
"Makasih ya Angkasa"Tutur Risa tersenyum kecil setelah turun dari atas motor dan melambaikan tangan pada angkasa yang lama-kelamaan mulai hilang diujung gerbang rumahnya.
"Loh mana Angkasa,kok nggak diajak masuk dulu"Sahut Niko yang tiba-tiba muncul dari pintu utama dan keluar menghampiri Risa yang berdiri didepan teras rumah.
"Barusan pulang pah"Jawab Risa menjulurkan tangannya pada seseorang laki-laki yang kini berdiri disampingnya.
"Yah,,kok udah pulang papah kan belum sempat ketemu sama Angkasa,udah empat tahun loh nggak ketemu mungkin Angkasa tambah ganteng ya ris"Tutur Niko mengelus kepala Risa.
Iya pah Angkasa memang tambah dewasa dan tampan apalagi rambut belakang nya yang sedikit panjang,benar-benar seperti oppa-oppa Korea yang ada didrama.
"Hayo kamu kok senyum-senyum sendiri, pasti khayalan ya"Ejek Niko ketika mendapati tingkah putrinya yang tersenyum-senyum sendiri.
"Apaan sih pah,nggak kok!Risa cuma teringat adegan lucu yang ada didrama"Elak Risa langsung pergi masuk dengan wajah memerah.
"Risa,,Risa"Cletuk Niko mengikuti langkah Risa dari belakang.
Risa berjalan menuju kamar nya lalu merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur dan menatap langit-langit kamar yang terpancarkan cahaya lampu bintang-bintang kecil menghiasi ruangan.
Tante Wira dan om Toni benar-benar baik banget ,hehh entahlah apa yang akan terjadi jika saja mereka mengetahui yang sebenarnya, melihat harapan dari hubungan ku dan Angkasa seperti nya tetap akan berakhir seperti ini.
"Ayo Risa,, kamu pasti bisa melupakan angkasa sekarang dia miliki orang lain"Gumam Risa meraih buku diary nya yang tersimpan di laci meja belajar lalu menuliskan sesuatu diantara tulisan-tulisan yang tersusun rapi.
Dear Angkasa:
Kamu tau nggak gimana rasanya aku mencoba melupakan semua kenangan yang terpatri didalam hati ini, sulit banget.
Aku takut jika aku sering-sering menghabiskan waktu bersama mu aku akan semakin sulit melepaskan jeratan ini, kenapa hari ini kamu menunjuk sikap posesif mu itu,itu membuat ku semakin percaya diri bahwa kamu memang masih mencintaiku,aku pikir mulai sekarang aku akan mencoba menjauh dari mu agar hubungan ini segera terselesaikan.
Risa meletakkan dan menyimpan kembali buku diary milik nya didalam laci,ia menatap suasana luar yang mulai terlihat sepi didalam bayangan bulan yang memanjatkan cahaya.
"Semoga besok ada hari bagus untuk memulainya kembali, good night"Risa berjalan menuju tempat tidur dan menenggelamkan tubuhnya dibawah selimut.
Diruangan yang sepi jauh dari keramaian seperti dikota-kota besar terlihat Angkasa terbaring diatas tempat tidur namun matanya masih masih sempurna untuk melihat langit-langit dikamar nya, bukan hanya Risa saja yang merasakan bahwa sikap Angkasa tadi terlihat aneh namun dirinya sendiri menyadari sikap perilakuanya tadi memang diluar dugaan.
"Kok aku jadi posesif gitu ke Risa, padahalkan itu hanya permen dan lagian aku udah nggak ada hubungannya dengan kehidupan Risa"Angkasa mengacak-acak rambutnya.
C**ukup Angkasa kamu nggak boleh terus-terus mikirin Risa,ingat kamu ini punya Renata yang tidak kalah cantik dengan Risa ,sekarang tidur pelan-pelan dan buang jauh-jauh pikiran itu.
Menjaga hubungan dan perasaan itu berbeda seperti melindungi antara berlian dan emas, sama-sama berharga tapi berlian lebih berharga jika dibandingkan emas.Itu lah bisa dikatakan saat ini untuk hubungan dua sejoli yang nggak pernah usai dari persembunyiannya.
"Mas Joko nanti nggak usah jemput Risa ya"Ucap Risa membuka pintu mobil dan melangkahkan kakinya keluar.
__ADS_1
"Mau pulang bareng mas angkasa ya non"Tutur mas Joko menutup kembali pintu mobil.
"Nggak kok,,Risa itu mau pulang bareng teman-teman Risa"Cletuk Risa mengecapkan mulutnya.
"Iya deh mas Joko percaya kok"Mas Joko tertawa melihat ekspresi diwajah Risa.
"Ih sebel deh,sama mas Joko"Ucap Risa melangkahkan kakinya meninggalkan mas Joko yang menggaruk-garuk kepalanya.
Ketika Risa melangkahkan kakinya menyusuri koridor menuju kelasnya entah hari ini bertepatan pada hari bahagia apa sampai setiap orang yang dilaluinya seakan-akan tertuju padanya.
In**i cuma perasaan ku saja atau memang tatapan mata mereka benar-benar tertuju padaku.
Apakah hari ini memang hari bahagia, kenapa semua orang menatap ku dengan senyuman aneh itu.
"Ris,,risa"Teriak seseorang dari arah belakang yang ternyata Tasya dan Amel yang berlari menghampirinya.
"Ih loh kepada sih?"Tanya Amel ngos-ngosan setelah berlari menyusuri koridor.
"Aku, memangnya aku kenapa?"Jawab Risa binggung dengan pertanyaan yang dilontarkan Amel.
"Kok malah balik tanya sih ris"Sahut Tasya menyandarkan tubuhnya di dinding kelas.
"Eh,minggir nggak"Tutur Angkasa melepaskan earphone ditelinga nya.
"Jawab dulu kalian ada hubungan apa?"Tanya Amel menunjuk kearah Risa dan Angkasa yang berdiri didepan nya.
"Apa? kalian belum sarapan ya,makanya kaya gini"Ejek Angkasa kembali memasang earphone ditelinga nya dan melangkahkan meninggalkan pertanyaan pagi hari yang membuatnya suntuk.
"Angkasa,,Angkasa,,Angkasa"Teriak dua orang yang berlari dari belakang dengan wajah penuh pertanyaan.
"Kalian kenapa lari-larian kayak anak kecil sih"Tutur Angkasa kesal dengan dua temannya yang datang dengan tergesa-gesa.
"Nah,,kalian juga pasti butuh jawaban itu kan"Cletuk Amel menaikan kepalanya.
"Kok,,tau"Jawab Reza masih mengatur nafasnya.
"Tunggu-tunggu kalian ini lagi ngobrolin apa sih, jawaban apa yang kalian maksud"Tanya Risa menatap semua orang dihadapannya.
"Hubungan kalian,ini loh"Reza menunjukkan hpnya tentang postingan kemarin malam yang menghebohkan satu sekolahan.
"Hah,apa ini"Risa menatap foto berdua nya kemarin layar hp milik Reza.
__ADS_1
"Emang kalian nggak liat hp apa semalam"Tanya Tasya menyipitkan matanya.
Angkasa yang berdiri diantara orang-orang itu segera membuka hpnya dan mengecek Instragram yang menggunggah foto mereka berdua.
"Hp ku mati kemarin"Ucap Risa lirih .
"Hp ku juga,semalaman aku nggak main hp"Angkasa menimbali ucapan Risa.
"Tapi sebenarnya kalian nggak ada hubungan apa-apa kan"Tanya Riki melongo.
"Nggak ada"Sahut Angkasa sepontan membuat Risa harus benar-benar menghadapi kenyataan ini.
Angkasa dengan cepat menjawab tidak,didepan mereka.Risa kamu ini cuma masa lalu nya.
"Iya kita nggak ada apa-apa kok"Sahut Risa menunjukkan wajah serius nya.
Risa benar-benar melakukan itu,aku sendiri tidak percaya bahwa dia benar-benar sudah melupakan ku .
"Hay,, guys "Tiba-tiba Renata muncul diantara gerumunan mereka.
"Nggak ada apa-apa kok"Sahut Risa tersenyum.
"Oh iya Angkasa aku mau ngomong sama kamu penting"Ucap Renata menggandeng tangan angkasa tepat dihadapan Risa.
Risa jangan cemburu, jangan cemburu dia milik orang lain.
Angkasa hanya menatap senyuman diwajah Risa ketika Renata menarik tangan nya dan mereka berjalan beriringan.
"Katanya kamu nggak kenal sama dia,tapi kok dekat banget sih"Tanya Renata menatap lekat wajah Angkasa yang terdiam berfikir.
"Aku dan Risa itu cuman teman kecil nggak lebih dari itu"Jawab Angkasa mengusap tangan Renata.
"Tapi kok sampai jalan berduaan gitu dan keliatannya kalian itu akrab banget sih?"Tanya Renata tak percaya.
"Kamu nggak percaya sama aku"Tanya Angkasa mengelus halus rambut Renata.
"Iya maaf aku percaya kok, kamu nggak marah kan"Renata tersenyum cengengesan sambil mencubit-cubit perut Angkasa yang kemudian Angkasa mengaduh kesakitan.
...Kepercayaan ada hal yang paling berharga disetiap hubungan, kepercayaan adalah kunci hubungan tetap bertahan....
...____Media school___...
__ADS_1