DEAR ANGKASA

DEAR ANGKASA
BAB 36: HANYA RASA CEMBURU.


__ADS_3

Selama acara berlangsung Risa berusaha menjaga jaraknya Dengan Angkasa, Namun tetap saja mata Angkasa tidak bisa menahan kecemburuan terhadap Nizam yang selalu berada disekitar Risa.


"Risa,,Nih tadi katanya kamu pengen minum susu hangat saja, Tadi kebetulan pergi ke cafe yang ada disana terus ke ingat sama sahabat ku yang satu ini"Tutur Tasya menyodorkan secup susu hangat pada Risa yang duduk bersama Nizam dan Amel.


"Terimakasih sahabat ku"Sahut Risa tersenyum,Meraih cup susu tersebut.


"Kok kamu nggak ngajak aku sih,kan aku pengen beli makanan ringan"Keluh Amel memonyongkan bibirnya pada Tasya.


"Di cafe nggak ada makanan ringan kalik,adanya makanan padat"Tawa Tasya .


"Pokoknya aku ngambek sama kamu,Titik"Ucap Amel kesal.


"Udah-udah,,Bukanya tadi kamu udah makan banyak ya,,Mel"Tutur Risa ikut tertawa kecil.


Nizam hanya memperhatikan tawa kecil wanita yang ada didepannya,Menatap jelih wajah Risa yang cantik terpapar cahaya lampu.


"Nizam kok kamu nggak sama kedua teman kamu sih?"Tanya Amel sontak membuat Nizam tersenyum malu.


"Itu mereka ada disana,aku cuman mau lihat wajah Risa lebih dekat"Ucap Nizam tersenyum menatap Risa.


"Ciee,,Cie roman-romannya mulai ada benih-benih cinta nih"Ejek Amel menggoda dua orang didepannya.


"Apaan sih Amel, Udah jangan banyak berfikir yang nggak-nggak lagian aku sama Nizam itu Sahabat kok, Iya kan zam"Tutur Risa memandang wajah Nizam yang seketika surut.


"Hah,, Iya kita cuman sahabat kok"Ucap Nizam pura-pura tersenyum.


Te**rnyata Risa hanya menganggap ku sebagai sahabat nya saja tidak ada perasaan lebih, Tapi Risa lah yang selama ini mengubah hati keras ku ini, Sampai aku lupa pada sikap asliku.


"Kalau begitu aku kesana dulu ya"Tutur Nizam tersenyum berlalu pergi.


"Risa kok kamu ngomong gitu sih, Kasihan si Nizam pasti dia lagi patah hati, Karena cinta nya tidak terbalaskan"Tegur Amel.


"Dan kayaknya si Nizam itu memang suka deh sama kamu,Ngapa nggak mencoba untuk lebih dekat sama dia"Sahut Tasya memberi saran.


B**agaimana bisa aku mencintai orang lain, Sedangkan anak angkasa ada didalam rahim ku,Nizam maafkan aku ya.


"Udah-udah lebih baik kita ngobrolin yang lain"Tutur Risa tersenyum mencubit kedua pipi sahabat-sahabat nya itu.


Tiba-tiba Risa merasakan nyeri pada perutnya,Risa terus merintih kesakitan, hingga membuat Tasya dan Amel sontak kaget.

__ADS_1


"Risa,, Kamu kenapa?"Tanya Amel panik.


"Risa,,Ada apa?"Timbal Tasya panik dan mencoba mencari tahu keadaan Risa.


Angkasa yang sontak menoleh kaget ketika melihat Risa,Menjerit kesakitan dan terus memegangi perutnya menahan nyeri.


"Aaaaa,,, Sakit,, Sakit"Rintih Risa.


"Risa,, Kamu kenapa?"Tanya Angkasa yang berlari menghampirinya.


"Perutku sakit,, Sakit"Ucap Risa terus memegangi perutnya dan berteriak kesakitan.


Kejadian itu sembuat semua orang yang ada disana, Kaget dan cemas mengenai Risa yang terus menerus berteriak kesakitan.


Nizam yang berlari ingin mencoba membantu namun Angkasa lebih dulu berada didekatnya dan membawanya masuk kedalam mobilnya.


"Amel bawa semua barang-barang Risa dan hpnya,aku akan membawanya kerumah sakit"Tutur Angkasa menggendong tubuh Risa.


"Iya"Sahut Amel.


Angkasa membawa Risa kerumah sakit dengan keadaan cemas dan panik,Risa yang duduk sambil terus menekan perutnya itu membuat pikiran Angkasa kacau.


Setelah sampai diarea rumah sakit, Angkasa langsung membawa Risa kedalam, Dokter kandungan yang biasa mereka kunjungi sebelumnya itu, Sangat paham akan kecemasan Angkasa, Sehingga ia mengatakan bahwa Risa akan baik-baik saja namun tetap saja Angkasa tidak bisa duduk diam menunggu diluar ruangan,Hatinya masih berkalut cemas.


Beberapa menit kemudian sang Dokter itu keluar dengan tersenyum menepuk pundak Angkasa yang terlihat cemas menanti jawaban pemeriksaan.


"Bagaimana keadaannya dokter, Apa terjadi sesuatu pada nya?"Tanya Angkasa.


"Sudah kukatakan bukan waktu itu, Bahwa Risa harus menjaga pola makannya, Agar tidak terjadi hal-hal yang bisa membahayakan kandungan nya, Kandungan Risa itu sangat lebih jadi sangat beresiko tinggi, Apa kalian dari pesta?"Sang Dokter menatap wajah Angkasa.


"Iya,Kami sedang mengadakan acara perpisahan sekolah didekat pantai"Tutur Angkasa.


"Seperti tadi Risa meminum jus nanas, Apakah benar?"Tanya dokter tersebut.


"Aku tidak tau pasti, Karena dari tadi ia bersama teman-temannya"Sahut Angkasa.


"Ya sudah kamu bisa menemuinya, Dia baik-baik saja Didalam"Ucap dokter tersebut berlalu pergi.


Ketika Angkasa masuk kedalam ia tersenyum kecil melihat sosok Risa duduk diatas ranjang,Risa yang menatap wajah laki-laki yang baru muncul dari daun pintu dengan wajah tanpa ekspresi sedikit pun.

__ADS_1


"Kamu baik-baik saja kan?"Tanya Angkasa mendekat.


"Aku nggak apa-apa kok"Jawab Risa kecut.


"Apa tadi kamu minum sesuatu dipesta?"Tanya Angkasa mengelus rambut Risa.


"Aku hanya minum susu hangat tidak ada yang lain"Sahut Risa.


"Ok,, Baiklah kata dokter kamu sudah bisa pulang,ingin pulang sekarang"Ucap Angkasa tersenyum.


"Aku tidak suka berlama-lama dirumah sakit"Tutur Risa beranjak turun dari ranjang.


Angkasa tersenyum menggapai tangan risa dan menggandengnya keluar dari rumah sakit, Wajah Risa yang masih sedikit pucat setelah melewati masa-masa menyakitkan itu, Membuat Angkasa menggendong sampai kedalaman mobil.


Semua orang yang ada dirumah sakit tersenyum menyaksikan moments romantis dua remaja tersebut.


"Turunin malu tau dilihatin banyak orang"Tutur Risa memberontak ingin turun.


"Memangnya kenapa? Mereka itu hanya tersenyum bahagia melihat kita"Sahut Angkasa tertawa kecil.


Risa yang malu langsung menenggelamkan wajahnya dipundak Angkasa, Seolah-olah mereka sedang melakukan pementasan drama Didalam rumah sakit.


"Jangan lakukan itu lagi, Aku malu"Tutur Risa memukul pelan Angkasa yang memasang sabuk pengaman nya.


"Bukankah itu sangat romantis? Seharusnya kamu suka karena tadi kita menunjukkan penampilan yang terbaik"Ejek Angkasa tertawa.


Jika melihat tawanya aku sering lupa bahwa saat ini kita sedang bertengkar, Aku lupa akan kebencian itu,Tawanya benar-benar membuatku merasa hangat.


"Kenapa melihat ku seperti itu, Kamu sedang memikirkan rencana untuk membalas ku?"Tanya Angkasa.


"Rencana membalas apa?"Tanya Risa tak mengerti.


"Membalas akan kebaikan ku tadi, Kamu bisa membalasnya dengan sedikit ciuman disini atau ingin memberi ku hal lain"Sahut Angkasa menunjuk bibirnya.


"Kamu gila ya"Ucap Risa memukul-mukul Angkasa.


"Jangan seperti itu, Jika anak kita melihat pasti dia akan mengatakan bahwa orang tuanya tidak pernah akur"Tutur Angkasa tertawa.


Mereka tertawa bersama Didalam mobil, Tidak lagi memikirkan pertengkaran mereka.

__ADS_1


__ADS_2