
Pagi ini dikediaman Risa terlihat sibuk membereskan properti yang akan digunakan untuk menghias acara yang mereka rencanakan dipinggiran danau, lampu-lampu, lampion dan bunga-bunga kecil ikut masuk didalam kotak besar berwarna coklat muda.
"Ini udah semua?"Tanya Angkasa menutup bagasi mobil setelah kotak besar itu masuk.
"Udah semua kayaknya"Sahut Risa.
"Eh,coba kamu hubungi Amel katanya dia yang akan bawa menu makanan nya"Ujar Angkasa.
"Oh,iya takutnya dia lupa lagi"Tutur Risa dengan sigap menekan nomor telepon Amel.
"Hallo"
"Hallo,Amel kamu sudah siapkan semua nya kan?"
"Santai,udah semua kok,ini bentar lagi langsung berangkat"
"Ok"Ucap Risa menutup telfonnya.
Malam ini mereka berencana membuat sebuah kejutan untuk Bintang dan Renata sekaligus menyatukan mereka berdua, acara kecil-kecil yang digelar dipinggir danau ini harus disiapkan lebih awal sebelum sesi perencanaan awal dimulai.
Angkasa dan nizam ikut antusias membantu menyiapkan acara itu,disusul Tasya dan Reza yang sibuk membakar daging di bawah pohon ceri yang gemerlap dengan lampu-lampu yang menghiasi seluruh penjuru danau.
"Itu gosong gila,emang yang orang gila satu ini!nggak bisa diajak kompromi"Teriak Tasya mengangkat paha ayam yang terlihat hitam diatas panggangan.
"Ya maaf,aku kan nggak bisa masak"Lirih Reza merasa bersalah setelah menghanguskan dua paha ayam itu.
"Udah lebih baik kamu bantuin Angkasa atau Nizam sana"Usir Tasya mendorong pelan tubuh Reza.
"Ye,biasa aja!tuh mukak udah kayak panggang aja gosong"Ejek Reza tertawa.
"Masak sih,emang muka aku kenapa?"Lirih Tasya.
"Muka kamu gosong,udah cocok tuh jadi tukang sate"Tutur Reza berlari kecil menghampiri Angkasa dan Nizam yang sibuk memasang petasan dan kembang api.
"Wah seru nih"Ujar Reza.
"Kamu bukanya bantuin Tasya,malah kesini"Gertak Angkasa.
"Disana dimarahin,disini pun sama gini amat ya nasib ku"Lirih Reza menggaruk kepala nya.
"Kamu itu memang serba salah,awas aja sampai berani dekat-dekat Amel"Sahut Nizam.
"Yaudah lah,aku tidur aja"Ucap Reza merebahkan tubuhnya diatas karpet yang terbentang di bawah bintang-bintang langit.
"Gini nih,contoh beban-beban negara"Tawa Angkasa menunjuk Reza yang berguling-guling di atas karpet.
Hari menunjukkan pukul setengah tujuh malam,angin malam yang sepoi-sepoi menunjukkan aroma segera bercampur dengan semerbaknya bunga mawar merah.
"Akhirnya selesai juga"Ucap Risa merangkul pundak Angkasa dari belakang.
"Kamu jangan capek-capek ya,sayang"Tutur Angkasa tersenyum dan membiarkan tubuh mungil Risa bersandar diatas pundaknya.
"Mulai deh"Sahut Reza.
__ADS_1
"Apaan sih loh,jomblo ikut- ikut aja"
"Ya Tuhan berikan lah,satu jodoh"Ucap Reza.
Semua orang tertawa dengan wajah semeringai, tingkah kocak Reza seakan-akan menjadi obat atas lelahnya mereka.
Sambil menunggu Bintang dan Renata datang, mereka sengaja bersembunyi jauh dibelakang pohon yang tak jauh dari lokasi.
Tidak lama kemudian terdengar Bintang datang dan kebingungan saat melihat tidak ada satu orang pun disana.
"Loh,Risa nggak salah ngasih alamat kan?"Gumam Bintang.
"Kok sepi banget sih"Lirih Bintang melihat sekeliling tempat.
"Bintang"Panggil Renata yang tiba-tiba muncul dari belakang Bintang.
"Renata?Kamu kesini juga?"
"Iya,tadi Angkasa yang nyuruh aku datang kesini tapi kok nggak ada orang ya?"
"Iya,Risa juga nyuruh aku kesini tapi orangnya nggak ada"
Setelah merasa cukup lama menunggu,dan tak ada satu orang pun yang datang, Bintang pun mencoba membuka obrolan dengan Renata yang saat itu ikut terdiam oleh suasana.
"Emm,kamu udah makan?"Tanya Bintang dengan pertanyaan garing nya.
"Udah"
"Udah minum"
Sedangkan mereka yang masih memantau dari balik pohon, tiba-tiba menjadi ricuh setelah si Reza merasa kakinya digigit serangga.
"Sumpah ada yang jalan-jalan di kaki ku ini,aku nggak bohong"Ujar Reza.
"Di tahan dulu"Sahut Risa.
"Dia makin naik keatas nih"Lirih Reza.
"Yaelah,berisik banget sih"Ungkap Angkasa kesal.
"Aku udah nggak tahan"
Dengan terjatuh diatas rerumputan,Reza mengangetkan Bintang dan Renata yang langsung menoleh ke belakang.
"Reza!"Renata berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri nya dan ia pun terkejut saat melihat segerombolan orang bersembunyi dibalik pohon itu.
"Kalian ngapain disitu?"Tanya Renata.
"Hehehe,nggak kok tadi kita mau buat kejutan buat kalian,eh tapi malah ketawan"Ucap Amel meringis.
"Iya benar banget itu"Sahut Angkasa memanggukan kepalanya.
"Angkasa, Risa, Tasya,Amel,nizam sama Reza ngapain sembunyi di situ?"Tanya Bintang.
__ADS_1
"Siapa yang sembunyi"Sahut Angkasa.
"Terus kalian ngapain disini?"
"Kita,,kita mau buat kejutan buat kalian berdua"Sahut Amel tersenyum.
"Jadi pesta ini kalian yang merencanakan?"
"Iya,kita pengen kalian berdua jadian"Ungkap Reza ceplos.
"Jadian, maksud nya?"Tanya Bintang dan Renata kaget saat mendengar tutur kata yang melontar dari mulut Reza.
"Oo,jadi kalian sengaja merencanakan ini dan habis itu sembunyi dibalik pohon?"Tutur Renata.
"Bukan gitu maksud kita, kita pengen kalian berdua jadian dan kelihatan nya kalian serasi"Timbal Tasya.
"Pacaran itu harus dua orang yang saling mencintai,bukan dua orang yang tidak memiliki perasaan seperti ini"Ungkap Bintang.
Apa maksudnya, jadi Bintang tidak punya perasaan pada ku, padahal aku mulai suka sosok dia.
"Tapi bukannya kalian saling suka"Ujar Tasya.
"Risa, bukankah kamu tau siapa seseorang yang aku suka?"Tutur Bintang melirik Risa.
"Bintang aku ingin bicara pada mu"Risa menyahut tangan Bintang dan mengajaknya pergi ketempat yang sedikit berjauhan.
"Bintang kamu kok ngomong nya gitu sih"Ucap Risa.
"Kamu menganggap bahwa dia dan aku saling mencintai gitu,Risa kamu tau sendiri kan aku suka dengan siapa"
"Tapi Bintang, Renata itu suka sama kamu"
"Tapi aku tidak Risa!apa kamu tidak mementingkan pendapat ku, kamu mengambil keputusan untuk menyatukan dua orang yang belum tentu saling mencintai"Terang Bintang.
"Tapi, bisakah kamu menghargai nya"
"Bagaimana cara nya?"
"Dengan mengatakan kalau kamu menyukai nya"Sahut Risa.
"Apa kamu sadar dengan kalimat yang kamu ucapkan?"
"Cinta itu bisa datang dengan berjalannya waktu"
"Bagaimana jika waktu tidak bisa mengubah nya?"
"Bintang,sekeras apapun kamu menunggu ku,aku tidak akan pernah menjadi milik mu,aku hanya bisa menjadi milik Angkasa seorang"Terang Risa.
Risa berlalu meninggalkan Bintang yang berdiri diam menatap semua orang yang telah menyiapkan acara ini untuk nya.
"Kenapa kalian semua diam saja,apa kalian tidak jadi membuat acar"Seru Bintang.
"Ya jadilah,kasian tenaga yang aku keluarkan hari ini,kalau nggak jadikan sia-sia"Sahut Reza.
__ADS_1
Akhirnya mereka tetap merayakan acara itu, walaupun tidak sejalan dengan rencang yang mereka buat.