DEAR ANGKASA

DEAR ANGKASA
BAB 43:HAL YANG PALING MENYAKITKAN.


__ADS_3

"Jika kamu berani ninggalin aku,maka aku akan mengakhiri hidup ku dihadapan kamu langsung"Ancam Renata menodongkan pisau yang ia pegang,sejak memasuki ruangan Angkasa.


"Kamu jangan gila ya, letakkan pisau itu"Perintah Angkasa.


"Nggak,sebelum kamu berjanji nggak akan ninggalin aku demi Risa maka aku akan tetap seperti ini"Tutur Renata.


"Kamu berubah total, kamu bukan lagi Renata yang kukenal"Ucap Angkasa menggelengkan kepalanya.


"Kamu Angkasa, kamu yang membuatku berubah menjadi penjahat,jika saja kamu tidak membohongi dan menghianati aku maka aku tidak akan berjalan sejauh ini"Jelas Renata.


"Kamu benar-benar sudah gila"Sahut Angkasa.


"Iya,aku memang gila kamu pikir gadis polos dan lugu seperti aku tidak berani melakukan hal keji, seperti yang kau lakukan"Ucap Renata meletakkan pisau itu dilehernya.


"Renata letakkan pisau itu"Teriak Angkasa.


Tidak lama kemudian Wira dan Toni yang tadinya tertawa-tawa bahagia ketika menceritakan tentang Risa, tiba-tiba tawa mereka sirna saat masuk hendak menemui Angkasa.


"Renata!apa yang kamu lakukan?"Teriak Wira kaget.


"Jangan mendekat Tante,biar Angkasa yang menentukan pilihannya,dia ingin melihat ku mati dihadapannya atau memilih tetap bersama ku"Tutur Renata mengancam.


"Turunkan pisau itu, saya akan Lapor polisi jika kamu berani berbuat nekat"Ancam Toni memperlihatkan hpnya.


"Hubungi saja polisi"Sahut Renata.


Kemudian Angkasa menyuruh mereka untuk keluar sebentar karena dia ingin menyelesaikan masalahnya dengan Renata, awalnya Wira menolak karena ia takut terjadi sesuatu pada Angkasa karena bisa saja Renata tidak main-main dengan ancaman nya.


"Mah, tidak perlu khawatir"Tutur Angkasa.


"Kamu hati-hati ya, ancaman dia benar-benar sangat berbahaya"Ucap Wira berjalan keluar dari ruangan.


"Dengar Renata, kamu tau kan tindakan mu benar-benar membuat ku kagum,aku sama sekali tidak menyangka gadis yang takut dengan ketinggian seperti mu bisa melakukan hal sejauh ini"


"Itu semua ku lakukan karena kamu"


"Ya aku tau,aku hanya tidak menyangka saja kamu berani menyakiti orang lain, tindakan mu dengan menculik Risa itu sangatlah berbahaya dan kamu harus tau sikap mu ini bukanlah jati diri mu yang sesungguhnya"Ucap Angkasa pelan-pelan berjalan kearah Renata yang masih menggenggam pisau tersebut.


"Selama ini aku menyuruh orang untuk mengawasi kalian berdua,dan ternyata aku benar kalau kalian berdua punya hubungan"Jelas Renata melangkah mundur menjauh dari Angkasa yang berjalan mendekatinya.

__ADS_1


"Oo,jadi orang bertopeng itu adalah suruhan mu untuk mengawasi kami?"


"Benar, seharusnya kamu tau Angkasa bagaimana sulitnya aku untuk berani bertindak gila seperti saat ini,itu semua ku lakukan demi kamu"Teriak Renata menangis.


"Kumohon berikan pisau itu pada ku,kita bicarakan ini baik-baik,ok"Angkasa mengatungkan tangannya meminta Renata agar memberikan pisau itu kepadanya.


"Apa dengan aku memberikan pisau ini, kamu akan tetap bersama ku?"Tanya Renata menyipitkan matanya menatap wajah Angkasa yang nampak serius.


"Kita bicarakan dulu"


"Tidak, sebelum kamu mengatakan kalau kamu akan terus bersama ku,aku tidak akan memberikan nya pada mu"Ancam Renata semakin menjadi-jadi.


Sementara Wira yang terus menunggu sambil mondar-mandir dengan perasaan cemas didepan ruangan, hatinya benar-benar takut jika Angkasa akan terluka dengan tindakan Renata itu.


"Pah,kita masuk yuk,mamah khawatir kalau Angkasa kenapa-kenapa"Ujar Wira menarik tangan Toni.


"Mamah tidak dengar, Angkasa tadi mengatakan bahwa mereka akan menyelesaikan permasalah nya, jangan khawatir Renata tidak akan berani melukai Angkasa"Jelas Toni menenangkan Wira yang dari tadi terlihat cemas.


"Pah, bukankah ruangan Renata ada didekat sini, pastinya ada keluarganya disini kan,kita beritahu mereka agar mereka bisa menasehati Renata gila itu"Ujar Wira.


"Tapi mah..."


"Udahlah papah itu, kebanyakan mikir pokonya mamah harus cari tuh keluarga"Tutur Wira beranjak mencari ruangan Renata.


"Permisi"Wira membuka pintunya tapi tidak ada siapa-siapa didalam.


"Tidak mungkin kan dia tidak punya keluarga,tapi kenapa ruangan kosong"Gumam Wira hendak menutup kembali pintu nya.


"Anda siapa?"Tanya seseorang wanita yang mengagetkan nya dari belakang.


"Hah"


"Apa ini ruangan rawat Renata?"Tanya Wira.


"Iya benar,anda siapa?"


"Saya ibunya Angkasa"


"Oo, ibunya nak Angkasa,saya sari ibunya Renata"Ucap Ayu mengulurkan tangannya hendak bersalaman.

__ADS_1


"Kebetulan sekali,anda harus ikut saya untuk menyelesaikan masalah yang putri anda perbuat"Ucap Wira menarik tangan Sari dan membawanya ke ruang Angkasa.


"Eh, tunggu dulu ini ada apa sih"Tanya Ayu binggung karena tiba-tiba Wira asal menariknya saja.


"Lihat putri mu itu didalam,dia ingin mengancam kami dengan keberaniannya itu"Tutur Wira menunjuk kearah pintu.


"Apa maksudnya?"


"Mah, jangan teriak-teriak kayak gitu"Ujar Toni menenangkan istrinya yang mulai menunjukkan emosi nya.


"Putri mu itu ada didalam,dia mengancam Angkasa untuk bunuh diri"


"Apa?"Ayu langsung berlari masuk kedalam dan ia terkejut karena melihat Renata dengan senjata tajam nya itu.


"Cukup Renata"Teriak Ayu marah.


"Mamah"Ucap Renata kaget.


"Apa yang kamu lakukan disini? letakkan pisau itu"Perintah Ayu marah melihat kelakuan anaknya itu.


"Nggak,mah sebelum Angkasa berjanji untuk tidak meninggalkan aku,maka aku tidak akan meletakkan pisau ini"Tutur Renata bersikeras.


Angkasa hanya diam sambil melirik Sari yang memandangnya, tatap itu benar-benar ditunjukkan oleh Ayu agar Angkasa mau melakukan permintaan putrinya itu.


"Renata sudah kubilang, tindakan mu kali ini benar-benar bodoh"Ucap Angkasa menarik senyumnya.


"Angkasa apa kamu ingin membahayakan nyawa putri ku?"Sahut Ayu menatap lekat wajah Angkasa.


"Tante tanya padanya? apakah dia benar-benar putri mu,aku rasa dia bukan putri mu karena Renata bukanlah orang yang seperti orang dihadapan ku ini"Ujar Angkasa.


"Kamu pikir kamu lebih baik dari ku,kamu lebih kejam dari semua ini Angkasa, berbohong, penghianat, selingkuh dan kamu adalah satu-satunya laki-laki yang bisa-bisanya mencintai dua gadis sekaligus"Jelas Renata meninggikan suaranya.


"Aku memang keji, karena menyayangi dua gadis secara bersamaan tapi setelah kamu melakukan tindakan gila itu,aku baru sadar gadis seperti itu sangat sulit dipercaya bahwa aku dulu pernah menyukainya"Ucap Angkasa.


"Tante,anda bisa keluar aku ingin menyelesaikan masalah ini dengan nya saja"Ucap Angkasa penuh bijaksana.


"Tapi Tante,takut Renata kenapa-kenapa,dia memegang pisau ditangannya"Tutur Ayu cemas.


"Dia tidak akan berani melakukan itu Tante,aku tau mentalnya seperti apa?"Ujar Angkasa.

__ADS_1


Akhirnya Ayu memutuskan untuk keluar dari ruangan, meninggalkan Renata dan Angkasa yang terus berseteru membandingkan kejahatan mereka masing-masing, entahlah adegan menegangkan ini akan berakhir sampai kapan.


Apa Renata benar-benar melakukannya?


__ADS_2