasa mau sama kamu,tapi benar juga sih Angkasa itu orang nya kasar"Ujar Tasya.


"Benarkah,,ya walaupun dulu aku pernah suka sama dia sebelum jadian sama si Renata, habisnya Angkasa itu ganteng nya banget"Tutur Amel gemas.


"Ganteng kalau kasar percuma dong,nggak bisa menghargai perasaan wanita"Jawab Tasya.


*D*ulu Angkasa bukan laki-laki kasar seperti yang


kutemui saat ini,dia sosok laki-laki yang ceria dan hangat entahlah sejak kapan dia berubah menjadi laki-laki dingin seperti saat ini.

__ADS_1


__ADS_2